Allah Mencari Manusia
"Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat bak, seorangpun tidak"
Roma 3:11-12
"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang"
Lukas 19:10
Kita memuji syukur kepada Allah, karena bukan kita yang mengasihi Allah, melainkan Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita! Menurut yang tercantum dalam Roma 3:11-12, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Lukas 19:10 mengatakan, bahwa Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kita juga bersyukur kepada Allah, karena Dia tidak menyuruh kita membawa lembu dan domba untuk berjumpa denganNya seperti dalam Perjanjian Lama. Dia justru melalui PutraNya telah membuat kemah di tengah-tengah kita, sehingga kita bisa mendekati Dia.
Hari ini di depan meja kasih karuniaNya, tidak ada seorangpun di antara kita yang berani berkata, bahwa kita adalah orang-orang yang sejak dulu sudah menginginkan keselamatan, sudah sejak dulu mau mencari Allah. Selama bekerja di tengah-tengah orang yang tidak percaya, di antara orang-orang yang saya temui, saya belum pernah melihat satu orangpun yang sejak dulunya sudah mencari Allah. Tuan Paget Wilkes berkata, bahwa ketika dia di Jepang berbicara di depan puluhan ribu orang, dia tidak menemukan satu orangpun yang tadinya pernah mencari Allah.
Di seluruh dunia ini tidak ada satu orangpun yang bagi Tuhan, hanya Tuhan yang bagi manusia. Inilah kasih karunia, inilah Injil. Ada orang bertanya, "Bukankah orang-orang yang menyembah berhala itu berarti mencari Allah?" Tidak, karena mereka melakukan itu demi keuntungan diri sendiri. Ada orang mengharapkan usahanya sukses dan lancar, ada orang mengharapkan keluarganya damai sejahtera. Mereka mencari hal-hal yang mereka anggap sebagai berkat. Yang dituntut oleh manusia adalah sesuatu yang dari Allah, bukan diri Allah sendiri. Namun yang Allah cari adalah diri manusia kita. Yang dicari oleh manusia adalah karunia Allah, damai sejahtera, keuntungan. Yang dicari oleh Allah bukan sesuatu dari diri kita, melainkan diri kita sendiri. Hari ini di hadapan Allah kita sungguh-sungguh harus memanjatkan puji syukur kepadaNya, karena entah betapa baiknya perlakuan Allah kepada kita! Perlakuan yang begitu baik dariNya sungguh di luar jangkauan pikiran kita!
Dua Korintus 8:5 mengatakan, "Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami" Sudahkah Anda tampak, bahwa Allah menghendaki diri kita sendiri. Allah bukanlah Allah yang tamak, sehingga Ia menginginkan harta benda orang kaya. Allah menginginkan diri kita. Tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Yang diinginkan manusia tidak lain adalah damai sejahtera Allah, berkat Allah. Tetapi Allah mencari kita. Walaupun tidak ada orang yang ingin mencari Allah, tetapi Allah mencari kita.
Jika Allah menginginkan sesuatu dari kita, sebenarnya kita tidak memiliki sesuatu apapun yang bisa diberikan kepada Allah. Allah menginginkan manusia. Alangkah baiknya jika seseorang bisa mendapatkan karunia keselamatan. Allah menghendaki Anda, Allah menyelamatkan Anda. Ketika Anda belum beroleh selamat, Anda hidup di dalam dunia, tidak memiliki Juruselamat, tidak memikirkan tentang hidup kekal, juga tidak memikirkan tentang kelak. Saat itu mungkin Anda telah mendengar tentang Allah, tetapi Anda tidak mau Allah. Mungkin juga Anda telah mendengar Allah, namun Anda malah membenciNya. Tetapi kita sungguh bersyukur kepada Allah, Dia telah menyelamatkan kita! Hari ini roti dan cawan di depan kita.memberitahu kita, bahwa Allah karena mengasihi kita telah mengutus AnakNya datang ke dunia untuk mencari kita, berdarah bagi kita, menyelamatkan kita!
Kita bukannya sejak semula adalah anak yang hilang, kita adalah domba yang tersesat, terlebih dahulu ada seorang gembala yang mencari domba yang sesat itu. Dalam Lukas 15 ada tiga perumpamaan: Ada seorang gembala yang karena kehilangan seekor dombanya, ia pergi mencari domba itu; ada seorang perempuan yang kehilangan dinamya, kemudian ia mencari dinar itu; dan terakhir, ada seorang bapa yang menyambut kembali anaknya yang hilang. Terlebih dulu ada seorang Juruselamat yang keluar mencari Anda, ada Roh Kudus yang dengan terangNya menerangi Anda, kemudian ada seorang Bapa yang menyambut dan menerima Anda. Puji syukur kepada Allah, Dialah yang mencari kita dan menyelamatkan kita!