Daftar isi Tidak Haus Selama-lamanya · bab 1/1

TIDAK HAUS SELAMA-LAMANYA

Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak daripada Yohanes - meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, - Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. Ia harus melintasi daerah Samaria. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua betas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, "Berilah Aku minum." Sebab muridmuridNya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepadaNya, "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) Jawab Yesus kepadanya, "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah minta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Kata perempuan itu kepadaNya, "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" Jawab Yesus kepadanya, "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Kata perempuan itu kepadaNya, "Tuhan, berikanlah aku air itu, aupaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ, "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"

Yohanes 4:1-15, 28-29

Kisah di atas, juga tercatat dalam Alkitab, adalah satu kisah yang ajaib, yaitu Ttihan Yesus memberitakan Injil kepada seorang perempuan Samaria, dan perempuan itu pun percaya kepadaNya. Pada siang hart, ketika perempuan itu datang menimba air, Tuhan Yesus berkata kepadanya, "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya." Haus adalah satu keadaan yang sangat tidak menyenangkan. Hanya air yang bisa meleraikan masalah haus ini. Tidak saja jasmani perempuan itu haus sehingga perlu air untuk diminum, batinnya pun haus. Di dalam lubuk hatinya tiada kepuasan, di dalamnya ada satu keperluan; dia perlu hiburan, dia perlu belas kasihan, dia perlu simpati dari orang lain. Perempuan ini memerlukan air sumur Yakub untuk meleraikan rasa hausnya, tetapi ia lebih memerlukan air hidup yang dikaruniakan Tuhan untuk meleraikan kehausan roh hatinya.

Teman, apakah roh hati Anda haus? Kami tahu, banyak orang meskipun di luarnya mengatakan tidak haus, tetapi sesungguhnya hatinya merasa sangat haus. Sekarang marilah kita dari kisah seorang perempuan Samaria yang beroleh selamat, membereskan persoalan haus ini.

"Tuhan Yesus pun meninggalkan Yudea dan kembali ke Gatilea. Ia harus melintasi daerah Samaria. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar, ... di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua betas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air" (ayat 3-7). Perhatikanlah di sini dikatakan, "Hari kira-kira pukul 12. Datanglah seorang perempuan hendak menimba air."

Bila kita membaca kitab Perjanjian Lama, kita akan menemukan bahwa orang-orang yang menimba air, umumnya adalah sekelompok perempuan; waktu menimba air, kalau bukan pada pagi hari tentu pada sore hari. Tetapi di sini, sedang teriknya matahari, ada seorang perempuan datang menimba air. Apakah ia tidak mempunyai teman? Apakah ia tidak mempunyai tetangga? Apakah tidak ada perempuan lain yang mau menemaninya menimba air? Ya, perempuan itu tidak mempunyai teman. Mengapa demikian? Kisah selanjutnya menyingkapkan sejarah hidup perempuan itu. Ternyata ia adalah seorang perempuan yang tidak baik atau amoral.

Waktu ia menimba air adalah siang hari, saat teriknya matahari. Di sini menunjukkan bahwa ia adalah seorang perempuan yang terisolir. Karena ia adalah orang begitu berdosa, maka perempuan-perempuan lain tidak mau menimba air dengannya. Lagi pula, tidak hanya orang lain takut kepada dia, dia pun takut kepada orang lain. Bila ia juga menimba air di pagi hari, ia takut kalau orang-orang menunjuk-nunjuk sambil berkata, "Bukankah dia adalah seorang perempuan yang amoral!"

Demikian juga bila ia menimba air pada sore hari. Karena itu, terpaksa ia menimba air pada gang hari, di bawah terik matahari, seat orang lain tidak menimba air. Ia sendirian menimba air, ia adalah seorang perempuan yang terisolir, tidak seorang pun yang membelaskasihani dia. Tetapi pada hari itu, ketika ia datang ke sumur dan menimba air, ia telah bertemu dengan Juruselamat yang penuh belas kasihan dan simpati. Ia beroleh selamat!

Kata Yesus kepadanya, "Berilah Aku minum" (ayat 7). Betapa akrab pernyataan ini. Sering kali, Anda takut kepada Allah, Anda menganggap Allah sangat besar dan dahsyat, tidak dapat didekati. Tetapi jika Anda tahu bahwa orang yang duduk di tepi sumur dan meminta air kepada Anda itu adalah Allah, Anda pasti akan mendekati Dia, Anda akan percaya kepadaNya. Di sini, Tuhan bersahabat dengan manusia, Ia bisa didekati.

"Maka kata perempuan Samaria itu kepadaNya : Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? .... Jawab Yesus kepadanya : Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." (ayat 9-10). Perempuan Samaria itu berkata demikian, karena orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Tetapi jawab Tuhan, "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya, dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Yang dikatakan Tuhan Yesus adalah satu Injil, Tuhan memberitakan Injil kepada perempuan itu, agar dia mengetahui karunia Allah, dan mengetahui siapakah Dia. Sayang sekali, banyak orang tidak mengetahui Injil ini. Sebab itu, teman-teman, sekarang kami akan memberitakan Injil ini kepada Anda.

KARUNIA ALLAH

Pertama, kami akan memberitahu Anda, apakah karunia Allah itu? "Karunia" berarti "hadiah". "Karunia Allah" berarti "hadiah yang Allah berikan kepada manusia". Jika Anda mau, maka diberikan kepada Anda, bila Anda tidak mau, make tidak bisa diberikan kepada Anda. Bila Anda mau, maka karunia Allah ini bisa diberikan kepada Anda dengan cuma-cuma. Teman-Leman, jika hari ini Anda mau mendapatkan kepuasan, Anda bisa mendapatkannya. Menyiapkan satu hidangan itu cukup merepotkan, tetapi makan satu hidangan tidaklah repot. Menyiapkan sebuah baju itu memerlukan banyak tenaga dan waktu, tetapi memakai baju tidak memerlukan banyak tenaga dan waktu. Jika Anda mau mendapatkan kepuasan, hari ini pun Anda bisa mendapatkannya. Anda tidak perlu berbuat apa-apa. Dia telah menyiapkannya bagi Anda. Dia datang dan memberikan kepada Anda. Oh, karunia Allah diberikan dengan cuma-cuma/gratis. Anda bisa segera mendapatkannya.

Dalam Injil Lukas 15 tercatat kisah seorang anak yang hilang. Ketika ia lapar, "Ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya." Tetapi, ada satu tempat yang mau memberikan makanan yang enak kepadanya, yaitu rumah bapanya. Maka jalan yang terbaik ialah pulang ke rumah bapanya. Anak itu pernah berkata kepada bapanya, "Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku." Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu kepadanya. Tetapi seat dia kembali lagi ke rumah bapanya, apakah ia masih berhak/layak mendapatkan satu hidangan makanan? Patutkah ia diberi sebuah baju? Tidak! Sekarang semua itu telah merupakan kasih karunia, karena apa yang menjadi haknya, telah diambilnya dan dihabiskannya.

Taman! Karunia Allah adalah sama seperti perlakuan bapa yang menyambut kembali anaknya yang hilang. Itu diberikan kepada Anda secara cuma-cuma, bukan karena Anda telah berjasa melakukan sesuatu.

Apakah kasih karunia Allah itu? Mari kita baca Injil Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Inilah kasih karunia! Kasih karunia bukan yang lain, tetapi Anak Allah. Allah mengutus AnakNya mati bagi kita, semua dosa kita ditanggungkan di atas diri AnakNya. Inilah kasih karunia yang Allah berikan kepada kita.

Kita baca lagi Injil Yohanes 1:12, "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya." Dalam Yohanes 3:16 dikatakan, "Allah mengaruniakan AnakNya kepada kita" di sini dikatakan, "Kita menerima AnakNya." Ia memberi, kita menerima. Jika hari ini Anda masih belum mengerti bagaimana bisa beroleh selamat, baiklah saya beritahu Anda, asal Anda mau menerima Anak Allah, cukuplah! Alkitab mengatakan, "Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan" (Roma 10:13). Asal Anda mau berseru kepada Tuhan, Anda akan beroleh selamat. Alkitab juga mengatakan, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal" (Yohanes 3:36). . Asal Anda percaya, Anda pasti beroleh selamat. Inilah Injil Allah.

Teman, yang mengatakan, "Berilah Aku minum" ini adalah kasih karunia Allah. Yesus yang duduk di pinggir sumur, yang ramah tamah dan lemah lembut ini adalah kasih karunia Allah. Jika Anda hanya mengetahui bahwa kasih karunia Allah itu diberikan secara cuma-cuma, itu tidaklah berguna. Anda harusmengetahui bahwa Kristus Yesus ini adalah kasih karunia Allah. Jika Anda mengenal Yesus ini, Anda pasti memohon kepadaNya, "Dikaulah kasih karunia Allah. Berilah aku air hidup, agar aku mendapatkan kepuasan."

CARA MENDAPATKAN AIR HIDUP

Orang yang bagaimana baru bisa mendapatkan air hidup? Tuhan Yesus berkata, "Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Teman, asal Anda mau memohon kepadaNya, "Berilah aku air hidup," Anda pasti mendapatkannya. Banyak orang hanya berkata sepatah kata kepada Allah, "Ya Allah, tolonglah aku," mereka segera beroleh selamat.

Injil Lukas pasal 18 mengisahkan seorang pemungut cukai. Di hadapan Allah, ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan memukul diri sendiri dan berkata, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." Perkataannya ini, kalau diperpanjang paling lama hanya satu menit. Tetapi bagaimana tanggapan Tuhan Yesus? Tuhan berkata, "Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah." Dengan kata lain, orang ini telah beroleh selamat, orang ini telah mempunyai hidup yang kekal.

Dalam Lukas 23 juga dicatat tentang seseorang, yang karena berdosa, dipaku di kayu salib. Saat itu, Tuhan Yesus juga dipaku di kayu salib. Mendengar Tuhan Yesus di salib berdoa bagi orang-orang yang mencelakai-Nya, hatinya tergerak lalu memohon kepada Tuhan, "Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja." Doa ini, kalau diperpanjang pun paling lama hanya satu menit. Doanya hanya, "Saat Tuhan datang sebagai Raja, mohon Tuhan ingat aku." Itu sudah cukup. Apa kata Tuhan? Tuhan berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Oh, jiwanya tertolong, ia mendapatkan hidup yang kekal.

Jika Anda mau memohon kepada Tuhan, asal Anda mengatakan satu kalimat saja, Anda bisa beroleh selamat! Tuhan mengatakan, "Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Jika Anda meminta, Anda mendapatkan air hidup. Beroleh selamat itu bukanlahbersandarkan pekerjaan kita, melainkan bersandarkan pekerjaan penebusan Tuhan. Kuncinya ialah Anda mau atau tidak memohon kepadaNya.

KESUKARAN PEREMPUAN INI

Bagaimana dengan perempuan ini? Ia berkata, "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini sangat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?" Perempuan ini memiliki dua kesulitan. Pertama, Tuhan tidak mempunyai timba. Kedua, sumur sangat dalam. Maksudnya, hai Tuan, tidakkah Anda tahu sumur ini dalam? Lagi pula Anda tidak mempunyai timba. Kalau demikian, dari mana Anda memperoleh air hidup itu? Inilah kesulitan setiap orang yang mau beroleh selamat. "Oh, aku mau mendapatkan air hidup untuk meleraikan dahagaku, tetapi entah berapa dalam sumur ini. Bukankah aku tidak bisa menjangkaunya? Aku ingin mendapatkan keselamatan, mendapatkan hidup yang kekal, memperoleh Roh Kudus untuk meleraikan dahagaku, tetapi karunia keselamatan itu jauh dariku, hidup yang kekal dan Roh Kudus juga sangat jauh dariku, bagaimana aku bisa mendapatkan semuanya itu? Oh, sumurnya sangat dalam, timba pun tidak ada! Entah berapa jauh Allah dariku. Yesus juga demikian. Keselamatan pun amat jauh dariku!"

Tetapi dengarkanlah firman Allah ini, "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu … sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan" (Roma 10:8-9). Di sini memberitahu kita, "Firman itu dekat kepadamu!" Jika demikian firman Allah, mengapa Anda katakan bahwa sumur itu sangat dalam? Firman itu tidak jauh, ia ada di dua tempat : di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Apakah Anda tidak mempunyai mulut? Apakah Anda tidak mempunyai hati? Ada! Oh di sini! Ya, di sini! Sumur itu tidak dalam! Asal Anda mengaku dengan mulut Anda bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati Anda, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka Anda akan mendapatkan air hidup. Airnya ada di sini, yaitu di dalam mulut Anda dan di dalam hati Anda. Anda mengaku, Anda percaya, Anda pasti mendapatkan! Jika Anda dengan mulut mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, dan Anda percaya dalam hati Anda, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka Anda akan diselamatkan. Firman Allah mengatakan, "Jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kamu akan diselamatkan." Masakan firman Allah tidak bisa diandalkan?

AIR INI

Jawab Yesus kepadanya, "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi." (ayat 18). Perempuan ini telah minum air dari sumur Yakub, namun ia masih haus lagi, setiap hari ia masih hares menempuh jalan yang jauh, mengeluarkan banyak tenaga untuk menimba air. Setelah mendapatkan air, diminum, masih akan haus lagi, masih hares menimba lagi. Air sumur Yakub tidak bisa meleraikan persoalan hausnya. Taman, tahukah Anda apa yang dimaksud dengan rasa haus? Orang yang sering menempuh perjalanan di padang gurun tentu tahu betapa menderitanya menanggung rasa haus itu. Dokter sering berkata, "Haus itu lebih sengsara daripada lapar." Sungguh menderita, perempuan itu tidak bisa meleraikan rasa bani jasmaninya, lebih-lebih ia tidak mampu meleraikan rasa haus di dalam batinnya. Kehidupannya menyingkapkan kehausan dalam hatinya. Ia telah bersuamikan lima orang. Itu menyatakan betapa ia menderita di dalam penghidupannya, ia tidak memiliki kepuasan. Taman, adakah rasa haus di dalam Anda? Mungkin di dunia ini Anda telah memiliki banyak, tetapi hati Anda masih merasa tidak puas.

Dulu, ada seorang datang kepada dokter untuk berobat. Ia mengatakan bahwa dirinya mengindap suatu penyakit, yaitu setiap had merasa susah hati, sangat sumpek. Setelah memeriksa dengan teliti, sang dokter berkata bahwa ia tidak menderita sakit apa-apa, lalu menganjurinya berekreasi, membaca buku, menonton agar sumpeknya hilang. Setelah berkata demikian, sang dokter memandang wajah pasiennya. Terlihat bahwa pasiennya menunjukkan wajah yang tidak percaya akan anjurannya. Sang dokter segera menyambung, "Baru-baru ini, di kota ini datang seorang pelawak yang terkenal, setiap kali pertunjukannya, selalu membuat orang tertawa; segala susah, sumpek pasti lenyap. Cobalah Anda pergi menonton pertunjukan pelawak itu." Tetapi dengan wajah yang semakin sedih pasien itu meujawab, "Dokter, pelawak yang dokter katakan itu sebenarnya adalah saya sendiri. Saya bisa membuat orang gembira, tetapi saya tidak bisa membereskan penderitaan saya sendiri."

Ada orang, dari luarnya tampak seperti selalu bersukacita, tetapi sebenarnya hatinya sedang menderita. Ia selalu memaksa diri untuk tersenyum, tetapi sebenarnya hatinya sedih tak kepalang. Taman, bukankah ada rasa haus di dalam lubuk batin Anda? Bukankah rasa haus itu hingga saat ini belum terleraikan? Bukankah Anda telah berusaha dengan berbagai cara agar Anda mendapatkan kepuasan, tetapi hasilnya tetap nihil? Taman, ketahuilah, yang Anda minum hanyalah air sumur, setelah minum satu kali, Anda masih harus minum lagi. Tuhan berfirman, "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi."

AIR HIDUP

Lalu, apa yang bisa memuaskan manusia? Tuhan Yesus berfirman, "Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya, sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi meta air di dalam dirinya yang terus menerus memancar sampan kepada hidup yang kekal." (ayat 14). Tuhan Yesus dengan jelas memberitahu kita, barangsiapa minum air yang Ia berikan, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya; ia akan mendapatkan kepuasan. Mengapa setelah minum air yang diberikan Tuhan manusia tidak haus lagi untuk selama-lamanya? Karena air yang diberikan Tuhan akan menjadi mata air di dalam diri manusia. Apakah air hidup itu hanya membuat Anda merasa puns selama 3 atau 5 hari? Tidak, ia terus memancar sampai hidup yang kekal. Inilah yang Tuhan Yesus berikan kepada kita. Jika Anda menerima-Nya, Ia akan menjadi mata air di dalam Anda, agar Anda setiap hari mendapat kepuasan.

Teman, kekurangan kita ialah kepuasan yang di dalam. Hanya Kristus yang dapat memuaskan hati kita. Dialah air hidup. Dialah karunia Allah. Hanya Dia yang bisa membuat kita tidak haus lagi untuk selama-lamanya. Taman, tahukah Anda bagaimana keadaan Anda hari ini di hadapan Allah? Ah, setelah kita menjauhi Allah, di dalam kita tidak ada kepuasan, tidak ada damai sejahtera, kita bahkan adalah orang-orang yang mati di dalam dosa. Karena itu, Tuhan Yesus memberitahu kita, "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu den berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Ia datang untuk membereskan persoalan kepuasan hati kita. Ia berkata pula, "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup" (Yohanes 10:10). Ia datang agar kita yang telah mati di dalam dosa bisa hidup kembali. Oh, Dialah air hidup, hanya Dia yang bisa membuat Anda tidak haus lagi. Hanya Dia yang mampu membuat Anda memiliki hidup yang kekal.

Oh, Teman, Anda perlu air hidup! Bagi seorang yang menderita kehausan dan hampir mati, hidangan lezat apapun tidak bisa menolongnya, hanya air yang bisa menyelamatkan dia. Taman, keperluan di dalam Anda, hanya bisa dileraikan oleh Tuhan Yesus.

Dulu, ada seorang anak kecil dititipkan ke rumah neneknya (karena ibunya mengidap satu penyakit menular yang ganas), agar ia tidak ketularan penyakit ibunya. Tetapi malang, ibunya meninggal, lalu dikubur. Setelah rumahnya disterilkan, barulah anak itu dibawa pulang ke rumah. Begitu masuk pintu rumah, anak kecil itu langsung berteriak memanggil-manggil mamanya. Tetapi tidak ada jawaban. Ia menangis keras-keras. Orang-orang memberinya kue, ia tidak mau; memberinya mainan, ia menolak; cara apa pun tidak bisa menghibur dia, karena yang ia perlukan bukanlah kue atau mainan, tetapi mamanya.

Teman, Anda perlu Tuhan Yesus. Hanya Tuhan Yesus yang bisa membereskan kehausan di dalam Anda. Banyak orang telah percaya kepada Tuhan Yesus. Mereka mempunyai sukacita, bukan karena keadaan luarnya lebih baik daripada orang lain, tetapi karena di dalamnya ada yang memuaskannya, yaitu Kristus. Di dalamnya ada sesuatu yang bisa membuatnya berkidung, membuatnya bersukacita. Di dalamnya ada satu sumber kepuasan yang membuat dia tidak haus selama-lamanya.

KEPUASAN PEREMPUAN INI

Sekarang perempuan itu memohon kepada Tuhan. Ia berkata, "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." (ayat 15). Apakah ia mengerti? Sedikitpun ia tidak mengerti. Meskipun ia sedikitpun tidak mengerti, tetapi karena ia telah memohon, maka Tuhan memberikan kepadanya. Tuhan telah berfirman, "Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Begitu perempuan itu memohon, ia segera mendapatkannya. Bukan setelah Anda mengerti dengan otak Anda baru terhitung mendapatkan, melainkan Anda meminta menurut firmanNya, maka tidak bisa tidak akan diberikan kepada Anda.

"Maka perempuan itu meninggalkan ternpayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ : Mari lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" (ayat 28-29) : "Mungkinkah Dia Kristus itu?" berarti "Bukankah Ia Kristus?" Perkataan ini membuktikan bahwa perempuan itu telah mendapatannya. Walau sedikitpun ia tidak mengerti, atapi ia mengenal Kristus ini, make ia puas. Teman, bila dalam hati Anda terasa letih dan haus, asal Anda percaya dan memohon kepadaNya, semuanya akan terleraikan.

Dulu, ada seorang perempuan setengah baya datang mendengarkan Injil. Semula, rumah tangganya tidal harmonis, ia merasa saigat menderita, setiap hari ia menghabiskan waktunya di tempat-tempat judi dan mengisap sanja, menempuh penghidupan yang buruk, bahkan pernah ingin bunuh diri. Pada hari itu, Roh Tuhan menggerakkan dia, dan ia bertobat, menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Sejak ia beroleh selamat, tidal ada orang yang menganjuri dia untuk tidak mengisap ganja, dengan sendirinya ia tidak lagi ingin mengisap ganja; tidak ada orang yang menganjurinya untuk tidal berjudi, ia sendiri tidak ingin berjudi. Sebelum ia percaya Tuhan, jika Anda menyuruhnya berhenti mengisap ganja atau berjudi, itu seperti hendak mengambil nyawanya; ia membius dirinya dalam ganja dan judi, agar dapat melupakan diri sendiri, melupakan penderitannya. Tetapi sejak ia percaya Tuhan, ia sering berkata kepada orang, bahwa di dalam hatinya ada sukacita yang tak terkatakan. Penyakitnya sembuh, badannya pun sehat dan menjadi gemuk. Oh, ia telah minum air hidup, di dalamnya sudah puas.

Oh teman, Tuhan Yesus bisa memuaskan hati Anda, membuat hati Anda tidal haus lagi. Jika hari ini Anda mau berkata kepada Tuhan, "Tuhan aku mau percaya kepadaMu. Aku datang ke hadapanMu dengan membawa hats yang letih lesu dan haus. Aku mau menerima Dikau sebagai Juruselamatku", Anda segera beroleh selamat. Taman, marilah dengan iman meminum air yang Ia berikan, sekarang juga!