Daftar isi Lukas · bab 109/237

Pembacaan Alkitab: Luk 3:23-28

Doa baca: “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes; dan sejak itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang memasukinya dengan paksa.” (Luk. 16:16)

Ajaran tentang Masuk Kerajaan Allah

Dalam Lukas 16:1-13 Tuhan mengajarkan tentang kecerdikan seorang bendahara, khususnya kecerdikan dalam penanganan yang tepat terhadap masalah uang. Tuhan sengaja mengatakan firman ini untuk menjamah orang-orang Farisi, dan perkataanNya bagaikan anak panah yang menancap pada mereka. Ayat 14 mengatakan, “Orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu mendengar semua ini dan mereka mencemoohkan Dia.” Firman Tuhan menusuk lubuk mereka. Tetapi bukannya disadarkan oleh hal itu, orang-orang Farisi itu malah keras kepala. Karena perkataan Tuhan menjamah mereka, maka mereka mencemooh Dia.

Tuhan kemudian melanjutkan perkataan-Nya dalam ayat 15, “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” Pembenaran diri dari orang-orang Farisi itu merupakan satu peninggian diri dalam kesombongan, karena itu hal ini merupakan sesuatu yang dibenci Allah. Di sini Tuhan ingin menunjukkan kepada orang-orang Farisi itu bahwa mereka benar-benar membencikan di pandangan Allah. Dalam ayat 16, Tuhan memberi tahu orang-orang Farisi bahwa dari zaman Yohanes kabar baik tentang Kerajaan Allah diberitakan. Penyelamat di sini memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada orang-orang Farisi, pencinta-pencinta uang (ayat 14). Bagi orang-orang Farisi berebut masuk ke dalam kerajaan itu menuntut mereka merendahkan diri dan berpisah dengan uang mereka, bukan dengan istri-istri mereka, yaitu mengalahkan uang dan nafsu yang dibangkitkan oleh uang itu. Sebagai pencintapencinta uang, orang-orang Farisi itu dirangsang oleh kekayaan mereka untuk menuruti hawa nafsu mereka. Penanggulangan Tuhan terhadap orang-orang Farisi di sini sebenarnya menjamah kekayaan mereka dan hawa nafsu mereka. Betapa kita perlu diselamatkan dari cinta akan uang, dengan membiarkan Dia menjenuhi kita, dan dengan sederhana berkata: “Tuhan, aku cinta pada-Mu.”

Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas , Buku 2 , Berita 37