← Daftar isi Yesaya · bab 6/54

KESELAMATAN YEHOVA TERHADAP UMAT YANG DIKASIHINYA DAN TERHADAP BANGSA-BANGSA (4)

VISI TENTANG KRISTUS DALAM KEMULIAAN

DAN AMANAT PERINGATANNYA KEPADA YESAYA

Pembacaan Alkitab:

Yes. 6:1-13; Mat. 13:14-15; Yoh. 12:40-41; Mat. 23:37-38; 24:2; Kis. 28:25-27

Pasal enam sampai delapan plus pasal sembilan dan sebelas adalah satu kelompok dari pasal-pasal dalam nubuat Yesaya yang menyingkapkan Kristus sampai pada puncaknya. Dalam berita ini kita akan melihat penyingkapan tentang Kristus dalam pasal enam.

I. VISI TENTANG KRISTUS DALAM KEMULIAAN

Dalam 6:1-7 kita memiliki satu visi tentang Kristus dalam kemuliaan.

A. Meskipun ada Pemberontakan, Kejahatan, dan Kebobrokan Israel, Kristus tetap Duduk di atas Takhta yang Tinggi dan Menjulang

Meskipun ada pemberontakan, kejahatan, dan kebobrokan Israel, umat yang dipilih dan dikasihi-Nya, Kristus tetap duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang (ay. 1-4). Ayat-ayat ini menunjukkkan bahwa tidak peduli bagaimana situasi yang mungkin terjadi di bumi ini dan betapa bobrok dan merosotnya situasi di antara umat Allah, Kristus tetap duduk di atas takhta dalam kemuliaan-Nya.

Ketika Yesaya melihat situasi di antara anak-anak Israel, ia sangat kecewa. Karena alasan ini, maka dalam lima pasal yang pertama dari nubuatnya, ia hanya memiliki sedikit perkataan yang baik tentang anak-anak Israel. Pada poin inilah Tuhan membawanya ke dalam satu penglihatan/visi supaya ia dapat melihat Tuhan kemuliaan duduk di atas takhta (ay. 1). Tuhan seolah-olah berkata kepada Yesaya, “Janganlah melihat situasi. Jika kamu melihatnya, kamu akan kecewa. Pandanglah Aku. Aku masih ada di sini. Mungkin tidak ada yang baik di sana, tetapi di sini segala sesuatunya baik. Akulah satu-satunya yang baik di alam semesta ini. Pandanglah Aku.”

Pada permulaan kehidupan gereja Anda, Anda mungkin telah mengalami “bulan madu” dalam gereja. Tetapi setelah sejangka waktu, apa yang serasa begitu manis bagi Anda telah menjadi asam seperti cuka. Kemudian bukannya memiliki bulan madu, sebaliknya Anda malah mengalami “bulan cuka.” Dalam kekecewaan Anda terhadap kehidupan gereja, Anda mungkin menyangka bahwa jika Anda pindah ke lokalitas lainnya akan lebih baik. Namun, saya dapat menjamin Anda bahwa Anda tidak akan dapat menemukan satu gereja yang terus menerus mengalami bulan madu. Dalam setiap gereja ada cukanya. Karena itu, dalam kehidupan gereja, kita perlu belajar tidak melihat situasi melainkan memandang kepada Kristus. Kita tidak boleh melihat apa pun atau siapa pun selain daripada Kristus. Kristus yang kita pandang ini tidak lagi berada di kayu salib; hari ini Kristus ada di atas takhta.

1. Umat itu telah Jatuh, tetapi Kristus dan Takhta-Nya tetap Sama dalam Kemuliaan-Nya

Umat itu telah jatuh, tetapi Kristus dan takhta-Nya tetap sama dalam kemuliaan-Nya (ay. 1a). Di bumi ini, segala sesuatunya akan berubah dan naik turun, tetapi Kristus tetap sama hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr. 13:8).

2. Ujung Jubah Kristus tetap Memenuhi Bait Suci

Ujung jubah Kristus tetap memenuhi Bait Suci (Yes. 6:1b). Jubah Kristus yang panjang ini menandakan kemegahan Kristus dalam kebajikan-kebajikan-Nya. Kemuliaan terutama mengacu kepada Allah, sedangkan kemegahan terutama mengacu kepada manusia. Kemegahan Kristus dalam kebajikan-kebajikan-Nya diekspresikan terutama dalam dan melalui keinsanian-Nya.

Kita mungkin mendambakan naik ke surga untuk melihat kemuliaan Kristus dalam keilahian-Nya, tetapi dalam visi Yesaya, Kristus yang berada dalam kemuliaan ini dan penuh dengan kemegahan dalam kebajikan-kebajikan insani-Nya. Bila kita melihat Kristus dalam kemuliaan-Nya, maka kita akan melihat Dia terutama dalam keinsanian-Nya, yang penuh dengan kebajikan. Semua kebajikan Kristus itu terang dan bercahaya, dan cahaya ini adalah kemegahan-Nya. Kemuliaan Kristus ada dalam keilahian-Nya, dan kemegahan-Nya ada dalam keinsanian-Nya.

3. Serafim Berseru Seorang kepada Seorang, Memuji Kristus dalam Kekudusan-Nya

Serafim berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam” (ay 2-3). Ini adalah satu pujian yang disampaikan kepada Kristus dalam kekudusan-Nya.

4. Seluruh Bumi Dipenuhi dengan Kemuliaan Kristus

Yesaya melihat jubah panjang yang menandakan kemegahan Kristus dalam kebajikan-kebajikan-Nya, sedangkan serafim mengumumkan bahwa seluruh bumi dipenuhi dengan kemuliaan Kristus.

5. Alas Ambang Pintunya Goyang, dan Rumah itu Penuh dengan Asap

Dalam ayat 4 kita melihat bahwa alas ambang pintunya goyang oleh suara orang yang berseru itu. Penggoyangan ini menandakan kekhidmatan. Dalam ayat ini kita juga melihat bahwa rumah itu penuh dengan asap. Ini menandakan kemuliaan membara yang mengagumkan.

6. Perkataan Yohanes mengenai Penglihatan Yesaya

Yohanes, dalam catatannya tentang penghidupan dan pekerjaan Kristus di bumi, menunjukkan penglihatan Yesaya di sini, dengan mengatakan bahwa Yesaya melihat kemuliaan Kristus (Yoh. 12:41).

B. Respon Yesaya

Dalam Yesaya 6:5 kita memiliki respon Yesaya.

1. Sadar Bahwa Dia Binasa

Yesaya menjawab visi tentang Kristus dalam kemuliaan itu dengan berkata, “Celakalah aku! Aku ini binasa!” (ay. 5a). Akibat dari melihat visi ini, Yesaya diakhiri, habis.

2. Sadar Bahwa Dia ini Seorang yang Najis Bibir dan Bahwa Dia Tinggal di Tengah-tengah Bangsa yang Najis Bibir

Yesaya selanjutnya berkata, “Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir” (ay. 5b). Melalui hal ini kita dapat melihat bahwa kita harus memperhatikan bibir kita, yaitu perkataan kita. Setiap hari kita berbicara terlalu banyak. Sebagian besar dari kata-kata yang kita ucapkan itu jahat, karena kebanyakan dari perkataan kita adalah perkataan yang mengritik. Hampir setiap kata yang kita ucapkan mengenai perkara apa pun atau orang mana pun adalah perkataan yang mengritik. Inilah sebabnya mengapa bibir kita itu najis. Hal-hal yang najis seperti gosip, bersungut-sungut, dan berbantah-bantahan membuat kehidupan gereja itu serasa seperti cuka. Jika kita menghapuskan gosip, sungut-sungut dan berbantah-bantahan, maka kita dapat menemukan bahwa kita hanya memiliki sedikit hal untuk dibicarakan. Seperti halnya Yesaya, kita juga perlu menyadari bahwa bibir kita itu najis.

Setiap orang yang sungguh-sungguh melihat visi dari Tuhan pasti akan diterangi. Visi yang dia lihat itu segera menelanjanginya dan membawanya masuk ke dalam terang. Ketika Petrus melihat Tuhan dalam Lukas 5, ia segera berkata kepada Tuhan, “Tuhan, pergilah daripadaku karena aku ini seorang berdosa” (ay. 8).

Berapa banyak kita menyadari diri kita sendiri itu tergantung kepada berapa banyak kita melihat Tuhan. Karena alasan ini, maka kita perlu satu kebangunan di setiap pagi. Penyegaran pagi adalah waktu bagi kita untuk melihat Tuhan kembali. Semakin kita melihat Tuhan, kita akan semakin melihat apa adanya kita. Kita akan sadar bahwa tidak ada satu pun yang baik di dalam kita dan bahwa segala sesuatu yang ada di dalam kita itu tidak ada kemegahan atau kebajikan.

3. Tahu dengan Matanya Bahwa Ia Telah Melihat Raja, yakni Yehova Semesta Alam

Meskipun Yesaya tahu bahwa ia binasa dan bahwa ia adalah seorang yang najis bibir, tetapi ia tahu bahwa matanya telah melihat sang Raja, yakni Yehova semesta alam (Yes. 6:5c).

C. Pembersihan Yesaya

Yesaya 6:6-7 membicarakan tentang pembersihan Yesaya.

1. Oleh Seorang dari Serafim

Setelah Yesaya menyadari bahwa ia najis, ia dibersihkan oleh seorang dari serafim, yang menandakan kekudusan Allah (ay. 6a).

2. Dengan Bara dari atas Mezbah

Yesaya dibersihkan dengan bara dari atas mezbah (ay. 6b-7a). Bara ini menandakan khasiat dari penebusan Kristus yang digenapkan di kayu salib.

3. Menghapus Kesalahannya dan Membersihkan Dosanya

Pembersihan oleh serafim dengan bara dari atas mezbah ini menghapuskan kesalahan Yesaya dan membersihkan dosanya (ay. 7b).

Apakah Yesaya belum dibasuh oleh Allah sebelum pengalamannya dalam pasal enam? Memang, Yesaya telah dibersihkan, tetapi ia sadar bahwa ia masih najis. Ini menunjukkan bahwa kita semua perlu menyadari bahwa kita sepenuhnya najis. Tidak peduli berapa kali kita telah dibasuh, kita masih tetap najis. Kita semua harus mengenal diri kita sendiri sampai sedemikian rupa.

Dalam pengalaman kita, apakah kita bersih atau najis itu tergantung kepada perasaan dari hati nurani kita; dan perasaan hati nurani kita itu tergantung kepada penglihatan kita akan Tuhan. Berapa banyak kita melihat Tuhan itu menentukan berapa banyak kita telah dibasuh. Semakin kita melihat Tuhan dan ditelanjangi, kita akan semakin dibersihkan. Bila hati nurani kita bersih dan bebas dari pelanggaran, maka kita dapat mengontaki Allah. Menurut hati nurani kita yang telah diterangi, kita memang bersih, tetapi menurut fakta yang sebenarnya dari keadaan kita dalam ciptaan lama, kita ini najis. Bagaimanakah ciptaan lama dapat menjadi bersih? Selama kita tetap berada dalam ciptaan lama, kita tidak akan pernah dapat menjadi bersih seluruhnya, karena ciptaan lama itu najis. Kita memerlukan penebusan tubuh kita. Sekali tubuh kita ditebus, kita akan keluar dari ciptaan lama. Pada waktu itu, kita akan menjadi bersih seluruhnya.

II. AMANAT PERINGATAN KRISTUS KEPADA YESAYA

Dalam ayat 8 sampai 13 kita memiliki peringatan Kristus yang diamanatkan kepada Yesaya. Setelah Yesaya dibersihkan, ia menerima satu amanat dari Tuhan.

A. Keperluan Tuhan

1. Panggilan-Nya

Mengenai keperluan Tuhan, kita pertama-tama memiliki panggilan-Nya. Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku/Kami?” (ay. 8a). Kata-kata Aku dan Kami menunjukkan bahwa Dia yang berbicara di sini itu tritunggal, dan bahwa Dia ini bukan hanya Kristus melainkan Kristus sebagai perwujudan dari Allah Tritunggal.

2. Jawaban Yesaya

Jawaban Yesaya sangat baik. Ia berkata, “Ini aku, utuslah aku!” (ay. 8b).

B. Peringatan Tuhan yang Diamanatkan kepada Yesaya

1. Perintah-Nya

Dalam ayat 9 dan 10 Tuhan memberikan perintah-Nya kepada Yesaya. Tuhan berkata kepadanya, “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.” Ini menunjukkan bahwa tidak ada jalan bagi umat itu untuk disembuhkan dan dipulihkan.

2. Pertanyaan Yesaya

Dalam menjawab perintah Tuhan ini, Yesaya mengajukan satu pertanyaan. Ia berkata, “Sampai berapa lama, ya Tuhan?” (ay. 11a). Ia bertanya sampai berapa lama situasi ini akan tetap ada.

3. Jawaban

Dalam ayat 11b sampai 13 kita memiliki jawaban Tuhan kepada pernyataan Yesaya. Tuhan berkata kepadanya, “Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi sepi. TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong. Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus.” Kecuali firman tentang tunas yang kudus, nubuat ini telah digenapi.

4. Nubuat Peringatan ini Akan Digenapkan oleh Penyerangan dan Penawanan Bangsa Babel

Nubuat peringatan sebelumnya diberikan kira-kira tahun 758 SM, dan digenapi kira-kira tahun 606 SM oleh penyerangan dan penawanan bangsa Babel (2 Raj. 24-25). Bangsa Babel mengepung Yerusalem dan membawa orang-orang penting.

C. Peringatan ini Dikutip oleh Tuhan Yesus dan Yohanes

Peringatan ini dikutip oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 13:14-15, sewaktu Tuhan di bumi, untuk memperingatkan orang-orang Yahudi yang memberontak dan tegar tengkuk di bawah ministri-Nya. Peringatan ini juga dikutip oleh Yohanes di dalam Yohanes 12:40. Peringatan Tuhan ini digenapkan pada tahun 70 M oleh pasukan Roma di bawah pimpinan Titus (Mat. 23:37-38; 24:2).

D. Peringatan ini Dikutip oleh Rasul Paulus

Peringatan ini juga dikutip oleh Rasul Paulus di dalam Kisah Para Rasul 28:25-27 untuk memperingatkan orang-orang Yahudi yang tidak percaya di bawah pemberitaan injilnya; dan peringatannya ini juga digenapkan pada tahun 70 M oleh Titus dengan pasukannya. Selain itu, setelah tahun 70 M, peringatan ini telah digenapkan sepanjang abad.