Nilai Kaum Imani di Hadapan Allah
TUHAN berfirman kepada Musa: "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu. Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus - syikal ini dua puluh gera beratnya; setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN. Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN. Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian. Dan haruslah engkau memungut uang pendamaian itu dari orang Israel dan menggunakannya untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan; supaya itu menjadi peringatan di hadapan TUHAN untuk mengingat kepada orang Israel dan untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian."
Keluaran 30:11-16
TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seorang mengucapkan nazar khusus kepada TUHAN mengenai orang menurut penilaian yang berlaku untuk itu, maka tentang nilai bagi orang laki-laki dan yang berumur dua puluh tahun sampai yang berumur enam puluh tahun, nilai itu harus lima puluh syikal perak, ditimbang menurut syikal kudus. Tetapi jikalau itu seorang perempuan, maka nilai itu harus tiga puluh syikal. Jikalau itu mengenai seorang dan yang berumur lima tahun sampai yang berumur dua puluh tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus dua puluh syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal. Jikalau itu mengenai seorang dan yang berumur satu bulan sampai yang berumur lima tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus lima syikal perak, dan bagi perempuan tiga syikal perak. Jikalau itu mengenai seorang yang berumur enam puluh tahun atau lebih, jikalau itu mengenai laki-laki, maka nilai itu harus lima belas syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal. Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang diriazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu imam harus menentukan nilainya."
Imamat 27:1-8
Setiap kali, begitu kehidupan seseorang diingat di hadapan Allah, kalau pada dirinya tidak ada korban penebus dosa, orang itu akan mendapat celaka. TUHAN berfirman kepada Musa, "Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu" (Keluaran 30:11-12). Daud menyuruh Yoab menghitung orang Israel, Allah tidak berkenan, lalu menurunkan tulah sampar kepada Israel karena masalah itu (I Tawarikh 21). Orang yang tidak ada darah akan segera diadili.
Sekarang kita akan menyinggung beberapa butir penting dalam Keluaran 30 dan Imamat 27. Kemudian kita akan membicarakan arti-arti yang penting dalam dua potongan ayat Alkitab ini. Yang tercatat dalam bagian kitab Keluaran ini ialah: pertama, "TUHAN berfirman kepada Musa: Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada TUHAN uang pendamaian karena nyawanya pada waktu orang mendaftarkan mereka supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu" (ayat 11-12). Kedua, "Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus - syikal ini dua puluh gera beratnya; setengah syikal, itulah persembahan khusus kepada TUHAN" (ayat 13). Ketiga, “Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN”(ayat 14). Keempat, "Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN" (ayat 15)
Yang tercatat dalam Imamat: pertama, "TUHAN berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seorang mengucapkan nazar khusus kepada TUHAN mengenai orang menurut penilaian yang berlaku untuk itu" (ayat 1-2). Yang kedua, "Maka tentang nilai bagi orang laki-laki dari yang berumur dua puluh tahun sampai yang berumur enam puluh tahun, nilai itu harus lima puluh syikal perak, ditimbang menurut syikal kudus. Tetapi jikalau itu seorang perempuan, maka nilai itu harus tiga puluh syikal. Jikalau flu mengenai seorang dari yang berumur lima tahun sampai yang berumur dua puluh tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus dua puluh syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal. Jikalau itu mengenai seorang dari yang bemmur satu bulan sampai yang berumur lima tahun, maka bagi laki-laki nilai itu harus lima syikal perak, dan bagi perempuan tiga syikal perak. Jikalau itu mengenai seorang yang berumur enam puluh tahun atau lebih, jikalau itu mengenai laki-laki, maka nilai itu harus lima belas syikal dan bagi perempuan sepuluh syikal” (ayat 3-7). Yang ketiga, "Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang diriazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu imam harus menentukan nilainya” (ayat 8).
Kita melihat perbedaan yang besar di kedua bagian ayat Alkitab di atas. Dalam kitab Keluaran, baik laki-laki atau perempuan, baik miskin atau kaya, siapapun yang dihitung, asal lebih dari umur 20 tahun, ia harus membayar uang setengah syikal perak, dan hanya setengah syikal perak itu, tidak lebih dan tidak kurang. Tetapi dalam kitab Imamat tidak demikian. Membayar perak ada perbedaan umur, ada perbedaan laki-laki dengan perempuan, ada perbedaan miskin dengan kaya. Mengapa demikian? Karena kitab Keluaran membicarakan nilai perak penebus nyawa (kehidupan), sedang kitab Imamat membicarakan membayar nilai nazar khusus.
Nilai Kasih Karunia Keselamatan
Kitab Keluaran membicarakan mengenai nilai perak penebus nyawa. Sebab itu, baik laki-laki atau perempuan, asal berumur lebih dari dua puluh tahun, harus mengeluarkan perak setengah syikal; karena ini adalah kasih karunia keselamatan. Setengah syikal itu harus dibayar oleh setiap orang. Kalau tidak, orang itu akan mendapat tulah. Setiap orang harus mempunyai Putra Allah, baru bisa menyelamatkan jiwanya (nyawanya). Dalam kedudukan sebagai orang dosa yang beroleh selamat di hadapan Allah, kita mempunyai nilai yang sama.
"Setengah syikal” sama dengan "dua dinar" dalam Lukas 10:35. Dua dinar ini telah dibayar tunas oleh Tuhan Yesus bagi kita. Dua dinar ini cukup kita pakai untuk tinggal di tempat penginapan (penginapan di dunia) sampai Juruselamat kita datang kembali.
"Dua puluh tahun" adalah umur seorang bisa bertanggung jawab sendiri. Pengajaran yang kita dapatkan di sini adalah: siapa yang bisa memikul tanggung jawab sendiri, ia harus mempunyai Putra Allah. Tetapi orang Israel dihitung menurut usia jasmaninya. Dalam zaman kasih karunia keselamatan, umur menanggung jawab dirinya sendiri tidak ada orang yang bisa mengetahuinya. Mungkin ada orang yang baru berumur tujuh atau delapan tahun, namun ia sudah mencapai usia memikul tanggung jawab sendiri.
"Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang." Karena harga ini dinilai dengan darah adi, maka tidak ada perbedaan miskin dengan kaya. Miskin dengan kaya boleh diibaratkan sebagai perbuatan manusia. Orang yang perbuatannya tidak baik, tidak bisa membuat dirinya beroleh selamat. Semua orang harus membayar setengah syikal. Keselamatan yang dirampungkan oleh Tuhan tidak bisa ditambah atau dikurangi oleh manusia. Manusia harus bersandar darah adi beroleh selamat. Darah disebut darah "Adi" karena "berharga" mempunyai harga/nilai (I Petrus 1:19). Darah adi adalah suatu harga yang mahal!
Nilai Nazar Khusus
Tetapi, kalau kita melihat nilai nazar khusus, sedikitnya ia lebih besar enam kali lipat daripada nilai menebus nyawa. Karena batas minimum adalah tiga syikal (Imamat 27:6). Ada yang perbedaannya seratus kali lipat, karena harus mengeluarkan lima puluh syikal (ayat 3). Mengapa ada perbedaan yang demikian? Karena kitab Keluaran membicarakan tentang kasih karunia keselamatan, dan kitab Imamat membicarakan tentang konsikrasi (persembahan).
Arti konsikrasi di sini bukanlah kita rela mempersembahkan berapa, melainkan karena kita mau berkonsikrasi, maka Allah melihat berapa nilai kita. Dan sudut kasih karunia keselamatan, Allah melihat kita bernilai setengah syikal; tidak ada yang lebih bernilai daripada orang lain, kaya dan miskin semuanya bernilai sama. Aspek alamiah diri sendiri mutlak dikesampingkan oleh Allah, karena yang menyebabkan kita beroleh selamat adalah Putra Allah. Siapapun tidak bisa menambahkan sesuatu di atas Putra Allah, siapapun tidak bisa mengurangi sesuatu dari diriNya, sehingga olehNya kita beroleh selamat. Menurut kasih karunia, semua orang dunia di hadapan Allah sama berdosa; nilai keselamatan mereka semuanya sama. Karena Kristus, Allah menganggap kita bernilai. Tetapi karena nilai ini berada di dalam PutraNya, maka di hadapanNya nilai yang kita dapatkan karena kasih karunia adalah sama.
Tetapi, itu tidak bisa menghalangi Allah memandang seorang imani tertentu lebih berharga daripada orang imani yang lain. Meskipun mereka sama-sama beroleh selamat, sama-sama sebagai anak-anak Allah, tetapi ada orang karena fungsi rohaninya lebih besar daripada orang lain, atau konsikrasinya lebih sempurna daripada orang lain, maka Allah melihat dia lebih berharga daripada orang lain. Di sini kita harus memperhatikan dua perkara. Pertama adalah fungsi rohaninya; kedua adalah ketulusan konsikrasinya. Allah memandang kita bernilai adalah karena fungsi rohani kita ditambah konsikrasi kita. Orang yang hanya mempunyai fungsi rohani tetapi tidak berkonsikrasi, di hadapan Allah dia hanya bernilai karena Kristus, tidak ada nilai yang lain. Kalau mau berkonsikrasi, bahkan dengan tulus berkonsikrasi, dalam pandangan Allah, meskipun berumur satu bulan sampai lima tahun, ada nilainya. Yang paling ditakutkan ialah orang imani sepeser pun tidak berharga di pandangan Allah! Nilai perak penebus nyawa, setengah syikal sudah cukup, ia sudah beroleh selamat. Tetapi mengenai konsikrasi, meskipun Anda baru satu bulan, kalau Anda mempersembahkan diri kepada Allah, Anda bernilai.
Di sini, orang-orang dibagi dalam empat masa. Satu bulan sampai lima tahun adalah masa kanak-kanak. Lima tahun sampai dua puluh tahun adalah masa remaja. Dua puluh tahun sampai enam puluh tahun adalah masa dewasa. Enam puluh tahun ke atas adalah masa tua: Terhadap orang Israel mengacu kepada usia jasmaninya, terhadap kaum imaniNya, mengacu kepada kuat, lemah, tinggi, dan rendahnya kerohaniannya.
Beroleh selamat adalah sama, tetapi konsikrasi setiap orang berbeda. Setiap orang yang telah beroleh selamat, haruslah mempunyai nilai yang sesungguhnya. Terhadap yang satu bulan sampai lima tahun, Allah menilainya lima syikal. Setelah seseorang beroleh selamat, di hadapan Allah seharusnya ada nilainya; tetapi nilai ini didapatkan dari konsikrasinya. Kalau tidak ada konsikrasi, Allah memandang kita tidak bernilai. Begitu seseorang beroleh selamat, satu-satunya pekerjaan Roh Kudus ialah memimpin dia untuk berkonsikrasi, hidup untuk Allah. Umur lima sampai dua puluh tahun boleh diumpamakan kaum imani remaja yang bergairah dan mempunyai pengalaman rohani. Usia dewasa dan tua adalah kaum imani yang sudah kawakan yang mempunyai banyak pengalaman.
Tetapi mengapa orang yang berumur enam puluh tahun ke atas nilainya malah berkurang? Kaleb, ketika ia mulai tua, namun tetap mempunyai kekuatan yang sama (Yosua 14:11). Mazmur 92:15 mengatakan, "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar". Jadi orang-orang yang tua, benar-benar ada yang baik sekali. Kerohanian kita tidak boleh tua. Tetapi ada keadaan yang tidak demikian; ada yang akhirnya merosot! Jangan mengira, kalau hari ini di depan Allah kita mempunyai nilai yang besar, selamanya akan tetap bernilai besar. Kerohanian kita ada kemungkinan mundur!
Nilai yang didapatkan pada masa umur dua puluh tahun sampai enam puluh tahun melebihi nilai pada masa-masa yang lain, bahkan dalam potongan Alkitab ini Allah terlebih dulu menyinggung segolongan orang ini. Mengapa demikian? Karena orang yang di atas umur dua puluh tahun adalah orang-orang yang bisa berperang (Bilangan 1:3). Dalam bilangan pasal I tercatat, ketika menghitung kedua belas suku Israel, selalu menitikberatkan pada orang-orang yang berumur di atas umur dua puluh, yang bisa berperang. Penilaian Allah terhadap anak-anakNya juga demikian. Barangsiapa mau mengkonsikrasikan diri, di hadapan Allah semuanya bernilai; bagaimanapun lemahnya mereka, tetap akan bernilai. Tetapi orang-orang yang mau berdiri teguh bagi kemuliaan Allah, yang mau sehati dengan Allah menyingkirkan dosa, yang mau untuk kepentingan Allah berperang melawan Iblis, adalah orang-orang yang lebih bernilai daripada kaum imani yang disebut di depan. Pandangan Allah mengarah kepada orang-orang yang bisa berperang.
Mengapakah nilai laki-laki dan perempuan berbeda? Di sini bukan dinilai menurut keadaan daging (orang Israel menurut keadaan daging), melainkan mengacu kepada kuat atau lemahnya keadaan rohani seseorang (I Petrus 3:7). Ada orang yang percaya Tuhan baru satu tahun, namun ia lebih maju daripada orang yang telah percaya Tuhan lima tahun!
Kita tahu sekarang, bahwa kaum imani memiliki perbedaan umur rohani. Ada kemungkinan mundur, ada kemungkinan maju, bahkan melampaui orang lain. Kita masing-masing sedang berada dalam keadaan yang bagaimana?
"Tetapi jikalau orang itu terlalu miskin untuk membayar nilai itu, maka haruslah dihadapkannya orang yang diriazarkannya itu kepada imam, dan imam harus menilainya; sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar itu, imam harus menentukan nilainya" (ayat 8). Apakah artinya ini? Karena menurut umur rohani, seharusnya setiap orang sudah mengeluarkan sejumlah harga, tetapi begitu diterangi oleh Roh Kudus, ternyatalah tidak ada sesuatu yang bisa dikeluarkan! Jika demikian, satu-satunya yang dapat dilakukan adalah datang kepada imam besar dan mengakui, bahwa dirinya tidak mampu membayar; mohon dia menilai kembali. Dia hanya bisa mulai lagi dari awal.
Menimbang perak adalah menurut timbangan di tempat kudus. Ini berarti Allah menilai Anda berapa, sebegitulah nilai Anda. Perhitungan demikian tepat sekali. Timbangan manusia sering tidak tepat, tetapi timbangan di tempat kudus sangatlah tepat. Penilaian yang diberikan oleh Allah, tidak pernah meleset sehingga tidak tepat.
Setengah syikal kita sudah dibayar. Hari ini kita masing-masing harus bertanya kepada Allah, "Ya Allah, di tanganMu, aku bernilai berapa?".