← Daftar isi Yesaya · bab 8/54

SATU PERSEKUTUAN MENGENAI TANDA INKARNASI KRISTUS YANG DIBERIKAN KEPADA AHAS, RAJA YEHUDA

Pembacaan Alkitab: Yes. 7—8

Dalam berita ini saya ingin mempersekutukan lebih jauh tentang tanda inkarnasi yang diberikan kepada Ahas, raja Yehuda (Yes. 7:14). Kita akan melihat tanda ini dalam hubungannya dengan hal Setan memakai Babel untuk menentang Allah dan ekonomi-Nya. Perjanjian Baru dimulai dengan tanda dari seorang dara yang mengandung dan melahirkan seorang anak, yang namanya disebut Immanuel, yang berarti Allah menyertai kita (Mat. 1:22-23). Seperti yang akan kita lihat, tanda yang besar ini mencakup seluruh Alkitab dari Kejadian 11 sampai Wahyu 22.

UMAT PILIHAN ALLAH

Menurut wahyu ilahi dalam Alkitab, Allah membuat satu rencana, dan rencana ini adalah ekonomi kekal-Nya. Rencana Allah, ekonomi Allah, adalah mendapatkan satu umat bagi diri-Nya sendiri dari antara umat manusia yang diciptakan oleh Dia. Panggilan Allah terhadap Abraham adalah bagian dari penggenapan kedambaan Allah untuk mendapatkan satu umat bagi diri-Nya sendiri, yaitu satu umat yang dipilih, dipanggil, dan dipisahkan untuk menjadi harta Allah. Dengan kedatangan Kristus, Allah mengambil satu langkah lebih jauh untuk mendapatkan satu umat lainnya—gereja. Bagi Allah, gereja adalah harta benda Allah yang berlimpah. Karena itu, Allah memiliki dua umat pilihan: Israel dalam Perjanjian Lama dan kaum beriman dalam Perjanjian Baru. Totalitasnya, kaum beriman adalah gereja, umat pilihan Allah dalam Perjanjian Baru. Bagi penggenapan tujuan kekal-Nya, Allah damba untuk mendapatkan dua umat pilihan ini.

MUSUH ALLAH MEMAKAI BANGSA-BANGSA UNTUK MENGGAGALKAN TUJUAN KEKAL ALLAH

Namun, Allah mempunyai musuh, yaitu Setan, dan musuh ini telah masuk dan menimbulkan sejumlah besar kerusakan dalam usahanya untuk menggagalkan Allah dalam menggenapkan ekonomi kekal-Nya. Cara Setan adalah dengan memakai bangsa-bangsa—umat manusia yang diciptakan Allah tetapi yang bukan dipilih oleh-Nya—untuk menggagalkan tujuan kekal Allah.

PENENTANGAN YANG DATANG DARI BABEL

Babel dalam Perjanjian Lama

Wahyu ilahi selalu memiliki prinsipnya tersendiri, dan menurut prinsip wahyu ilahi ini, bangsa pertama yang dipakai oleh Setan untuk menggagalkan Allah dari menggenapkan ekonomi kekal-Nya adalah Babel dalam Kejadian 11. Babel adalah sebutan kuno untuk Babilonia. Di Babel orang-orang yang memberontak membangun satu menara dan satu kota untuk membuat satu nama bagi diri mereka sendiri (Kej. 11:4). Akhirnya, setelah berabad-abad, Babel meluas menjadi Babilonia. Penentangan manusia terhadap Allah ini ditandai oleh patung manusia dalam Daniel 2. Patung ini meliputi Babel (kepala dari emas), diikuti oleh Medio-Persia (dada dan lengan dari perak), Yunani (perut dan paha dari tembaga), dan Roma (kaki dari besi).

Sejarah memperlihatkan kepada kita bahwa sentral dari peperangan di antara bangsa-bangsa terjadi di Timur Tengah, terutama di wilayah Laut Tengah dan Sungai Efrat. Negeri Immanuel (Yes. 8:8) berada dalam wilayah ini. Ini adalah negeri yang akan diwarisi oleh Kristus untuk mendirikan kerajaan seribu tahun-Nya dengan dua umat-—Israel pilihan sebagai umat-Nya di bagian bumi dan kaum beriman pilihan sebagai umat-Nya di bagian surga. Peperangan di negeri ini masih sedang berlangsung, selama abad dua puluh ini situasi dunia berpusat di Timur Tengah.

Babel dalam Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Lama, orang-orang yang menyerbu negeri Immanuel ini adalah para penyerbu secara fisik, seperti bangsa Babel, Persia, Yunani, dan Roma. Dalam Perjanjian Baru, para penyerbu negeri ini, meskipun masih berasal dari Babel, tetapi adalah para penyerbu secara rohani. Babel dalam Perjanjian Lama adalah yang fisik, sedangkan Babel dalam Perjanjian Baru adalah yang rohani. Sampai akhir Perjanjian Baru, ada satu wahyu tentang Babel ini dalam dua aspek—aspek agama (Why. 17:1-18) dan aspek materi (Why. 18:1-24).

Jika kita membaca Perjanjian Baru dengan teliti, kita akan melihat bahwa peperangan di antara Setan dan Allah akan berakhir oleh peperangan antara Kristus dengan para pengikut-Nya yang setia dengan Antikristus dan para pengikutnya. (Why. 17:12-15). Antikristus, Kaisar Roma yang akan datang ini, akan menjadi satu orang yang akan membentuk satu perserikatan dengan sepuluh jari dari patung itu di dalam Daniel 2 dan menjadi pemimpin mereka. Secara rohani, Antikristus akan menjadi satu bagian dari Babel. Kepalanya adalah Babel dan pemimpin dari jari-jarinya juga adalah Babel. Ini menunjukkan bahwa penentangan terhadap Allah dimulai dengan Babel dan akan berakhir dengan Babel pula. Ketika Babel dimusnahkan dan dihancurkan, maka kerajaan itu akan datang. Kerajaan ini akan tersusun dari dua umat pilihan Allah, yaitu Israel dan kaum beriman.

Kita perlu melihat dengan jelas bahwa tanda dari seorang dara yang mengandung dan melahirkan seorang anak ini mencakup seluruh Alkitab dari Kejadian 11 sampai Wahyu 22. Hari ini kita masih berada dalam tahap penggenapan dari tanda ini, yaitu tanda dari seorang anak yang rampung dalam Immanuel. Selama tanda ini berlangsung sampai pada penggenapannya, maka peperangan antara Babel dan Yerusalem akan tetap terjadi. Babel hari ini memiliki dua aspek: aspek yang rohani, atau agama, yaitu Gereja Roma, dan aspek materi, yang akan menjadi kota Roma.

KRISTUS DIWAHYUKAN SEBAGAI IMMANUEL

Dalam Yesaya, pertama-tama Kristus diwahyukan sebagai Tunas Yehova (4:2a) dan kemudian sebagai Hasil tanah (4:2b), sebagai tudung untuk menudungi semua kepentingan Allah di seluruh alam semesta (4:5), dan sebagai kemah yang menaungi umat pilihan Allah (4:6). Akhirnya, Kristus ini akan menjadi sentral dari tanda yang almuhit ini-—tanda dari seorang dara yang mengandung dan melahirkan seorang anak.

Penggenapan yang riil dari tanda ini adalah inkarnasi (Mat. 1:20-23). Ketika Kristus datang, Dia adalah Immanuel, yang berarti Allah menyertai kita (Mat. 1:23). Kristus adalah Allah menyertai kita. Hal in bukan hanya diwahyukan dalam Matius 1 melainkan juga dalam Matius 28, di mana Tuhan Yesus berkata, “Ketahuilah, Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman” (ay 20). Sebenarnya, seluruh Perjanjian Baru adalah satu Immanuel, dan sekarang kita adalah satu bagian dari Immanuel yang besar ini yang akan rampung dalam Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya.

Immanuel Akan Menjadi Tempat Kudus Kita

Kristus sebagai Immanuel, sebagai Putra yang lahir dari seorang dara, adalah tempat kudus kita. Tempat kudus ini adalah tempat di mana kita hidup, tinggal dan menyembah Allah. Kita adalah imam-imam Allah, yaitu penyembah-penyembah-Nya, dan tempat kudus ini adalah tempat di mana kita tinggal bersama dengan Allah. Ketika Kristus berinkarnasi, Dia menjadi satu kemah (Yoh. 1:140. Kemah adalah satu istilah umum yang dipakai untuk menekankan tempat kudus. Bagi kita pada hari ini, tempat kudus ini adalah bagian yang paling dalam dari bait Allah di mana kita sebagai imam-imam Allah menyembah Allah, melayani Allah, dan tinggal bersama dengan Allah.

Bagi Para Penentang, Kristus Akan Menjadi Batu Sentuhan, Batu Sandungan, Jerat, dan Perangkap

Kristus mempunyai banyak penentang, termasuk bangsa-bangsa Kafir yang telah menyerbu negeri-Nya. Bangsa-bangsa ini tercakup dalam patung di dalam Daniel 2. Bagi mereka, Kristus akan menjadi batu sentuhan. Menurut Daniel 2:34 dan 35, Dia akan menjadi batu yang akan menghancurkan patung itu berkeping-keping.

Dalam empat Injil kita dapat melihat bahwa ketika Kristus berada di bumi, Dia ditentang oleh kelompok orang lainnya. Orang-orang dalam kelompok ini termasuk orang-orang Farisi, orang-orang Saduki, orang-orang Herodian, ahli-ahli taurat, tua-tua dan imam-imam tertentu. Bagi orang-orang yang berada dalam kelompok ini, Kristus adalah batu sandungan (Yes. 8:14b). Orang-orang yang jatuh kepada batu ini akan hancur berkeping-keping.

Selain itu, banyak orang yang menentang Kristus dengan licik dan penuh tipu daya, dan dalam tipu daya mereka, mereka berusaha untuk menjerat dan memerangkap Tuhan Yesus. Selama kunjungan Tuhan yang terakhir ke Yerusalem, orang-orang Farisi, orang-orang Saduki, orang-orang Herodian, ahli-ahli taurat, dan yang lainnya berusaha selama empat hari untuk memerangkap Dia, dan menjerat Dia. Tetapi sebaliknya, mereka malah terjerat dan terperangkap oleh-Nya. Bagi mereka, Kristus adalah satu jerat dan perangkap (Yes. 8:14c).

Kita berterima kasih kepada Tuhan bahwa bagi kita yang percaya kepada-Nya, Dia sebagai Immanuel, adalah tempat kudus kita. Dalam Dia kita memiliki hadirat Allah dan hadirat Allah ini adalah tempat kediaman kita, yakni tempat di mana kita menyembah Allah dan melayani Dia.