Daftar isi Dua Belas Bakul (5) · bab 11/12

Menyimpan Perkataan Kristus

dengan Segala Kekayaannya di Dalam Hati

“Hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”

Kolose 3:16

Di antara anak-anak Allah banyak yang kerohaniannya benar-benar miskin, karena mereka tidak seperti yang dikatakan di Surat Kolose, “menyimpan firman Tuhan dengan kaya di dalam hati.” Miskin di dalam firman Allah adalah sebab utama kemiskinan rohani orang Kristen. Dengan kata lain, miskin di dalam firman Allah merupakan awal dari kemiskinan rohani. Seorang yang miskin di hadapan Allah, meskipun ia bisa membaca Alkitab satu halaman demi satu halaman, satu pasal demi satu pasal, tetapi ia tidak menjamah firman Allah, tidak bisa tersentuh oleh Allah. Ia tidak mendapatkan suplaian hayat, sebab itu ia miskin.

I

Dulu ada seorang saudara yang telah satu tahun lebih beroleh selamat. Pada suatu hari ia bertemu dengan seorang Kristen yang tua, yang mengajukan kepadanya tiga pertanyaan yang baginya sulit dijawab.

Pertanyaan pertama yang diajukan orang itu adalah, “Anda sudah beroleh selamat satu tahun lebih, pernahkah Anda membaca habis Alkitab satu kali?” Ia berpikir, pertanyaan ini hebat sekali. Kalau ditanya apakah sudah membaca Alkitab, mudah menjawabnya, karena setiap hari ia membaca Alkitab. Kalau ditanya berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk membaca Alkitab, mudah sekali, karena setiap hari ia meluangkan waktu untuk membaca Alkitab. Tetapi kalau ditanya pernahkah Anda membaca habis Alkitab satu kali? Ini tidak mudah dijawab. Lalu ia menjawab, “Aku setiap hari membaca Alkitab.” Orang itu berkata, “Saya tidak bertanya apakah Anda setiap hari membaca Alkitab atau tidak, tetapi apakah Anda sudah membaca habis seluruh Alkitab.” Ditanya demikian, ia tidak bisa menjawab. Akhirnya ia berkata, “Setiap hari aku membaca Alkitab tetapi belum pernah membaca habis seluruh Alkitab satu kali.” Orang itu berkata, “Sudah percaya Tuhan satu tahun lebih tetapi belum pernah membaca habis seluruh Alkitab satu kali!” Dalam beberapa menit kedua orang itu tidak berkata apa-apa. Dalam hatinya, saudara itu berkata, “Ya Tuhan, kalau Engkau memberiku waktu satu tahun lagi, aku akan baik-baik membaca Alkitab, sedikitnya membacanya habis satu kali.”

Orang itu tidak membiarkannya lewat, ia mengajukan pertanyaan kedua, “Anda telah satu tahun menjadi orang Kristen, sudahkah Anda berdoa?” Ia menjawab, “Setiap hari aku berdoa, bahkan tiap hari Sabtu, aku naik ke bukit untuk berdoa.” Orang itu bertanya lagi, “Anda berdoa sekian banyak, berapa kalikah doa Anda didengar oleh Allah? Coba Anda ingat, dalam begitu banyak doa Anda, pernahkah satu kali Anda benar-benar jelas bahwa Allah telah mendengar doa Anda?” Saudara itu berpikir, “Betapa sulitnya ini! Memang sudah berdoa dan sering berdoa, tetapi sulit mengatakan doa yang mana yang benar-benar didengarkan oleh Allah.” Ia terpaksa berkata, “Mungkin satu kali pun tidak pernah.” Orang itu berkata, “Oh, sudah percaya Tuhan satu tahun lebih tetapi satu kali pun Allah belum pernah mendengarkan doa Anda!”

Selanjutnya ia mengajukan pertanyaan yang ketiga, “Anda sudah beroleh selamat satu tahun lebih, pernahkah membawa satu orang berpaling kepada Tuhan? Apakah Anda dengan jelas mengetahui bahwa Anda yang memberitakan Injil kepadanya dan membawanya berpaling kepada Tuhan?” Saudara itu berpikir, “Memang aku sudah mengabarkan Injil, tetapi kalau mau berkata dengan tegas akulah yang memimpin orang itu berpaling kepada Tuhan, mungkin tidak ada seorang pun. Ada seorang kelihatannya demikian, tetapi juga tidak berani berkata dengan yakin, terpaksa ia menjawab, “Belum”. Orang itu tidak bertanya lagi, hanya menarik napas panjang dan berkata, “Ah, sudah satu tahun lebih beroleh selamat belum membaca habis Alkitab satu kali, belum pernah mendapatkan jawaban doa satu kali pun, dan belum pernah membawa satu orang pun berpaling kepada Tuhan!” Saat itu juga saudara itu berketetapan, “Tuhan, dalam tahun ini, sedikitnya saya harus membawa satu orang berpaling kepada-Mu, sedikitnya aku harus mendapat jawaban doa satu kali, dan sedikitnya aku harus membaca habis Alkitab satu kali.”

Sejak hari itu, saudara tersebut mempunyai permulaan yang baru. Ia berketetapan baik-baik membaca Alkitab dari awal. Ia menghitung-hitung Perjanjian Lama ada berapa pasal dan Perjanjian Baru ada berapa pasal, membagi-baginya dan menghitung berapa banyak waktu yang harus dipakainya untuk membaca Alkitab. Ia menghitung-hitung dalam satu tahun dapat membaca habis Perjanjian Lama sampai tiga kali dan Perjanjian Baru 12 sampai 14 kali. Syukur kepada Allah, sampai akhir tahun itu, Tuhan membuatnya membaca lebih banyak daripada yang direncanakannya. Sejak tahun itulah ia baik-baik membaca Alkitab dan sangat rajin membaca Alkitab.

Kita ingin khusus bertanya kepada saudara saudari remaja, “Berapa banyak firman Allah yang Anda baca setiap hari? Pernahkah Anda membaca habis Alkitab satu kali?” Dalam penuntutan rohani, mudah sekali kita mempunyai cita-cita yang tinggi tetapi mengabaikan perkara yang dasar. Kalau sampai hari ini Anda belum pernah baik-baik membaca firman Allah dari awal sampai akhir, melainkan hanya membuka-buka Alkitab, saya anjurkan Anda mengubah cara pembacaan Alkitab Anda. Anda harus baik-baik merencanakan pembacaan Alkitab. Setiap hari Anda harus meluangkan waktu tertentu, baik-baik membaca Alkitab dari awal sampai akhir. Membaca buku apa saja, kalau hanya membalik-balik halaman ini dan halaman itu, tidak akan mendapatkan hasil yang banyak. Membaca Alkitab lebih-lebih tidak bisa dengan cara demikian. Membaca Alkitab harus dari depan sampai belakang. Mulai dari Kejadian sampai Maleakhi, dari awal sampai akhir; dari Matius sampai Wahyu, dari awal sampai akhir. Harus ada aturan dan membaca dengan rencana yang baik. Kalau tidak, saya khawatir 10 tahun lagi, di dalam firman Allah Anda tetap miskin.

II

Membaca Alkitab perlu memakai beberapa cara. Membaca satu kitab demi satu kitab dari awal sampai akhir, ini adalah cara yang paling dasar. Selain itu masih ada satu cara pembacaan Alkitab yang harus dilaksanakan setiap orang Kristen begitu mulai membaca Alkitab. Cara ini adalah bangun pagi-pagi membaca Alkitab. Pembacaan Alkitab ini ada satu syarat utama, yaitu harus bangun lebih pagi. Selain tubuh Anda sakit, menurut nasihat dokter Anda harus tidur lebih lama, itu masalah lain, tetapi orang yang normal harus bangun lebih pagi. Kalau bangun setelah matahari terbit tidak akan mendapatkan manna lagi. Banyak orang membaca Alkitab terlalu siang sebab itu tidak bisa membaca Alkitab dengan baik. Kita harus di waktu pagi dengan baik-baik membaca firman Allah.

Tetapi tidak ada orang yang bisa bangun pagi-pagi, kalau tidurnya terlalu malam. Ada orang bekerja pada malam hari, itu masalah lain. Tetapi ada orang bukan karena perkara-perkara penting, hanya karena kebiasaan senang membiarkan urusan-urusan untuk dikerjakan pada malam hari, sehingga tidurnya terlambat dan esok harinya tidak dapat bangun pagi. Ada orang sama sekali tidak ada urusan apa-apa, hanya menghabiskan waktu pada malam hari. Dudukduduk di ruang tamu, mengobrol sana-sini tidak terasa menghabiskan waktu setengah jam, satu jam. Hal ini sangat memboroskan waktu. Orang yang tidak bisa mengatur waktu, susah sekali bangun pagi-pagi dan susah sekali mengatur rencana untuk bekerja. Kita harus memupuk kebiasaan tidur pada waktunya dan bangun pada waktunya. Banyak orang, dari hal bangun pagi-pagi, terlihat bahwa kekuatannya sangat lemah, tidak bisa mengendalikan diri, tidak bisa bangun pagi-pagi menikmati Allah. Orang-orang Kristen yang muda seharusnya sejak muda memupuk kebiasaan bangun pagi-pagi. Pada hari pertama mungkin agak memaksa, hari kedua dan ketiga tidak akan begitu sulit, lama-lama menjadi suatu kebiasaan.

Ada seorang saudara, pada mulanya ia menetapkan tiap hari bangun pagi jam 4.30 atau 5.00 pagi. Tetapi pada hari pertama, begitu bangun ternyata sudah jam 6.00. Hari kedua bangun jam 6.00 lagi. Ia menetapkan bagaimanapun harus bangun jam 5.00 pagi. Malam itu ia terus memperhatikan jamnya sehingga dari jam 2.00 sampai jam 5.00 pagi tidak bisa tidur dengan baik. Ia merasa demikian ini salah. Kalau malam tidak bisa tidur, pagi-pagi pasti tidak bisa bangun. Akhirnya ia hanya menengadah kepada Tuhan. Malam harinya ia berdoa, “Ya Allah, sekarang saya tidur. Saya serahkan diriku ke tangan-Mu. Besok pagi bangunkanlah saya jam 5.00.” Malam itu dengan lega ia tidur. Besok pagi, begitu bangun ia cepat-cepat melihat jamnya, khawatir jam 6.00 lagi. Tetapi puji Tuhan, tepat jam 5.00, sedikit pun tidak lewat. Sejak hari itu, bertahun-tahun ia bangun pada waktu yang dia inginkan. Jadi kita percaya kalau kita benar-benar mempercayakan diri kita kepada Allah, Allah bisa membangunkan kita.

Kita tidak menganjuri setiap orang bangun jam 5.00 pagi. Kalau bisa lebih pagi sedikit lebih baik. Kalau ada kesulitan boleh bangun agak lambat. Kita tidak menganjuri orang berbuat melampaui batas. Tiap orang di hadapan Tuhan harus menentukan menurut kekuatan tubuhnya. Anda harus menghitung dengan baik setiap hari akan tidur berapa jam. Malam tidur jam berapa, pagi bangun jam berapa. Boleh jam 05.00, 05.30, 06.00. Anda harus mengaturnya baik-baik di hadapan Allah. Kalau pengaturan ini sudah dilakukan dengan baik, Anda bisa setiap hari bangun pagi-pagi membaca firman Allah.

Kita bisa bersaksi, pembacaan Alkitab pada pagi hari di hadapan Allah adalah makanan rohani kita yang terbaik. Anda boleh membaca Alkitab pada waktu lain, tetapi membaca Alkitab pada pagi hari mempunyai rasa yang tersendiri, mempunyai kehebatan yang khusus. Kalau Anda adalah orang yang belum pernah mendapatkan faedah membaca Alkitab di pagi hari, semoga Anda bisa baik-baik berlatih bangun pagi-pagi, jangan kehilangan berkat ini.

III

Kolose 3:16 mengatakan, “Hendaklah kamu dengan segala hikmat, menyimpan firman Allah dengan segala kekayaannya di dalam hatimu” (Tl.). Menyimpan di dalam hati bukan hanya menyuruh kita menghafal, tetapi juga kita makan sehingga masuk ke dalam hati. Tuhan menyuruh kita berdoa, “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Memohon Tuhan memberi kita makanan kita pada hari ini adalah permohonan yang harus kita panjatkan. Namun “manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Karena itu, kita bukan hanya mohon Allah memberi kita makanan jasmani tetapi juga mohon Allah memberi kita makanan rohani, mengajar kita supaya kita bisa menyimpan firman-Nya dengan kaya di dalam hati kita.

Membaca Alkitab pada pagi hari jangan seperti waktuwaktu biasa yang sekaligus membaca habis. Kita harus membaca dan merenungkan, sambil berdoa. Anda membaca satu kata, satu kalimat, dua kalimat atau satu ayat, dua ayat lalu mendoakannya. Jangan terus membaca sampai habis, perlu membaurkan doa dalam pembacaan Alkitab. Doa yang demikian juga tidak perlu seperti doa yang biasanya, “Demi nama Tuhan Yesus, Amin”. Sambil membaca Alkitab Anda berdoa, membaurkan doa dengan membaca Alkitab. Dari Alkitab Anda membaca firman Allah, dalam doa Anda berkata kepada Allah. Ketika Anda membuka firman Allah di hadapan Allah, Anda membaca untuk diri sendiri juga membaca untuk Allah. Sambil membaca sambil berdoa. Anda bukan cepat-cepat membaca, melainkan mengunyah perlahan-lahan. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan perawatan dari Alkitab.

Misalnya pembacaan Alkitab kita sampai Yesaya 54:1, “Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami, firman TUHAN.” Di sini dikatakan, orang berdasarkan daging tidak mempunyai apa-apa, tetapi Allah melalui Roh bisa memberikan kepadanya. Anda membaca ini, merenungkan ini dan berdoa di hadapan Tuhan, “Tuhan, aku tidak hamil juga tidak merawat anak; dalam perkara rohani aku tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang lain. Tetapi syukur kepada-Mu, karena aku bisa menyanyi, karena Engkau bisa memberiku, Engkau mempunyai kekuatan itu.”

Anda membaca sampai di mana saja, di samping merenungkan juga berdoa. Ada orang mengatakan dirinya kekurangan judul doa, sesungguhnya dalam Alkitab banyak judul doa. Anda membaca sampai di mana, di situlah judul doa. Dalam Alkitab banyak hal yang membuat Anda bisa berdoa, membuat Anda bisa bersyukur, membuat Anda mengaku dosa atau berdoa bagi orang lain.

Kalau Anda membaca satu perintah Allah, Anda boleh berkata kepada Allah, “Ya Allah, ampunilah dosaku, karena aku lemah. Perkara ini tidak dapat kulakukan. Di dalamku tidak ada barang itu, aku bukan orang yang demikian, Tuhan ampunilah aku.” Anda juga boleh berkata kepada Allah, “Tuhan, aku sedikit pun tidak bisa, aku menengadah kepadaMu. Hari ini genapkanlah perkara ini di atas diriku.” Mungkin Anda memikirkan orang lain, Anda boleh mengaku dosa bagi orang lain. Perintah Allah menghendaki Anda menjadi orang yang setia, Anda menengadah kepada Allah, supaya Allah menjadikan Anda orang yang setia. Perintah Allah menghendaki Anda mengasihi orang lain, Anda menengadah kepada Allah, supaya Allah menjadikan Anda orang yang mengasihi orang lain. Dengan membaca firman demikian, Allah bisa membuat Anda menemukan satu perkara, yaitu perintah Allah juga adalah janji Allah. Allah memberi kita perintah, pasti juga memberi kita kekuatan untuk melaksanakan perintah-Nya. Saat Anda tampak perintah Allah, Anda merasa seolah-olah Allah merepotkan Anda, menyuruh Anda melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan, ini berarti Anda tidak tampak perintah Allah selalu disertai janji Allah.

Kita ingat kisah seorang pemuda dalam Lukas 18. Begitu ia mendengar Tuhan Yesus berkata, “Masih tinggal satu hal lagi yang kurang padamu: Juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta yang di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Mendengar ini, dengan sedih pemuda itu meninggalkan Tuhan Yesus. Ia merasa 10 hukum Taurat masih bisa ia lakukan, hanya yang satu ini tidak bisa ia lakukan, perintah Tuhan itu amat sulit. Tetapi selanjutnya Tuhan memperlihatkan kepada kita, bahwa perintah-Nya bukan hanya perintah, melainkan juga memberi janji. Ia berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”. Puji Tuhan. Perintah-Nya menunjukkan dua perkara. Pertama, manusia tidak bisa; kedua, Allah bisa. Sebab itu, di hadapan perintah Allah, di samping kita tampak ketidakmampuan diri kita, juga harus tampak kemampuan Allah. Kalau Anda hanya tampak ketidakmampuan Anda, Anda akan jatuh dalam kesedihan. Kalau Anda tampak kemampuan Allah, Anda akan memuji Tuhan. Sering kali Anda membaca firman Allah, Anda tampak diri Anda tidak mampu, perintah Allah terlalu berat, saat itu Anda harus berdoa, “Tuhan, aku tidak bisa, tetapi puji Tuhan, Engkau bisa. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Datanglah, jadikanlah, rampungkanlah perkara ini atas diriku.” Jika demikian, Anda akan tampak Allah mengerjakan pekerjaan itu di atas diri Anda.

Demikianlah sambil membaca, sambil berdoa, di hadapan Allah kita belajar membaca firman Allah, perlahan-lahan menjamah roh yang ada dalam Alkitab sehingga kita tampak betapa jauhnya keadaan diri kita dengan roh yang ada dalam firman Allah. Misalnya lagi, kita membaca Filipi 3:18-19, “Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.” Kita mudah mengatakan bahwa orang-orang itu adalah musuh Allah, kita mudah mengatakan kesudahan mereka adalah kebinasaan, tetapi kita sukar menjamah roh penulis kitab itu. Kalau kita dengan cepat membacanya, kita tidak mudah menjamahnya. Kalau kita selain membaca juga berdoa, kita menaruh diri kita ke dalam penulis Surat Kiriman ini, kita akan tampak di dalamnya penuh dengan kasih. Seorang yang penuh dengan kasih dipakai Allah mengucapkan kata-kata yang hebat. Kita lihat bagaimana dia berkata, “Kunyatakan pula sambil menangis.” Orang-orang ini menganggap perut mereka adalah Allah mereka, orang-orang ini adalah musuh salib Kristus, kesudahan orang-orang ini adalah kebinasaan. Ini adalah satu fakta, tidak bisa tidak diutarakan. Tetapi ketika dia membicarakannya, ia penuh dengan perasaan kasih. Oh, kita mudah mengatakan kata-kata yang hebat, tetapi kita tidak mudah mempunyai roh yang dia miliki; kita mudah menjadi orang baik yang sembarangan, khusus mengucapkan kebaikan orang, tetapi kita tidak bisa seperti dia mengucapkan kata-kata yang hebat. Ketika kita membaca sampai di sini, kalau kita menjamah roh di dalamnya, kita akan mengenal dia, kita akan mengenal diri kita. Anda membaca firman Allah, kalau tidak menjamah roh yang di dalamnya, Anda tidak akan merasa bahwa di sini ada sesuatu. Kalau Anda di samping membaca juga berdoa, Anda khusus mengarah kepada Allah, Anda terbuka kepada Allah, Anda akan membaca hingga masuk ke dalam Alkitab, Alkitab bagi Anda tidak lagi terasa kering dan tawar, melainkan makanan yang penuh dengan hayat. Di samping membacanya Anda juga memakannya.

Saya menghendaki saudara saudari memperhatikan tiap pagi baik-baik membaca firman Allah. Bukan dengan cepat membacanya, melainkan membaca sebentar lalu berdoa sebentar, berdoa, membaca. Demikian setiap hari Anda membaca seperempat jam, setengah jam sampai satu jam, selesai membaca Anda akan merasa kenyang, ada kekuatan. Hari ini Anda membaca firman Allah, Anda akan tampak Tuhan menambahkan kekuatan kepada Anda dan membawa Anda melewati banyak kesulitan.

IV

Selain membaca Alkitab secara demikian pada pagi hari, pada waktu-waktu lain juga perlu menyisihkan waktu untuk membaca. Alkitab harus sering dibaca, sering dihafal, membaca dengan teliti, berencana, demikian baru bisa menyimpan firman Allah dengan segala kekayaannya di dalam hati.

Selain membaca Alkitab secara perorangan, kalau bertemu saudara saudari boleh bersama-sama membaca sepotong ayat Alkitab. Saudara saudari saling menghafalkan juga mempunyai faedah yang besar. Anda tidak mengerti suatu ayat, tetapi begitu diucapkan oleh orang lain, Anda segera mengerti. Ini sangat ajaib, dan merupakan suatu kenyataan. Ketika saudara saudari berkumpul, kita akan mendapatkan terang yang secara pribadi tidak bisa didapatkan. Sebab itu, kalau saudara saudari berkumpul, sebaiknya tidak mengobrol melainkan membuka Alkitab dan membacanya. Tidak bisa menjelaskan tidak mengapa. Seorang membaca, yang lain mendengar juga boleh; bergiliran membaca juga boleh. Anda membaca satu pasal Alkitab yang Anda baca hari ini, saya membaca pasal yang sudah saya baca. Cara membaca yang demikian bisa membuat kita bersentuhan dengan banyak hal yang ada dalam Alkitab.

Membaca Alkitab adalah satu hal yang tidak boleh kurang bagi orang Kristen. Saudara saudari muda harus memupuk kebiasaan bangun pagi-pagi membaca Alkitab. Kita percaya pembacaan ini sangat berfaedah bagi pertumbuhan hayat. Membaca demikian akan menampakkan kekuatan firman Allah di atas diri kita. Banyak orang Kristen sudah lapar cukup lama, bukan saja lapar berhari-hari, lapar satu bulan, bahkan lapar bertahun-tahun! Ada orang mungkin sejak menjadi orang Kristen belum pernah membaca firman Allah, juga belum pernah bangun pagi-pagi menikmati firman Allah; tidak heran kalau mereka lemah! Saudara saudari, kita harus makan firman Allah. Bangun pagi-pagi, sambil berdoa juga membaca Alkitab, demikianlah makan firman Allah. Kiranya Tuhan menyelamatkan kita dari kemiskinan rohani, menyelamatkan kita dari kemiskinan firman Allah, supaya kita mempunyai firman Allah dengan kaya tersimpan di hati, supaya kita setiap hari mendapatkan suplai hayat dari firman Allah.