← Daftar isi Yesaya · bab 5/54

SATU PERSEKUTUAN MENGENAI KRISTUS SEBAGAI TUNAS YEHOVA, HASIL TANAH, TUDUNG DAN KEMAH

Pembacaan Alkitab: Yes. 4:1-2, 4-6

Yesaya adalah seorang kaya. Dia bukan hanya kaya dalam lukisannya melainkan juga kaya terutama dalam Kristus. Banyak poin mengenai Kristus yang dikeluarkan oleh Yesaya. Dalam berita ini saya ingin memberikan satu persekutuan lebih lanjut mengenai Kristus sebagai Tunas Yehova, Hasil tanah, dan tudung.

MEMBAWA MASUK KRISTUS

Dalam berita sebelumnya, saya memakai ekspresi membawa masuk manusia-Allah, Kristus, dan sekarang saya ingin menjelaskan mengapa saya memakai istilah membawa masuk ini dalam hubungannya dengan Kristus. Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat Yesaya 4:1 dan 2 dan hubungan di antara kedua ayat ini. Ayat 1 mengatakan, “Pada waktu itu tujuh perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: ‘kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!’” Perempuan-perempuan ini malu karena mereka tidak mempunyai suami. Mereka tidak mempunyai laki-laki untuk memimpin mereka, dan mereka ingin melekatkan nama seorang laki-laki agar aib mereka dapat disingkirkan. Ketika saya membaca ayat ini pada mulanya, saya memikirkan tentang maknanya. Apakah makna dari firman ini? Maknanya adalah bahwa firman ini adalah satu rangkaian di antara penghakiman Allah dan Kristus. Seperti yang ditunjukkan ayat 2, kekurangan dari perempuan-perempuan ini bukanlah mereka kekurangan seorang pemimpin melainkan karena mereka kekurangan Kristus sebagai Tunas Yehova dan sebagai Hasil tanah. Ayat 2 mewahyukan bahwa bagi perempuan-perempuan yang telah diselamatkan ini, Kristus sebagai Tunas Yehova akan menjadi kepermaian dan kemuliaan dan Kristus sebagai Hasil tanah akan menjadi kebanggaan dan kehormatan. Ini adalah membawa masuk Kristus.

Sekarang saya ingin melanjutkan untuk memberikan satu penjelasan lebih jauh tentang Tunas Yehova dan Hasil tanah.

KRISTUS SEBAGAI TUNAS YEHOVA

Menurut 4:2, Kristus pertama-tama adalah Tunas Yehova. Istilah Tunas Yehova, yang mengacu kepada keilahian Kristus, menekankan kekayaan dan kesegaran hayat. Tunas yang keluar dari tanaman apa pun menunjukkan bahwa hayat tanaman itu giat, bertumbuh dan produktif. Prinsipnya sama dengan Kristus sebagai Tunas Yehova. Sebagai satu Tunas yang demikian, Dia mewujudkan kekayaan, kesegaran, kegiatan, pertumbuhan, dan keproduktifan kekuatan hayat ilahi.

KRISTUS SEBAGAI HASIL TANAH

Istilah Hasil tanah, yang mengacu kepada keinsanian Kristus dan menunjukkan bahwa Dia bertumbuh dari tanah, menekankan buah yang dihasilkan, dibawa, dan diekspresikan dalam keinsanian Kristus. Tentunya, agar reproduksi ini terjadi, maka harus ada hayat ilahi. Tetapi, keinsanian juga diperlukan. Misalnya Tuhan kita tidak menjadi seorang manusia melalui inkarnasi tetapi hanya tinggal saja dalam keilahian-Nya. Apakah yang dapat dihasilkan dari pada-Nya sebagai buahnya? Jawabannya adalah bahwa tidak ada hasil apa pun. Saya ingin menekankan fakta bahwa semua hasil Kristus yang bermacam-macam ini berasal dari hayat ilahi, yang dilambangkan oleh Tunas Yehova. Tetapi tanpa keinsanian Kristus, maka hayat ilahi tidak mungkin produktif dalam menghasilkan buah. Empat Injil menunjukkan kepada kita bahwa semua buah yang dilahirkan oleh Kristus berasal dari hayat ilahi, tetapi dihasilkan dalam keinsanian Kristus. Karena itu, Tunas Yehova menekankan hayat ilahi dalam kekayaan-kekayaannya, dan Hasil tanah menekankan buah yang dihasilkan oleh hayat ini dalam keinsanian.

ALLAH DAN MANUSIA HIDUP BERSAMA

Baik Kristus sebagai Tunas Yehova maupun sebagai Hasil tanah itu menunjukkan bahwa Dia adalah manusia-Allah. Dalam Dia Allah dan manusia hidup bersama menjadi satu. Perjanjian Baru adalah wahyu tentang hal ini: ini memperlihatkan kepada kita Allah dan manusia hidup bersama, dengan Allah sebagai hayat secara bathini dan manusia sebagai buah secara lahiriah.

Hari ini sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita memerlukan hayat ilahi dan hayat insani. Jika kita tidak memiliki hayat ilahi, maka kita tidak memiliki hayat. Tetapi jika kita tidak memiliki hayat insani yang tepat yang sesuai dengan hayat ilahi, maka kita tidak akan berbuah. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa, sebagai orang-orang yang telah dipilih dan ditakdirkan oleh Allah, kita memerlukan hayat ilahi yang terekspresi dalam kehidupan insani kita. Jika kita memiliki hal ini, maka dalam pengalaman kita, kita akan memiliki Kristus sebagai Tunas Yehova dan sebagai Hasil tanah.

KRISTUS SEBAGAI TUDUNG DAN KEMAH

Dalam pasal empat, setelah membicarakan tentang Kristus sebagai Tunas Yehova dan sebagai Hasil tanah, Yesaya selanjutnya menunjukkan Dia sebagai tudung dan kemah. “Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan” (ay 5-6). Kristus bukan hanya Tunas dan Hasil—Dia juga adalah tudung yang menudungi kita dan pergerakan Allah serta segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Allah mempunyai satu pergerakan yang besar di bumi ini, dan pergerakan ini melibatkan banyak hal. Seperti yang telah kita tunjukkan, Kristus adalah sentralitas dan universalitas dari roda besar pergerakan Trinitas Ilahi. Kristus yang adalah sentralitas dan universalitas dari pergerakan Allah juga adalah tudung yang menudungi totalitas dari pergerakan ini. Poin pentingnya adalah bahwa selain sebagai realitas dari pergerakan Allah di bumi, Kristus juga adalah tudung yang menudungi pergerakan Allah dan semua hal yang terlibat dengannya.

Dalam ayat 5 Yesaya membicarakan tentang tudung, dan dalam ayat 6 ia membicarakan tentang kemah. Kristus bukan hanya tudung yang menudungi semua hal dalam pergerakan Allah melainkan juga merupakan satu kemah yang menaungi umat pilihan Allah. Manusia-Allah, Kristus, yang adalah tudung kita, juga adalah satu kemah sebagai tempat bernaung pada siang hari terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian yang menjaga kita dari segala macam angin ribut dan hujan.

Saya bisa bersaksi bahwa dalam dua bulan sebelum sampai wakunya saya mulai memberikan berita-berita ini, saya mengalami Kristus sebagai tudung saya. Dua bulan ini adalah bulan-bulan peperangan—berperang agar dapat melaksanakan pelajaran-hayat ini. Saya sadar bahwa musuh, yaitu Setan, tidak senang melihat bahwa, pada akhir zaman ini, Kristus yang diwahyukan dalam Yesaya akan disingkapkan kepada anak-anak Allah. Karena itu, saya mulai berperang mengenai hal ini. Selama waktu peperangan ini, saya mengambil Tuhan Yesus sebagai penudung saya. Saya berdoa, “Tuhan tudungi aku dibawah darah-Mu yang mustika. Aku menyembunyikan diriku di dalam-Mu. Aku minta kepada-Mu, Tuhan, tudungilah aku dan segala sesuatu yang berhubungan dengan aku.” Hari ini kita semua memerlukan Kristus sebagai tudung yang demikian, dan kita juga memerlukan Kristus sebagai kemah/pondok tempat bernaung untuk melindungi kita dari panas terik dan sebagai satu persembunyian yang melindungi kita dari angin ribut dan hujan apa pun.

MELIHAT KRISTUS YANG KAYA DALAM YESAYA

Kristus yang diwahyukan dalam kitab Yesaya ini sangat kaya. Kita perlu melihat Kristus yang kaya ini dan mengenal Dia sebagai Tunas Yehova, Hasil tanah, tudung, dan kemah. Mungkin Anda telah menjadi seorang Kristen selama bertahun-tahun, tetapi sebelumnya Anda tidak melihat Kristus dalam butir-butir apakah Dia itu bagi kita. Pernahkah Anda melihat bahwa Kristus, manusia-Allah ini, adalah Tunas Yehova dalam keilahian-Nya dan Hasil tanah dalam keinsanian-Nya? Pernahkah Anda mendengar bahwa Kristus adalah tudung yang menudungi semua kepentingan Allah di bumi dan kemah yang menaungi umat Allah dari segala sesuatu yang mengganggu mereka? Banyak orang Kristen yang tahu bahwa karena Allah mengasihi dunia ini maka Dia mengaruniakan Putra tunggal-Nya (Yoh. 3:16), tetapi sedikit, yang melihat Kristus dan mengenal Kristus sebagai Dia yang diwahyukan dalam Yesaya ini. Karena itu, saya mendorong Anda untuk meluangkan waktu Anda, kemampuan dan energi Anda untuk mempelajari kitab ini untuk melihat dan mengenal Kristus yang ajaib yang diwahyukan di dalamnya.