← Daftar isi Ulangan (4) · bab 13/30

PERKATAAN MENGENAI PERPECAHAN DAN KEMURTADAN

Pembacaan Alkitab: Ul. 12:1—13:18

Dalam berita-berita yang lalu kita telah membahas nasihat dan peringatan yang umum. Sebelum kita melanjutkan ke berita selanjutnya kepada bagian Kitab Ulangan yang membahas pengulangan ketetapan dan keputusan umum (14:1—26:19), saya ingin memberi perkataan lebih lanjut mengenai perpecahan dan kemurtadan. Nasihat dan peringatan umum dalam Ulangan 5:32—11:32 bersifat sangat umum, tetapi dalam pasal 12 dan 13 nasihat dan peringatan itu sangat khusus dan tegas. Menurut perkataan Musa dalam Ulangan 12 dan 13, kita harus menghindari perpecahan dan menolak kemurtadan. Dalam pasal 12 dia memerintahkan kita untuk menjaga tumpuan keesaan di antara umat Allah, dan dalam pasal 13 dia sangat tegas dalam menghukum kemurtadan. Orang Israel tidak diizinkan mentoleransi kemurtadan bahkan dalam seseorang yang dekat seperti saudara laki-laki, anak laki-laki, anak perempuan, atau istri (Ul. 13:6-9). Mereka tidak boleh mengasihi orang yang murtad, mereka harus menanggulangi orang yang murtad dengan keras. Allah tidak mentoleransi kemurtadan, dan demikian juga mereka tidak boleh mentoleransinya. Allah membenci kemurtadan dan Dia menghukum perpecahan.

BIDAH MERUSAK PERSONA KRISTUS

Mengenai penanggulangan terhadap kemurtadan dan perpecahan, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah sama. Istilah Perjanjian Baru untuk kemurtadan adalah bidah. Kemurtadan dan bidah menghina persona Allah. Dalam Perjanjian Lama, orang yang murtad meninggalkan Allah dan mengikuti berhala. Ini adalah satu penghinaan bagi Allah, dan Dia tidak dapat mentoleransinya. Dalam Perjanjian Baru, orang yang bidah menyangkal bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Penyangkalan demikian adalah bidah, kemurtadan dalam Perjanjian Baru. Bidah ini merusak persona Kristus. Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Allah tidak mentoleransi kemurtadan atau bidah.

PERPECAHAN MERUSAK TUBUH KRISTUS

Tuhan juga tidak mentoleransi perpecahan. Tuhan membenci perpecahan, karena perpecahan merusak umat-Nya sebagai ekspresi-Nya. Dalam Perjanjian Lama orang Israel adalah umat Allah untuk ekspresi korporat-Nya. Dalam Perjanjian Baru ekspresi korporat Tuhan adalah Tubuh Kristus. Bidah menghina dan merusak persona Kristus, perpecahan merusak Tubuh Kristus. Perpecahan membunuh Tubuh Kristus dan memotongnya menjadi berkeping-keping. Karena bidah merusak Kepala dan karena perpecahan membunuh Tubuh, maka Tuhan, dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, tidak pernah mentoleransi bidah dan perpecahan.

MENINGGALKAN PEMECAH BELAH

Ada beberapa orang beriman merasa bahwa kita seharusnya tidak menolak para pemecah belah, kita seharusnya menerima mereka dan mengasihi mereka. Karena baik hati, orang-orang ini mungkin berkata, “Betul, saudara ini salah, dan dia pemecah belah. Tetapi mengapa kita harus menolak dia? Bukankah kita harus menutupi dia dengan kasih?” Namun, perkara yang penting di sini adalah kita seharusnya tidak mentoleransi apa yang Tuhan tidak toleransi. Mengenai pemecah belah, kita perlu memperhatikan perkataan Paulus dalam Roma 16:17. “Tetapi aku menasihatkan kamu, Saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka yang menimbulkan perpecahan dan batu sandungan, bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima. Hindarilah mereka.” Roma 14 dan 15 menunjukkan bahwa dalam perkara menerima kaum beriman, Paulus itu murah hati, lapang, dan merangkul semua. Namun, setelah menyalami banyak orang beriman dalam pasal 16, tiba-tiba dia memberi perkataan peringatan tentang pemecah belah, memberi tahu kita agar waspada terhadap mereka dan meninggalkan mereka. Paulus tidak menyuruh kita mengasihi orang-orang ini atau bersimpati kepada mereka. Alih-alih bersimpati kepada mereka yang membuat perpecahan dan menyebabkan kejatuhan, kita disuruh oleh Paulus untuk meninggalkan mereka. Alasan kita harus meninggalkan orang yang menyebabkan perpecahan adalah karena perpecahan itu sangat serius, perpecahan menghancurkan Tubuh Kristus.

KEMURTADAN DAN PERPECAHAN

MERUSAK EKONOMI ALLAH

Jika kita memasuki kedalaman firman Allah, kita akan memahami mengapa Musa menyampaikan perkataan mengenai kemurtadan segera setelah dia memberi perintah mengenai perpecahan. Sangatlah bermakna bahwa Musa menanggulangi perpecahan dalam Ulangan 12 dan menanggulangi kemurtadan dalam Ulangan 13. Kedua hal ini, perpecahan dan kemurtadan, berjalan seiring. Kemurtadan, atau bidah, menghina diri Allah sendiri dan merusak persona Kristus, dan perpecahan merusak umat Allah sebagai ekspresi korporat-Nya. Ini berarti kemurtadan dan perpecahan merusak seluruh ekonomi Allah. Karena kemurtadan dan perpecahan sangat merusak, keduanya harus ditanggulangi.

Kita sendiri mungkin tidak terlibat dengan perpecahan atau kemurtadan, tetapi itu bukan berarti tidak akan ada masalah di antara kaum beriman sehubungan dengan perkara ini. Mungkin ada satu masalah, khususnya perpecahan. Orang yang membuat perpecahan sangat agresif dalam mengontak kaum beriman. Selain itu, mereka mungkin mengenakan “topeng” dan mencoba membujuk Anda dengan penampilan yang manis, merendah, dan mengasihi. Pemecah belah tertentu melakukan hal ini di antara kita. Andaikata seseorang datang kepada Anda dalam cara “merendah”, berkata, “Aku ingin bersekutu dengan Anda. Sudah lama aku tidak melihat Anda, dan aku sangat merindukan Anda. Bagaimana kabar Anda?” Jika seseorang mendekati Anda seperti itu, Anda perlu berhati-hati. Kebaikan, kasih, dan kerendahan hati yang di luar dari orang itu mungkin sebenarnya hanya topeng untuk menyembunyikan maksudnya yang memecah belah. Kita perlu waspada kepada topeng pemecah belah.

MENGENALI APAKAH SESEORANG MENYEBARKAN KUMAN PERPECAHAN

Ketika beberapa orang mendengarkan perkataan ini, mereka mungkin berkata, “Bagaimana kita bisa mengatakan siapakah yang memecah belah dan yang tidak? Bagaimana kita dapat membedakan siapa yang memakai topeng dan siapa yang tidak? Selain itu, di antara pemecah belah bukankah ada yang tidak bersalah? Mungkin orang yang mengontak kita itu tidak bersalah.” Orang yang mengontak Anda mungkin tidak bersalah, tetapi, walaupun demikian, dia mungkin membawa “kuman-kuman” perpecahan. Kemudian Anda mungkin terserang oleh kuman-kuman ini, yang dapat berkembang biak dengan cepat. Orang yang tidak bersalah mungkin saja penuh kuman, dan melalui kontaknya dengan Anda, kuman-kuman ini dapat ditularkan kepada Anda tanpa Anda sadari.

Bagaimana Anda dapat mengenali orang yang mengontak Anda menularkan kuman-kuman perpecahan atau tidak? Anda perlu sangat berhati-hati dalam mendengarkan seseorang. Jika seseorang yang berbicara dengan Anda itu hidup dan penuh hayat, tanpa kuman kematian, semakin berbincang-bincang dengan dia, semakin hiduplah Anda. Hayat ilahi di dalam Anda akan tumbuh semakin tinggi. Namun, jika orang yang berkontak dengan Anda menyebarkan kuman kematian, semakin berbincang-bincang dengan dia, Anda semakin mati. Hayat di dalam Anda akan turun. Asalkan kontak Anda dengan orang itu menyebabkan Anda mati, itu adalah petunjuk bahwa orang itu menyebarkan kuman kematian. Saudara atau saudari semacam itu mungkin berbicara kepada Anda dengan manis, intim, kasih, dan rendah hati, tetapi ketika Anda mendengarkan dia, batin Anda merasa bahwa Anda merosot. Melalui ini Anda dapat mengenali apakah orang yang berkontak dengan Anda menyebarkan kuman kematian dan perpecahan.

Selain itu, jika Anda terus mendengarkan pembicaraan si pemecah belah, Anda mungkin menemukan dalam batin Anda muncul pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan sering kali merupakan cara Iblis mencobai kita. Dalam mencobai Hawa, ular berkata kepadanya, “Tentulah Allah berfirman?” (Kejadian 3:1). Seperti saya tekankan dalam Pelajaran-Hayat Kejadian, tanda tanya berbentuk seperti ular berdiri dan bertanya, “Tentulah Allah berfirman?” Setelah berbicara dengan si pemecah belah, Anda mungkin dipenuhi pertanyaan-pertanyaan tentang gereja dan tentang pemulihan Tuhan. Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin membuat Anda menjadi dingin terhadap hidup gereja. Mula-mula, Anda mungkin berhenti menghadiri sidang-sidang gereja. Akhirnya Anda berhenti berdoa dan membaca firman. Alih-alih disegarkan oleh Tuhan, Anda malah dibunuh.

Salah satu cara terbaik untuk penyebaran kumankuman adalah melalui makan hal-hal yang kotor. Ini menunjukkan bahwa untuk menjauhi kuman-kuman kematian dan perpecahan, kita perlu makan makanan rohani yang tepat. Karena itu, seperti yang akan kita lihat dalam berita selanjutnya, dalam Ulangan 14 Musa berbalik dari perkara perpecahan dan kemurtadan ke perkara makanan kudus.