Kemajuan Kohani
Pembacaan Alkitab :
Lukas 14:26-27,33
Setiap orang Kristen harus mengalami kemajuan rohani. Apa yang dimaksud dengan kemajuan rohani? Bagaimana baru bisa mengalami kemajuan rohani? Sebenarnya seorang Kristen harus menyatakan keadaan yang bagaimana baru dapat terbilang maju dalam rohaninya? Memang, pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan masalah besar yang tidak mudah dijawab/dijelaskan dengan sepatah atau dua patah kata saja. Dalam berita ini, kita hanya ingin membicarakannya secara ringkas saja.
Menurut Alkitab dan pengalaman kaum saleh, kemajuan rohani tak lain adalah makin bertambahnya unsur-unsur Allah di dalam diri kita. Allah itu Roh, jikalau Roh Allah berdiam di dalam diri kita, maka kita sudah menjadi rohani (Roma 8:9). Kemajuan rohani berarti unsur-unsur Allah makin bertambah di dalam kita. Misalnya pada saat Anda baru beroleh selamat, unsur Allah yang ada di dalam Anda adalah 100, kini karena rohani Anda mengalami kemajuan, unsur Allah itu bertambah menjadi 200 atau 300. Itulah kemajuan rohani.
Hak Kedudukan Allah
Semula, ketika Allah menciptakan manusia, Allah bermaksud menjadikan manusia sebagai wadahNya. Tujuan Allah yang kekal ialah ingin menggarapkan diriNya ke dalam diri manusia, ingin membaurkan diriNya di dalam batin manusia agar Dia dapat memenuti seluruh batin manusia. Adam dan Hawa gagal justru karena mereka tidak membiarkan Allah mencapai tujuan ini, sebaliknya mereka malah menjauhi Allah. Apakah artinya manusia menjauhi Allah? Itu tak lain ialah dalam batin manusia tidak memberi kedudukan kepada Allah. Apakah pula artinya tidak memberi kedudukan kepada Allah? Itu berarti di dalam batin manusia terdapat suatu benda atau suatu perkara yang telah menduduki manusia itu. Ketika Adam dan Hawa makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, yang menduduki batin mereka bukan firman Allah, melainkan kenikmatan buah itu yaitu bagaimana buah itu sedap dipandang mata dan bagaimana manusia bisa memperoleh hikmat karena buah itu. Semuanya itu telah merebut kedudukan Allah di dalam batin mereka, karena itu mereka jatuh. Asalkan ada suatu benda, perkara, atau orang telah menduduki Anda, Anda sudah jatuh di hadapan Allah.
Maka kita harus senantiasa bertanya kepada diri sendiri, bagaimana keadean batin kita sekarang ini? Sejak Anda diselamatkan hingga sekarang, masih berapakah orang, benda dan perkara yang menduduki diri Anda, sehingga Allah tak mendapatkan kedudukan yang layak pada diri kita? Cobalah Anda renungkan keadaan diri sendiri. Saudara saudari yang kekasih, jika Roh Allah sedikit mencelikkan mata batin Anda, maka Anda akan tampak bahwa seluruh diri atau batin Anda telah dipenuhi oleh banyak perkara dan benda, hingga Allah tiada kedudukan.
Pernah ada seorang saudara mengatakan bahwa hati manusia itu mirip dengan sebuah koyok, yang dapat melekat pada benda apa saja. Hati kita adakalanya melekat pada penghidupan yang enak, adakalanya melekat pada kepentingan atau keuntungan pribadi kita. Jika kita sudah melekat pada suatu benda, maka kita tak dapat mengasihi Allah dengan sebaik-baiknya. Kita tidak saja bisa melekat pada hal-hal yang ada pada kita, bahkan bisa melekat pada hal-hal yang tiada pada kita. Kita pun bisa melekat pada kesulitan-kesulitan kita, khayalan-khayalan atau bahkan kemuliaan yang sia-sia. Tak peduli hati kita melekat pada perkara apa, asalkan ada satu yang telah merebut kedudukan Allah di dalam batin kita, itu berarti kita telah jatuh di hadapan Allah. Bila kedudukan Allah di dalam batin Anda telah diduduki oleh benda yang lain, maka Anda sudah menjadi orang yang jatuh.
Boleh jadi Anda telah beroleh selamat selama 10 tahun, 5 tahun yang pertama keadaan Anda baik sekali, 5 tahun yang belakangan, dalam batin Anda terdapat sesuatu yang menempati kedudukan Allah. Itu berarti Anda sudah jatuh. Walaupun saat ini Anda masih tetap mengikuti sidang, masih berdoa dan melakukan pelayanan seperti semula, akan tetapi batin Anda telah jatuh. Saudara-saudari, tujuan Allah adalah menghendaki manusia menjadi wadahNya, asalkan kita diduduki oleh apa saja yang di luar Allah, sehingga Allah di dalam kita tidak mendapatkan kedudukanNya, itu berarti kita sudah menjadi orang yang j atuh.
Mungkin ada saudara yang berkata, "Saudara anu terlalu sayang kepada anaknya dan anaknya itu telah merebut kedudukan Allah, namun anakku tidak demikian, s,ebab anakku itu tidak baik." Pendapat demikian ini tidak benar. Anak Anda terlalu baik, ia mungkin dan dapat merebut kedudukan Allah dalam hati Anda, tetapi anak Anda yang tidak baik pun dapat merebut kedudukan Allah. Dengan kata lain, boleh jadi karena anak Anda terlalu baik, Anda tidak,mengasihi Allah; boleh jadi juga karena anak Anda terlalu tidak baik, Anda tidak dapat mengasihi Allah. Jadi, ada tidaknya sesuatu di dalam batin Anda yang telah merebut kedudukan Allah dapat dilihat dari apakah Anda mengasihi Allah atau tidak.
Mengalami Kemajuan Rohani
Demikianlah, dengan mudah kita dapat menemukan arti dari kemajuan rohani, dan bagaimana cara atau jalan untuk mengalami kemajuan rohani tersebut. Di pihak positifnya telah kita katakan di depan bahwa kemajuan rohani berarti bertambahnya unsur Allah di dalam diri kita. Sekarang pada pihak negatifnya kita mengatakan bahwa kemajuan rohani adalah terbuangnya atau. tersingkirnya suatu benda atau perkara dari dalam diri kita. Dari dalam batin Anda ada sesuatu yang tersingkir atau dari diri Anda ada sesuatu yang tersingkir, itulah artinya kemajuan rohani.
Misalkan ada seseorang yang diduduki oleh kebiasaan banyak bicara. Jika ia hendak mencapai kemajuan rohani, maka kebiasaannya itu harus dibuang atau disingkirkan. Ia mengalami kemajuan rohani ketika kebiasaan banyak bicaranya itu tersingkir. Kemajuan rohani ialah bertambahmya unsur Allah di dalam batin kita; sebaliknya kemajuan rohani pun berarti tersingkirnya unsur-unsur di luar Allah dari dalam batin kita. Jangan mengira, Anda sudah bisa mencapai kemajuan rohani hanya demi mengikuti sekali sidang, dan Anda merasa mengerti akan ajaran yang Anda dengar itu. Tidak! Ditinjau dari pihak Anda, kemajuan rohani bukan bertambah melainkan berkurang. Sepuluh khotbah telah Anda terima dan telah Anda pahami tidaklah berarti Anda sudah maju dalam rohani, malah sebaliknya itu mungkin menjadi suatu penghambat. Kemajuan rohani adalah bertambahnya unsur Allah, dan tersingkirnya unsur-unsur yang di luar Allah. Saudara-saudari, menurut kalian apakah sebenarnya kemajuan rohani itu? Apakah kemajuan rohani dapat Anda capai dengan menerima sekali atau dua kali pengkhotbahan? Tidak, tidak mungkin! Anda mendengar sebuah khotbah dan khotbah itu masuk ke dalam otak Anda, demikian tidak berarti kemajuan rohani. Tetapi kalau ada sesuatu yang tersingkir dari diri Anda, itu baru berard kemajuan rohani. Kemajuan rohani tak lain adalah tersingkirnya unsur-unsur di luar Allah dan bertambahnya unsur Allah di dalam batin kita.
Banyak orang Kristen begitu beroleh selamat segera menyingkirkan banyak kesenangan dosanya. Namun hanya menyingkirkan kedosaan saja tidak cukup. Untuk mencapai kemajuan rohani, kita harus menyingkirkan benda-benda, perkara-perkara yang telah merebut kedudukan Allah satu demi satu. Saudara-saudari, yang kita perlukan tidak saja menjadi bersih, bahkan menjadi murni. Karenanya jangan sampai kita diduduki oleh segala sesuatu yang di luar Allah. Pada saat Allah bekerja di dalam kita dan Ia menyuruh kita menyingkirkan apa-apa yang di luar Allah, itulah saat kerohanian kita berjalan maju. Kita harus kembali bertanya kepada diri sendiri, apakah ada benda-benda yang terusmenerus tersingkir dari atas diri kita? Ingatlah, jika tidak ada apa-apa yang tersingkir dari diri kita, kita tidak akan mencapai kemajuan. Jika selama satu bulan tidak ada apa-apa yang tersingkir dari diri kita, itu berarti kita tidak ada kemajuan selama satu bulan; jika selama satu tahun tidak ada apa-apa yang tersingkirkan dari diri kita, itu berarti sudah satu tahun pula kita tidak ada kemajuan rohani.
Seorang Kristen yang maju pesat kerohaniannya adalah seorang yang setiap hari menyingkirkan unsur-unsur di luar Allah. Hari ini ia membuang kemuliaan yang sia-sia, besok ia membuang kesombongan, beberapa hari lagi kebiasaan banyak bicara tersingkir dari dirinya, dan lewat beberapa waktu lagi, ia tampak tabiatnya yang pemarah itu juga harus disingkirkan.
Ada orang yang sangat sukar menanggalkan uang/hartanya; ada yang sukar menyingkirkan tabiatnya yang istimewa dan aneh; ada juga yang sukar sekali melenyapkan bawaannya yang lamban. Ada benda atau perkara hanya dapat disingkirkan sedikit demi sedikit, mungkin harus memerlukan waktu 10 tahun baru dapat disingkirkan dengan tuntas. Kata "disingkirkan" yang kita maksudkan di sini, dengan kata lain berarti mati. Mati terhadap uang berarti uang telah disingkirkan dari hati kita; mati terhadap tabiat berarti tabiat itu telah tersingkirkan dari dalam, jiwa kita. Kemajuan rohani, ditinjau dari pihak positif adalah Allah bertambah di dalam batin kita, sedang di pihak negatif adalah ada banyak benda yang sedikit demi sedikit berkurang dari dalam kita.
Kasih Allah Bekerja di dalam Manusia
Bagaimana benda-benda itu dapat tersingkir dari dalam diri kita? Dikatakan secara singkat ialah karena kasih Allah telah bekerja di dalam. diri seorang yang beroleh karunia. Setelah menerima gerakan kasih Allah, hati orang yang beroleh karunia segera tertuju kepada Allah dan segera memberi kesempatan bagi Roh Kudus untuk bekerja di dalamnya. Dengan berbuat demikian ia segera memperoleh terang sehingga ia tampak; begitu ia tampak Roh Kudus segera memperkuat pekerjaannya, ia juga segera taat dan menurut, demikianlah terjadinya peristiwa tersebut.
Pada suatu hari, kasih Allah dengan ajaib sekali menggerakkan hati Anda, sehingga Anda berkata kepadaNya, "Ya Allah, aku mengasihi Dikau." Pada saat itu Anda menerima terang Roh Kudus dan Anda dapat tampak, kemudian Roh Kudus pun memperkuat pekerjaanNya, sehingga Anda dapat taat dan berkata, "Amin". Saat Anda taat, segera ada benda-benda atau perkara-perkara tertentu yang tersingkirkan dari dalam diri Anda. Lebih banyak benda-benda yang tersingkirkan dari dalam diri Anda berarti lebih banyak kemajuan rohani yang Anda alami.
Tuhan Yesus bersabda kepada murid-muridNya, "Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu." (Lukas 14:33). Ada orang yang sebentar saja sudah dapat meninggalkan semuanya, tetapi dua tahun kemudian, ia kembali lagi merangkul semuanya itu. Arti meninggalkan segala sesuatu menurut Tuhan adalah yang dikerjakan dan dipimpin oleh Roh Kudus sendiri. Pekerjaan Salib itu dilaksanakan oleh Roh Kudus ke dalam diri kita. Kita baru dapat menyingkirkan sesuatu jika Roh Kudus telah melaksanakan pekerjaan Salib. Bagaimana Roh Kudus dapat melaksanakan pekerjaan Salib? Asal kita ada sedikit saja hati yang terbuka kepadaNya, Roh Kudus pasti segera melaksanakannya di dalam diri kita. Tuhan Yesus di Salib telah menyingkirkan segala sesuatu. Kemudian, Roh Kudus datang melaksanakannya berdasarkan tertujunya hati kita kepada Allah.
Sekali lagi kita katakan, kemajuan rohani pada pihak positifnya berarti bertambahnya unsur Allah; di pihak negatifnya berarti tersingkirnya benda-benda milik Anda sendiri. Berapa banyak yang tersingkir tergantung pada berapa banyaknya hati Anda tertuju kepada Allah.
Semoga setiap hari dari dalam diri kita ada benda-benda yang tersingkir, itulah yang dikatakan mati setiap hari. Jika tidak ada benda-benda yang tersingkir, itu menunjukkan, rohani kita tidak mengalami kemajuan.