← Daftar isi Yesaya · bab 22/54

KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA (1)

SEPERTI YANG DILAMBANGKAN OLEH KORESY RAJA PERSIA

DAN ISRAEL DAN SEBAGAI PERJANJIAN BAGI UMAT ITU

DAN SEBAGAI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

Pembacaan Alkitab:

Yes. 41-42; Kis. 3:36; Ezr. 1:2a; Kis. 5:31; Why. 1:5; Yes. 49:8b; Ibr. 7:22; Yes. 49:6b; Mat. 4:13-16; Luk. 4:18; Yoh. 9:14; Mat. 12:18-20

Dalam Yesaya 41—66 Kristus diwahyukan sebagai hamba Yehova dengan cara menyeluruh dan lengkap. Karena Yehova adalah Allah Tritunggal, maka Kristus sebagai Hamba Yehova adalah Hamba Allah Tritunggal.

Bagian dari Yesaya ini memakai tiga orang sebagai lambang dari Kristus sebagai Hamba Yehova: nabi Yesaya, Koresy raja Persia, dan Israel. Tiga lambang ini adalah kunci untuk memahami bagian dari Firman ini.

I. KRISTUS SEBAGAI HAMBA YEHOVA

A. Seperti yang Dilambangkan oleh Koresy Raja Persia

Dalam Yesaya 41:1-7 Kristus dilambangkan oleh Koresy raja Persia.

1. Digerakkan oleh Yehova

Koresy digerakkan oleh Yehova (ay. 2a, 25a; Kis. 3:26).

2. Memanggil Nama Yehova

Yesaya 41:25b menunjukkan bahwa Koresy memanggil nama Yehova.

3. Menaklukkan Bangsa-bangsa dan Memiliki Kuasa atas Raja-raja

Koresy digerakkan oleh Yehova untuk menaklukkan bangsa-bangsa dan memiliki kuasa atas raja-raja (ay. 2b, 25c; Ezr. 1:2a; Kis. 5:31a; Why. 1:5a).

B. Seperti yang Dilambangkan oleh Israel

Kristus sebagai Hamba Yehova juga dilambangkan oleh Israel untuk menggenapkan firman penghiburan yang dikatakan Yehova kepada Israel (Yes. 41:8-20).

C. Untuk Menelanjangi Kepalsuan dan Kesia-siaan Berhala-berhala

Menurut 41:21-29, Kristus sebagai Hamba Yehova adalah untuk menelanjangi kepalsuan dan kesia-siaan berhala-berhala.

Dalam Yesaya empat puluh, Kristus adalah pengganti setiap orang. Karena kita telah digantikan oleh Kristus, maka kita harus menyadari bahwa kita bukanlah apa-apa—setitik air dalam timba dan sebutir debu pada neraca (ay. 15). Allah sendirilah satu-satunya di alam semesta ini yang tetap ada sampai selama-lamanya. Hari ini Allah terwujud di dalam Firman itu. Sebagai orang-orang yang adalah rumput yang kering dan bunga yang layu (ay. 6-8), kita perlu belajar datang kepada Firman Allah supaya kita dapat menjamah Allah. Ketika kita menerima firman Allah yang hidup dan yang kekal ini, maka kita akan dilahirkan kembali, dan kita akan sadar bahwa kita adalah bagian dari ciptaan baru. Pada waktu yang demikian kita dapat mengumumkan, seperti yang dilakukan Paulus, bahwa kita telah disalibkan bersama dengan Kristus, dan bahwa bukan lagi kita yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam kita (Gal. 2:20). Inilah yang dimaksud dengan menanti-nantikan Kristus (Yes. 40:31), yaitu menghentikan diri kita sendiri, penghidupan kita, ambisi kita, dan segala sesuatu kita dan menerima Kristus sebagai hayat kita, persona kita, dan pengganti kita. Kemudian Kristus akan menjadi segala sesuatu kita. Terutama, Dia akan menjadi kekuatan kita.

Yesaya 40:31 mewahyukan bahwa sewaktu kita menanti-nantikan Kristus, kita diperbaharui dan dikuatkan sampai sedemikian rupa hingga kita akan seperti rajawali naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Dalam Alkitab, sayap rajawali menandakan kuat kuasa hayat Allah yang menjadi kasih karunia kita. Bila kita menikmati Allah dalam kuat kuasa hayat-Nya, maka kita akan seperti rajawali naik terbang di langit. Inilah transformasi.

Siapa saja yang digantikan oleh Kristus dan menanti-nantikan Dia untuk menikmati kuat kuasa hayat Allah dalam kasih karunia adalah seorang hamba Yehova. Karena alasan ini, maka dalam kitab ini, Koresy, Israel dan Yesaya adalah lambang dari Kristus sebagai Hamba Yehova. Mereka bukanlah hamba-hamba Yehova yang terpisah dari Kristus, melainkan adalah hamba-hamba bersama dengan Kristus dan di dalam Kristus secara korporat. Dalam hal ini, Koresy, Israel dan Yesaya menjadi Kristus.

Hari ini, sebagai anggota-anggota Kristus, kita juga adalah lambang Kristus. Untuk tujuan apakah kita menjadi lambang Kristus? Di aspek positif, kita adalah lambang Kristus untuk tujuan melaksanakan firman penghiburan Yehova (41:8-20), yang adalah injil sebagai kesaksian-Nya. Di aspek negatif, kita adalah lambang Kristus dengan tujuan untuk menelanjangi kepalsuan dan kesia-siaan berhala-berhala (41:21-29). Ini adalah kesaksian Perjanjian Baru. Kita mempersaksikan dua hal: 1) bahwa Kristus adalah realitas, sentralitas, dan universalitas kita dan bahwa kita adalah bagian dari-Nya, dan 2) bahwa segala sesuatu selain dari Kristus adalah palsu, sia-sia dan suatu berhala. Sebagai lambang Kristus, kita bersaksi bahwa kita bukanlah apa-apa, bahwa kita telah dibakar dan digantikan dengan Kristus, dan bahwa Kristus adalah segala sesuatu bagi kita. Kita juga bersaksi kepada kepalsuan dan kesia-siaan berhala-berhala, yang kepalanya adalah Setan.

II. KRISTUS SEBAGAI PERJANJIAN BAGI UMAT ITU DAN TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

Yesaya 42 mewahyukan Kristus sebagai perjanjian bagi umat itu dan terang bagi bangsa-bangsa. Kristus adalah suatu perjanjian, dan perjanjian ini adalah satu wasiat. Perjanjian menunjukkan persetujuan di antara dua kelompok, satu kontrak yang ditandatangani oleh kedua pihak. Wasiat adalah satu perjanjian, satu persetujuan yang telah ditandatangani, yang telah menjadi satu janji yang di dalamnya ada hal-hal tertentu yang diberikan kepada hli-ahli waris. Perjanjian adalah persetujuan antara Allah dengan kita. Melalui kematian Kristus, perjanjian itu menjadi satu wasiat, satu janji. Sekarang dalam kebangkitan-Nya, Kristus akan melaksanakan, menjalankan wasiat ini. Menurut kitab Yesaya, perjanjian, yang telah menjadi wasiat ini, adalah Kristus itu sendiri. Jadi, kita terlebih dahulu memiliki perjanjian, kemudian perjanjian ini menjadi wasiat, dan wasiat ini adalah Kristus. Kristus bukan hanya memberikan wasiat ini kepada kita—Dia sendiri adalah wasiat itu dan realitas dari segala sesuatu yang terkandung di dalamnya. Misalnya, dua butir di dalam wasiat ini adalah hayat dan kekuatan. Hari ini, Kristus adalah hayat kekal kita dan Dia adalah kekuatan kita.

A. Dipanggil oleh Yehova, Dipegang oleh Tangan-Nya, dan Dijaga oleh Dia

Kristus telah dipanggil oleh Yehova, dan Dia dipegang oleh tangan-Nya dan dijaga oleh-Nya (42:6). Ini berarti bahwa Kristus dan Allah yang memanggil-Nya adalah satu. Pertama, Kristus dipanggil oleh Yehova, kemudian Kristus dipegang dan dijaga oleh yehova. Karena itu, Kristus dan Allah adalah satu. Kristus ini telah dipanggil untuk menjadi satu perjanjian bagi umat itu (49:8b; Ibr. 7:22). Kristus juga telah dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa (Yes. 49:6b; Mat. 4:13-16), untuk membuka mata yang buta (Yes. 42:7a; Luk. 4:18; Yoh. 9:14), dan untuk mengeluarkan orang-orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara (Yes. 42:7b).

B. Hamba Yehova, Yang Dipegang Yehova, Orang Pilihan Yehova, Kepadanya Jiwa Yehova Berkenan

Yesaya 42:1 mengatakan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa” (cf. Mat. 12:18). Bagi Roh Yehova turun ke atas Hamba-Nya itu berarti bahwa Roh-Nya dan Hamba-Nya adalah satu.

Kata hukum dalam 42:1 ini bermakna; ini adalah satu istilah yang almuhit. Jika kita memiliki Tuhan, maka kita memiliki penghakiman. Tanpa Tuhan, kita tidak memiliki penghakiman apa pun. Ketika kita memiliki Tuhan, maka segala sesuatunya akan dihakimi. Kristus harus menjadi penghakiman bagi segala sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita harus memiliki penghakiman Tuhan terhadap sepatu yang bagaimana yang kita beli dan cara kita mendandani rambut kita.

Kristus menjadi penghakiman itu berarti bahwa Kristus adalah jawabannya. Untuk memiliki Dia sebagai penghakiman kita, kita harus memiliki Dia sebagai jawaban kita. Tanpa Kristus, kita hanya memiliki pertanyaan-pertanyaan; tetapi dengan Kristus, kita memiliki satu jawaban untuk segala sesuatu.

Menanti-nantikan Kristus berarti bahwa kita membawa setiap pertanyaan kepada-Nya. Sebelum kita melakukan satu hal tertentu, kita harus membawa perkara itu kepada Tuhan dan menantikan penghakiman-Nya. Kita harus belajar untuk tidak melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu sebelum menantikan Dia. Bila kita berpaling kepada Tuhan dan menantikan Dia, maka penghakiman itu akan datang, dan kita akan dapat bertindak dan berbicara dalam kesatuan dengan Tuhan.

C. Hamba Yehova Tidak Akan Berteriak, atau Menyaringkan Suara-Nya

Yesaya 42:2 mengatakan, “Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.” Ayat ini dikutip dalam Matius 12:19, di mana ayat ini diterapkan kepada Tuhan Yesus dalam ministri-Nya di bumi. Dalam ministri-Nya Tuhan tidak berusaha kepada orang lain, dan Dia tidak mempromosikan diri-Nya sendiri. Dia tidak menuntut untuk membuat diri-Nya dikenal oleh orang-orang di jalan-jalan. Dalam satu hal Dia itu sangat tersembunyi. Ketika Tuhan Yesus hidup di bumi, Dia tidak pernah membuat diri-Nya menjadi besar. Sebaliknya, Dia selalu menjaga diri-Nya kecil, Inilah yang dimaksud dengan mengatakan bahwa Dia tidak akan berteriak, menyaringkan suara-Nya, atau memperdengarkan suara-Nya di jalan.

Yesaya 42:3 dan 4 selanjutnya mengatakan, “Bulunh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setiap ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” Kristus bukan hanya tidak menyaringkan suara-Nya di jalan; Dia juga tidak memutuskan buluh yang patah terkulai ataupun memadamkan sumbu yang pudar nyalanya. Ini menunjukkan abhwa Dia penuh dengan belas kasihan.

Orang-orang Yehudi sering membuat suling dari buluh. Bila buluh ini patah dan tidak berguna lagi sebagai alat musik, maka mereka memutuskannya. Mereka juga membuat sumbu dari rami untuk membakarnya dengan minyak. Bila minyaknya habis, maka raminya berasap, maka mereka memadamkannya. Beberapa dari umat Tuhan itu seperti buluhyang patah terkulai yang tidak dapat memberikan suara musik; yang lainnya seperti sumbu yang pudar nyalanya yang tidak dapat memberikan terang yang bersinar. Namun Tuhan Yesus tidak akan “memutuskan” buluh orang-orang yang tidak dapat memperdengarkan musik, dan tidak akan “memadamkan” orang-orang seperti sumbu yang pudar nyalanya yang tidak dapat memberikan terang yang bersinar.

D. Ini Adalah dari Allah Yehova

Dalam 42:5 kita diberi tahu bahwa ini adalah dari Allah Yehova, yang menciptakan langit dan yang membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya. Kemuliaan-Nya tidak akan diberikan kepada yang lain, atau kemasyhuran-Nya kepada patung (ay. 8).

E. Semua Bangsa akan Menyanyikan satu Nyanyian Baru bagi Yehova

Menurut 42:10-12, karena semua bangsa harus menyanyikan satu nyanyian abru bagi Yehova. Mereka harus memuji Dia dari ujung bumi, menyaringkan suara mereka dan bernyanyi dengan sukacita, berseru-seru dari puncak gunung-gunung, memberikan kemuliaan kepada Yehova, dan memberitakan pujian-Nya.

F. Yehova akan Bangkit untuk Membereskan Musuh-musuh-Nya

Karena ini, maka Yehova akan bangkit untuk membereskan musuh-musuh-Nya, untuk menelanjangi kesia-siaan berhala-berhala, dan untuk menghajar dan mengajar hamba-Nya Israel yang buta dan tuli (ay. 13-25).

Ayat 19 mengatakan, “Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku? Siapakah yang buta selain suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?” Kata hamba di sini mengacu kepada Israel, yang melambangkan Kristus sebagai Hamba Yehova. Israel buta dan tuli, tidak memiliki pengertian atau kekuatan untuk melihat. Karena itu, Israel tidak dapat mendengar firman Allah ataupun melihat visi-Nya. Namun, dalam pemulihan itu Israel akan menjadi satu dengan Kristus dan dapat melihat dan mendengar, dan akan memiliki kekuatan untuk melihat dan kemampuan untuk memahami.