← Daftar isi Ulangan (4) · bab 7/30

PENGULANGAN HUKUM TAURAT (2)

Pembacaan Alkitab: Ul. 8:1-20

Dalam berita ini kita akan memperhatikan bagian nasihat dan peringatan umum dari pengulangan hukum Taurat dalam 7:1—8:20.

F. Menumpas Sama Sekali Bangsa-bangsa,

Jangan Membuat Perjanjian Apa pun

dengan Mereka, Jangan Mengadakan Ikatan

Pernikahan dengan Mereka,

Merobohkan Mezbah Mereka,

Meremukkan Tugu-tugu Berhala Mereka,

dan Membakar Patung-patung Berhala Mereka

Setelah orang Israel dibawa Allah ke tanah yang dijanjikan sebagai warisan mereka, mereka harus menumpas sama sekali bangsa-bangsa (7:1-2a). Mereka tidak boleh membuat perjanjian apa pun dengan bangsa-bangsa ini, tidak boleh mengasihani mereka, atau mengadakan ikatan pernikahan dengan mereka (Ul. 7:2b-3). Bangsa-bangsa itu harus ditumpas sama sekali tanpa belas kasihan. Namun, orang yang membaca Alkitab menurut pikiran insani alamiah mereka mungkin tidak setuju dengan tuntutan Allah bahwa bangsa-bangsa di tanah yang dijanjikan itu harus ditumpas. Namun, menurut pikiran ilahi, bangsa-bangsa ini harus ditumpas karena mereka jahat dan berbaur dengan setan-setan.

Ayat 5 mengatakan, “Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis.” Tugu-tugu berhala dipakai dalam penyembahan berhala, dan Asyerim adalah patung dewi Asyera. Umat Allah harus menumpas bangsa-bangsa dan berhala mereka, supaya menjadi umat kudus bagi TUHAN Allah mereka, yang telah memilih mereka, “dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya” (ayat 6). Kata Ibrani yang diterjemahkan “harta milik-Nya” memiliki makna ganda; harta pribadi dan harta yang khas. Allah memustikakan orang Israel, menyayangi mereka, mengasihi mereka, mau memegang janji-Nya untuk mereka, membawa mereka keluar dan menebus mereka dari rumah perbudakan (Ul. 7:7-8).

G. Mengetahui TUHAN Allah Mereka Adalah Allah,

Allah yang Setia, yang Memelihara Perjanjian

dan Kasih Setia terhadap Mereka

yang Mengasihi Dia dan Memelihara Perintah-Nya

Dalam 7:9-15 Musa menginginkan bangsa itu mengetahui TUHAN Allah mereka adalah Allah, Allah yang setia yang memegang janji dan kasih setia-Nya kepada ribuan keturunan mereka yang mengasihi Dia dan memelihara perintah-Nya; Dia akan mengasihi mereka, memberkati mereka, dan melipatgandakan mereka; Dia akan memberkati buah kandungan mereka dan hasil tanah mereka, gandum mereka, anggur baru mereka, minyak segar mereka, kawanan ternak mereka, dan kambing domba muda mereka; dan Dia akan menyingkirkan segala penyakit dan wabah jahat Mesir dari mereka.

Hari ini Allah mengasihi kita, memberkati kita, dan melipatgandakan kita, karena kita memelihara Kristus-Nya. Dalam Kristus kita menerima dan menikmati berkat Allah. Allah menyertai kita di dalam Kristus. Anugerah dan damai sejahtera Allah adalah untuk kita di dalam Kristus. Karena itu, kita perlu benar terhadap Allah melalui menerima Kristus. Perintah unik yang Allah berikan kepada dunia hari ini adalah percayalah kepada Putra-Nya dan terimalah Dia. Sebenarnya, Kristus sendiri adalah perintah Allah. Kita perlu menerima Dia, memelihara Dia, dan benar terhadap Dia. Jika kita melakukan hal ini, kita akan benar terhadap Allah, dan Dia akan mengasihi kita dan memberkati kita.

H. Tidak Takut kepada Bangsa-bangsa

tetapi Mengingat Apa yang TUHAN, Allah Mereka,

Lakukan terhadap Firaun dan Seluruh Mesir

Musa memberi tahu orang Israel: Jangan takut kepada bangsa-bangsa itu, tetapi ingatlah apa yang TUHAN, Allah mereka, lakukan terhadap Firaun dan seluruh Mesir melalui ujian besar, dengan tanda-tanda dan mukjizatmukjizat, dan melalui tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung (ayat 17-19).

Dalam ayat 20 Musa selanjutnya mengatakan, “Lagipula TUHAN, Allahmu, akan melepaskan tabuhan menyerbu mereka, sampai habis binasa orang-orang yang masih tinggal dan yang menyembunyikan diri terhadap engkau.” Peristiwa seperti ini terjadi pada tahun 1948 ketika Israel dipulihkan sebagai satu bangsa. Pada waktu itu Allah memakai tabuhan untuk berperang bagi orang Israel.

Dalam ayat 16 Musa berkata, “Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka dan janganlah beribadah kepada allah mereka, sebab hal itu akan menjadi jerat bagimu.” Kemudian dalam ayat 22 Musa menjelaskan, “TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau.” Orang Israel tidak banyak jumlahnya. Jika seluruh orang Kanaan dibunuh sekaligus, binatang hutan akan segera berkembang biak menyerang umat Allah. Karena itu, orang Kanaan, yang berguna untuk menjaga binatang hutan agar tidak semakin banyak, harus dimusnahkan sedikit demi sedikit.

Musa juga menyuruh bangsa itu untuk membakar berhala allah bangsa-bangsa dengan api, tidak mengingini perak atau emas yang ada pada berhala-berhala itu, tidak mengambilnya untuk diri mereka, kalau tidak, mereka akan terjerat olehnya (ayat 25). Demikian juga, mereka tidak boleh membawa kekejian ke dalam rumah mereka, supaya mereka tidak menjadi barang kutukan seperti itu (ayat 26). Ini menunjukkan bagaimana perhatian Musa, sebagai ayah yang sudah tua, kepada anak-anaknya yang terkasih.

I. Memelihara Seluruh Perintah yang Musa Berikan

kepada Mereka, supaya Mereka Hidup

dan Berkembang Biak, Dapat Masuk dan Memiliki

Tanah yang Dijanjikan

“Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu” (Ul. 8:1). Orang Israel harus memelihara seluruh hukum Taurat, sedangkan kita perlu memelihara seluruh Kristus supaya gereja memiliki umur panjang dan berkembang biak.

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN” (Ul. 8:2-3). Di sini Musa menyuruh bangsa itu mengingat bagaimana Allah merendahkan mereka, membiarkan mereka lapar, dan kemudian memberi mereka makan manna, supaya mereka dapat belajar bahwa manusia hidup bukan oleh roti saja, tetapi oleh apa pun yang keluar dari mulut TUHAN.

Dalam Matius 4:4 Tuhan Yesus mengutip Ulangan 8:3, mengatakan, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Ketika Dia mengutip ayat ini, Dia tentu tahu bahwa “setiap firman” mengacu kepada hukum Taurat, perintah, peraturan, ketetapan, dan keputusan. Semua ini adalah firman yang keluar dari mulut Allah sebagai embusan Allah, dan semua firman ini mengacu kepada Kristus. Karena itu, hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah adalah hidup oleh Kristus.

Dalam Ulangan 8:4-5 Musa selanjutnya mengatakan, “Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.” Selama tahun-tahun di padang gurun, TUHAN menanggulangi bangsa itu dengan ketat dan hebat. Ini adalah pendisiplinan kasih-Nya. Karena Dia mengasihi bani Israel, Dia mendisiplinkan mereka.

J. Memelihara Perintah TUHAN Allah Mereka, Berjalan pada Jalan-Nya dan Takut akan Dia

“Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia” (Ul. 8:6). Allah memiliki jalan-Nya dan perintah-Nya. Orang Israel bukan hanya harus memelihara perintah-Nya, tetapi juga berjalan pada jalan-Nya. Prinsipnya sama dengan kita hari ini. Kita harus berjalan pada jalan Tuhan, pada jalan Perjanjian Baru.

Orang Israel harus memelihara perintah Allah, berjalan pada jalan-Nya, dan takut akan Dia, agar Dia membawa mereka ke tanah permai, tanah dengan mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung, suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya, suatu negeri, di mana mereka akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana mereka tidak akan kekurangan apa pun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga (Ul. 8:6-9). Aspek pertama tanah permai yang disebutkan di sini adalah air. Mengenai air ini, pertama ada mata air, yang adalah sumber, dan kemudian pancaran dan sungai, yang mengalir. Air di tanah permai mengalir keluar “dari lembah-lembah dan gunung-gunung.” Ini menunjukkan bahwa Kristus mengalir dalam lingkungan yang berbeda. Keadaan kita naik dan turun, tetapi Kristus mengalir saat kita naik dan turun.

Di tanah permai orang Israel bukan hanya memiliki air untuk diminum tetapi juga memiliki makanan yang berlimpah untuk dimakan. Selain itu, mereka juga memiliki besi dan tembaga yang dapat dibuat senjata untuk dipakai berperang melawan musuh. Jadi, dalam ayat 10 Musa berkata, “Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji Tuhan, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.”

K. Berhati-hati agar Mereka

Tidak Melupakan TUHAN Allah Mereka

dengan Tidak Memelihara Perintah, Peraturan, dan Ketetapan-Nya

“Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini” (Ul. 8:11). Hari ini kita harus berhati-hati agar tidak melupakan Allah dengan tidak memelihara Kristus-Nya.

Dalam ayat 12-16 Musa melanjutkan peringatannya, menyuruh bangsa itu berhati-hati, agar ketika mereka makan dan dipuaskan, sudah membangun rumah dan tinggal di dalamnya, lembu sapi dan kambing domba mereka berkembang biak, perak dan emas mereka bertambah banyak, dan semua yang mereka miliki bertambah banyak, hati mereka akan sombong dan mereka akan melupakan TUHAN Allah mereka, yang membawa mereka keluar dari negeri Mesir, keluar dari rumah perbudakan, yang membawa mereka melalui padang gurun yang besar dan dahsyat dan mengeluarkan air untuk mereka dari gunung batu yang keras, yang memberi mereka makan manna di padang gurun, supaya Dia dapat merendahkan mereka dan menguji mereka untuk berbuat baik kepada mereka pada akhirnya. Kemudian, Musa memperingatkan bangsa itu jangan berkata dalam hatinya, “Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini” (Ul. 8:17). Sebaliknya, bangsa itu harus mengingat TUHAN Allah mereka, karena Dialah yang memberi mereka kekuatan untuk memperoleh kekayaan, supaya Dia dapat mengukuhkan perjanjian-Nya (Ul. 8:18). Akhirnya, Musa memperingatkan mereka bahwa jika mereka melupakan TUHAN Allah mereka dan mengikuti allah lain dan melayani mereka dan sujud menyembah mereka, mereka pasti binasa (Ul. 8:19-20).