← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 12/24

PERAMPUNGAN DISPENSI ALLAH TRITUNGGAL

Pembacaan Alkitab

Why. 1:20; Yoh. 15:1, 5, 16; Why. 1:1; 21:2-3, 9, 22; 4:3; 2 Ptr. 1:4; Why. 21:18.

Garis Besar

I. Tujuh kaki dian emas

II. Pokok anggur dan ranting-rantingnya

A. Allah Tritunggal

B. Kaum imani

C. Menghasilkan buah

III. Yerusalem Baru

A. Tempat saling huni

B. Memiliki hayat dan sifat Allah

IV. Takdir kekal kita

Kita telah melihat banyak hal yang menakjubkan dan misterius mengenai Allah Tritunggal. Walaupun kita tidak dapat memahami bagaimana Allah kita dapat menjadi tiga-satu, kita telah melihat bahwa Dia adalah tiga-satu untuk mendispensikan DiriNya ke dalam kita. Di dalam pelajaran terakhir tentang Allah Tritunggal ini kita ingin melihat hasil akhirnya, perampungan, dari dispensiNya. Allah Tritunggal yang demikian kaya sedang mengerjakan begitu banyak hal bagi kita. Dia sedang mendispensikan DiriNya sendiri ke dalam kita sebagai hayat dan segala sesuatu. Tetapi harus ada suatu hasil; sesuatu pasti dihasilkan oleh ekonomiNya.

I. TUJUH KAKI DIAN EMAS

Di dalam Pelajaran Tujuh kita telah melihat bagaimana kaki dian emas di dalam Keluaran 25 merupakan perlambangan yang mengagumkan dari Allah Tritunggal. Kaki dian emas tersebut juga menurut di dalam 1 Raja-raja 7, kemudian di dalam Zakharia 4. Setiap kali ia mewahyukan lebih banyak kepada kita tentang Allah Tritunggal, dan setiap kali dihubungkan dengan tempat berhuni Allah. Tetapi penampilan terakhir menunjukkan sasarannya kepada kita. Di dalam Wahyu 1:12 Yohanes melihat suatu visi tentang tujuh kaki dian emas. Ini merupakan suatu misteri yang besar baginya, jadi Tuhan memberitahu dia bahwa "ketujuh kaki dian itu adalah ketujuh gereja (jemaat)" (1:20). Kaki dian yang melambangkan Allah Tritunggal kini telah menjadi tujuh kaki dian yang adalah ketujuh gereja!

Tapi gereja tersusun dari orang-orang. Bagaimana kaki dian itu dapat menjadi lambang Allah Tritunggal dan juga gereja? Hal ini dimungkinkan karena gereja adalah perbauran antara Allah dan manusia. Melalui menggarapkan DiriNya ke dalam manusia, Allah telah menghasilkan gereja-gereja sebagai kaki dian emas. Mereka terisi dengan sifat ilahi Allah. Kristus telah membuat tempat tinggalNya di dalam hati kaum imani; Roh itu telah menjenuhi seluruh diri mereka, maka mereka telah menjadi ekspresi yang penuh dari Allah Tritungggal. Mereka adalah emas dan mereka bercahaya. Ketika orang-orang melihat gereja, mereka melihat Allah Tritunggal.

II. POKOK ANGGUR DAN RANTING-RANTINGNYA

Di dalam Yohanes 15 Tuhan Yesus menggambarkan ekonomi Allah sebagai sebuah pokok anggur. Di dalam 15:1 Yesus berkata: "Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya," Dalam 15:5 Dia berkata, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya; barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."

A. Allah Tritunggal

Pohon anggur itu adalah suatu gambaran dari Allah Tritunggal. Bapa adalah pengusahanya (petani). Dia adalah sumber dan yang memulai pohon anggur itu. Pohon anggur itu ditanam oleh Dia dan diolah dan disuplai oleh Dia. Bahkan Dia adalah tanahnya, cahaya mataharinya, dan udaranya. Tuhan berkata, "Akulah pokok anggur." Putra adalah pokok anggur, yang adalah perwujudan Bapa. Segala apa adanya, apa yang dimiliki, dan apa yang dilakukan Bapa terbungkus di dalam pokok anggur ini. Kemudian, di dalam Yohanes 15:26, Roh itu diwahyukan sebagai Roh realitas. Kita tahu Roh ini membawa segala apa adanya dan apa yang dimiliki Bapa, dan membuatnya menjadi realitas kita. Roh itu adalah air tumbuh-tumbuhan, cairan hayat, yang mengalir di dalam pokok anggur.

Pokok anggur yang besar ini adalah organisme dari Allah Tritunggal. Suatu organisme adalah sesuatu yang hidup. Seluruh apa adanya Bapa ada di dalam organisme ini, diwujudkan dalam pohon anggur ini, yang adalah Yang kedua dari Trinitas. Di dalam pokok anggur inilah aliran---hayat Roh yang bersirkulasi. Roh itulah yang membawa kekayaan Bapa untuk menopang pokok anggur dan ranting-rantingnya.

B. Kaum Imani

Tapi di dalam gambaran ini bukan hanya Allah Tritunggal saja yang ada; kita juga merupakan bagian dari pokok anggur yang menakjubkan ini. Tuhan berkata, "Aku adalah pohon anggur, dan kamu adalah ranting-rantingnya." Ranting-ranting pokok anggur adalah tubuhnya; apabila Anda memotong semua ranting-rantingnya, Anda tinggal memiliki batang yang gundul saja. Tidak akan ada tubuh dan tidak ada pengembangan. Dalam cara yang sama, gereja adalah Tubuh Kristus. Kita adalah ranting-ranting pokok anggur itu. Kita tinggal di dalam pokok anggur dan Roh itu mengalir melalui kita, membawakan kepada kita seluruh kekayaan Allah Tritunggal. Dalam cara ini kita adalah ekspresi Allah Tritunggal, pengembangan dari Allah. Kita adalah vital terhadapNya, karena tanpa kita Dia tidak memiliki jalan untuk terekspresi sepenuhnya.

Gambaran dalam Yohanes 15 menunjukkan kepada kita apa Tubuh Kristus itu. Tubuh Kristus itu adalah Allah Tritunggal dan kaum imaniNya dibaurkan menjadi satu organisme yang hidup. Gereja bukanlah suatu organisasi; gereja adalah suatu organisme. Maksud ultima Allah Tritunggal adalah agar dia dapat digarapkan ke dalam kita dan berbaur dengan kita sampai Dia dan kita menjadi suatu tempat saling huni. Itu berarti Allah berhuni di dalam kita dan kita berhuni di dalam Dia. Menakjubkan!.

C. Menghasilkan Buah

Dengan berhuni ini, ranting-ranting pokok anggur menghasilkan buah. Sambil kita menerima dispensi Allah Tritunggal ke dalam kita, kita seharusnya mendispensikan Dia ke dalam orang lain untuk menghasilkan mereka sebagai buah. Ini adalah tanggung jawab dan kenikmatan kita (Yoh. 15:8, 11, 16). Pohon anggur hanya baik untuk menghasilkan buah, dan pokok anggur yang kaya seharusnya menghasilkan banyak buah. Tidak ada pengusaha yang menginginkan suatu pokok anggur yang tidak menghasilkan buah. Buah yang berlimpah ini adalah kemuliaan pengusaha itu. Menghasilkan buah adalah pekerjaan kita dan kemuliaan Bapa.

Kita menikmati Allah dalam cara yang demikian kaya. Tidakkah Anda pikir bahwa adalah benar bagi kita untuk memberitahu teman-teman kita supaya mereka juga bisa menikmati Allah ini? Jika kita tidak memberitahu teman-teman kita tentang Allah Tritunggal yang menakjubkan ini, bagaimana mereka dapat percaya dan menerima Dia? Ketika kita berbicara, kita mengembangkan Allah. karena kita adalah ranting-rantingNya, kita mengembangkan Dia untuk mencapai teman-teman kita. Betapa istimewa! Kita bukan hanya penerima Allah, tapi kita juga adalah pendispensi Allah. Kita bekerja sama dengan Allah untuk membawa orang lain masuk ke dalam pokok anggur, ke dalam organisme Allah Tritunggal. Haleluya! Kemudian Bapa akan mendapatkan kemuliaan melalui kita.

III. YERUSALEM BARU

Yerusalem baru adalah perampungan akhir dispensi Allah Tritunggal ke dalam umat pilihan dan tebusanNya. Banyak orang berpendapat bahwa Yerusalem Baru adalah suatu kota fisik atau "surga." Tapi menurut Wahyu 1:1, semua yang diwahyukan di dalam kitab Wahyu adalah tanda-tanda dan lambang-lambang. Di dalam Efesus 5, gereja adalah pengantin perempuan Kristus. Wahyu 21:2 dan 9 menyatakan bahwa Yerusalem Baru adalah pengantin perempuan. Maka Yerusalem Baru bukanlah suatu tempat fisik atau apa yang disebut "surga"; melainkan, ia adalah perluasan, penggenapan, kepenuhan, dan ekspresi ultima dari gereja. Yerusalem Baru adalah perbauran antara Allah Tritunggal dan keinsanian.

A. Tempat Saling Huni

Wahyu 21:3 memberitahu kita bahwa Yerusalem Baru adalah kemah Allah. Ini berarti Yerusalem Baru adalah tempat berhuninya Allah. Namun, 21:22 menunjukkan kepada kita bahwa kota kudus itu adalah bait umatNya. Apakah maksudnya ini? Ini berarti Allah tinggal di dalam umatNya dan umatNya tinggal di dalam Dia. Yerusalem baru adalah suatu tempat saling huni antara Allah dan manusia. Setelah mendispensikan DiriNya ke dalam umatNya selama beberapa generasi, Allah dan umatNya saling menghuni satu sama lain. Haleluya! Apakah Anda ingin pergi ke surga atau apakah Anda lebih suka berada di dalam saling huni ini? "Pergi ke surga untuk bersama Allah " adalah terlalu miskin dibandingkan saling huni ini. Untuk tinggal di dalam Allah Tritunggal dan untuk memiliki Allah Tritunggal hidup di dalam kita adalah berkat terbesar di alam semesta ini.

B. Memiliki Hayat dan Sifat Allah

Wahyu 21:18 berkata bahwa "Tembok itu terbuat dari permata Yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni." Ayat 11 mengatakan bahwa cahaya Yerusalem Baru, "sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal." Yaspis berwarna hijau gelap. Itu melambangkan hayat dalam kekayaannya. Rumput hijau, ladang hijau, dan gunung hijau semuanya mempersaksikan kekayaan hayat. Jika suatu ladang berwarna coklat, kita mempunyai kesan bahwa di sana tidak ada hayat. Tembok besar Yerusalem Baru adalah kesaksian yang bercahaya dari kekayaan hayat Allah. Wahyu 4:3 mengaatakan bahwa Diri Allah sendiri memiliki suatu penampilan seperti permata yaspis. Ingatlah bahwa Yerusalem Baru adalah perluasan gereja. Itu berarti bahwa suatu hari umat Allah akan memiliki penampilan Allah. Puji Tuhan! Kita akan dengan penuh mengekspresikan kekayaan hayat Allah!

Di dalam tembok, kota itu adalah dari emas murni. Anda ingat bahwa emas melambangkan sifat ilahi Allah. Ini berarti kita, umat Allah, akan tersusun sepenuhnya dengan sifat Allah. Kota itu secara luaran adalah hijau, mengekspresikan hayat ilahi; di dalamnya ia adalah emas, penuh dengan sifat ilahi. Ini benar-benar suatu gambaran yang mulia! Inilah hasil ultima dari dispensi Allah Tritunggal. Semakin banyak Dia mendispensikan DiriNya ke dalam kita, semakin banyak kita menerima sifat ilahiNya. Dulu kita sedang menuju telaga api, sekarang kita sedang menuju ke dalam Allah. Asalnya, kita penuh dengan sifat setani; pada akhirnya, kita akan dipenuhi sifat ilahi. Satu-satunya cara untuk pergi dari sini mencapai ke sana adalah dengan menerima lebih banyak dispensiNya. Kita perlu melarikan diri dari kebobrokan yang ada di dalam dunia ini supaya berbagian dalam sifat ilahi (2 Ptr 1:4). O Tuhan Yesus! Cara yang luar biasa! Suatu akhir yang luar biasa!

IV. TAKDIR KEKAL KITA

Kedambaan kekal Allah adalah untuk mendapatkan sekelompok orang yang berbaur sepenuhnya dengan Dia untuk menjadi ekspresi universalNya dan tempat saling huni. Seluruh Alkitab mewahyukan Allah dalam TrinitasNya bekerja menuju sasaran ini. Kita melihat Allah Tritunggal mencapai manusia, kemudian membawa manusia kembali ke dalam DiriNya. Di dalam Perjanjian Lama, Dia adalah tritunggal ketika Dia membuat manusia dan membereskan manusia. Di dalam kitab Injil Dia benar-benar menjadi seorang manusia---Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah manusia pertama yang berbaur dengan Allah. Tapi Allah mengingini lebih banyak manusia yang demikian, sehingga dalam Kisah Para Rasul kita melihat Dia sebagai Roh itu menyebarkan DiriNya ke dalam puluhan ribu kaum imani. Surat-surat Rasul menunjukkan kepada kita pembangunan kaum imani ini menjadi gereja, Tubuh Kristus. Di dalam Wahyu kita melihat hasil akhir, perampungan yang ultima, dari dispensi Allah Tritunggal---Yerusalem Baru. Yerusalem Baru ini adalah perluasan dan kepenuhan dari kaki dian, gereja, dan pohon anggur. Inilah perbauran ultima antara keinsanian dan keilahian, saling huni antara Allah dan manusia. Ini menggenapkan kejadian 1:26. Alkitab berakhir sesuai dengan dimulainya. Alkitab dimulai dengan gambar dan rupaNya untuk ekspresinya, dan Alkitab berakhir dengan ekspresi korporat yang luas, besar sekali, sangat baik. Inilah takdir kekal kita dan tujuan kekal Allah Tritunggal. Ini adalah sesuai dengan apa yang telah Bapa rencanakan, apa yang telah Putra genapkan, dan apa yang sedang diterapkan oleh Roh itu. Benar-benar suatu rencana yang menakjubkan! Benar-benar suatu penggenapan yang menakjubkan! Benar-benar suatu perampungan yang menakjubkan! Puji Allah Tritunggal!

Pertanyaan

1. Apakah hubungan antara Allah Tritunggal dan gereja?

2. Ayat yang mana yang mendasari bahwa gereja memiliki penampilan Allah ? Jelaskan.

3. Tuliskan sebuah nubuat mengenai Yerusalem Baru sebagai perampungan ultima dispensi Allah Tritunggal.