← Daftar isi 2 Korintus (1) · bab 6/20

MINISTRI PERJANJIAN YANG BARU (2)

Pembacaan Alkitab: 2Kor. 3:1-6

Dalam berita sebelumnya kita telah melihat kemenang-an dan hasil dari ministri perjanjian yang baru. Ministri ini adalah satu perarakan kemenangan. Ke mana saja ministri ini pergi, ministri ini memperlihatkan kemenangan Kristus yang menjadi kemenangan ministri ini. Ke mana saja Paulus dan sekerja-sekerjanya pergi, itu adalah perarakan kemenangan yang merayakan kemenangan Kristus. Perayaan yang demikian selalu mendatangkan kemenangan Kristus. Maka, ada kemenangan ministri ini. Kemenangan ministri ini adalah perayaan kemenangan Kristus oleh para tawanan yang telah ditaklukkan di dalam barisan perarakan ini. Semua orang yang ada dalam perarakan ini telah ditaklukkan, ditundukkan, dan ditawan. Hari ini kita juga telah ditawan dan ditundukkan oleh Kristus. Kita perlu memiliki realisasi ini dalam iman. Karena kita berada dalam perarakan ini, maka kita telah ditawan dan ditundukkan, entah kita merasakan situasi kita demikian atau tidak. Jika kita belum ditawan dan ditundukkan, kita tidak mungkin berada dalam perarakan ini. Puji Tuhan, kita semua berada dalam perarakan kemenangan Kristus!

Konsepsi Paulus adalah bahwa ministri pemberitaan ini adalah satu perarakan kemenangan yang merayakan kemenangan Kristus. Hari ini kita sendiri adalah satu contoh dari kemenangan Kristus atas kita. Karena kita telah ditaklukkan, ditundukkan, dan ditawan oleh Kristus, maka kita sekarang berada dalam perarakan-Nya untuk memberitakan Dia. Fakta bahwa kita berada dalam perarakan ini sambil memberitakan Kristus adalah satu kesaksian bahwa kita telah ditaklukkan oleh Kristus.

Dalam Filipi 3 Paulus mengatakan bahwa ia menganggap segala sesuatu sebagai sampah karena pengenalan akan Kristus lebih mulia daripada segalanya. Di sini, dalam 2:14, ia membicarakan tentang keharuman pengenalan akan Kristus. Pengenalan akan Kristus yang sempurna adalah satu wangi-wangian, satu aroma yang harum. Ini berarti bahwa kita yang telah ditaklukkan dan ditawan dan dibawa masuk ke dalam perarakan kemenangan untuk merayakan kemenangan Kristus membicarakan pengenalan akan Kristus yang sempurna ini kepada orang lain. Apa saja yang kita katakan, itu adalah pengenalan akan Kristus yang sempurna. Kita mengenal Kristus melalui pengalaman kita terhadap-Nya dan kenikmatan kita terhadap-Nya. Sewaktu kita pawai dalam perarakan kemenangan ini, kita membicarakan Kristus kepada orang lain. Apa yang kita katakan mengenai Dia itu merupakan bau-bauan yang harum dan manis. Manifestasi keharuman pengenalan akan Kristus ini memiliki khasiat ganda, hasil ganda: menghasilkan hayat kepada kehidupan, atau menghasilkan maut kepada kematian. Inilah kemenangan dan hasil dari ministri ini, yang merupakan susunan Kristus di dalam kita.

II. FUNGSI DAN KEMAMPUANNYA

Dalam berita ini kita sampai kepada fungsi dan kemampuan dari ministri perjanjian yang baru ini (3:1-6). Setelah memberikan gambaran tentang kemenangan dan hasil ministri ini kepada kita, Paulus memperlihatkan fungsi dari ministri ini dan juga kemampuannya. Pekerjaan macam apakah yang dilakukan ministri ini? Apakah fungsinya? Selain itu, siapakah yang sanggup memikul tanggung jawab yang demikian, tanggung jawab kepada hayat dan maut? Karena ministri ini menghasilkan hayat kepada kehidupan atau maut kepada kematian, maka dalam 2:16 Paulus berkata, “Siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” Karena itu, dalam 3:1-6 ia memberikan satu gambaran kepada kita yang memperlihatkan fungsi dan kemampuan ministri ini.

A. Fungsinya — Menulis Surat Kristus

Dalam 3:1 Paulus berkata, “Apakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?” Pertanyaan-pertanyaan ini timbul karena keterus-terangan dan kesetiaan perkataan rasul dalam ayat sebelumnya mengenai dirinya dan sekerja-sekerjanya. Dari apa yang ditulis Paulus dalam 1Korintus dan juga dalam Surat Kiriman ini, orang-orang Korintus mungkin berpikir bahwa Paulus dan sekerja-sekerjanya memuji diri mereka sendiri. Karena itu, Paulus mengajukan dua pertanyaan ini dalam 3:1. Jawaban untuk kedua pertanyaan ini mutlak tidak. Mereka tidak memuji diri mereka sendiri, dan mereka juga tidak memerlukan surat pujian.

Ayat 2 mengatakan, “Kamulah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami, yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang.” Kaum beriman adalah buah jerih lelah para rasul, yang memperkenalkan para rasul dan ministri mereka kepada orang. Karena itu kaum beriman menjadilah surat perkenalan yang hidup dari para rasul, yang ditulis oleh para rasul dengan Kristus yang berhuni di dalam sebagai isi dalam setiap bagian batin mereka.

Paulus mengatakan bahwa orang-orang Korintus adalah surat yang “tertulis dalam hati kami.” Kaum beriman Korintus adalah surat perkenalan yang hidup dari para rasul, dituliskan dalam hati para rasul, karena itu mereka dibawa oleh para rasul dan tidak dapat dipisahkan dari para rasul. Mereka berada dalam hati para rasul (7:3), dibawa ke mana-mana oleh para rasul sebagai surat perkenalan mereka.

Ayat 3 adalah kelanjutan dari ayat 2: “Karena telah ternyata bahwa kamulah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” Surat Kristus ditulis dengan Kristus sebagai isi untuk menyampaikan dan menyatakan Kristus. Semua orang yang percaya kepada Kristus seharusnya adalah surat Kristus yang hidup, agar orang lain boleh membaca dan mengenal Kristus yang ada di dalam diri mereka. Surat-surat ini ditulis oleh ministri para rasul. Para rasul dipenuhi Kristus, sehingga ministri mereka dengan sendirinya menyuplaikan Kristus kepada orang-orang yang berkontak dengan mereka, menuliskan Kristus ke dalam hati mereka, dan menjadikan mereka surat hidup yang menyampaikan Kristus.

Dalam ayat 2 Paulus membicarakan tentang “surat kami” Dalam ayat 3 ia memberi tahu orang-orang Korintus, “Kamu adalah surat Kristus.” Kelihatannya di sini ada dua jenis surat-surat yang dituliskan dalam hati para rasul, dan kaum beriman sebagai surat Kristus. Sebenarnya, tidak ada dua jenis surat. Secara tata bahasa, dalam ayat-ayat ini Paulus berkata, “Kamu adalah surat kami karena kamu adalah surat Kristus.” “Karena telah ternyata” itu berarti sesuatu itu adalah bukti. Ini adalah bukti bahwa orang-orang Korintus, sebagai surat rasul-rasul, adalah surat Kristus. Tetapi manakah yang datang lebih dulu, surat Kristus, atau “surat kami”? Surat Kristus harus datang lebih dulu. Karena kaum beriman adalah surat Kristus, maka mereka juga adalah surat yang dituliskan dalam hati para rasul. Mereka adalah surat para rasul karena mereka lebih dulu adalah surat Kristus.

Ayat 2 mengatakan, “tertulis dalam hati kami,” dan ayat 3 mengatakan, “loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” Ayat 2 membicarakan tentang hati para rasul, sedangkan ayat 3 membicarakan tentang hati kaum beriman di Korintus. Satu jenis surat dituliskan dalam hati para rasul dan dalam hati kaum beriman. Selama bertahun-tahun saya tidak jelas terhadap perkara ini dan menuntut untuk memahaminya. Di manakah surat ini dituliskan, dalam hati para rasul, atau dalam hati kaum beriman? Jika kita dapat menjawab pertanyaan ini, kita akan dapat menyerap butir utama dari berita ini.

Kita perlu melihat bahwa ada surat yang sama yang dituliskan dalam hati dua kelompok orang: dalam hati para rasul dan dalam hati kaum beriman. Apakah maksudnya ini? Hal ini sungguh menjadi suatu masalah dalam pemahaman kita akan 2Korintus 3. Namun, bisa menemukan masalah merupakan satu tanda bahwa kita adalah pelajar-pelajar Alkitab yang serius. Jika kita tidak dapat menemukan masalah sewaktu kita membaca Alkitab, maka kita tidak membacanya dengan tepat. Sekarang karena kita telah menemukan masalah di sini satu surat dituliskan dalam hati para rasul dan kaum beriman kita harus mencari penjelasan tentang hal ini.

Melakukan pekerjaan bukanlah fungsi dari ministri perjanjian yang baru; fungsinya adalah menulis surat. Tentu, ini adalah satu kiasan. Dalam pengajaran-pengajarannya yang lebih dalam, Paulus sering memakai kiasan-kiasan. Ketika dia membicarakan satu kebenaran yang lebih dalam, ia memakai kiasan-kiasan. Misalnya, dalam 2:14 ada dua kiasan: yang pertama adalah tawanan-tawanan dalam perarakan kemenangan yang merayakan kemenangan Kristus; yang kedua adalah pembawa ukupan yang menyebarkan kesempurnaan pengenalan akan Kristus sebagai satu wangi-wangian yang menghasilkan kematian atau kehidupan. Sekarang dalam pasal 3 Paulus memakai kiasan lainnya, yaitu menulis surat.

Menurut ayat 3 ini, surat Kristus “bukan ditulis dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup.” Roh Allah yang hidup adalah Allah yang hidup itu sendiri, bukan alat seperti pena, tetapi sebagai unsur, seperti tinta yang digunakan dalam penulisan; dengan unsur ini para rasul menyuplaikan Kristus sebagai isi untuk penulisan surat-surat hidup yang menyampaikan Kristus. Penulis surat ini bukanlah Roh Allah; penulisnya adalah para rasul. Roh Allah yang hidup adalah “tinta,” unsur, esens dari tulisan itu. Ini berarti Roh Allah yang hidup adalah unsur yang dengannya surat itu ditulis. Ini adalah satu perkara yang sangat penting.

Ministri para rasul adalah menulis surat dengan Roh pemberi hayat sebagai esensnya. Semakin para rasul melayani Anda, mereka semakin memasukkan unsur Roh pemberi hayat ke dalam Anda. Kita dapat memakai satu ilustrasi menulis dengan tinta pada selembar kertas. Semakin kita menulis pada kertas itu, semakin banyak tinta yang ditambahkan. Sama prinsipnya, melalui ministri para rasul, Roh pemberi hayat ditambahkan kepada kaum beriman. Ini adalah satu perkara yang sangat penting yang perlu dilihat oleh kita semua.

Dalam ayat 3 Paulus mengatakan bahwa surat Kristus ditulis “bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” Hati kita terdiri atas hati nurani (bagian utama dari roh), pikiran, emosi, dan tekad, merupakan loh yang di atasnya dituliskan surat-surat Kristus yang hidup dengan Roh Allah yang hidup. Ini menyiratkan Kristus dituliskan ke dalam setiap bagian batin kita dengan Roh Allah yang hidup untuk menjadikan kita surat-surat-Nya yang hidup, supaya Dia diekspresikan di atas diri kita dan dibaca oleh orang lain.

Sebuah surat yang ditulis dengan tepat dipusatkan pada selembar kertas. Kita dapat mengatakan bahwa tulisannya ada pada hati kertas itu. Ketika Anda menulis surat, Anda tidak menulis di sudut atau di sebelah kiri dan kanan, melainkan di tengah-tengahnya. Prinsipnya sama dengan penulisan surat Kristus di dalam diri kita. Surat ini ditulis pada bagian pusat kita, yaitu pada hati kita, satu susunan yang terdiri dari jiwa dan hati nurani, bagian utama dari roh kita. Karena itu, surat Kristus ditulis pada roh kita dan jiwa kita. Ketika para rasul memberitakan Kristus atau meministrikan Kristus, mereka meministrikan Dia ke dalam hati dan roh kaum beriman. Pertama-tama Kristus sebagai Roh pemberi hayat diministrikan ke dalam roh kaum beriman. Ini berarti Kristus ditulis di dalam roh kaum beriman itu. Kemudian melalui pelayanan lebih lanjut Kristus menyebar dari roh ke dalam pikiran, emosi, dan tekad. Pada akhirnya, Kristus akan ditulis ke dalam setiap bagian batin kita. Dalam firman dari Efesus 3, ini adalah Kristus yang menempatkan diri-Nya sendiri, atau membuat rumah-Nya, di dalam hati kita. Kristus membuat rumah-Nya di dalam hati kita sama dengan menuliskan Kristus di seluruh batin kita. Penulisan ini membuat orang beriman menjadi satu surat Kristus yang hidup. Orang yang demikian mengekspresikan Kristus dalam segala hal yang ia katakan dan lakukan. Ia menjadi satu surat Kristus yang hidup untuk dibaca oleh orang lain. Semua orang beriman seharusnya menjadi surat yang demikian.

Penulisan yang terjadi di dalam hati kita melalui minister-minister perjanjian yang baru memiliki Roh pemberihayat yang almuhit sebagai unsurnya. Unsur ini sebenarnya adalah Allah yang telah melalui proses. Ini berarti bahwa unsur ini adalah Allah Tritunggal yang dituliskan ke dalam diri kita. Inilah surat yang ditulis oleh minister-minister perjanjian yang baru dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi hayat. Allah sedang ditulis ke dalam kita, dan hasilnya kita menjadi surat Kristus.

Bagaimanakah surat yang sama ini juga ditulis dalam hati minister-minister perjanjian yang baru? Ini tidak mudah untuk dijelaskan. Pertanyaan semacam ini hanya dapat dijawab menurut pengalaman rohani. Tanpa pengalaman yang memadai, kita tidak akan bisa menjawab pertanyaan ini. Dari pengalaman kita tahu bahwa ketika Paulus meministrikan Kristus ke dalam kaum beriman Korintus, menuliskan Kristus sebagai Roh pemberi hayat ke dalam mereka, maka hal yang dituliskan kepada mereka itu juga dituliskan kepada hatinya. Hari ini ketika kita meministrikan Kristus kepada orang lain, secara bersamaan Kristus dituliskan ke dalam orang yang kita suplai dan juga dituliskan ke dalam kita. Karena itu, tulisan yang sama ini menghasilkan dua salinan dari satu surat. Satu salinan ditulis dalam hati kita, dan salinan lainnya ditulis dalam hati orang yang kita suplai.

Sewaktu Paulus melayani kaum beriman di Korintus, penulisan ini terjadi dalam hati kaum beriman dan juga dalam hatinya sendiri. Dengan demikian mereka menjadi surat Kristus, dan surat ini juga ada dalam hati penulisnya, yaitu rasul. Karena itu, surat yang sama yang ditulis dalam hati Paulus juga ditulis dalam hati kaum beriman. Ke mana saja Paulus pergi, surat ini ada di dalamnya, karena kaum beriman telah menjadi suratnya. Di satu pihak, mereka adalah surat Kristus; di pihak lain, mereka adalah surat para rasul yang dituliskan dalam hati mereka.

Saya tidak pernah dapat melupakan orang-orang yang kepada mereka saya telah meministrikan Kristus. Sewaktu saya menuliskan Kristus ke dalam mereka, Kristus yang sama juga dituliskan ke dalam saya. Satu penulisan menghasilkan dua salinan asli. Namun, penulisan semacam ini tidak terjadi dalam pemberitaan yang dangkal, seperti yang umumnya ada di antara orang Kristen pada hari ini. Pemberitaan yang dangkal tidak akan menghasilkan surat. Tetapi pemberitaan yang tepat, memadai selalu menuliskan sesuatu dari Kristus baik dalam hati orang yang menerima ministri itu maupun dalam hati orang yang meministrikannya. Saya dapat bersaksi bahwa dalam hati saya ada banyak surat yang telah ditulis demikian.

Dalam ayat 2 dan 3 Paulus menunjukkan bahwa karena orang-orang Korintus telah ternyata sebagai surat Kristus, maka mereka juga adalah surat yang dituliskan dalam hati para rasul. Maka, kedua surat ini disusun oleh satu penulisan. Satu penulisan menghasilkan hasil ganda, yaitu dalam hati para rasul dan dalam hati kaum beriman.

Para rasul tidak meministrikan sesuatu secara ringan dan dangkal. Sebaliknya, apa saja yang mereka ministrikan itu penuh dengan bobot rohani. Karena itu, ministri ini dapat dituliskan dalam hati kaum beriman dan juga dalam hati mereka sendiri. Inilah sebabnya para rasul dapat menjamin orang-orang Korintus bahwa para rasul tidak akan pernah melupakan mereka, karena kaum beriman telah ditulis dalam hati mereka. Ke mana saja para rasul pergi, mereka membawa kaum beriman bersama mereka dengan memiliki kaum beriman ini ditulis dalam hati mereka. Perkara ini sangat subyektif dan dapat dialami. Hal ini melampaui dilekatkan, karena ini melibatkan dua hati yang menjadi satu.

Saya mendorong Anda untuk membandingkan ministri para rasul dengan pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan di antara orang-orang Kristen pada hari ini. Ministri rasul mutlak merupakan perkara dalam hayat dan penuh dengan bobot rohani. Sebenarnya, ministri mereka itu bukanlah satu pekerjaan, melainkan adalah penulisan surat-surat. Seperti yang telah kita lihat, ini adalah fungsi dari ministri perjanjian yang baru. Kita tidak memiliki ungkapan yang memadai untuk membicarakan hal ini. Mungkin inilah sebabnya Paulus memakai kiasan penulisan surat. Jika Anda merenungkan perkara ini, mendoakannya, dan mempersekutukannya, maka Anda akan melihat lebih banyak dan menyadari lebih banyak lagi. Anda akan melihat bahwa ini benar-benar adalah fungsi dari ministri ini dalam Perjanjian Baru.

Allah tidak bermaksud memakai minister-minister-Nya untuk melakukan satu pekerjaan dalam skala yang besar. Ministri rasul bukanlah pekerjaan produksi massal. Kehidupan manusia tidak dihasilkan dengan cara demikian. Untuk dapat dilahirkan, seorang anak harus berada di dalam rahim ibunya selama sembilan bulan. Tidak ada cara untuk mempercepat proses ini dan menghasilkan manusia secara massal. Ini menggambarkan fakta bahwa cara Allah adalah cara hayat, bukan cara produksi massal.

Jangan mengharap pemulihan Tuhan akan menjadi satu pekerjaan produksi massal. Beberapa saudara mungkin memiliki konsepsi ini. Mereka mungkin mengira bahwa dalam jangka waktu yang pendek saja orang-orang di negara mereka yang ada di dalam pemulihan Tuhan akan berjumlah jutaan. Ketika Paulus keluar untuk melayani, tidak dikatakan bahwa ada ribuan orang yang didapatkan bagi Tuhan melalui ministrinya. Gereja di Efesus, misalnya, bersidang di sebuah rumah. Fakta bahwa gereja bersidang di sebuah rumah menunjukkan bahwa jumlah kaum beriman di sana tidak besar. Apakah Anda berpendapat bahwa kaum beriman pada zaman dulu memiliki sebuah rumah yang dapat menampung seribu orang beriman? Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang hidup di rumah yang demikian.

Dalam 1Korintus 16:8 dan 9 Paulus berkata, “Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, sebab terbuka kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” Ketika kita membaca tentang pintu yang telah terbuka bagi Paulus, kita mungkin mengira bahwa akan ada ribuan orang yang ditambahkan kepada gereja melalui ministrinya. Tetapi selanjutnya gereja di Efesus tetap bersidang di rumah Akwila dan Priskila. Lalu, bagaimana mereka dapat memperoleh sejumlah besar kaum beriman? Saya menyinggung hal ini untuk menunjukkan bahwa cara Allah itu bukanlah mendapatkan sejumlah besar orang melalui produksi massal.

Kita dapat memakai pertumbuhan bunga sejati lawan membuat bunga tiruan sebagai satu ilustrasi dari perbedaan antara cara produksi massal dan cara hayat Allah.

Untuk menumbuhkan bunga yang sejati di sebuah taman, diperlukan banyak waktu. Tetapi sebuah pabrik dapat menghasilkan ratusan, bahkan ribuan bunga plastik dalam satu hari. Demikian juga, untuk menghasilkan seorang anak diperlukan satu proses yang panjang, dan perlahanlahan. Tidak ada seorang ibu pun yang dapat melupakan seorang anak yang dilahirkannya, karena anak itu adalah bagian dari dirinya. Inilah yang kita maksud dengan cara hayat.

Perkataan Paulus tentang penulisan surat ini menunjukkan bahwa cara Allah adalah cara hayat. Sebenarnya, kaum beriman bukan hanya ditulis dalam hatinya kaum beriman juga diukir dalam hatinya. Karena itu, Paulus tidak mungkin dapat melupakan mereka. Penulisan ini adalah oleh hayat, dengan Roh pemberi hayat.

B. Kemampuannya

Siapakah yang layak melakukan pekerjaan penulisan surat-surat Kristus yang hidup ini? Hanya Allah yang layak melakukan hal ini. Allah di dalam kita pasti sedang menulis surat-surat ini. Dalam diri kita sendiri, kita tidak terhitung apa-apa atas perkara ini. Tidak ada tempat bagi kita jika kita berdasarkan apa adanya kita atau apa yang dapat kita lakukan di dalam diri kita sendiri. Kita memerlukan Allah Tritunggal untuk disusun ke dalam diri kita. Hanya dengan jalan ini barulah kita dapat menjadi penulis yang demikian.

Di sini saya bukan hanya memberitakan Injil atau mengajarkan Alkitab. Beban saya adalah menulis suratsurat Kristus yang hidup. Jika saya ingin menjadi penulis semacam ini, saya harus menjadi orang yang disusun dengan Allah Tritunggal. Maka, sebenarnya, bukan saya yang menjadi orang yang melakukan penulisan ini; Allah yang telah disusun ke dalam sayalah yang akan menjadi penulis yang sesungguhnya. Dia sebagai penulis akan menuliskan diri-Nya sendiri ke dalam kaum beriman.

Dalam ayat 4 dan 5 Paulus berkata, “Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah melalui Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.” Di sini kita melihat bahwa Allah yang hidup sendiri merupakan kesanggupan, kemampuan, dan kelayakan ministri para rasul; ministri ini adalah bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang menyalurkan Kristus ke dalam umat pilihan Allah bagi pembangunan Tubuh Kristus. Kita sendiri tidak terhitung apa-apa, dan apa yang dapat kita lakukan juga tidak terhitung apa-apa. Hanya Allah Tritunggal yang disusun ke dalam kita yang sanggup melaksanakan pekerjaan penulisan surat-surat Kristus yang hidup ini.

Tentang Allah, dalam ayat 6 Paulus berkata, “Dialah yang membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.” Kata Yunani yang diterjemahkan “membuat” juga berarti menjadikan, melayakkan, membuat mampu. Frase “tidak terdiri dari hukum yang tertulis” menerangkan minister-minister; bukan perjanjian. “Huruf” yang Paulus maksudkan di sini adalah kode hukum yang tertulis. “Roh”, adalah Roh Allah yang hidup, dengan Roh ini para rasul menyuplaikan Kristus ke dalam kaum beriman untuk menjadikan mereka surat-surat Kristus yang hidup. Ministri untuk Perjanjian Baru bukan berasal dari hukum tertulis yang mati seperti ministri Musa untuk Perjanjian Lama, tetapi dari Roh hidup, yang memberikan hayat.

Dalam ayat 6 Paulus memberi tahu kita bahwa huruf mematikan, tetapi Roh memberi hayat. Huruf yang mematikan ini adalah huruf dari hukum yang tertulis, yang hanya menuntut manusia, tetapi tidak dapat menyuplai manusia dengan hayat (Gal. 3:21). Karena manusia tidak mampu memenuhi tuntutan-tuntutan hukum Taurat, hukum Taurat membunuh manusia (Rm. 7:9-11). Roh itu, yaitu penyataan akhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses, yang menjadi Roh pemberi hayat, menyalurkan hayat ilahi, yaitu Allah sendiri, ke dalam kaum beriman dan para rasul, menjadikan mereka minister-minister perjanjian yang baru (perjanjian hayat). Karena itu, ministri mereka adalah berdasarkan Roh pemberi hayat, disusun dengan Allah Tritunggal yang adalah hayat.