← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 2/24

ALLAH ADALAH TRITUNGGAL YANG KEKAL

Pembacaan Alkitab

1 Ptr. 1:2; Ef. 1:17; Ibr. 1:8; Kis. 5:3-4; Yes. 9:5;

Ibr. 1:12; 7:3; 9:14; Mat. 3;16-17; Yoh. 14:16;

Ef. 3: 14-17; Yoh. 17:5; Yoh. 14:10-11; 1 Kor. 15:45b.

Garis Besar

I. Ketiganya---Bapa, Putra, dan Roh---adalah Allah

II. Ketiganya adalah kekal

III. Ketiganya serentak ada (ada pada waktu yang bersamaan) dan bukan dalam beragam bentuk (tahapan-tahapan)

IV. Ketiganya saling huni (tinggal di dalam satu sama lain) secara kekal dan bukan tiga Allah yang terpisah

I. KETIGANYA---BAPA, PUTRA, DAN ROH---ADALAH ALLAH

Di dalam Pelajaran Satu kita telah melihat bahwa hanya ada satu Allah, namun secara misterius Allah ini adalah Tritunggal (tiga-satu)---Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Tetapi Bapa bukanlah sepertiga dari Allah, Putra sepertiga lainnya, dan Roh itu sepertiga yang terakhir. Bukan! Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, dan Roh adalah Allah. Satu Petrus 1:2 berkata, "Allah, Bapa kita." Efesus 1:17 berkata, "Allah...Bapa yang mulia itu." Ayat-ayat ini memberitahu kita bahwa Bapa adalah Allah. Ibrani 1:8 berkata, "Tetapi tentang Putra...ya Allah." Yohanes 1:1 mengatakan, "Firman itu adalah Allah." Ayat-ayat ini dengan jelas memberitahu kita bahwa Putra adalah Allah. Kisah Para Rasul 5:3-4 berkata, "Mengapa hatimu dikuasai Satan sehingga engkau mendustai Roh Kudus...? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." Ayat ini dengan tegas memberitahu kita bahwa Roh itu juga adalah Allah.

Maka, Kitab Suci dengan jelas mewahyukan kepada kita bahwa ketiganya---Bapa, Putra, dan Roh---adalah Allah. Namun ini tidak berarti bahwa Mereka adalah tiga Allah. Kita telah melihat bahwa Kitab Suci dengan jelas dan tegas memberitahu kita bahwa Allah itu hanya satu. Walaupun ada tiga---Bapa, Putra, dan Roh---ketiganya bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah. Ini benar-benar adalah suatu misteri! Tidak terduga! Tetapi puji Tuhan, kita dapat dengan mudah menerima dan menikmati Sang misterius ini menurut apa yang telah dikatakan Kitab Suci.

II. KETIGANYA ADALAH KEKAL

Ketiganya---Bapa, Putra, dan Roh Kudus---adalah kekal. Yesaya 9:5 memakai istilah "Bapa yang tak berakhir" Terjemahan hurufiah untuk bahasa Ibrani ini adalah "Bapa kekekalan" atau "Bapa yang kekal." Maka Bapa adalah kekal.

Putra juga kekal. Ibrani 1:12 berkata tentang Putra, "Engkau tetap sama, tahun-tahunMu tidak berkesudahan." Ibrani 7:3 mengatakan bahwa hariNya tidak berawal dan hidupNya tidak berkesudahan, berarti Dia adalah kekal. "Kekal" adalah sesuatu yang tidak berawal dan tidak berakhir. Inilah sebabnya mengapa suatu lingkaran, bukan suatu garis lurus, merupakan suatu tanda dari Allah yang kekal. Lingkaran itu tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir.

Roh itu juga kekal, karena Ibrani 9:14 berbicara mengenai "Roh yang kekal." Maka, sesuai dengan Alkitab, kita menyata-kan bahwa ke-Tiga-nya, Bapa, Putra, dan Roh, adalah kekal.

III. KETIGANYA SERENTAK ADA

(ADA PADA WAKTU YANG BERSAMAAN)

DAN BUKAN DALAM BERAGAM BENTUK (TAHAPAN-TAHAPAN)

Di dalam Matius 3:16-17 kita melihat bahwa Bapa, Putra, Roh semuanya ada pada saat yang sama; yaitu saling berada. Di dalam gambaran yang menakjubkan dari Trinitas ilahi ini, Yesus (Putra) keluar dari air setelah dibaptis; pada saat yang sama Roh turun ke atasNya; dan pada saat yang sama juga Bapa berbicara dari sorga mengenai Putra.

Lebih jauh lagi, perhatikan Yohanes 14:16: "Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penghibur (Penolong) yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh realitas." Di dalam kedua ayat ini Putra berdoa kepada Bapa supaya Bapa mengutus Roh itu. Maka, Bapa, Putra, dan Roh, sepenuhnya hadir pada saat yang sama.

Di dalam Efesus 3:14-17 Paulus mengatakan bahwa dia akan berdoa kepada Bapa supaya kita dikuatkan melalui Roh-Nya ke dalam bathin kita sehingga Kristus dapat membuat tempat tinggalNya di dalam hati kita. Di dalam bagian ayat ini kita memiliki Bapa, Roh, dan Kristus Putra itu. Semuanya ada pada saat yang sama. Alkitab tidak mengatakan bahwa Bapa itu ada untuk sejangka waktu tertentu, kemudian Bapa menjadi Putra sehingga keberadaan Bapa berakhir. Juga tidak dikatakan bahwa setelah sejangka waktu tertentu Putra tidak lagi ada karena Dia telah menjadi Roh itu. Ini adalah pengajaran yang salah, suatu bidah yang disebut "modalisme." Orang-orang yang mengajarkan ini mengira bahwa Allah itu ada dalam tiga urutan bentuk (model) atau tahap: pertama Bapa, kemudian Putra, dan terakhir Roh itu.

Kita tidak dapat menerima pengajaran ini. Kitab Suci dengan jelas memberitahu kita bahwa ketiganya serentak ada secara kekal. Yohanes 1:1 berkata, "Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah." Firman itu adalah Putra. Dia telah ada di dalam kekekalan bersama Allah Bapa, dan Dia adalah Allah. Di dalam Yohanes 17:5 Tuhan berdoa mengenai kemuliaan yang telah Dia miliki bersama dengan Bapa sebelum dunia ada. Maka, Bapa dan Putra adalah saling kekal. Roh itu juga adalah kekal, hal ini jelas dari Ibrani 9:14, di mana Dia disebut "Roh yang kekal." Allah Tritunggal inilah yang di dalam Kejadian 1:26 berkata: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gam-bar dan rupa Kita." Ketiganya sudah ada sebelum penciptaan manusia.

IV. KETIGANYA SALING HUNI

(TINGGAL DI DALAM SATU SAMA LAIN)

SECARA KEKAL DAN BUKAN TIGA ALLAH YANG TERPISAH

Bapa, Putra, dan Roh tidak hanya saling berada tetapi juga saling huni, yang berarti bahwa mereka saling tinggal satu sama lain. Yohanes 14 dengan jelas mengatakan bahwa Putra ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Putra (ay. 10-11). Melihat Putra berarti melihat Bapa. Ketika Putra berbicara, Bapalah yang sedang bekerja. Ke-Dua-nya tidak dapat dipisahkan. Selanjutnya Alkitab mengatakan bahwa Putra, setelah kematian dan kebang-kitan, menjadi Roh itu (1 Kor. 15:45b). Putra, yang di dalamnya ada Bapa, telah menjadi Roh itu. Sehingga, Allah Tritunggal dapat masuk ke dalam orang berdosa. Putra datang kepada kita sebagai Roh itu; dan ketika Putra datang, Bapa juga datang. Di satu pihak, Mereka adalah tiga; tetapi di pihak lain, Mereka adalah satu karena Mereka tidak dapat dipisahkan.

Di dalam Pelajaran Satu, kita telah melihat bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah satu Allah, bukan tiga. Tetapi, jauh di lubuk banyak orang Kristen menganggap Bapa, Putra, dan Roh sebagai tiga Allah. Beberapa orang bahkan secara terang-terang-an mengemukakan hal ini. Yang lainnya mungkin mengatakan hal ini dengan kata-kata, tapi mereka memegang konsep ini secara tidak sadar. Pengajaran tentang tiga Allah disebut "tritheisme" dan adalah suatu bidah yang besar. Pernah seorang saudara bertanya kepada seorang pengkhotbah Kristen tertentu yang tidak percaya bahwa Putra adalah Bapa dan bahwa Tuhan adalah Roh itu, "Saudara, berapa Allahkah Bapa, Putra dan Roh itu?" Pengkhotbah ini menjawab dengan jelas dan yakin bahwa ada tiga Allah. Pernyataan yang demikian benar-benar adalah bidah. Alkitab mewahyukan bahwa Allah adalah satu. Allah itu satu, namun tiga; tiga, namun satu. Bapa, Putra, dan Roh serentak ada dan saling huni secara kekal. Haleluya! Kita bukan penganut modalisme atau tritheisme---kita hanya percaya ke-pada wahyu Alkitab yang murni. Amin!

Pertanyaan

1. Berikan tiga ayat yang memperlihatkan kepada kita bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah kekal

2. Apakah "Modalisme" itu? Terangkan dengan suatu diagram

3. Apakah "Tritheisme" itu? Terangkan dengan suatu diagram

4. Apakah "Saling huni" itu?