← Daftar isi Yosua · bab 5/15

PERSIAPAN SEBELUM MENYERANG

Pembacaan Alkitab: Yos. 5

Dalam berita ini kita akan membahas Yosua 5. Pasal ini mewahyukan bahwa semua raja takut karena keajaiban penyeberangan Sungai Yordan. Sebelum bangsa Israel menyerang, orang Kanaan sudah dikalahkan. Semangat mereka hilang. Walaupun orang Israel telah didisiplinkan, dilatih, dan bersyarat, setelah menyeberangi Sungai Yordan mereka masih perlu persiapan lebih lanjut sebelum menyerang.

Yosua 5 membahas empat butir yang sangat bermakna. Butir pertama adalah sunat. Sunat adalah kelanjutan penguburan dalam kematian Kristus. Melalui menyeberangi Sungai Yordan, manusia lama orang Israel telah dikuburkan dan mereka keluar menjadi manusia baru. Inilah pekerjaan obyektif yang dilakukan Allah. Israel masih perlu menerapkannya pada dagingnya. Karena itu, mereka mempersiapkan pisau batu untuk mengerat kulit khatan mereka. Pengeratan ini adalah penerapan mereka atas apa yang Allah lakukan dalam menyeberangi Sungai Yordan. Melalui mengerat daging mereka untuk menyingkirkan cela Mesir, mereka dikuburkan dan dibangkitkan, dengan nyata dan praktis.

Dalam Perjanjian Baru sunat berarti penerapan kematian Tuhan dengan konstan atas daging kita. Roma 6:3-4 mengatakan bahwa kita sudah dibaptis ke dalam kematian Kristus dan dikuburkan bersama Dia, tetapi Roma 8:13 dan Galatia 5:24 memberi tahu kita bahwa kita harus menerapkan sunat salib pada daging kita melalui Roh itu. Faktanya, daging kita telah disalibkan, tetapi secara praktis kita perlu menyalibkan daging setiap hari. Inilah realitas dan pelaksanaan tinggal dalam kematian dan penguburan Kristus, dan inilah makna sunat.

Butir yang kedua dalam Yosua 5 adalah Paskah. Hari raya Paskah diadakan untuk mengenang penebusan Israel dari hukuman mati atas anak sulung mereka dan keselamatan mereka dari Mesir dan dari kuasa Firaun. Ini adalah lambang meja Tuhan. Pada meja Tuhan kita mengenang Dia sebagai Penebus dan sebagai Juruselamat. Bagian kita hari ini bukan kematian tetapi berbagian atas Kristus dan menikmati Kristus pada meja-Nya.

Butir yang ketiga adalah makan hasil tanah permai. Selama empat puluh tahun bangsa Israel telah makan manna tanpa berjerih payah. Tetapi saat pemberian manna dihentikan, mereka harus bekerja sama dengan Allah dulu, baru bisa mendapat makanan. Hasil tanah Kanaan didapat dari bercocok tanam. Hal ini berarti hasil tanah Kanaan adalah hasil jerih payah manusia dan kerja sama dengan Allah. Hal ini sesuai dengan Kejadian 2:5, yang mengatakan bahwa Allah menurunkan hujan dan manusia mengusahakan tanah itu. Ini mengacu kepada kerja sama manusia dengan Allah.

Manna dan hasil tanah permai melambangkan Kristus. Kristus yang dilambangkan oleh hasil tanah permai berbeda dengan Kristus yang dilambangkan oleh manna. Yohanes 6, pasal yang tidak terlalu dalam, membicarakan Kristus sebagai manna yang turun dari surga untuk menjadi makanan kita. Dalam Surat-surat Kiriman, Kristus bukan lagi hanya manna; Dia adalah hasil tanah permai, yang dipersiapkan melalui kerja sama yang penuh jerih payah antara kita dengan Allah. Hal ini mendatangkan lebih banyak Kristus bagi diri kita sendiri dan orang lain, juga ada kelebihan yang dipersembahkan kepada Allah sebagai kurban persembahan kita.

Butir keempat terkait dengan Panglima balatentara TUHAN. Bangsa Israel telah siap. Mereka telah disunat, mereka telah menikmati Paskah, dan mereka telah menikmati hasil tanah permai. Namun, mereka masih memerlukan seorang Panglima. Kemudian Yosua nampak satu visi yang mana Kristus diwahyukan sebagai Panglima balatentara TUHAN. Yosua adalah panglima yang kelihatan, tetapi Kristus adalah Panglima yang tidak kelihatan. Sebelum bangsa Israel menyerang orang-orang Kanaan, mereka telah dipersiapkan dan bersyarat bersama Kristus, perwujudan Allah, sebagai Panglima mereka. Ketika mereka menyerang Yerikho, mereka melakukannya di bawah pimpinan Panglima yang dilambangkan oleh tabut. Tabut melambangkan Kristus, yang adalah Pemimpin mereka untuk menyerang musuh-musuh.

Untuk mempersiapkan memiliki tanah permai, kita perlu memasuki empat butir ini. Kita perlu menanggulangi daging, menikmati meja Tuhan, menikmati Kristus yang almuhit sebagai hasil tanah permai, dan nampak satu visi Kristus, perwujudan Allah, sebagai Panglima kita. Sekarang setelah kita nampak makna yang terkandung dalam butir demi butir dalam Yosua 5, mari kita membahas beberapa rincian mengenai persiapan sebelum menyerang.

I. REAKSI RAJA-RAJA ORANG AMORI

DAN KANAAN

ATAS PERBUATAN AJAIB TUHAN

BAGI ISRAEL

UNTUK MENYEBERANGI

SUNGAI YORDAN

Dalam ayat 1 kita nampak reaksi raja-raja orang Amori dan Kanaan atas perbuatan ajaib TUHAN dalam mengeringkan air sungai bagi orang Israel untuk menyeberangi Sungai Yordan. Hati mereka tawar, dan tidak ada lagi semangat (keberanian) dalam mereka karena bangsa Israel.

II. PENYUNATAN ORANG ISRAEL BARU

Ayat 2—9 membahas penyunatan orang Israel baru.

A. Di Gilgal

Penyunatan orang Israel baru terjadi di Gilgal, yang berarti “menggelinding.” Mengenai hal ini, ayat 9 mengatakan, “Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu. Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai hari ini.”

B. Menjadikan Umat Pilihan Allah

menjadi suatu Bangsa yang Baru untuk Mewarisi Negeri yang Dijanjikan Allah

Tujuan penyunatan adalah membuat umat pilihan Allah menjadi suatu bangsa yang baru untuk mewarisi negeri yang dijanjikan Allah (Kejadian 17:7-12; Yosua 5:6).

C. Melambangkan Penyunatan Kristus melalui Kematian-Nya, pada Kaum Beriman

Penyunatan orang Israel baru melambangkan penyunatan Kristus, melalui kematian-Nya atas kaum beriman dalam menanggalkan tubuh daging, bagi warisan mereka atas Dia sebagai bagian yang diundikan Allah bagi mereka dalam kebangkitan (Kolose 2:9-12; 1:12).

III. MERAYAKAN PASKAH

Yosua 5:10 mengatakan bahwa bangsa Israel berkemah di Gilgal, dan mereka merayakan Paskah pada hari keempat belas bulan itu pada malam hari di dataran Yerikho.

A. Mengenang Penebusan TUHAN

atas Orang Israel

dari Penghukuman Mati

Anak-anak Sulung Mereka

Bangsa Israel harus merayakan Paskah untuk mengenang penebusan TUHAN atas orang Israel dari penghukuman mati anak-anak sulung mereka (Keluaran 12:3-7, 11-14).

B. Mengenang Keselamatan TUHAN

atas Israel

dari Kekuasaan Firaun dan Mesir

Merayakan Paskah juga untuk mengenang keselamatan TUHAN atas Israel dari kekuasaan Firaun dan Mesir (Keluaran 14:13-30).

C. Menunjukkan bahwa TUHAN

akan Menghancurkan Suku-suku Kanaan

dan Membebaskan Orang Israel dari Mereka

Perayaan Paskah menunjukkan bahwa bagaimana TUHAN telah menyelamatkan orang Israel dari Firaun dan Mesir, begitu pula Dia dapat menghancurkan suku-suku Kanaan dan membebaskan orang Israel dari mereka. Jadi, perayaan Paskah mendorong bangsa Israel dan memberi mereka jaminan bahwa TUHAN dapat mengusir orang-orang Kanaan yang jahat.

C.

Melambangkan Kaum Beriman Mengadakan Meja Tuhan

untuk Mengenang Penebusan

dan Keselamatan Tuhan

Israel merayakan Paskah melambangkan kaum beriman mendirikan Meja Tuhan untuk mengenang penebusan dan keselamatan Tuhan (Matius 26:26-28). Tuhan Yesus mendirikan meja-Nya dengan roti dan cawan untuk menggantikan Perayaan Paskah. Dia telah menggenapkan lambang ini, dan sekarang Dia adalah Paskah sejati bagi kita (1Korintus 5:7).

IV. MAKAN HASIL NEGERI

YANG DIJANJIKAN

Yosua 5:11-12 membicarakan Israel makan hasil negeri yang dijanjikan.

A. Manna menjadi Makanan dari Surga

dalam Pengembaraan Israel di padang Gurun

Manna adalah makanan dari surga dalam pengembaraan Israel di padang gurun. Manna melambangkan Kristus sebagai makanan surgawi yang belum rampung bagi umat pilihan Allah, yang tidak memerlukan jerih payah mereka yang memakannya.

B.

Hasil Negeri yang Dijanjikan

menjadi Makanan yang Diberikan Allah untuk Berperang di Kanaan

Hasil negeri yang dijanjikan menjadi makanan yang diberikan Allah untuk berperang di Kanaan. Hasil ini melambangkan Kristus sebagai makanan pemberian Allah yang sudah rampung kepada kaum beriman, memerlukan jerih payah mereka atas Dia.

V. VISI YANG DILIHAT YOSUA

Yosua 5:13-15 adalah satu catatan visi yang dilihat Yosua.

A. Menyingkapkan Kristus kepada Yosua

Ayat 13a mengatakan, “Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang-Nya terhunus di tangan-Nya” (T.l). Visi ini menyingkapkan Kristus kepada Yosua.

B.

Kristus

sebagai Panglima Balatentara TUHAN

Ayat 13b dan 14a mengatakan, “Yosua mendekati-Nya dan bertanya kepada-Nya, kawankah engkau atau lawan? Jawab-Nya, bukan, tetapi Akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang Aku datang” (T.l). Yosua adalah panglima balatentara TUHAN yang kelihatan, sedangkan Kristus adalah Panglima Balatentara TUHAN yang tidak kelihatan. Kristus adalah Panglima yang sedemikian, berperang melawan tujuh suku Kanaan bagi Israel. Karena hal ini, Yosua perlu berdiri pada posisi yang kudus sepanjang waktu (ayat 15).