DISPENSI ILAHI DAN PERKEMBANGANLUASAN KRISTUS
Pembacaan Alkitab :
Yoh. 3:31, 34-35,3-5; 1:12-13; Ibr. 2:11-12; Rm. 12:5;
Yoh. 3:22-31; 10:10b-11,14-16; Kis. 20:28; Yoh. 12:24; 15:1,5,8,16
Garis Besar
I. Ketidakterbatasan Kristus - Yoh. 3:31,34-35:
1. Ia datang dari atas, di atas segala sesuatu - 31
2. Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya - 35
3. Dia diutus Allah, untuk menyampaikan firman Allah - 34a
4. Dia mengaruniakan Roh itu - dispensi ilahiNya - dengan tidak terbatas - 34b
II. Dispensi ilahi Kristus menjadi perkembangluasan ilahiNya :
1. Dengan kelahiran kembali menghasilkan anak-anak Allah, menjadi saudara Kristus, menjadi anggota TubuhNya, tersusun menjadi TubuhNya - Yoh. 3:3-5; 1:12-13; Ibr. 2:11-12; Rm. 12:5
2. Orang-orang yang dilahirkan kembali tersusun menjadi mempelai perempuan Kristus, menjadi jodohNya, menjadi perkembang-luasanNya - Yoh. 3:3-5,22-31
3. Orang yang mendapatkan hayat Kristus, menjadi dombaNya, menikmati Dia sebagai padang rumput; menjadi kawanan domba-Nya, yaitu gereja - Yoh. 10: 1 Ob-1 1, 1416; Kis. 20:28
4. Orang yang mendapatkan hayat kebangkitan Kristus, menjadi butir-butir gandum yang dihasilkan dari dispensiNya, menjadi roti yang menjadi TubuhNya - Yoh. 12:24
5. Kaum imani yang bersatu dengan Kristus dan menjadi rantingNya, mendispensikanNya kepada orang lain, menghasilkan buah, menjadi Tubuh organik Allah Tritunggal yang melalui proses, sebagai ekspresiNya yang kongkret - Yoh. 15:1,5,8,16a
III. Langkah-langkah kongkret mendispensikan Kristus ini kepada orang lain:
1. Segar tiap fajar, dengan dua, tiga ayat Alkitab sebagai makanan rohani untuk menikmati Kristus.
2. Menang tiap hari, dengan ayat Alkitab yang dinikmati sebagai kekuatan yang menunjang.
3. Berkontak dengan orang yang dikenal, mentransmisikan Kristus kepada mereka, mengundang dan membawa mereka mengikuti sidang kelompok.
4. Menjelang sidang kelompok selesai, memberitakan Injil secara pribadi kepada mereka, membawa mereka percaya Kristus, menyeru nama Tuhan, dan dibaptis.
5. Setelah dibaptis berilah mereka satu pelajaran jalan hayat, ajarlah mereka bagaimana sewaktu-waktu menggunakan roh menyeru narna Tuhan.
6. (Bila mereka memiliki telepon) Ajaklah mereka setiap pagi melakukan penyegaran pagi melalui telepon, dan mintalah mereka mulai hari itu, setiap malam sebelum tidur, membaca Alkitab satu pasal.
7. Tiga hari sekali mengunjungi mereka, menyuplaikan hayat kepada mereka, dan memimpin mereka maju.
Judul berita ini adalah : Dispensi ilahi dan perkembangluasan Kristus. Ringkasnya, dispensi ilahi adalah Allah menggarapkan diriNya ke dalam kita, hasilnya adalah perkembangluasan Kristus. Bagian depan Yohanes pasal 3 membicarakan dilahirkan kembali, yaitu dispensi ilahi; bagian belakangnya membicarakan semua orang yang dilahirkan kembali, yang mempunyai hayat Allah, menjadi mempelai perempuan Kristus, menjadi perkembangluasanNya.
Hari ini, gereja adalah mempelai perempuan Kristus, menjadi perkembangluasan Kristus, sama seperti Hawa adalah jodoh Adam, menjadi perkembangluasan Adam. Bagaimana Hawa berasal dari Adam, dan kembali untuk Adam, dua orang menjadi satu tubuh, supaya Adam mendapatkan perkembangluasan, demikian juga gereja berasal dari Kristus, bersatu dengan Kristus, dua roh menjadi satu roh, menjadi perkembangluasan Kristus.
Dalam berita pertama, kita telah nampak perampungan dispensi ilahi dari Tritunggal ilahi. Seluruh Injil Yohanes membicarakan Firman Allah yang ada sejak mulanya, melalui menjadi daging, mengalami penghidupan manusia, mati tersalib, bangkit dari kematian, akhimya menjadi "udara" ilahi itu, yaitu Roh pemberi hayat dihembuskan ke dalam kaum imani. Allah yang ada sejak semula itu, hari ini sangat dekat dengan kita, bahkan berada di dalam kita. Dia melalui berbagai proses merampungkan dispensi ilahiNya, sehingga mempunyai kesatuan dan pembauran organik dengan kita, supaya kita menjadi mempelai perempuan Kristus, yaitu Tubuh Kristus, menjadi perkembangluasanNya yang rampung sempuma.
KETIDAKTERBATASAN KRISTUS
Yohanes 3:31-36 mengungkapkan kepada kita bahwa Kristus itu tidak dapat diduga, juga tidak terbatas. Dia yang tidak dapat diduga dan tidak terbatas ini datang dari atas, di atas segala sesuatu, melampaui segala sesuatu. Lagi pula Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya. Dialah yang diutus Allah, yang menyampaikan firman Allah, yang mengaruniakan Roh itu dengan tidak terbatas. Dia mengaruniakan Roh itu adalah dispensi ilahiNya, dan Roh itu adalah perampungan sempuma Allah Tritunggal. Kita boleh mengatakan, bahwa meja ini adalah perampungan sempuma dari potongan-potongan kayu. Demikian juga, Allah Tritunggal yang berada dalam kekekalan, setelah melalui berbagai macam proses, akhimya menjadi Roh itu, yaitu Allah Tritunggal yang rampung sempuma, didispensikan ke dalam kita orang-orang yang percaya.
Dispensi ilahi Allah ini adalah perkara hayat. Kita tahu, perkara-perkara hayat itu bukan merupakan perkara yang aneh-aneh, semuanya normal. Sebab itu, meskipun di dalam kita ada Allah, belum tentu memiliki perasaan yang istimewa. Memiliki Allah adalah memiliki Allah. Namun begitu Anda bermasalah dengan Allah, di batin Anda segera merasakan tidak benar, karena di dalam Anda benar-benar ada Allah. Lagi pula, dispensi Allah adalah mengaruniakan Roh itu kepada kita dengan tidak terbatas, sebab itu kita harus setia bersekutu dengan Tuhan, biar Tuhan dengan RohNya mernenuhi kita, dengan limpah ruah mendispensikan diriNya ke dalam kita. Ini bukan kepenuhan Roh Kudus yang dibicarakan oleh gerakan Kharismatik, yang sedikit merniliki perasaan aneh, atau perkara yang mengherankan, melainkan benar-benar mendapatkan dispensi Allah, menikinati diri Allah sendiri.
Kita perlu setiap hari dipenuhi Roh, mendapatkan dispensi Allah dengan cara yang demikian. Ketahuilah, setiap perkara mernedukan waktu. Hari ini Allah Tritunggal sudah merampungkan dispensi ilahiNya, tetapi di aspek kita, untuk menerima dispensiNya masih perlu sedikit prosedur, yaitu mengeluarkan waktu datang ke hadiratNya untuk mendekatiNya. Sebab itu kita perlu setiap hari ada waktu yang tertentu bersekutu dengan Tuhan, mengi penyertaan Tuhan, sehingga di dalam kita mendapatkan Allah dan dipenuhi oleh Allah.
DISPENSI ILAHI KRISTUS MENJADI
PERKEMBANGLUASAN ILAHINYA
Kita demikian menikmati dispensi ilahi Kristus, akhirnya menjadi perkembangluasan ilahiNya. Hal ini dapat dilihat dari lima aspek. Pertama, melalui kelahiran kembali, Ia menghasilkan anak-anak Allah, yang menjadi saudara Kristus, menjadi anggota Tubuh Kfistus, yang menyusun TubuhNya (Yoh. 3:3-5; 12-13; Ibr. 2:11-12; Rm. 12:5). Tubuh ini adalah kepenuhan Kristus, juga perkembangluasan Kristus.
Kedua, orang yang dilahirkan kembali tersusun menjadi mempelai perempuan Kristus, menjadijodohNya, menjadi perkembangluasanNya (Yoh. 3:3-5,22-30). Allah melalui RohNya melahirkan kita kembali, supaya kita memiliki hayat kekalNya, dan dengan RohNya yang tak terbatas memenuhi kita, supaya kita menjadi mempelai perempuan Kristus yang berada di atas segalanya, dan yang almuhit, menjadi perkembangluasan Kristus.
Ketiga, orang yang mendapatkan hayat Kristus menjadi dombaNya, menikmati Dia menjadi padang rumput, menjadi kawanan dombaNya, yaitu gereja (Yoh.10:10b-11, 14-16; Kis. 20:28). Tuhan telah menyerahkan hayat jiwaNya, untuk rnerampungkan penebusan bagi dombaNya, supaya kita bisa mempunyai bagian dengan hayat Allah. Dengan demikian bisa menjadi satu kawanan, menjadi perkembangluasan Kristus.
Keempat, orang yang mendapatkan hayat kebangkitan Kristus, menjadi butir-butir gandum yang dihasilkan oleh dispensiNya, diolah menjadi roti yang sebagai TubuhNya (Yoh. 12:24). Tuhan adalah sebutir biji gandum ilahi itu, melalui kematian dan kebangkitanNya, melepaskan hayat ilahi, menghasilkan banyak butir gandurn, menjadi perkembang-luasanNya, mengekspresikan kemuliaanNya.
Kelima, kaum imani yang bersatu dengan Kristus, yang menjadi rantingNya, mendispensikan Kristus kepada orang lain, sehingga menghasilkan buah, sebagai Tubuh organik yang menjadi ekspresi kongkret Allah Tritunggal yang melalui proses (Yoh. 15:1, 5, 8, 16a). Menghasilkan buah adalah mendispensikan Kristus yang kita peroleh kepada orang lain, supaya mereka menjadi ranting pokok anggur yang sejati, menjadi perkembangluasan Kristus.
LANGKAH-LANGKAH KONGKRET
MENDISPENSIKAN KRISTUS INI KEPADA ORANG LAIN
Kita semua adalah ranting-ranting Tuhan, dan diutus oleh Tuhan untuk berbuah, yaitu mendispensikan Kristus kepada orang lain. Di sini kita ketengahkan tujuh langkah kongkret untuk mendispensikan Kristus kepada orang lain :
1. Segar tiap fajar, dengan dua, tiga ayat Alkitab sebagai makanan rohani untuk menikmati Kristus.
Langkah pertama untuk mendispensikan Kristus kepada orang lain ialah mendapatkan penyegaran tiap fajar. Jangan lebih dulu melakukan perkara lain, pilihlah salah satu kitab dari Alkitab, secara berurut mendoabacakannya selama 10 sampai 20 menit, membaca dan berdoa, mengubah ayat-ayat yang dibaca menjadi doa. Dengan demikian, kita membaurkan Tuhan dengan firman Tuhan, serta menerimanya ke dalam, supaya kita menikmati Kristus yang di dalam firman sebagai makanan rohani kita.
2. Menang Hap hari, dengan firman yang dinikmati sebagai kekuatan yang menunjang.
Asal kita benar-benar melaksanakan penyegaran pagi dengan tepat, setiap hari pasti ada dua atau tiga ayat tersimpan di dalam kita. Kalau kita tidak bisa menghafalkan ayat-ayat itu, bolehjuga ditulis di atas kertas, dapat dibawa ke mana-mana, dikunyah kembali, menjadi bantuan setiap saat. Sepanjang hari dengan dua atau tiga ayat ini sebagai kekuatan penunjang di dalam kita, kita akan menempuh penghidupan menang tiap hari.
3. Berkontak dengan orang yang dikenal, mentransmisikan Kristus kepada mereka, mengundang dan membawa mereka mengikuti sidang kelompok.
Pada aspek kita, kita sudah merasa cukup kalau kita segar tiap fajar, menang tiap hari, ada Tuhan sendiri menyuplai dan menunjang kita. Tetapi kita masih perlu mendispensikan Kristus kepada orang lain. Kita masing-masing mempunyai kenalan, tennasuk keluarga, tetangga, teman kerja, teman sekolah, dan lain-lain. Di antara mereka sedikitnya ada dua puluh orang yang belum beroleh selamat. Kita perlu menulis daftar nama mereka, yang satu untuk kita sendiri, yang satu lagi diserahkan kepada gereja. Kita perlu sering berdoa untuk mereka, berkontak dengan mereka, mentransmisikan Kristus kepada mereka. Kita semua perlu melakukan ini, mulai memberitakan dari "Yerusalem" kita (Lihat Kis. 1:8), tidak perlu mengetuk pintu "orang yang tidak kita kenal", mengetuk pintu "orang yang kita kenal" sudah cukup. Bersamaan dengan itu, kita juga. boleh bersekutu, berkoordinasi, untuk memberitakan Injil kepada orang yang dikenal oleh saudara saudari atau orang yang kita kenal, mengundang dan membawa mereka mengikuti sidang kelompok.
Sebab itu, sejak sekarang, di satu pihak kita menulis daftar nama sasaran Injil, di pihak lain perlu membentuk sidang kelompok. Sidang kelompok adalah dasar penghidupan gereja kita. Delapan puluh persen isi penghidupan gereja kita berada dalam sidang kelompok. Kita setiap orang selain sidang hari Minggu, juga harus ikut sidang kelompok. Tetapi jumlah orang dalam sidang kelompok tidak perlu terlalu banyak, juga jangan terlalu sedikit, kira-kira dua puluh orang. Penatua dan sekerja harus melatih saudara saudari yang ikut sidang kelompok untuk memberitakan Injil. Setiap kali sidang kelompok, diharapkan ada teman-teman yang dikenal saudara saudari ikut serta. Kita perlu sekuatnya mengundang dan membawa mereka ikut sidang kelompok.
4. Menjelang sidang kelompok selesai, memberitakan Injil secara pribadi kepada mereka, membawa mereka percaya Kristus, menyeru nama Tuhan, dan dibaptis.
Sidang kelompok kita harus hidup, sekali-kali jangan seperti kebaktian. Setiap orang harus bersaksi, juga saling bersekutu; jangan bercerita, cukuplah menceritakan secara ringkas tentang pengan Anda terhadap Tuhan. Dengan demikian, kalau ada orang baru atau teman Injil di tengah-tengah sidang, setelah mendengar dan melihat, mereka pasti merasakan itu berarti, juga akan tergerak. Setengah jam sebelum sidang selesai, dapat membawa teman Injil di samping, secara pribadi memberitakan Injil kepadanya, dengan buku kecil "Rahasia Hidup Manusia" yang telah disediakan, membuka mulut, demi iman, dengan mata memandang dia, memberitakan kepadanya, memakai kuasa yang Tuhan berikan, membawa dia percaya Kristus, menyeru nama Tuhan, dan dibaptis. Dengan demikian ia akan beroleh selamat.
5. Setelah dibaptis berilah mereka satu.pelajaran jalan hayat, ajarlah mereka bagaimana sewaktu-waktu menggunakan roh menyeru nama Tuhan
Setelah dia dibaptis, dan selesai berganti pakaian, berilah dia satu pelajaran jalan hayat, tidak perlu terlalu panjang, tegaskan kepadanya, hari ini Juruselamat kita tinggal di dalam kita, sehingga kita boleh sewaktu-waktu menyeru namaNya, berkontak denganNya, dan menikmati-Nya. Setelah menjelaskan hal ini, bawalah dia melatih sejenak. Kita peragakan lebih dulu, lalu mintalah dia. juga melakukan, sampai ia bisa menyeru nama Tuhan. Hal ini harus dilakukan, janganlah kendor.
6. (Bila mereka memiliki telepon) Ajaklah mereka setiap pagi melakukan penyegaran pagi melalui telepon, dan mintalah mereka mulai hari itu, setiap malam sebelum tidur, membaca Alkitab satu pasal.
Selain menyeru nama Tuhan, perlu memberitahu mereka, kita orang Kristen tidak saja perlu berdoa, juga perlu membaca Alkitab. Sebab itu ajarlah dia mendoabacakan firman Tuhan. Kemudian, mintalah dia mulai besok melakukan penyegaran pagi. Mintalah dia bangun pagi lebih awal 15 menit, dan ajarilah dia setiap pagi melakukan penyegaran pagi melalui telepon. Selain itu, ajaklah dia mulai malam itu juga, sebelum tidur, membaca Alkitab Perjanjian Baru satu pasal, boleh mulai dari Surat Roma atau Surat I Korintus. Dengan demikian, tidak saja bisa tidur nyenyak, juga bisa mendapatkan banyak kebaikan.
7. Tiga hari sekali mengunjungi mereka, menyuplaikan hayat kepada mereka, dan memimpin mereka maju.
Di satu pihak, setiap pagi ada penyegaran pagi melalui telepon, di pihak lain, tiga hari sekali kita mengunjungi mereka. Pada bulan pertama dia dibaptis, sebaiknya mengunjunginya 7 atau 8 kali, bersekutu dengannya, menyuplaikan hayat kepadanya, dan memimpinnya maju setahap demi setahap.