← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 11/24

ALLAH TRITUNGGAL SEPERTI YANG DIWAHYUKAN DI DALAM KITAB WAHYU

Pembacaan Alkitab

Why. 1:1, 4-5, 7; 21:12-13; 22:1; Yoh. 7:37-39; Ef. 3:9; Yoh. 1:29; Ef. 1:7; Yoh. 3:6.

Garis Besar

I. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Tritunggal

II. Roh yang berbicara

III. Allah Tritunggal diperlihatkan melalui Yerusalem Baru

A. Allah Tritunggal sebagai jalan masuk kita

B. Allah Tritunggal sebagai keberadaan kita

Di dalam pelajaran ini kita sampai pada kitab terakhir dari Alkitab, kitab Wahyu. Seluruh Alkitab adalah penyingkapan tentang Allah, dan kitab Wahyu adalah kesimpulan seluruh Alkitab. Karena itu di dalam kitab ini kita mempunyai wahyu yang ultima dan lengkap mengenai siapa Allah itu. Allah adalah Tritunggal. Di dalam kitab Wahyu, kitab yang mengungkapkan perkara-perkara dalam suatu cara yang ultima, kita melihat sesuatu yang lebih dalam, lebih tinggi, lebih kaya, dan lebih manis mengenai Allah Tritunggal.

I. KASIH KARUNIA DAN DAMAI SEJAHTERA DARI

ALLAH TRITUNGGAL

Dalam pasal satu ada suatu ucapan salam yang menakjubkan. Wahyu 1:4 dan 5 mengatakan, "Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada, dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh Roh yang ada di hadapan takhtaNya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja di bumi ini." Di sini ayat ini mengatakan bahwa Anda akan menerima kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Tritunggal. Dia "yang ada dan yang sudah ada, dan yang akan datang" adalah Allah Bapa yang kekal. "Ketujuh Roh yang ada di hadapan takhtaNya" adalah Allah Roh. Yesus Kristus, tentu saja, adalah Putra. Dia adalah Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati, dan yang berkuasa atas raja-raja di bumi. Kebanyakan Surat-surat Rasul dimulai dengan salam tapi tak satupun dapat dibandingkan dengan yang satu ini. Ini adalah "salam Allah Tritunggal" yang akhir. Apabila Anda mau mendoa-bacakan ayat ini, Anda mau tidak mau menikmati kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Tritunggal.

II. ROH YANG BERBICARA

Di dalam pasal dua dan tiga kita melihat bahwa Tuhan hanyalah Roh itu. Di dalam pasal-pasal ini ada tujuh surat kepada ketujuh gereja lokal. Pada setiap permulaan masing-masing surat itu, Tuhanlah yang berbicara (2:1, 8, 12, 18; 3:1, 7, 14). Tetapi pada akhir dari seluruh ketujuh surat itu dikatakan bahwa Roh yang berbicara (2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22). Ini membuktikan bahwa kapan saja Tuhan Yesus berbicara, Dia adalah Roh yang berbicara. Tuhan adalah Roh itu dan Roh itu adalah Tuhan. Tuhan yang berbicara adalah Roh yang berbicara.

Pernahkah Anda mendengar perkataan Tuhan? Tentu saja Anda tidak dapat mendengar Dia dengan telinga fisik Anda. Tetapi karena Kristus adalah Roh yang berbicara, Dia dapat mengatakan sesuatu ke dalam roh Anda, "telinga rohani" Anda. Ketika Anda membaca Firman Allah dengan roh yang terbuka, Roh itu akan membicarakan sesuatu tentang Kristus ke dalam Anda. Di dalam surat kepada Efesus, Tuhan berkata, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah..." (Why. 2:4-5). Kemudian ayat 7 mengatakan, "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." Pada saat Anda membaca ayat ini Anda mungkin menyadari bahwa Tuhan bukanlah kasih Anda yang semula, kasih Anda yang terbaik. Itu berarti Anda mengasihi sesuatu yang lain---seperti pakaian, musik, atau permainan komputer---melebihi Diri Tuhan sendiri. Perasaan di dalam Anda itu berasal dari Roh yang berbicara. Itu adalah Tuhan berbicara kepada Anda. Anda harus segera bertobat dan kembali kepadaNya dengan berdoa, " O Tuhan, saya hanya mencintaiMu. Saya tidak mempedulikan perkara-perkara yang lain. Saya mau tergila-gila cinta kepadaMu. Saya sangat mengasihiMu. Kau adalah kasihku yang terbaik, kasihku semula." Maka kasih karunia dan damai sejahtera Allah Tritunggal akan memenuhi Anda. Anda akan menikmati kehadiran Tuhan sebagai kasih karunia dan hati Anda akan damai sejahtera dengan Allah. Haleluya, Dia begitu mengasihi kita! Dia seharusnya menjadi kasih kita yang semula.

III. ALLAH TRITUNGGAL DIPERLIHATKAN

MELALUI YERUSALEM BARU

Yerusalem baru pada pasal duapuluh satu dan duapuluh dua menyingkapkan Allah Tritunggal kepada kita dalam cara yang ultima. Semua ciri-ciri dari kota kudus yang digambarkan Yohanes merupakan tanda-tanda yang menakjubkan yang menunjukkan kepada kita Allah Tritunggal dan ekonomiNya. Kita hanya akan melihat dua ciri saja.

A. Allah Tritunggal sebagai Jalan Masuk Kita

Wahyu 21:12 dan 13 memberitahu kita bahwa kota ini mempunyai "tembok yang besar lagi tinggi; dan pintu gerbangnya dua belas buah...di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang, dan di sebelah utara tiga pintu gerbang, dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang, dan di sebelah barat tiga pintu gerbang." Ketiga pintu gerbang yang terdapat di setiap sisi melambangkan bahwa Allah Tritunggal---Bapa, Putra, dan Roh---bekerja bersama untuk membawa umat ke dalam kota kudus. Ini dinyatakan dengan tiga perumpamaan dalam Lukas 15. Di dalam Pelajaran Delapan kita telah melihat bahwa supaya orang berdosa dapat dibawa kembali ke rumah Bapa, diperlukan Putra, Gembala itu, untuk membawa kembali domba yang hilang; diperlukan Roh itu untuk menerangi hati orang-orang sehingga mereka bisa bertobat; dan diperlukan Bapa untuk menerima anak pemboros yang kembali dan bertobat itu. Maka Allah Tritunggal adalah jalan masuk ke Yerusalem Baru itu.

Keempat sisi kota itu masing-masing memiliki tiga pintu gerbang. Pintu-pintu gerbang pada sudut yang satu adalah sama persis dengan pintu-pintu gerbang pada ketiga sisi lainnya. Ini menandakan bahwa Allah Tritunggal tersedia bagi orang-orang di seluruh keempat sudut bumi. Apakah Anda datang dari timur, utara, selatan atau barat, terdapat pintu masuk ke dalam kota kudus itu. (Kita akan melihat di dalam pelajaran selanjutnya bahwa Yerusalem baru bukanlah suatu kota secara phisik melainkan Allah Tritunggal berbaur dengan umatNya). Betapa menakjubkan jalan masuk yang dimiliki kota itu!

B. Allah Tritunggal sebagai Keberadaan Kita

Ayat 1 dari pasal dua puluh dua berkata, "Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu." Di sini kita melihat Allah Tritunggal yang lengkap. Ada Allah, Anak Domba, dan sungai yang mewakili Roh itu (Yoh. 7:38-39). Perhatikan bahwa tidak ada dua takhta---satu untuk Bapa dan satu untuk Anak Domba. Hanya ada satu takhta. Lalu bagaimana Mereka duduk? Apakah Mereka duduk bersebelahan atau apakah satu di atas yang lain? Sekarang Anda seharusnya tahu bahwa Allah ada di dalam Anak Domba dan Anak Domba di dalam Allah. Mereka saling huni satu sama lain. Dan keluar dari takhta ini, Allah Roh mengalir keluar sebagai sungai. Ketika Roh itu mencapai Anda, Anda memiliki Bapa dan juga Putra.

Pandangan ini menunjukkan Allah Tritunggal kepada kita bagi keberadaan kita. Pertama, Allah Bapa adalah Pencipta (Ef. 3:9). Dia menciptakan segala sesuatu, termasuk Anda dan saya. Jika Dia tidak menciptakan kita, kita tidak akan ada. Karena itu kita harus berterima kasih kepadaNya sebagai Allah yang mencipta. Kedua, Putra sebagai Anak Domba adalah Penebus kita (Yoh. 1:29; Ef. 1:7). Dia mencurahkan darahNya bagi dosa-dosa kita sehingga kita dapat ditebus kembali kepada Allah. Tanpa penebusanNya kita akan berada di bawah pengutukan Allah selamanya---di dalam telaga api. Maka kita harus memuji Dia, Anak Domba penebus kita! Terakhir, Roh itu, diperlihatkan dengan sungai hayat, adalah Pelahir-ulang kita (Yoh. 3:6). Roh itu melahirulangkan kita sehingga kita dilahirkan dari Allah. Lalu Dia secara terus menerus menyuplai kita supaya kita bisa bertumbuh dalam Allah dan mengekspresikan Dia. Ini adalah untuk keberadaan kita sebagai anak-anak Allah. Kita seharusnya sungguh-sungguh mengapresiasikan Allah tiga-satu yang demikian bagi keberadaan lipat tiga kita; Dia adalah Pencipta, Penebus, dan Pelahir-ulang kita.

Pertanyaan

1. Doa-bacakan Wahyu 22:1-2 dengan teman-teman Anda.

2. Terangkan bagaimana Wahyu 22:1-2 mewahyukan Allah Tritunggal.