← Daftar isi Ulangan (4) · bab 29/30

NYANYIAN MUSA

Pembacaan Alkitab: Ul. 31:14-23, 30; 32:1-47

Dalam berita ini kita akan melihat nyanyian Musa.

I. TUHAN MEMERINTAHKAN MUSA

MENULIS SEBUAH NYANYIAN

Dalam 31:14-23, 30, TUHAN memerintahkan Musa menulis sebuah nyanyian.

A. TUHAN Memberi Tahu Musa bahwa Hari Wafatnya Sudah Dekat

Dalam ayat 14, TUHAN memberi tahu Musa bahwa hari wafatnya sudah dekat, dan dia harus memanggil Yosua berdiri bersama dia di Kemah Pertemuan sehingga TUHAN bisa memberi perintah kepadanya.

B. TUHAN Tertampak dalam Tiang Awan

dan Memberi Tahu Musa bahwa Bangsa Ini Akan

Bangkit dan Berzina dengan Allah Asing

dari Negeri yang Akan Mereka Masuki dan Akan

Meninggalkan Dia dan Melanggar Perjanjian-Nya

TUHAN menampakkan diri di kemah dalam tiang awan, yang berdiri di pintu masuk kemah, dan memberi tahu Musa bahwa dia akan mendapat perhentian bersama nenek moyangnya, bahwa bangsa ini akan bangkit dan berzina dengan allah asing dari negeri yang mereka masuki, dan mereka akan meninggalkan Dia dan melanggar perjanjian-Nya (Ul. 31:15-16). Amarah-Nya akan membakar mereka, dan Dia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka (Ul. 31:17a). Mereka akan dihabisi, dan banyak malapetaka dan masalah akan menimpa mereka karena semua kejahatan yang mereka lakukan, sebab mereka berpaling kepada allah lain (Ul. 31:17b-18).

C. TUHAN Memerintahkan Musa untuk Menulis

Nyanyian Ini dan Mengajarkannya

kepada Orang Israel dan Meletakkannya

dalam Mulut Mereka, supaya Nyanyian Ini

Menjadi Saksi bagi TUHAN terhadap Orang Israel

TUHAN memerintahkan Musa untuk menulis nyanyian ini dan mengajarkannya kepada orang Israel dan meletakkannya dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi-Nya terhadap orang Israel (Ul. 31:19). TUHAN membawa mereka ke tanah yang mengalirkan susu dan madu, dan mereka makan dan menjadi kenyang dan bertambah gemuk, lalu mereka berpaling kepada allah lain dan melayani mereka, menghina TUHAN dan melanggar perjanjian-Nya (Ul. 31:20). Ketika banyak malapetaka dan masalah menimpa mereka, nyanyian ini akan menjadi satu kesaksian di hadapan mereka, karena tidak akan dilupakan dalam mulut keturunan mereka. Sebab TUHAN tahu niat mereka sebelum Dia membawa mereka ke tanah ini (Ul. 31:21). Maka Musa menulis nyanyian ini dan mengajarkannya kepada orang Israel (Ul. 31:22).

D. Perintah TUHAN kepada Yosua

Dalam ayat 23, TUHAN memerintahkan Yosua dan berkata, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau.”

E. Musa Menyampaikan Perkataan Nyanyian Ini kepada Seluruh Jemaat Israel

Musa menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada seluruh jemaat Israel (Ul. 31:30).

II. ISI NYANYIAN

Dalam 32:1-43 kita memiliki isi nyanyian Musa. Isi ini dalam, dan beberapa hal sulit dipahami.

A. Musa Meminta Langit dan Bumi Mendengarkan

Perkataannya

Dalam 32:1 Musa meminta langit dan bumi mendengarkan perkataannya.

B. Perkataan Musa Menitik Laksana Hujan dan Menetes Laksana Embun

Perkataan Musa menitik laksana hujan dan menetes laksana embun ke atas tumbuh-tumbuhan (Ul. 32:2). Ini menunjukkan bahwa Musa menyadari bahwa kapan kala dia berbicara, entah berkat atau kutuk, laksana hujan dan embun. Jika saat membaca nyanyian Musa kita hanya memakai pikiran kita, kita tidak akan merasakan hujan dan embun. Namun, jika kita memakai roh kita dan pikiran kita, kita akan merasa bahwa perkataan Musa laksana hujan yang menitik dan embun yang menetes.

C. Musa Menyatakan TUHAN Macam Apakah Allah Itu

Dalam ayat 3 dan 4 Musa menyatakan TUHAN macam apakah Allah itu. TUHAN adalah Allah yang agung. Dia adalah Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna dan jalan-Nya adil. Dia adalah Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, Dia adalah adil dan benar. Perkataan Musa di sini sebenarnya adalah pembelaannya terhadap Allah. Selama empat puluh tahun di padang gurun, orang Israel sering menggerutu kepada Allah, mengatakan bahwa Allah salah membawa mereka keluar dari Mesir ke padang gurun. Maka, Musa membela Allah yang dia layani, menyatakan bahwa Dia adalah Gunung Batu dan jalan-jalan-Nya bukan saja benar, tetapi juga adil. Dia adalah adil dan benar, dan Dia benar dalam apa pun yang Dia lakukan.

D. Orang Israel Memperlakukan TUHAN Allah dengan Busuk

Dalam ayat 5 dan 6 kita melihat bahwa orang Israel memperlakukan TUHAN Allah dengan busuk, mereka bercacat sehingga tidak lagi seperti anak-anak-Nya, suatu angkatan yang bengkok dan belat-belit, dan berlaku seperti bangsa yang bebal dan tidak bijaksana terhadap TUHAN. Seluruh orang Israel dianggap anak-anak Allah, tetapi dalam kehidupannya mereka tidak berperilaku seperti anak-anak Allah. Sebaliknya, mereka berbelat-belit dan bengkok. Meskipun Allah telah melakukan begitu banyak untuk mereka, mereka membalas Dia seperti orang bebal dan tidak bijaksana.

E. Musa Menelusuri Kemurahan dan Kasih TUHAN kepada Israel

Musa menelusuri kemurahan dan kasih TUHAN kepada Israel (Ul. 32:7-14). TUHAN memperhatikan Israel sebagai bagian-Nya, warisan-Nya. Dia memeluk mereka, merawat mereka, dan menjaga mereka seperti biji mata-Nya. Seperti seekor rajawali Dia mendukung mereka di atas kepak-Nya, dan Dia membuat mereka berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang dan hasil ternak. Di sini kita melihat bahwa Allah bukan saja benar terhadap orang Israel, tetapi juga sangat baik terhadap mereka.

F. Israel, Tumbuh Menjadi Gemuk dan Gendut,

Meninggalkan Allah yang Menjadikan Mereka,

dan Mengabaikan Gunung Batu yang Memperanakkan Mereka

Israel, tumbuh menjadi gemuk dan gendut, lalu meninggalkan Allah yang menjadikan mereka, dan mengabaikan Gunung Batu yang memperanakkan mereka, dan menggusarkan Dia dengan allah-allah asing, dengan kekejian, dengan mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat (Ul. 32:15-18).

G. Orang Israel Membangkitkan Murka Tuhan

Orang Israel (anak-anaknya lelaki dan perempuan) membangkitkan murka TUHAN. Maka Dia berkata bahwa Dia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka (Ul. 32:19-20). Api menyala dalam murka-Nya terhadap mereka (Ul. 32:22), dan Dia akan melepaskan taring binatang buas kepada mereka, dengan racun binatang yang menjalar di dalam debu (Ul. 32:24b). Pedang di luar rumah dan kengerian di dalam kamar (Ul. 32:25a). Dia akan menyerakkan mereka dan melenyapkan ingatan kepada mereka dari antara manusia, agar musuh mereka tidak berpikir bahwa tangan merekalah, bukan TUHAN yang melakukan semuanya ini (Ul. 32:26-27). Sebab orang Israel tidak punya pertimbangan, tidak ada pengertian pada mereka (Ul. 32:28). Jika mereka berhikmat, mereka akan paham bahwa TUHAN Gunung Batu merekalah yang telah menjual mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh-musuh mereka (Ul. 32:29-31).

H. TUHAN Membela Umat-Nya,

Membelaskasihani Hamba-hamba-Nya

Dalam ayat 36-43 kita melihat bahwa TUHAN membela umat-Nya dan membelaskasihani hamba-hamba-Nya ketika Dia melihat bahwa kekuatan mereka sudah lenyap. Dia berkata, “Di manakah allah mereka? . . . Biarlah mereka bangkit untuk menolong kamu, sehingga kamu mendapat perlindungan. Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorang pun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku” (Ul. 32:37-39). Dia akan membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah dan umat-Nya. Banyak hal dalam nyanyian Musa bersifat keras, tetapi akhirnya sangat positif. Tidak peduli betapa jahatnya orang Israel dan tidak peduli betapa sering Allah menjadi murka terhadap mereka, akibat, hasilnya selalu baik. Allah tidak meninggalkan umat-Nya, malah akhirnya membela mereka. Ini berlaku bagi Israel dan juga bagi kaum beriman dalam Kristus.

III. PERKATAAN MUSA DAN YOSUA KEPADA BANGSA ITU

Ulangan 32:44-47 adalah perkataan Musa dan Yosua kepada bangsa itu. Musa dan Yosua menyampaikan kepada bangsa itu semua perkataan nyanyian ini (Ul. 32:44-45). Musa berkata kepada mereka bahwa mereka harus mengarahkan hati mereka kepada semua perkataan ini dan menyuruh anak-anak mereka melakukan semua perkataan dari hukum Taurat ini (Ul. 32:46). Dia memberi tahu mereka bahwa ini bukan perkara hampa bagi mereka, karena perkataan ini adalah hidup mereka dan olehnya mereka akan panjang umur di tanah yang akan mereka duduki setelah menyeberangi Sungai Yordan (Ul. 32:47).

Segala sesuatu yang Musa katakan dalam Kitab Ulangan adalah ekspresi perhatiannya kepada orang Israel. Pengulangan hukum Taurat, peringatan, penetapan perjanjian, nasihat dan perintah terakhir, dan nyanyian Musa, semuanya dikatakan Musa karena keprihatinannya kepada umat Allah. Keprihatinan terbesarnya adalah mereka berpaling dari Allah mereka dan mengikuti allah lain. Dan itulah yang dilakukan orang Israel sepanjang abad. Bahkan hari ini, banyak dari mereka yang berpaling dari Allah kepada berhala uang, teknologi tinggi, senjata, dan kemahiran perang. Karena itu, di satu pihak, Allah bekerja bagi orang Israel untuk menjaga mereka. Di pihak lain, karena mereka belum bertobat dan kembali kepada Allah, Dia juga menghukum mereka.