TIGA PERKARA PENTING MENGENAI PEMBAGIAN TANAH
Pembacaan Alkitab: Yos. 17:3-4; 21:1-9; 22:10-34
Dalam berita ini saya berbeban untuk memberi kata lanjutan pada tiga perkara penting mengenai pembagian tanah permai, kasus anak perempuan Zelafehad, kota-kota perlindungan, dan kembalinya suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye ke tanah mereka di sebelah timur Yordan. Dalam perlambangan, tiga perkara ini menunjukkan kepada kita rincian menikmati Kristus.
KASUS ANAK PEREMPUAN ZELAFEHAD
Zelafehad adalah keturunan Manasye, mempunyai lima anak perempuan, tetapi tidak mempunyai anak laki-laki (17:3). Anak-anak perempuan ini menuntut hak warisan ayah mereka, supaya warisan ayah mereka tetap berada dalam sukunya (ayat 4; Bilangan 27:1-11). Menurut ketentuan Allah, hanya laki-laki yang berhak mendapat warisan. Namun, di sini beberapa anak perempuan meminta warisan, dan Allah menghormati permohonan mereka.
Memiliki Hayat Ayah Mereka
Kelima anak perempuan Zelafehad memiliki hayat ayah mereka. Ini menunjukkan, untuk mewarisi Kristus menjadi tanah permai mereka, kita perlu ada silsilah yang tepat, artinya kita harus mempunyai sumber hayat yang tepat. Dalam Alkitab, warisan ditentukan menurut silsilah. Silsilah adalah perkara hayat, dan hayat ini berhubungan dengan suku, rumah, dan keluarga. Fakta bahwa anak perempuan Zelafehad adalah satu keluarga Manasye, anak Yusuf, menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber yang tepat. Kenikmatan atas Kristus sebagai warisan kita sangat tergantung pada hayat yang telah kita terima dalam Dia.
Keluarga Ayah Melambangkan Gereja
Keluarga ayahnya melambangkan gereja. Dalam gereja kita mempunyai kedudukan untuk mewarisi Kristus menjadi kenikmatan kita. Hal ini berarti jika kita hendak menikmati Kristus sebagai warisan kita, berbagian dalam kekayaan-Nya, kita harus menempuh hidup gereja. Persekutuan kita dengan kaum beriman dalam hidup gereja adalah penting bagi kenikmatan kita atas Kristus. Jika kita kehilangan persekutuan dengan kaum beriman, kita akan kehilangan kenikmatan atas Kristus. Mereka yang meninggalkan hidup gereja dengan persekutuan hayat dengan sendirinya akan kehilangan hak mereka untuk mewarisi kenikmatan atas Kristus.
Perempuan adalah Orang-orang Lemah
Perempuan melambangkan orang-orang lemah. Dalam pandangan Allah, kita semua adalah perempuan; kita semua adalah orang lemah. Hanya Kristus Yang kuat. Secara rohani, di alam semesta hanya ada satu laki-laki, Allah yang diwujudkan dalam Kristus. Semua orang beriman, termasuk saudara-saudara, adalah perempuan. Karena itu, lima anak perempuan Zelafehad melambangkan kita.
Khususnya, anak perempuan Zelafehad, sebagai perempuan, melambangkan orang-orang lemah dalam hidup gereja. Kita telah dilahirkan oleh Allah dan kita berada dalam kehidupan gereja, memiliki kedudukan untuk mewarisi Kristus sebagai tanah permai kita bagi kenikmatan kita. Namun, kita mungkin lemah, tidak memiliki kekuatan atau kapasitas untuk menikmati Kristus. Kita mungkin damba menikmati Kristus tetapi mungkin kekurangan kapasitas atau kekuatan untuk menikmati Dia. Lalu, bagaimana kita dapat mewarisi Kristus sebagai tanah permai? Kita perlu mengambil jalan persekutuan, dijelaskan dengan kontak anak perempuan Zelafehad dengan kerabatnya. Di antara suku Manasye, ada banyak anggota keluarga yang laki-laki, melambangkan orang-orang yang kuat. Melalui mengontak kerabat yang kuat, orang-orang lemah mampu menjaga nama ayahnya dan warisan di dalam sukunya, melambangkan menjaga kenikmatan akan Kristus. Hari ini, Anda mungkin lemah, tetapi dalam keluarga Allah, gereja, ada orang-orang yang kuat. Melelui persekutuan, khususnya dalam kelompok vital, orang-orang lemah akan dikuatkan melalui orang-orang yang kuat dan akan mampu menikmati Kristus sebagai warisan mereka.
KOTA PERLINDUNGAN
Kota perlindungan (Yosua 20:1-9) adalah kota yang didirikan Yosua untuk orang Israel yang membunuh orang dengan tidak sengaja. Jika mereka melarikan diri ke kota perlindungan untuk menghindari penuntut tebusan darah (ayat 5), mereka akan mendapatkan perlindungan. Saat imam besar mati, pembunuh itu boleh bebas, dapat kembali ke kotanya sendiri (ayat 6).
Kota perlindungan melambangkan Kristus yang almuhit sebagai tempat kita melarikan diri ketika kita menyadari bahwa kita adalah orang dosa. Kristus yang almuhit sebagai perwujudan Allah Penebus, adalah kota perlindungan, tempat kita berlindung, ditudungi, dan bersembunyi. Kristus tidak saja Juruselamat kita, juga tempat perlindungan kita. Setiap kali “badai” dosa menimpa kita, kita dapat melarikan diri ke dalam Kristus, sebagai tempat perlindungan kita, untuk tinggal bersama Dia. Kemudian, melalui kematian Kristus yang dilambangkan oleh kematian Imam Besar, kita semua mendapatkan pembebasan.
KEMBALINYA SUKU RUBEN, GAD,
DAN SETENGAH SUKU MANASYE KE TANAH MEREKA
DI SEBELAH TIMUR YORDAN
Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye mewarisi tanah di sebelah timur Yordan (Yosua 22:9). Musa berpesan kepada mereka, harus terlebih dulu berperang dengan saudara-saudara mereka di sebelah barat Yordan, barulah dapat menikmati warisan mereka di sebelah timur sungai Yordan (Bilangan 32:20-22). Setelah suku ini berperang bersama saudaranya, mereka bersyarat untuk kembali ke tanah mereka untuk menikmati warisan mereka. Ini menunjukkan bahwa kita tidak dapat menikmati Kristus tanpa Tubuh. Kita harus bersatu dengan Tubuh agar dapat berbagian dengan warisan Kristus.
Ketika Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye kembali untuk menikmati warisan tanah mereka, mereka membangun sebuah mezbah yang besar dekat Sungai Yordan (Yosua 22:10). Hal ini menyinggung suku yang lain dan menyebabkan bangsa Israel di Kanaan pergi berperang melawan mereka (ayat 11-20). Akhirnya, suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye menjelaskan kepada suku lain bahwa mereka membangun mezbah bukan untuk mempersembahkan tetapi bagi satu kesaksian (ayat 21-29). Ketika imam Pinehas, para pemimpin umat, dan kepala seribu orang Israel yang bersama-sama dengan dia mendengar penjelasan ini, maka mereka menganggap hal itu baik (ayat 30).
Catatan dalam Yosua 22 memperlihatkan kepada kita bahwa tidak peduli bagaimanapun situasi umat Allah hari ini, kita tidak diizinkan membangun mezbah yang lain untuk menyembah Allah atau untuk bersekutu dengan Allah. Dalam ekonomi Allah, di antara umat Allah seharusnya hanya ada satu mezbah, di Yerusalem. Seluruh umat Allah harus pergi ke sana untuk mempersembahkan kurban kepada Allah, sebagai penyembahan mereka dan persekutuan mereka dengan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menikmati Kristus, perpecahan harus dihindari. Namun, di tempat tertentu, karena tidak memelihara keesaan dalam pemulihan Tuhan, orang-orang yang berselisih paham telah membentuk perpecahan dengan membangun mezbah yang lain.
Sungguh bermakna bahwa dalam satu bagian Firman kudus yang membicarakan warisan tanah permai, kita memiliki catatan tentang pembangunan mezbah yang lain. Catatan ini memperlihatkan bahwa kita harus menghindari perpecahan. Untuk menikmati Kristus yang almuhit sebagai tanah permai, kita harus menjadi satu umat, satu Tubuh, satu gereja universal, untuk bersaksi bagi Kristus.