← Daftar isi Yesaya · bab 15/54

REAKSI YEHOVA TERHADAP KEMEROSOTAN ISRAEL DAN REAKSINYA TERHADAP TINDAKAN BANGSA-BANGSA YANG BERLEBIHAN TERHADAP ISRAEL

YANG MENGHASILKAN KEMBALINYA ISRAEL KEPADA YEHOVA

DAN KEMBALINYA MEREKA KE TANAH KUDUS BAGI PEMULIHAN

(2)

Pembacaan Alkitab: Yes. 24—27

Dalam berita sebelumnya kita telah meliput perkara reaksi Yehova terhadap kemerosotan Israel dan reaksi-Nya terhadap tindakan bangsa-bangsa yang berlebihan terhadap Israel. Dalam berita ini kita akan melihat bahwa reaksi ini menghasilkan kembalinya Israel kepada Yehova dan kembalinya mereka ke Tanah Kudus bagi pemulihan.

III. MENGHASILKAN KEMBALINYA ISRAEL KEPADA YEHOVA DAN KEMBALINYA MEREKA KE TANAH KUDUS BAGI PEMULIHAN

Hasil yang pertama dari reaksi Yehova adalah kembalinya Israel kepada Yehova.

A. Kembalinya Israel kepada Yehova

1. Dalam Kesesakan Mencari Yehova

Dalam kesesakan mereka mencari Yehova; ketika hajaran Yehova menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa (26:16). Seperti perempuan mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan mereka di hadapan Yehova (ay. 17). Sebagaimana Israel berpaling kepada Yehova setelah penghajaran Allah, maka kita juga perlu bertobat dan mengeluh dalam doa serta berbicara kepada Tuhan bila kita menderita dalam kesesakan kita.

2. Mengatakan Bahwa Yehova Adalah Allah Mereka dan Bahwa Mereka Akan Meninggikan Dia

Dalam 25:1, 4 dan 5 kita diberi tahu apa yang dikatakan Israel dalam doa mereka kepada Yehova. Ayat 1 mengatakan, “Ya, TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.” Dalam perkataan yang mengingatkan kita akan 4:6, ayat 4 selanjutnya mengatakan, “Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin. Ayat 5 melanjutkan, “Seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.” Kecongkakan dan bahkan nyanyian mereka akan ditundukkan.

3. Mengatakan Bahwa Mereka Telah Menanti-nantikan Allah Mereka

Menurut 25:9, pada hari itu Israel akan berkata, “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”

4. Menanti-nantikan Saatnya Yehova Menjalankan Penghakiman

“Ya, TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman” (26:8a). Ini menunjukkan bahwa sewaktu Tuhan sedang menghakimi, kita harus menanti-nantikan Dia dalam jalan penghakiman-Nya. Sewaktu Tuhan sedang menghajar kita, kita perlu belajar sesuatu dari pada-Nya dan mendapatkan pelajaran yang akan Tuhan berikan kepada kita. Namun, ada beberapa kaum saleh, setelah dihajar oleh Tuhan, kelihatannya mereka tidak mempelajari apa-apa. Mereka menghamburkan waktu mereka dan penghajaran Tuhan. Kapan kala kita dihajar oleh Tuhan, kita perlu belajar sesuatu dari pada-Nya. Inilah menanti-nantikan Dia dalam jalan penghakiman-Nya.

Ayat 8b dan 9 melanjutkan, “Kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.” Penghakiman Allah selalu mengajar kita apa yang benar.

Ayat 10 mengatakan, “Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.” Kadang-kadang ketika Allah menunjukkan kasih karunia kepada kita, kita tidak belajar apa-apa. Maka seringkali Dia keras terhadap kita dan menghajar kita agar kita dapat belajar sesuatu dari pada-Nya dan melihat kebesaran-Nya.

5. Mengatakan Bahwa Tangan Yehova akan Dinaikkan

Dalam 26:11 tangan Yehova telah dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Sebaliknya, mereka akan melihat kecemburuan Yehova karena umat itu dan mereka akan mendapat malu. Api akan memusnahkan lawan-lawan-Nya. Dalam ayat 12 dan 13 Israel selanjutnya berdoa, katanya, “Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.” Sekalipun bangsa-bangsa lain ingin menjadi tuan-tuan atas mereka, tetapi mereka tidak akan menyebut nama mereka. Sebaliknya, mereka hanya akan memasyhurkan nama Yehova, mengenal bahwa Dia sajalah Tuan mereka.

6. Dengan Suara Nyaring, Mereka Bersorak-sorai

Akhirnya, dalam berpaling kepada Yehova, Israel akan mengalunkan suara mereka, mereka akan bersorak-sorai dengan nyaring (24:14a). Demi kemegahan Yehova, mereka akan memekik dari sebelah barat, dari laut (ay. 14b). Ayat 15 dan 16 selanjutnya mengatakan, “Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut! Dari ujung bumi kami dengarkan nyanyian pujian: “Hormat bagi Yang Mahaadil!”

B. Kembalinya Israel ke Tanah Kudus bagi Pemulihan

Sekarang kita sampai kepada perkara kembalinya Israel ke Tanah Kudus bagi pemulihan.

1. Pada Waktu Itu Yehova Akan Mengirik Mulai dari Sungai Efrat sampai Sungai Mesir

Yesaya 27:12 dan 13 mengatakan, “Maka pada waktu itu TUHAN akan mengirik mulai dari sungai Efrat sampai sungai Mesir, dan kamu ini akan dikumpulkan satu demi satu hai orang Isarel! Pada waktu itu sangkakala besar akan ditiup, dan akan datang mereka yang hilang di tanah Asyur serta mereka yang terbuang ke tanah Mesir untuk sujud menyembah kepada TUHAN di gunung yang kudus, di Yerusalem.” Ekspresi Sungai dalam ayat 12 ini mengacu kepada sungai Efrat, dan butiran menunjukkan orang Israel yang tercerai berai. Menurut ayat-ayat ini, bangsa Israel yang terbuang, hilang, dan tercerai berai itu akan dikumpulkan kembali ke tanah permai. Pengggenapan nubuat ini di mulai dengan kembalinya orang-orang yang tertawan dari Babel, yang terus berlangsung sampai pada hari ini, dan akan digenapkan sepenuhnya pada waktu Tuhan datang kedua kalinya.

2. Pada Waktu Itu sebuah Nyanyian Akan Dinyanyikan di Tanah Yehuda

Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. Bukalah pintu-pintu gerbang supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal” (26:1-4). Dalam pasal-pasal pembukaan dari kitab Yesaya, bangsa Israel tidak setia, sedangkan di sini kita di beri tahu bahwa Israel adalah satu bangsa yang tetap setia.

3. Pada Waktu Itu Ada Nyanyian tentang Kebun Anggur

Yesaya 27:2-9 membicarakan nyanyian tentang kebun anggur. Dalam ayat-ayat ini kadang-kadang sulit untuk menentukan apakah orang yang berbicara di sini adalah Israel atau Yesaya. Ayat 2 mengatakan, “Pada waktu itu akan dikatakan: “Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok!” Yehova adalah penjaga kebun anggur ini. Dia menyiraminya setiap saat, supaya jangan orang mengganggunya, Dia menjaganya siang dan malam (ay. 3). Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak murka terhadap Israel (ay. 4a). Kemudian Dia selanjutnya berkata, “Sekiranya tampak kepada-Ku putri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!” (ay. 4b-5). Dalam ayat selanjutnya, pikirannya sampai kepada Yakub, yang akan diberkati. “Pada hari-hari yang akan datang Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya” (ay. 6). Ayat 7 melanjutkan dengan menanyakan apakah Yehova akan memusnahkan umat-Nya seperti Ia akan memusnahkan orang yang memusnahkan mereka atau apakah Ia akan membunuh umat-Nya seperti Ia membunuh orang yang membunuh mereka. Ayat 8 dan 9 selanjutnya mengatatakan, “Dengan menghalau dan dengan mengusir mereka Engkau telah melawan mereka. Ia telah menyisihkan mereka dengan angin-Nya yang keras di waktu angin timur. Maka beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu-batu kapur yang dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan yang tinggal berdiri.” Di sini kita melihat bahwa Israel akan ditebus. Tiang-tiang berhala merka, gambar-gambar matahari mereka, tidak akan ada lagi, karena semua berhala dan semua mezbah palsu akan dihancurkan.

4. Mereka yang Mati akan Hidup dan Bumi akan Melahirkan Arwah Kembali

Dalam 26:19 ada satu firman mengenai kebangkitan orang mati. “Orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah di kubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN adalah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.” Orang-orang mati, yang tinggal di dalam tanah, akan bangkit dan bersorak-sorai.

5. Yehova Telah Membuat Bangsa itu Bertambah-tambah

Yesaya 26:15 mengatakan, “Ya TUHAN, Engkau telah membuat bangsa ini bertambah-tambah, ya, membuat bertambah-tambah umat kemuliaan-Mu; Engkau telah sangat memperluas negerinya.” Membuat bangsa itu bertambah-tambah adalah membuat umat itu bertambah, dan memperluas negerinya adalah memperluas daerah kekuasaannya. Dalam pemulihan ini, Tanah Kudus akan meluas dari Laut Tengah sampai Sungai Efrat (cf. Ul. 11:24).

6. Bulan Purnama akan tersipu-sipu dan Matahari Terik akan Mendapat Malu

Sinar matahari dan bulan akan pudar karena sinar kemuliaan Allah. Menurut Yesaya 24:23, bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab Yehova semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

7. Yehova Semesta Alam Akan Menyediakan di Gunung itu bagi Segala Bangsa-bangsa suatu Perjamuan dengan Masakan yang Bergemuk

“TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya” (25:6). Di sini kata orang-orang mengacu kepada bangsa-bangsa. Dalam pemulihan ini Allah akan menyediakan satu perjamuan yang memuaskan bagi bangsa-bangsa. Saya percaya bahwa dalam pemulihan Yerusalem dengan Gunung Sion akan menjadi tempat yang paling sukacita di bumi. Yerusalem akan menjadi pusat yang di mana semua bangsa di bumi akan mendapatkan kenikmatan dan kepuasan. Di seluruh bumi, orang-orang akan datang ke Yerusalem untuk menikmati perjamuan/pesta ini.

“Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa” (ay. 7). Hari ini orang-orang di bumi ditudungi dengan tudung yang menjaga mereka dari melihat ekonomi Allah, tetapi dalam pemulihan itu Allah akan mengangkat tudung ini. Maka semua orang akan melihat sesuatu tentang ekonomi kekal Allah. Selain itu, Allah akan meniadakan maut untuk seterusnya, dan Dia akan menghapuskan air mata dari pada segala muka. Juga, Dia akan menjauhkan aib umat-Nya dari seluruh bumi (ay. 8).