← Daftar isi Ulangan (4) · bab 22/30

PENGULANGAN HUKUM TAURAT (15)

Pembacaan Alkitab: Ul. 22:1-12; 25:4; 23:1-8

Dalam berita ini kita akan melihat ketetapan dan peraturan umum mengenai menjaga kepentingan orang lain, mengenai percampuran dari setiap jenis, mengenai membiarkan hidup binatang-binatang yang produktif, dan kehilangan hak untuk masuk jemaat TUHAN.

N. Mengenai Menjaga Kepentingan Orang Lain

Dalam 22:1-4, 8 kita memiliki perkataan mengenai menjaga kepentingan orang lain.

1. Seorang Israel Tidak Boleh Pura-pura Tidak Tahu Lembu

dan Domba Saudaranya yang Tersesat, tetapi Mengembalikannya kepada Saudaranya

Orang Israel tidak boleh pura-pura tidak tahu lembu dan domba saudaranya yang tersesat, tetapi harus mengembalikannya kepada saudaranya itu (Ul. 22:1). Kata “saudara” dalam 22:1 menunjukkan bahwa di mata Allah, semua orang Israel adalah anggota satu keluarga. Seluruh bangsa Israel adalah satu keluarga besar. Lembu atau domba yang tersesat bukan hanya milik orang lain, lebih-lebih milik seorang saudara. Mengembalikan lembu atau domba yang tersesat adalah menjaga kepentingan saudara. Di antara kita hari ini, harus ada pelaksanaan menjaga kepentingan saudara dan saudari.

2. Jika Saudara Itu Tidak Tinggal Dekat atau Tidak Dikenal,

Harus Membawa Lembu dan Domba yang Tersesat ke Rumah sampai Saudara Itu Mencarinya

Jika saudara itu tidak tinggal dekat dengan dia, atau jika tidak dikenalnya, orang Israel harus membawa lembu atau domba yang tersesat itu ke rumahnya sendiri sampai saudara itu mencarinya (Ul. 22:2a). Kemudian lembu atau domba itu dikembalikan kepada dia (kuningayat 22:2b).

3. Seorang Israel Tidak Boleh Pura-pura Tidak Tahu Keledai, Pakaian, Setiap Barang Saudaranya yang Hilang

“Demikianlah harus kauperbuat dengan keledainya, demikianlah kauperbuat dengan pakaiannya, demikianlah kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari saudaramu dan yang kautemui; tidak boleh engkau pura-pura tidak tahu” (Ul. 22:3). Ini menunjukkan bahwa orang Israel yang menemukan barang saudaranya harus menjaganya untuk saudaranya.

4. Orang Israel Tidak Boleh Pura-pura Tidak Tahu Keledai atau Lembu Saudaranya yang Rebah di Jalan

Jika seorang Israel melihat keledai saudaranya atau lembunya rebah di jalan, dia tidak boleh pura-pura tidak tahu; dia harus benar-benar menolong membangunkannya bersama-sama dengan saudaranya itu (Ul. 22:4). Dalam kasus demikian, pemiliknya ada di sana, tetapi dia memerlukan pertolongan untuk membangunkan keledai atau lembunya.

5. Ketika Membangun Rumah yang Baru, Seorang Israel Harus Memagari Sotoh Rumahnya

Ketika seorang Israel mendirikan rumah yang baru, maka haruslah dia memagari sotoh rumahnya, supaya jangan mereka mendatangkan hutang darah kepada rumahnya itu, apabila ada seorang jatuh dari atasnya (Ul. 22:8). Pada masa itu, rumah-rumah orang Israel memiliki sotoh. Memagari sotoh akan melindungi orang agar tidak terjatuh dari sotoh.

O. Mengenai Percampuran dari Jenis Apa pun

Ulangan 22:5, 9-12 membicarakan mengenai percampuran dari jenis apa pun.

1. Perempuan Janganlah Memakai Pakaian Laki-laki dan Laki-laki Janganlah Mengenakan Pakaian Perempuan

Seorang perempuan janganlah memakai pakaian lakilaki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan (Ul. 22:5a). Setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allah mereka (Ul. 22:5b). Penampilan saudara dan saudari seharusnya ada perbedaan yang jelas antara laki-laki dan perempuan.

2. Orang Israel Tidak Boleh Menaburi Kebun Anggurnya dengan Dua Jenis Benih

“Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus” (Ul. 22:9). Catatan Darby pada ayat ini mengatakan, “‘disucikan’, atau ‘dipisahkan untuk Allah’, yaitu diambil untuk tempat kudus sebagai sitaan.” Jika seorang Israel menabur dua jenis benih dalam kebun anggurnya, maka hasil dan pertambahan kebun anggur tidak akan menjadi miliknya. Dia tidak diizinkan menyimpannya untuk diri sendiri. Sebaliknya, hasil dan pertambahan ini, akan disita, akan menjadi milik Allah. Ini berarti jerih lelahnya dalam menabur kebun anggurnya dengan dua jenis benih sia-sia.

Saya percaya bahwa larangan menabur dua jenis benih dalam satu kebun anggur melambangkan larangan menyampaikan ajaran yang berbeda dalam gereja (1Tim. 1:3). Gereja adalah kebun anggur Allah, dan dalam kebun anggur ini kita harus menabur hanya satu jenis benih, satu jenis ajaran. Jika kita menyampaikan ajaran yang berbeda, menabur lebih dari satu jenis benih, “hasilnya” dalam gereja akan tersita, sia-sia.

3. Orang Israel Tidak Boleh Membajak dengan Lembu dan Keledai Bersama-sama

Seorang Israel tidak boleh membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama (Ul. 22:10). Ini melambangkan perkara “janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya” (2Kor. 6:14a). “Tak seimbang” berarti berbeda jenis. Menurut Imamat 11, lembu adalah binatang tahir, tetapi keledai adalah binatang haram. Dalam Ulangan 22:10 lembu melambangkan kaum beriman dan keledai melambangkan orang yang tidak percaya. Kaum beriman dan orang yang tidak percaya adalah orang yang berbeda. Mereka seharusnya tidak memikul kuk bersama-sama karena sifat ilahi dan pendirian kudus kaum beriman. Ini seharusnya diterapkan kepada segala macam hubungan antara kaum beriman dengan orang yang tidak percaya, termasuk pernikahan dan bisnis. Jika seorang saudara menikahi perempuan yang tidak percaya atau jika seorang saudari menikahi pria yang tidak percaya, akan ada kuk yang tidak seimbang antara seorang beriman dengan seorang yang tidak percaya, dan mereka akan sulit hidup bersama. Jika seorang beriman memiliki seorang yang tidak percaya sebagai rekan bisnis, orang beriman itu mungkin akan mengalami masalah. Sebagai contoh, orang yang tidak percaya itu mungkin ingin melakukan suatu hal yang tidak jujur. Sebagai orang beriman, kita tidak seharusnya menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang tidak percaya, karena ini adalah percampuran, dan setiap jenis percampuran adalah kekejian di mata Allah.

4. Orang Israel Tidak Boleh Mengenakan Pakaian dari Bahan Campuran

Orang Israel tidak boleh mengenakan pakaian dari bahan campuran, dari bulu domba dan lenan (Ul. 22:11). Bulu domba berasal dari domba, dan lenan dibuat dari tumbuhan. Allah tidak ingin orang Israel mencampurkan bahanbahan ini.

5. Orang Israel Harus Membuat Tali yang Terpilin pada Keempat Punca Pakaiannya

Orang Israel harus membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhnya (Ul. 22:12). Kata Ibrani yang diterjemahkan “punca” juga dapat diterjemahkan “tepi”. Tuntutan yang disebut di sini mungkin mengacu kepada apa yang disebutkan dalam Bilangan 15:38. “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.” Dalam ayat ini “punca” melambangkan ikatan, dan “ungu kebiru-biruan” melambangkan sesuatu yang surgawi; maka punca ungu kebiru-biruan menunjukkan ikatan surgawi. Untuk kita hari ini, punca ini melambangkan bahwa sebagai anak-anak Allah, perilaku dan tingkah laku kita harus elok dan harus berada di bawah ikatan pemerintahan surgawi.

P. Membiarkan Hidup Binatang-binatang yang Produktif

Ulangan 22:6 dan7 dan 25:4 berhubungan dengan membiarkan hidup binatang-binatang yang produktif.

1. Jika Orang Israel Menemukan Sarang Burung,

Ia Tidak Boleh Mengambil Induk Burung

dengan Anak-anaknya

Apabila orang Israel menemukan di jalan sarang burung di salah satu pohon atau di tanah dengan anak-anak burung atau telur-telur di dalamnya, dan induknya sedang duduk mendekap anak-anak atau telur-telur itu, maka ia tidak boleh mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya (22:6). Dia harus melepaskan induknya, tetapi anak-anaknya dapat dia bawa untuk dirinya. Maksudnya supaya baik keadaan dia dan lanjut umurnya (Ul. 22:7). Ini menunjukkan bahwa dia harus membiarkan hidup binatang-binatang yang produktif. Bahkan perkara seperti demikian ini berhubungan dengan berkat, ditunjukkan oleh kata-kata “supaya baik keadaanmu,” dan berhubungan dengan panjang umur, ditunjukkan oleh kata-kata “dan lanjut umurmu”. Jika orang Israel ingin diberkati, sehat, dan panjang umur, dia harus memenuhi tuntutan mengenai membiarkan hidup binatang yang produktif. Beberapa saudara dan saudari seperti induk burung, dan kita perlu menjaga mereka.

2. Mulut Lembu Jangan Diberangus ketika Sedang Mengirik

“Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik” (25:4). Memberangus mulut lembu sehingga tidak dapat makan ketika sedang bekerja, tidaklah adil. Seorang saudara seperti lembu yang produktif (1Kor. 9:9; 1Tim. 5:18). Jika seorang saudara memproduksi sesuatu untuk kita, kita seharusnya tidak “memberangus” dia. Terkait dengan saudara dan saudari hari ini, kita harus menjaga ketetapan mengenai membiarkan hidup binatang-binatang yang produktif.

Q. Mengenai Kehilangan Hak untuk Masuk Jemaat TUHAN

Ulangan 23:1-8 adalah perkataan mengenai kehilangan hak untuk masuk jemaat TUHAN. Tidak diragukan, jemaat TUHAN melambangkan gereja. Kita perlu berhati-hati, agar jangan kehilangan hak untuk masuk gereja.

1. Orang yang Buah Pelirnya Rusak atau yang Kemaluannya Terpotong Tidak Boleh Masuk Jemaat TUHAN

Orang yang buah pelirnya rusak atau kemaluannya terpotong janganlah masuk ke jemaat TUHAN (Ul. 23:1). Orang yang demikian kekuatan produksinya hancur. Larangan ini menunjukkan bahwa orang yang mandul, mereka yang tidak produktif dan tidak berbuah, akan kehilangan hak untuk masuk hidup gereja.

2. Anak Haram Tidak Boleh Masuk Jemaat TUHAN, bahkan Sampai Keturunan yang Kesepuluh

Anak yang haram tidak boleh masuk jemaat TUHAN, bahkan sampai keturunan yang kesepuluh (Ul. 23:2). Hayat orang demikian ilegal dan tidak murni.

3. Orang Amon dan Moab Tidak Boleh Masuk

Jemaat TUHAN, bahkan Sampai Keturunan Kesepuluh

Orang Amon atau Moab tidak boleh masuk jemaat TUHAN, bahkan sampai keturunan yang kesepuluh (Ul. 23:3). Amon dan Moab keduanya anak Lot, dilahirkan melalui perbuatan sumbang yang dilakukan oleh Lot dengan dua anak perempuannya. Orang Amon dan Moab tidak dapat masuk jemaat TUHAN, karena mereka tidak menyongsong orang Israel dengan roti dan air pada waktu perjalanan mereka keluar dari Mesir (Ul. 23:4a). Mereka dilarang masuk jemaat TUHAN juga karena mereka mengupah Bileam untuk mengutuk orang Israel (Ul. 23:4b). TUHAN Allah mereka tidak mendengarkan Balak, dan Dia mengubah kutuk menjadi berkat, sebab TUHAN mengasihi mereka (Ul. 23:5). Orang Israel tidak boleh mengusahakan kesejahteraan dan kebahagiaan orang Amon dan Moab seumur hidup mereka (Ul. 23:6).

4. Orang Israel Tidak boleh Menganggap Keji Orang Edom dan Orang Mesir

Orang Israel tidak boleh menganggap keji orang Edom, sebab dia saudara mereka (Ul. 23:7a). mereka juga tidak boleh menganggap keji orang Mesir, sebab mereka pun dahulu adalah orang asing di negeri Mesir (Ul. 23:7b). Anak-anak dari generasi ketiga orang Edom dan Mesir boleh menjadi jemaah TUHAN (Ul. 23:8). Di satu sisi, orang Mesir melakukan sesuatu yang baik untuk bani Israel, dan orang Edom tidak membuat mereka susah tetapi mengizinkan mereka melewati wilayahnya. Karena itu, Allah mengingat orang Edom dan orang Mesir dan mengizinkan mereka masuk jemaat-Nya.

Ketika kita memperhatikan semua perkara yang dibahas dalam berita ini, kita melihat betapa hati-hati, rinci, baik, dan adilnya Allah. Karena kita memiliki hayat Allah, kita harus belajar dari Dia untuk menjadi sama seperti apa adanya Dia. Kita perlu belajar menjaga kepentingan saudara-saudara kita, sesama anggota Tubuh Kristus. Kita juga harus belajar tidak memiliki campuran tetapi murni dalam setiap cara dan setiap aspek. Dalam kehidupan kita seharusnya tidak ada percampuran apa pun, sebab Allah menginginkan kita tulus, sederhana, dan murni. Karena itu, kita perlu menyingkirkan semua percampuran dan menjaga kemurnian kita sendiri. Terlebih lagi, kita harus mengasihi hal-hal yang menghasilkan dan berhati-hati agar tidak kehilangan hak untuk masuk jemaat Tuhan. Untuk melakukan semua hal ini, kita perlu hayat ilahi, hayat yang bekerja bersama Allah untuk umat-Nya.

Jika kita dengan tuntas mempelajari semua perkara ini, kita akan mengenal Allah lebih baik dan juga mengenal kita harus menjadi orang macam apa, apa yang seharusnya kita miliki, dan jalan apa yang harus kita tempuh. Kita harus berjalan di hadapan Allah dan bersama Allah menurut apa adanya Allah. Mari kita mempelajari jalan Allah dan bukan hanya mempelajari doktrin. Mari kita mempelajari apa adanya Allah dan bagaimana Dia bertindak dan berperilaku. Jika kita menempuh jalan Tuhan dan menerima apa adanya Dia, kita akan diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya.