← Daftar isi Yesaya · bab 35/54

SEORANG ANAK DENGAN SIFAT ILAHI DAN SIFAT INSANI LAHIR DARI SEORANG DARA INSANI DAN SEORANG PUTRA DALAM SIFAT ILAHI DIBERIKAN OLEH BAPA YANG KEKAL

Pembacaan Alkitab: Yes. 7:14; 9:6-7; Mat. 1:20, 23, 21; Yoh. 3:16

Dalam berita ini kita sampai kepada dua nubuat dari nubuat-nubuat yang terbesar dalam Alkitab mengenai Kristus, yang tercatat dalam Yesaya 7:14 dan 9:5. Nubuat-nubuat ini membicarakan tentang seorang anak akan lahir dan seorang putra akan diberikan. Kata anak dalam ayat-ayat ini menunjukkan Allah, menunjukkan manusia, menunjukkan Allah yang menjadi manusia, dan menunjukkan Allah dan manusia berbaur bersama-sama menjadi satu. Anak ini adalah manusia-Allah. Anak dengan sifat ilahi dan sifat insani ini juga adalah putra yang diberikan dalam sifat ilahi oleh Bapa yang Kekal.

Pasangan puisi yang pertama dari butir-butir yang menyingkapkan tentang Kristus dalam kitab Yesaya adalah bahwa Dia adalah Tunas Yehova dan Hasil tanah (4:2). Pasangan yang kedua dari butir-butir tentang Kristus adalah hasil dari pasangan yang pertama. Pasangan ini adalah Kristus sebagai tudung kemuliaan yang menaungi dan kemah kasih karunia yang menaungi (4:5-6). Kita ditudungi di bawah kemuliaan dan kita dinaungi oleh kasih karunia. Kristus sebagai kasih karunia adalah kemah yang menaungi kita, dan Kristus sebagai kemuliaan adalah tudung yang menudungi kita. Banyak dari kekayaan Kristus yang terlihat dalam Yesaya yang tidak ditunjukkan dalam Perjanjian Baru. Misalnya, tulisan Paulus, tidak membicarakan tentang Kristus sebagai Tunas Yehova dan Hasil tanah. Kristus yang diministrikan Paulus kepada kita dan yang membantu kita menuntut adalah Tunas Allah yang mengembangkan Allah dan Hasil tanah bagi perbanyakan-Nya dan reproduksi-Nya. Allah berkembang adalah agar Dia dapat menyebarkan diri-Nya sendiri dan dengan keilahian ke dalam keinsanian. Dalam kekekalan yang lampau dan sebelum inkarnasi, Dia hanya berada dalam wilayah keilahian. Kemudian melalui inkarnasi-Nya, Dia berkembang ke dalam wilayah lainnya, yaitu wilayah keinsanian.

Wahyu yang kedua yang dilihat oleh Yesaya adalah bahwa Kristus berada dalam kemuliaan ilahi-Nya dengan kebajikan-kebajikan insani-Nya dalam kekudusan-Nya (6:1-10). Kemuliaan ilahi-Nya dilambangkan oleh asap, kebajikan-kebajikan insani-Nya dilambangkan oleh ujung jubah-Nya, dan kekudusan-Nya dipegang oleh serafim itu. Yesaya diutus oleh Kristus yang penuh dengan kemuliaan ilahi dan kebajikan-kebajikan insani dalam kekudusan-Nya.

Dalam berita ini kita sampai kepada wahyu utama yang ketiga tentang Kristus dalam Yesaya, yang terlihat dalam 7:14 dan 9:5. Pasangan dari butir-butir tentang Kristus ini adalah seorang anak yang lahir dari dara insani dan seorang putra yang diberikan oleh Bapa yang Kekal. Yesaya 7:14 mengatakan, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Ia akan menamakan Dia Immanuel.” Yesaya 9:5 mengatakan, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita dan seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya akan disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Anak yang lahir dalam 9:5 adalah Dia yang dilahirkan dari seorang dara dan yang bernama Immanuel dalam 7:14.

I. SEORANG ANAK YANG LAHIR DARI SEORANG DARA INSANI

Anak yang lahir dari seorang dara insani ini adalah Immanuel, yaitu Allah menyertai manusia (Yes. 7:14; 9:6a). Dia adalah seorang anak insani yang lahir dari dara insani, namun Dia juga adalah Allah yang sesungguhnya. Yesaya ditulis kira-kira tujuh ratus tahun sebelum Kristus berinkarnasi, namun kitab ini membicarakan tentang seorang anak yang lahir yang akan menjadi Allah. Anak ini disebut “anak manusia-Allah,” seorang anak dengan dua sifat, sifat ilahi dan sifat insani. Dia adalah seorang anak ilahi-insani.

A. Pertama, Allah Diperanakkan dalam Dara Maria dari Roh Kudus

Pertama, Allah diperanakan dalam dara Maria dari Roh Kudus. Matius 1:20 mengatakan bahwa malaikat Tuhan berbicara kepada Yusuf katanya, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” Sebelum Yesus lahir dari seorang dara, Allah diperanakkan di dalamnya, dan lahir ke dalamnya. Yang diperanakkan dalam Maria adalah dari Roh Kudus. Esens ilahi yang berasal dari Roh Kudus telah dilahirkan dalam rahim Maria sebelum ia melahirkan Yesus anak ini. Allah lahir ke dalam Maria dan tinggal dalam rahim Maria selama sembilan bulan.

B. Kemudian, seorang Anak Dilahirkan dengan Sifat Ilahi, dan keluar dari Dara Insani, untuk Menjadi Manusia-Allah

Kemudian yang dilahirkan dari Allah Roh ke dalam Maria itu dihasilkan. Yesus, Immanuel, keluar dari rahim Maria. Pertama, Allah diperanakkan dalam dara Maria dari Roh Kudus. Kemudian, seorang anak insani dihasilkan dengan sifat ilahi, dan keluar dari dara insani, untuk menjadi manusia-Allah (ay. 23a).

C. Dinamai Yesus—Yehova Penyelamat

Dia ini dinamai Yesus—Yehova Penyelamat (ay. 21). Yesus bukan hanya seorang manusia melainkan juga Yehova; Dia adalah Yehova yang menjadi keselamatan kita, Penyelamat kita.

D. Disebut Immanuel—Allah Menyertai Kita oleh Orang-orang yang Mengalami-Nya

Dia disebut Immanuel—Allah menyertai kita oleh orang-orang yang mengalami-Nya (ay. 23b). Anak yang lahir dari Maria ini adalah seorang anak manusia-Allah. Yesus adalah manusia-Allah. Di atas bumi ini ada seorang anak yang adalah manusia-Allah. Allah tidak menciptakan manusia yang demikian ini. Dia telah menciptakan Adam hampir empat ribut tahun sebelum kelahiran Yesus. Sebelum kelahiran-Nya, tidak pernah ada manusia yang demikian, yaitu manusia yang berbaur dengan Allah. Yesus adalah nama yang diberikan oleh Allah kepada-Nya, sedangkan Immanuel adalah nama yang disebut oleh manusia. Manusia-Allah ini adalah Immanuel, dan Dia juga adalah Allah Penyelamat.

Dia adalah Allah yang berasal dari keilahian dan dengan keilahian ke dalam keinsanian untuk menjadi Yehova Penyelamat di pihak negatif untuk menyelamatkan kita dari dosa, dan di pihak positif untuk menyelamatkan kita kepada Allah. Kita diciptakan oleh Allah dan kepada Allah, tetapi kita telah jatuh dan meninggalkan Allah. Allah menempatkan manusia di hadapan-Nya, yaitu di hadapan pohon hayat, tetapi kejatuhan manusia telah membuat kita berpaling dari pada-Nya. Karena itu, Allah datang untuk menjadi Allah dan manusia agar Dia dapat menjadi Yehova Penyelamat untuk menyelamatkan kita dari dosa kepada diri-Nya sendiri. Tujuan keselamatan kita adalah Allah. Sebelum kita diselamatkan, kita ada di dalam dosa. Sekarang, kita telah diselamatkan, kita ada di dalam Allah dan Allah ada di dalam kita (1 Yoh. 4:15). Di dalam Allah, kita telah dilahirkan kembali dengan hayat-Nya untuk menjadi manusia-manusia dari Allah, yaitu manusia-manusia-Allah. Sebelum seorang saudara diselamatkan, ia mungkin berasal dari Hong Kong. Ia adalah seorang “manusia Hong Kong.” Tetapi sekarang setelah ia diselamatkan, ia adalah seorang manusia-Allah, seorang yang berada di dalam Allah dan yang memiliki Allah di dalamnya. Sekarang, kita memiliki Yesus, Yehova Penyelamat kita, dan Immanuel, yaitu Allah menyertai kita.

II. SEORANG PUTRA DIBERIKAN OLEH BAPA YANG KEKAL

Anak yang dilahirkan dari seorang dara insani ini adalah putra yang diberikan oleh Bapa yang Kekal (Yes. 9:6a; Yoh. 3:16).

A. Nama-Nya Disebut Penasehat yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai

Yesaya 9:5 mengatakan bahwa nama Dia ini disebut “Penasehat yang Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Sejauh ini, kita telah melihat bahwa Dia ini adalah Yesus dan Immanuel. Yesaya 9:5 mewahyukan empat butir lainnya dari apa adanya Kristus. Ada terjemahan yang memisahkan kata Ajaib dan Penasehat dengan sebuah koma, yang menunjukkan bahwa ini adalah dua sebutan yang terpisah. Namun, karena butir lainnya di dalam Yesaya 9:5 ini terbentuk dari satu kata benda dengan satu kata yang menentukan, maka adalah logis bila kita mengatakan bahwa “Ajaib” seharusnya memodifikasi “Penasehat.” Kristus adalah Penasehat yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai.

Nubuat dalam Yesaya 7:14 dapat dilihat penggenapannya dalam Matius 1:20-23. Nubuat dalam Yesaya 9:5 mengenai Kristus sebagai Persona yang ajaib dapat dilihat penggenapannya dalam Yohanes 3:16. Yesaya 9:5 mengatakan bahwa “seorang anak dilahirkan kepada kita, seorang putra diberikan kepada kita.” Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal.” Yohanes 3:16 ini berdasarkan Yesaya 9:5. Seorang putra diberikan melalui seorang anak dilahirkan. Dalam kelahiran anak itu, ada satu pemberian yang dikaruniakan Allah—Putra-Nya. Anak itu adalah anak manusia dan anak Allah, jadi, anak manusia-Allah. Bapa yang kekal memberikan satu pemberian kepada kita, dan pemberikan itu adalah Putra-Nya, yang menjadi manusia-Allah.

Putra-Nya, yaitu pemberian yang diberikan kepada kita ini, disebut Penasehat yang Ajaib. Dia juga adalah Allah yang Perkasa dan Bapa yang Kekal. Injil Yohanes mewahyukan Putra juga Bapa yang Kekal. Bapa dan Putra seringkali disinggung dalam injil ini. Injil ini memperlihatkan kepada kita bahwa Putra dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30; 14:9-10). Dia juga adalah Raja Damai. Sebutan ini berhubungan dengan pemerintahan. Yesaya 9:5 mengatakan, “Lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya,” dan ayat 6 mengatakan, “Besar kekuasaan-Nya dan damai sejahtera-Nya tidak akan berkesudahan.” Dalam Lukas 1 malaikat Gabriel berkata kepada Maria bahwa “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan” (ay. 33).

Dia ini adalah seorang anak yang dilahirkan dari seorang dara insani dan seorang putra yang diberikan oleh Bapa yang Kekal. Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Dia adalah Firman, yaitu Allah yang menjadi daging. Yohanes 1:14 tidak memakai kata dilahirkan atau diberikan. Firman ini mengatakan bahwa Firman itu menjadi daging. Dia adalah Firman dan kemudian Dia menjadi daging. Dia menjadi daging adalah kedatangan-Nya yang penuh dengan kasih karunia dan realitas. Dia menjadi daging adalah inkarnasi Allah, di mana Dia menjadi perwujudan Allah (Kol. 2:9). Allah datang sebagai kasih karunia dan realitas bagi kita untuk menerima Dia, memperoleh Dia dan menikmati Dia. Allah ini, yang adalah kasih karunia sebagai bagian kita, juga adalah realitas kita. Kita tidak memiliki sesuatu yang riil sampai kita menerima Allah yang berinkarnasi. Ketika kita menikmati Dia, Dia menjadi bagian kita, dan bagian ini adalah realitas kita. Ketika Dia menjadi daging, Dia datang sebagai kasih karunia dan realitas.

Anak yang dilahirkan dari dara ini adalah Yesus dan Immanuel, dan anak ini adalah pemberian yang dikaruniakan sebagai Putra. Putra ini, pemberian ini, adalah Penasehat yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai. Ketika kita menerima Kristus, maka kita menerima Dia sebagai begitu banyak butir yang menakjubkan. Dia adalah Yehova Penyelamat kita, yang menyelamatkan kita dari dosa ke dalam diri-Nya, dan Dia adalah Immanuel, yaitu Allah menyertai kita. Kita menikmati Dia ini sebagai kasih karunia, yang adalah Allah sendiri sebagai bagian kita untuk kenikmatan kita. Hasil dari kenikmatan kita akan Dia sebagai bagian kita adalah bahwa Dia menjadi realitas kita. Kemudian kita menjadi manusia yang riil. Sekarang tidak ada sesuatu pada kita yang palsu, atau yang tidak riil.

Kita juga menikmati Kristus sebagai Penasehat kita setiap hari. Kadang-kadang ketika kita datang kepada istri atau suami kita untuk menanyakan sesuatu kepada mereka, mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki waktu pada saat itu untuk menjawab kita. Tetapi kapan saja kita pergi kepada Yesus, Dia tidak akan pernah mengatakan bahwa Dia sibuk. Dia segera akan memberikan nasehat kepada kita. Dalam semua hubungan kita dengan orang lain, Dia adalah Penasehat kita yang akan memberikan nasehat yang paling baik kepada kita. Penasehat kita ini adalah Allah yang Perkasa. Tanpa Dia kita tidak memiliki kuasa atau kekuatan untuk melaksanakan nasehat-Nya. Dia memberi kita nasehat, kemudian Dia menjadi kuasa dan kekuatan kita untuk melaksanakan nasehat ini.

Kita juga menikmati Dia sebagai Bapa yang Kekal dan Raja Damai, yang memerintah dan mengatur di dalam kita dalam damai sejahtera. Bila kita memiliki Dia, maka kita memiliki pengaturan-Nya, pemerintahan-Nya, dan damai sejahtera-Nya. Ketika seorang suami marah terhadap istrinya, ia tidak berada di bawah pengaturan apapun, maka tidak ada damai sejahtera. Jika ia dengan tenang menerima salib dan menerima Kristus sebagai Raja yang memerintah atasnya, maka ia segera akan memiliki damai sejahtera yang bathini. Damai sejahtera ini berasal dari pemerintahan bathini Kristus.

Dia yang ajaib yang kita miliki dan nikmati pada hari ini adalah Yesus, Yehova Pernyelamat dan Immanuel, yaitu Allah menyertai kita. Dia adalah kasih karunia, realitas, Penasehat yang Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Yesus adalah segala sesuatu! Kita hanya memiliki satu Allah, tetapi Allah kita ini adalah satu Allah yang almuhit. Apa saja yang kita perlukan dan apa saja kekurangan kita, Dia adalah jawabannya.

B. Pemerintahan Ada Di atas Bahu-Nya

Pemerintahan ada di atas bahu Kristus, yaitu Dia yang ajaib ini (Yes. 9:5). Pemerintahan yang ada di atas bahu-Nya ini akan bertambah dengan damai sejahtera-Nya yang tidak berkesudahan. Dia akan berada di atas takhta Daud untuk memerintah atas kerajaan-Nya, untuk mendasarkan dan mengokohkan kerajaan-Nya dalam keadilan dan kebenaran pertama-tama dalam masa seribu tahun dan kemudian dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (Yes. 9:6).