← Daftar isi W.l Visi Dispensi Ilahi dan Petunjuk Pelaksanaan Jalan Baru · bab 10/10

DUA KEKURANGAN DAN DUA PERANGKAP TERHADAP ORANG YANG MELAYANI

Pembacaan Alkitab :

Rm. 3:23; Yoh. 17:22-23; 1 Kor. 3:12-13,17; Gal. 5:26;

Flp. 2:2; 4:2; 1 Tim. 3:6; 1 Kor. 6:18-20; Gal. 5:19-21

GARISBESAR

I. Dua kekurangan :

A. Kehilangan kemuliaan Allah - Rm. 3:23; Yoh. 17:22-23

B . Membinasakan bait Allah - I Kor. 3:12-13, 17

II. Dua Perangkap :

A. Sombong - Gal. 5:26; Flp. 2:2; 1 Tim. 3:6

B. Percabulan - I Kor. 6:18-20; Gal. 5:19-21

Pagi ini adalah kesempatan yang baik sekali, saya akan membicarakan beberapa perkara yang serius dengan kalian.

DUA KEKURANGAN ORANG

YANG MELAYANI TUHAN

Terhadap seorang Yang melayani Tuhan, saudara Wacthman Nee pernah mengambil satu perumpamaan, seperti wadah tembikar di tangan tukang periuk; dalam proses pembuatannya, tidak sedikit wadah Yang rusak, sampai akhirnya, Yang bisa menjadi wadah Yang utuh tidak banyak. Lima puluh tahun Yang lalu saya sudah mendengarkan peringatan ini, dan hal ini senantiasa menjadi satu bantuan Yang besar bagi saya. Saya ingin memberitahu kalian, seorang Yang melayani Tuhan bisa menghadapi empat kesulitan Yang besar, yaitu dua kekurangan dan dua perangkap.

Kehilangan Kemuliaan Allah

Kekurangan pertama adalah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Apa Yang disebut kehilangan kemuliaan Allah? Yaitu tidak mengekspresikan Allah. Kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah, lagi pula Allah tinggal di dalam kita. Allah itu kasih, terang, kudus, benar, sebab itu kita seharusnya menampilkan penghidupan kasih, terang, kudus, dan benar. Dengan demikian kita mengeskpresikan Allah; kalau tidak, kita kehilangan atau merugikan kemuliaan Allah. Dalam peketaan Tuhan, derni berkoordinasi, beberapa orang bersama-sama menjadi seketa, setelah lewat sejangka waktu, saling mengerti dan menjadi akrab, lalu mudah sekali menjadi satu kelompok, dengan tidak terasa timbul semacam perasaan, "Ini kelompok kami," atau "mereka tidak sama dengan kami." Akhirnya masing-masing hanya memperhatikan peketaannya sendiri, tidak mempedulikan apakah orang lain mempunyai kesempatan bekerja. Meskipun Yang Anda kerja baik sekali, itu bukan membangun Tubuh Kristus.

Ketahuilah, kita melayani Tuhan bukan untuk melakukan peketaan diri sendiri, melainkan membangun Tubuh Kristus. Sebab itu kita tidak menggarap orang lain ke atas diri kita, melainkan menggarap mereka ke dalam gereja. Kalau orang Yang Anda bawa beroleh selamat, karena kemudahan transportasi pergi bersidang di balai gereja Yang lebih dekat dengan tempat tinggainya, Anda harus bersukacita dan mendorong dia pergi ke sana. Anda tidak seharusnya karena Anda Yang membawa dia beroleh selamat, dan telah banyak berlelah di atas dirinya, lalu tidak senang ia pergi ke tempat lain. Pikiran Yang demikian sangat tidak memuliakan Allah.Yohanes 17:22-23 memberitahu kita, Tuhan memberikan kepada kaum imani kemuliaan Yang Bapa berikan kepadaNya, supaya mereka mendapatkan hak keputeraan, mempunyai hayat Bapa dan sifat ilahi, supaya mengekspresikan Allah di dalam Putera. Hari ini setiap orang yang beroleh selamat, semuanya mempunyai hayat dan sifat Allah, menjadi ekspresi Allah. Kalau kita melakukan pekerjaan Tuhan tetapi terpisah, bergolong-golongan, berebutan untuk orang-orang yang Anda bawa beroleh selamat, itu adalah perkara yang sangat memalukan bagi Allah, bagi orang yang beroleh selamat juga tidak mulia.

Lagi pula, kita yang melayani Tuhan, tidak seharusnya mempunyai pergaulan yang istimewa dengan siapapun. Saya bekerja sama dengan saudara Watchman Nee selama 18 tahun, meskipun tidak sering menjadi satu, tetapi untuk pekerjaan Tuhan sangat sering berkontak. Kami selamanya tidakpemah karena hubungan pribadi mengundang makan atau minum teh. Beberapa tahun belakangan ini, saya dengan beberapa saudara melakukan persekutuan yang intim, tetapi tidak ada hubungan antar manusia pada umumnya, kami menghindari hubungan duniawi. Perkara yang demikian, harus kalian ingat baik-baik. Meskipun beberapa hal tidak bisa dikatakan berdosa, juga tidak salah, tetapi merugikan kemuliaan Allah, tidak memuliakan Allah. Banyak penyakit yang berasal dari sini. Sebab itu, perkara ini mutlak harus kalian hindari.

Membinasakan Bait Allah

Masih ada satu kekurangan, yaitu membinasakan bait Allah. Satu Korintus 3 mengatakan, "Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak" Berkata pula, "Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api... Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia" (ayat 12-13,15,17). Kayu, rumput kering, atau jerami, melambangkan latar belakang yang berasal dari alamiah kaum imani, serta hal-hal dalam cara hidup alamiah. Ketika seseorang membangun dengan barang-barang yang tidak berharga ini, bait Allah pasti rusak. Sebab itu, pekerjaan Tuhan sama sekali tidak boleh dicampur dengan daging atau emosi alamiah manusia. Di antara saudara-saudara, mungkin ada orang paling banyak membantu Anda, ada orang yang tidak banyak membantu Anda, tetapi Anda tidak seharusnya memandang berat yang ini dan meringankan yang lainnya. Di antara kita tidak ada hirarki atau kedudukan yang khusus, hanya ada fungsi terhadap Tubuh Kristus. Gereja adalah Tubuh Kristus, sebab itu tidak ada seorang yang bisa usul bagaimana, juga tidak ada orang yang bisa mengangkat siapa menjadi apa. Ini adalah perkara yang memalukan, merusak, mencemarkan, dan merugikan Tubuh Kristus. Saya mutlak setuju kita harus saling mengasihi, saya juga merasakan asal saya ada makan, saya tidak dapat melihat sekerja saya kelaparan. Di hadapan Tuhan, saya dapat mengucapkan perkataan yang demikian, karena saya mempunyai tindakan yang nyata. Tetapi kita harus menghindari hubungan daging, supaya bait Allah tidak binasa.

DUA PERANGKAP TERHADAP

ORANG YANG MELAYANI

Sombong

Dalam pelayanan terhadap Tuhan selarna 60 tahun ini, saya telah melihat banyak : Yang tidak bisa bekerja, kelihatan biasa; yang sedikit bisa bekerja, sering sombong. Dalam Galatia pasal 5, Paulus memberitahu kita, janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki (ayat 26). Dalam Filipi 2, dia menghendaki kita sehati sepikir, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan (ayat 2). Sebab itu ia menganjuri Euodia dan Sintikhe, dua saudari, supaya sehati sepikir dalam Tuhan (Flp. 4:2). Perkara yang paling tidak baik adalah sekerja tetapi tidak sehati. Ini akan kehilangan penyertaan Tuhan, membuat bejana kita berlubang yang dapat membocorkan berkat Tuhan. Asal kita sombong, memandang rendah orang lain, menganggap diri sendiri lebih baik daripada orang lain, di antara kita akan terjadi keretakan, dengan tidak terasa. telah membocorkan berkat yang telah dibawa masuk. Saya sudah mengatakan, kita bukan membangun pekerjaan kita sendiri. Baik kita memberitakan Injil, merawat domba kecil, menggarap kelompok, semuanya itu adalah prosedur, bukan pekedaan yang akan kita bangun; yang akan kita bangun adalah Tubuh Kristus.

Sebab itu kita semua harus mempunyai kasih karunia Tuhan, tak peduli seberapa baik pekerjaan kita di dalam Tuhan, kita tetap mengambil satu sikap, seperti yang dikatakan oleh Lukas 17:10, "Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." Di hadapan Tuhan, saya sering berdoa untuk hal-hal ini, karena ada banyak hal yang harus saya lakukan, namun saya tidak mampu melakukannya. Tak peduli kita mampu mengerjakan seberapa banyak pekerjaan, itu hanya menunaikan tugas kita saja, jangan sombong. Sombong bisa menudungi orang, sehingga jatuh ke dalam hukurnan yang dipersiapkan untuk Iblis (I Tim. 3:6). Kita harus waspada terhadap hal ini.

Percabulan

Masih ada satu perangkap yang lebih besar, yaitu percabulan. Dalam I Korintus 6:18 Paulus berkata, "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya senditi." Jangan lupa kita pernah jatuh, dan zaman ini jahat, cabul. Saya tahu jelas, banyak saudara yang bak namun jatuh karena ierkara ini. Ingatlah, kalian di sini bukan untuk yang lain, melainkan bersama-sama dilatih, bersama-sama pergi bekerja. Tentunya lelaki yang dewasa harus menikah, perempuan yang sudah dewasa, juga harus menikah. Tetapi kita tidak perlu dalam pekerjaan Tuhan yang kudus, mengambil kesempatan menuntut masalah pernikahan, ini akan menodai bait Allah. Sebab itu, saya ingin memberi peringatan yang demikian. Tugas ilahi kalian di sini adalah menerima pelatihan, turun ke desa meluaskan Injil. Sebab itu jauhilah jerat percabulan ini.

Alkitab mernuat banyak pengajaran mengenai hal ini. Dalam I Tesalonika 4:3-4, Paulus mengatakan, "Karena inilah kehendak Allah; pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan." Kita tidak boleh sembarangan menjual tubuh kita. Percabulan adalah perkara yang sangat najis, orang yang melakukan perkara ini pasti tidak bisa, menerima Kerajaan Allah (Gal. 5:1921). Perkara ini sangat serius. Saya sering berkata, dalam pekerjaan Tuhan, lelaki pasti akan berkontak dengan perempuan; tetapi ada satu hal yang harus dipegang teguh, dua orang yang berlainan jenis kelamin jangan berbicara dalam satu kamar yang tertutup berdua saja. Kalau perlu berbicara lakukanlah di tempat yang terbuka, atau ada orang ketiga yang menemani. Saya tidak kolot, juga tidak mengabarkan kebudayaan Cina, saya khusus memberitakan Kristus. Tetapi saya yakin pepatah Cina : "Lelaki tidak baik berdekatan dengan perempuan," mempunyai kedudukannya sendiri. Sebab itu saudara jangan seorang diri berkontak dengan perempuan, saudari juga jangan sendirian berkontak dengan lelaki. Dengan dernikian kalian akan terpelihara.

Saya harap keempat hal ini bisa, menjadi peringatan yang selamanya terukir dalam hati. Kalau, dernikian, saya berani menjamin pelayanan Anda terhadap Tuhan pasti panjang umur. Kalau tidak, Anda mungkin akan jatuh ke dalam perangkap-perangkap itu, dan sekali terjadi akan menyesal selamanya. Keempat perkara ini tidak boleh dilanggar. Dalam pemulihan Tuhan, jangan bekerja bagi Tuhan sampai satu tingkat Anda memberi kesan kepada orang kalau Anda sedang melakukan perpecahan, atau Anda berbeda dengan orang lain. Bersamaan dengan itu, jangan bertindak dalam daging, sembarangan bertindak, sembarangan berbicara, atau mencampur beberapa hubungan manusia dan, kebiasaan duniawi ke dalam pelayanan. Jangan pula memberi kesan kepada orang bahwa Anda sombong. Kita hanya melakukan pekerjaan yang seharusnya kita lakukan, macarn-macarn pelaksanaan kita semuanya untuk pemulihan Tuhan, melakukan pekerjaan membangun Tubuh Kristus. Biar orang lain melupakan kita, tetapi kita meninggalkan bagi orang pekerjaan yang ortodok. Lagi pula, Anda harus menaharaai tubuh Anda, dengan kekudusan dan kehormatan menjaga tubuh sendiri, jauhilah percabulan.

Disampaikan oleh Saudara Witness Lee pada tanggal 22-10-1990, di Taipei.