DISPENSI ILAHI DAN KESATUAN, PEMBAURAN ALLAH TRITUNGGAL DENGAN KAUM IMANI
Pembacaan Alkitab :
Yoh. 1:1,14a; 3:16; 12:24; 28:8-9,19,22; 15:1,4-5,8,
16a; 3:3-6; 20:22; 4:10,14; 7:37-39; 6:48,57b-58a,63;
21:15; 10:16; 3:29-30
Garis Besar
I. Perampungan dispensi ilahi Allah Tritunggal :
1. Allah Tritunggal menjadi daging, mendispensikan diriNya sebagai kasih karunia dan realitas, kepada manusia Yoh. 1:1,14a.
2. Allah mendispensikan Putera sebagai hayat yang kekal, kepada orang yang percaya ke dalamNya- Yoh. 3:16.
3. Putera menderita kematian, melepaskan hayat ilahi, untuk mendispensikannya kepada setiap anggota Tubuh dari Tubuh Kristus - Yoh. 12:24
4. Putera bangkit dari kematian menjelma menjadi Roh, sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal, mendispensikan Allah Tritunggal ke dalam kaum imani -Yoh. 20:8-9,19,22.
II. Kesatuan organik Allah Tritunggal yang mendispensikan diriNya dengan kaum imani :
1. Sama seperti kesatuan pokok anggur dengan ranting pokok anggur -Yoh. 15:5a.
2. Ranting pokok anggur saling huni dengan pokok anggur adalah hasil dari kesatuan hayat - Yoh. 15:4.
III. Pembauran organik Allah yang mendispensikan hayat dengan kaum imani :
1. Allah melahirkan kembali kaum imani, agar mereka mendapatkan Roh hayat Allah, melahirkan Kristus yang adalah hayat ke dalam roh kaum imani, supaya Allah Tritunggal dapat berbaur secara organik dengan kaum imani yang dilahirkan kembali - Yoh. 3:3-6.
2. Kaum imani menghirup Kristus yang adalah Roh, supaya Kristus dengan kaum imani memiliki pembauran pernafasan dalam eksistensi - Yoh. 20:22.
3. Minum air hidup Kristusyang adalah Roh, supaya Kristus dengan kaum imani berbaur secara organik dalam penghidupan - Yoh. 4:10,14; 7:37-38.
4. Makan Kristus yang berada dalam firman hayat yang hidup sebagai makanan rohani, supaya Kristus berbaur secara organik dengan kaum imani dalam kadar hayat Yoh. 6:48, 57b-58a,63.
5. Bertumbuh dalam suplai serba lengkap dari Kristus yang adalah pokok anggur yang sejati, supaya kaum imani memiliki suplai organik yang serba lengkap dalam perkara berbuah - Yoh. 15:1,4-5.
IV. Hasil kenikmatan kaum imani terhadap dispensi ilahi dari Tritunggal ilahi :
1. Sungai yang mengalirkan air hidup - Yoh. 7:38-39.
2. Buah hayat - Yoh. 15:5,16a.
3. Merawat anak domba dalam kawanan domba - Yoh. 21:15;10: 16.
4. Mempelai-perempuanKristus – Tubuh Kristus, menjadi perluasan akhirNya - Yoh. 3:6b,29-30.
5. Menjadi tubuh organik Allah Tritunggal yang melalui proses - Yoh. 15:1, 5, 8.
DISPENSI ILAHI
DARI TRITUNGGAL ILAHI
Kita tahu, Injil Yohanes adalah kitab yang khusus membicarakan hayat. Tentang hayat, secara umum kita dapat membaginya menjadi empat macam. Pertama, hayat tumbuh-tumbuhan, seperti bunga, rumput, pohon, dan lain sebagainya. Kedua, hayat hewan, lebih tinggi daripada hayat tumbuh-tumbuhan, ada serangga, ternak, binatang liar, ikan, burung, dan lain sebagainya. Ketiga, hayat manusia; hayat ini di atas hayat hewan. Menurut wahyu Alkitab, manusia tidak termasuk jenis hewan; manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sebab itu, dipandang dari sudut hayat, manusia boleh dikatakan sejenis dengan Allah.
Kejadian pasal 1 membicarakan tentang penciptaan Allah. Allah menciptakan segala makhluk yang berhayat. Di antara. makhluk-makhluk itu, yang terendah adalah tumbuh-tumbuhan, yang agak tinggi adalah hewan, kemudian adalah manusia. Manusia adalah hayat yang tinggi, tetapi bukan yang terfinggi. Allah memakai 6 hari untuk penciptaan, setelah mempersiapkan segala sesuatu, barulah menciptakan manusia, kemudian Allah memasuki perhentian. Jadi, Allah bekerja, manusia menikmati. Dalam pasal 2 terlihat ada satu hayat yang lain, hayat pohon hayat, yaitu hayat Allah yang tidak tercipta. Inilah hayat yang paling tinggi, hayat yang super. Meskipun hayat manusia bukan hayat tertinggi, tetapi mirip dengan hayat Allah, dari hayat jenis Allah.
Injil Yohanes khusus membicarakan hayat, tetapi bukan membicarakan hayat tumbuh-tumbuhan, atau hayat hewan, juga tidak membicarakan hayat manusia, melainkan membicarakan Allah menjadi hayat manusia. Allah memberikan hayatNya kepada kita, ketika kita menerimanya, Ia masuk ke dalam kita, menjadi hayat kita. Hal ini bagi kita adalah Injil, juga karunia keselamatan. Berdasarkan ini, konsepsi kita dulu tentang pemberitaan Injil tidak begitu benar. Dulu kita mengira kalau memberitakan Injil kepada orang, harus memberitakan tentang pencucian dosa, penebusan, pembenaran, perdamaian, sampai orang itu sudah jelas, sudah mengerti, sudah berdoa, baru beroleh selamat. Kemudian perlu ada wawancara pembaptisan, setelah lulus, baru boleh dibaptis, baru terhitung. Hari ini, kita melihat lebih jelas tentang kebenaran ini. Cara pelaksanaan yang dulu itu salah, sebab itu kita telah mengubahnya.
Mari kita melihat perempuan Samaria dalam Yohanes pasal 4, Tuhan tidak membicarakan kepadanya tentang pencucian dosa, penebusan, pembenaran, juga tidak membicarakan tentang mati tersalib dan kebangkitan. Tuhan hanya memberitahu kepadanya, Ia bisa memberi air hidup kepadanya. Demikianlah perempuan ini percaya kepada Tuhan, dan mengenal Tuhan adalah Mesias yang akan datang. Ia segera meninggalkan tempayannya, pergi ke kota, bersaksi kepada banyak orang. Ini membuktikan ia telah percaya, telah menerima; meskipun pengenalannya terhadap karunia keselamatan terbatas, tetapi ia telah beroleh selamat. Kita melihat satu contoh yang lain, yaitu kisah Zakheus beroleh selamat. la adalah kepala pemungut cukai, sering memeras orang. Pada suatu hari Tuhan khusus pergi ke kota Yerikho mencari dia, dan berkata kepadanya, "Hari ini Aku harus menumpang rumahmu" Zakheus dengan gembira menerima Yesus. Tuhan berkata, "Hari ini telah telah terjadi keselamatan kepada rumah ini" (Luk. 19:1-9). Sebab itu, orang beroleh selamat bukan karena mengerti suatu doktrin, melainkan karena menerima Tuhan Yesus, mendapatkan karunia keselamatan Allah.
Judul yang akan saya beritakan kepada kalian adalah : Dispensi Allah Tritunggal dan Kesatuan, Pembauran Allah Tritunggal dengan Kaum Imani. Dispensi ilahi mengacu kepada Allah membagikan/memberikan diriNya kepada laksaan orang, bahkan masuk ke dalam mereka, menjadi hayat mereka. Bagaimana bisa demikian? Saya tidak bisa menjelaskan, karena ini adalah satu misteri. Tetapi saya tahu, Allah yang lengkap/utuh ada di dalam saya, juga ada di dalam Anda; Allah ini secara bersamaan berada di dalam kita. Dan karena dispensi ilahi ini, terjadilah suatu kesatuan, pembauran Allah Tritunggal dengan kaum imani. Kesatuan terjadi di luar, pembauran terjadi di dalam. Pakaian dikenakan di atas tubuh adalah kesatuan, makanan dimakan ke dalam kita adalah pembauran. Kita orang yang percaya Tuhan, di satu pihak telah mengenakan Kristus (Gal. 3:27), mengenakan Dia sebagai jubah kebenaran kita, menudungi kita, karena kita telah percaya dan dibaptis ke dalamNya, bersatu denganNya. Di pihak lain, Dia juga sebagai air hidup kita, yang dapat kita minum; Dia juga roti rohani kita, yang dapat kita makan. Kita makan minum Dia, sehingga Dia masuk ke dalam kita, berbaur dengan kita, menjadi susunan dan unsur kita. Setiap kali kita memecahkan roti, di atas meja ada dua tanda, yang satu roti, menyatakan tubuh Tuhan; yang satunya lagi cawan, menyatakan darah Tuhan. Melalui makan Dia, minum Dia, menerima Dia ke dalam kita, kita memperingati Tuhan dengan sesungguhnya.
Sebab itu, dispensi ilahi adalah Allah menggarapkan diriNya ke dalam kita semua, bersatu dan berbaur dengan kita. Seluruh Injil Yohanes denganjelas mewahyukan hal ini kepada kita. Allah tidak memisahkan diriNya dengan hayatNya. Dia membagikan diriNya sebagai hayat, juga sebagai kebenaran, kekudusan, penebusan (I Kor. 1:30), dan segalanya kepada kita. Tak peduli kita mengerti hal ini atau tidak, asal kita menerima Allah masuk ke dalam kita, kita akan memiliki semuanya. Jadi, bukan masalah mengerti, melainkan masalah menerima. Kalau di antara kalian ada teman yang belum menerima Injil, asal Anda membuka hati, menyeru nama Tuhan, menerima Dia, sudahlah cukup. Apakah Anda mengerti tentang penebusan, pembenaran, itu masalah kedua; asal Anda menerima Dia, pelan-pelan Anda akan mengerti semua. Anda pedu makan lebih dulu. Sama seperti makanan yang kita makan setiap hari, di dalamnya mengandung gizi apa tidak kita ketahui, tetapi dengan makan makanan ini setiap hari, kita memiliki semua gizi.
PENGGENAPAN DISPENSI ILAHI
ALLAH TRITUNGGAL
Allah Tritunggal Menjadi Daging,
Mendispensikan DiriNya Sebagai Kasih Karunia
dan Realitas kepada Manusia
Dalam pembukaannya, Injil Yohanes langsung berkata, "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama denyan Allah dan Firman itu adalah Allah" (1:1). Firman ini tak lain adalah Allah sendiri, adalah penjelasan, manifestasi, dan ekspresi Allah yang misterius. Pada suatu hari, Allah yang adalah Firman ini menjadi daging (Yoh. 1:14a). Dia masuk ke dalam rahim seorang gadis, menurut hukum penciptaan, setelah berada dalam kandungan selama 9 bulan, terlahirlah sebagai satu manusia yang utuh. Dia adalah yang dikatakan oleh Yesaya 9:5 : "Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita,... namanya disebut orang... Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal,..." Anak/bayi yang lahir ini adalah Allah yang Perkasa. Dia adalah Putera, juga Bapa yang Kekal. Dari luar kelihatannya Dia adalah manusia; dari dalam; Dia adalah Allah. Sebab itu orang menyebut namaNya Imanuel, yaitu Allah beserta dengan kita (Mat. 1:23). Dia adalah Allah, juga manusia, satu Manusia-Allah yang ajaib.
Ketika Allah yang kekal ini datang menjadi manusia dengan menjadi daging, Dia mendatangkan kasih karunia dan realitas yang limpah (Yoh. 1:14). Kasih karunia adalah hadiah yang Allah berikan kepada kita, yang sebenarnya tidak layak kita terima; tetapi hadiah ini bukan sesuatu yang di luar (barang-barang yang di luar paling banyak adalah berkat material), melainkan diri Allah sendiri menjadi kenikmatan kita. Realitas (kebenaran) adalah Allah sendiri kita dapatkan. Allah kita nikmati itulah kasih karunia; Allah kita dapatkan adalah realitas. Allah yang penuh kasih karunia dan realitas ini, tidak saja kita nikmati, juga kita dapatkan. Tidak ada Dia, tidak ada gunanya; kehilangan Dia, semuanya sia-sia. Sebab itu Allah rela mendispensikan diriNya sebagai kasih karunia dan realitas kepada kita. Kasih karunia dan realitas ini adalah kasih karunia demi kasih karunia yang kita terima dari kepenuhan sifat ilahi Allah Tritunggal.
Allah Tritunggal Mendispensikan Putera
sebagai Hayat yang Kekal ke dalam Orang
yang Percaya ke DalamNya
Yohanes 3:16 mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Hidup (hayat) yang kekal ini tak lain adalah Putera kekasih Allah. Ketika kita percaya ke dalamNya, Allah mendispensikan diriNya ke dalam kita, supaya kita mendapatkan Dia sebagai hayat yang kekal.
Putera Menderita Kematian,
Melepaskan Hayat Ilahi, Untuk Mendispensikannya
kepada Setiap Anggota Tubuh dari TubuhNya
Untuk merampungkan dispensi ilahi Allah Tritunggal, Putera maju selangkah lagi, mati tersalib. Dia menyerahkan sendiri diriNya, merampungkan kematian yang almuhit, tidak saja menyelesaikan dosa, manusia lama, Satan, dunia, ciptaan lama, dan perkara negatif lain, juga seperti sebiji gandurn yang jatuh ke dalam tanah dan mati, lalu melepaskan hayat ilahi, untuk diriispensikan kepada setiap anggota Tubuh dari Tubuh Kristus (Yoh. 12:24).
Putera Bangkit dari Kematian, Menjadi Roh,
Sebagai Perampungan Sempurna Allah Tritunggal,
Mendispensikan Allah Tritunggal ke Dalam Kaum Imani
Setelah menderita kematian figa hari, Putera bangkit. Dalam kebangkitan, Dia menjelma menjadi Roh pemberi hayat. Pada malam itu, Yesus datang ke tengah-tengah murid-murid, menyatakan diri kepada mereka, memberi salam kepada mereka, dan menghembusi mereka, supaya mereka menerima Roh Kudus (Yoh. 20:8, 9, 19, 22). Roh ini adalah perampungan sempuma Allah Tritunggal yang melalui menjadi daging, tersalib, dan bangkit kembali, mendispensikan Allah Tritunggal ke dalam kaum imani.
KESATUAN ORGANIK ALLAH TRITUNGGAL
YANG MENDISPENSIKAN DIRINYA
DENGAN KAUM IMANI
Setelah melalui beberapa proses ini, akhimya Allah Tritunggal menjadi Roh pemberi hayat, didispensikan ke dalam semua orang yang percaya. Dengan demikian, Allah Tritunggal yang mendispensikan diriNya ini bersatu secara organik dengan seluruh kaum imani. Kesatuan ini sama seperti kesatuan ranting pokok anggur dengan pokok anggur (Yoh. 15:5a). Ranting pokok anggur mempunyai hayat yang sama dengan pokok anggur, menempuh penghidupan yang sama; keduanya saling huni, inilah hasil dari kesatuan hayat (Yoh. 15:4).
PEMBAURAN ORGANIK ALLAH PENDISPENSI
HAYAT DENGAN KAUM IMANI
Dispensi ilahi Allah Tritunggal ilahi tidak hanya menghasilkan kesatuan yang organik antara Allah dengan kaum imani, lebih-lebih menghasilkan pembauran organik. Ketika kita percaya ke dalam Kristus dan dilahirkan kembali, kita telah mendapatkan Roh hayat Allah; Roh ini melahirkan Kristus yang adalah Roh ke dalam roh kita, supaya Allah Tritunggal berbaur secara organik dengan kita, kaum imani yang dilahirkan kembali (Yoh. 3:3-6). Dengan demikian, atribut ilahi Allah Tritunggal - kasih Allah, kasih karunia Kristus, dan persekutuan Roh - beserta dengan kita (2Kor. 13:13). Kasih adalah sumber, kasih karunia adalah perwujudan, persekutuan adalah menyampaikan kepada kita. Kasih Allah adalah Allah sendiri, sebagai sumber kasih karunia Tuhan; persekutuan Roh itu adalah Roh itu sendiri, menjadi penyaluran kasih karunia Tuhan bersamaan dengan kasih Allah, diriispensikan ke dalam kita, supaya kita ada bagian dan menikmatinya. Ini bukan tiga hal yang terpisah, melainkan tiga aspek dari satu hal. Inilah Allah dalam ketritunggalanNya, mendispensikan diriNya ke dalam kaum imani.
Hari ini Allah telah merampungkan dispensi ilahi ini. Ini adalah berita gembira yang sangat besar, semuanya telah siap, mari datang menghadiri pesta perjamuan (Luk. 14:17), datang menghirup Allah, makan minum Allah - menghirup Kristus yang adalah Roh sebagai udara, supaya Kristus dengan kita dalam eksistensi kita memiliki pembauran dalam pernafasan (Yoh. 20:22); minum air hidup Kristus yang, adalah Roh, supaya Kristus dengan kita berbaur secara organik dalam penghidupan (Yoh. 4:10,14; 7:37-38); dan makan Kristus yang di dalam firman hayat yang hidup sebagai makanan rohani, supaya Kristus berbaur secara organik dengan kita dalam unsur hayat (Yoh. 6:48, 57b-58a). Sebab itu, baik yang dihirup ke dalam, yang diminum ke dalam, yang dimakan ke dalam, semua milik kita, tidak saja bersatu dengan kita, juga berbaur dengan kita; segala milik Allah dan segala apa adaNya, juga menjadi milik kita. Lalu kita memiliki hayat dan sifat Allah, ada pernbenaran, pengudusan, dan penebusan, serta segala kebajikan insani, seperti kesabaran, kerendahan hati, ketaatan, dan lain-lain.
Asal kita setiap hari tak hentinya menghirup Dia, meminum Dia, memakan Dia, dengan sendirinya kita akan bertumbuh dalam suplai yang serba lengkap dari Kristus yang sebagai pokok anggur yang benar, supaya kita memiliki suplai organik dalam perkara berbuah (Yoh. 15:1,4-5).
HASIL KENIKMATAN KAUM IMANI
TERHADAP DISPENSI ILAHI DARI TRITUNGGAL ILAHI
Ketika kita memakai dan menikmati dispensi ilahi dari Tritunggal ilahi, bersatu dengan Kristus secara luar dan dalam, hasilnya adalah beberapa hal sebagai berikut :
1. Sungai yang mengalirkan air hidup (Yoh. 7:38-39).
2. Buah hayat (Yoh. 15:5,16b);
3. Merawat anak domba dari kawanan domba (Yoh. 21:15; 10:16);
4. Mempelai perempuan Kristus, sebagai jodoh Kristus; mempelai perempuan ini adalah Tubuh Kristus, menjadi perluasan akhirNya (Yoh. 3:6b, 29-30);
5. Menjadi Tubuh organik Allah Tritunggal yang melalui proses, yaitu pokok anggur universal yang dibicarakan dalam Yohanes pasal 15 (ayat 1,5,8), menjadi ekspresi agung yang kongkret dan korporat dari Allah Tritunggal.
Diberitakan oleh saudara Witness Lee pada tanggal 19 Oktober 1990 di Taipei.