← Daftar isi Mengetahui Telah Beroleh Selamat · bab 44/48

PENGUDUSAN -- TAHAP KETIGA

Kita telah melihat bahwa pengudusan dalam keselamatan sempurna Allah diterapkan kepada kita dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah untuk pertobatan kita, tahap kedua adalah untuk pembenaran kita, dan tahap ketiga adalah untuk pengubahan kita. Tahap pertama telah kita bahas dalam pelajaran ketiga puluh tujuh dan tahap kedua dalam pelajaran keempat puluh. Sekarang kita akan membahas tahap ketiga, yakni pengudusan untuk pengubahan kita. Ini adalah pengudusan yang ditekankan dalam Roma 6:19 dan 22.

I. KEKUATAN PENGUDUSAN INI --

ROH PENGUDUS

1. ". . . dapat diterima . . . yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus" (Rm. 15:16).

Menurut nada penulisan ayat ini, pengudusan dirampungkan secara bertahap. Ini sesuai dengan yang telah kita pelajari sebelumnya, bahwa pengudusan Allah di dalam kita terbagi menjadi tiga tahap dan dirampungkan secara bertahap. Dengan demikian, pengudusan yang dibicarakan di sini tentu saja mencakup pengudusan tahap ketiga dan terakhir, yaitu menjadikan kita berkenan bagi Allah melalui pengubahan pengudusan ini. Tahap ketiga ini dirampungkan dalam Roh Pengudus. Roh Kudus, yaitu Roh yang menguduskan adalah kekuatan pengudusan dalam tahap ultima ini. Kita harus hidup dalam Roh Pengudus ini, hidup dan bertindak dengan Dia serta bergerak dan bekerja sesuai dengan Dia, untuk menikmati pengudusan tahap terakhir ini.

II. HAYAT PENGUDUSAN INI --

KRISTUS PENGUDUS

1. "Kristus Yesus, Yang oleh Allah telah menjadi . . . bagi kita . . . menguduskan" (1 Kor. 1:30).

Kristus adalah kudus (Luk. 1:35), dan Dia adalah yang menguduskan kita (Ibr. 2:11). Dia telah menjadi Sang Pengudus bagi kita dari Allah, karena Dia adalah hayat yang menguduskan di dalam kita, memasukkan unsur-unsur hayat ilahi-Nya ke dalam segenap bagian kita untuk menguduskan kita secara bertahap. Pengudusan ini tidak kita peroleh sekaligus dalam kedudukan di luar, tetapi ia bertumbuh secara bertahap secara batiniah dalam sifat kita. Jika kita ingin mengalami pengudusan ultima dalam keselamatan sempurna Allah, kita harus mengambil Kristus sebagai hayat dan hidup oleh-Nya dalam kesatuan yang organik.

III. REALITAS PENGUDUSAN INI --

SIFAT PENGUDUSAN ALLAH

1. "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran [realitas]; firman-Mu itulah kebenaran" (Yoh. 17:17).

Sifat Allah adalah kudus, dan firman Allah membawa realitas sifat yang sedemikian kepada kita, supaya kita dapat memperolehnya sebagai realitas pengudusan kita. Ini adalah dikuduskan dalam realitas. Ketika kita hidup berdasarkan hayat kudus Kristus di dalam Roh Pengudus, realitas sifat kudus Allah akan menjadi realitas yang menguduskan kita.

IV. PENYEMPURNAAN PENGUDUSAN INI --

PENDISIPLINAN OLEH BAPA SEGALA ROH

1. "Bapa segala roh . . . menghajar [mendisplin] kita . . . supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya" (Ibr. 12:9-10).

Bapa segala roh, Bapa kita yang melahirkan kita kembali di dalam roh kita, menghendaki kita dapat menikmati kekudusan sifat-Nya. Jika kita tidak bekerja sama dengan Dia, Dia mendisiplinkan kita, memaksa kita untuk bersedia menuntut kekudusan-Nya, supaya Dia dapat menyempurnakan kita dalam kekudusan-Nya. Pendisiplinan ini akan semakin nyata dalam tahap ultima pengudusan-Nya. Sebab itu, kita tidak boleh menganggap ringan pendisiplinan-Nya (Ibr. 12:5). Jika kita menganggap ringan atau menolaknya, kita akan kehilangan kesempatan menikmati kekudusan-Nya dalam pengudusan Allah, terutama dalam tahap ultima pengudusan-Nya.

V. PENGEJARAN PENGUDUSAN INI --

USAHA KITA DALAM HAYAT

1. "Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan" (Ibr. 12:14).

Secara harfiah, menuntut kekudusan adalah mengejar kekudusan. Ini tentu saja mengacu kepada penuntutan kita yang konstan terhadap kekudusan setelah kita diselamatkan dan dikuduskan secara posisi terhadap Allah, hingga kita dewasa dan dimuliakan. Kita harus mengejar kekudusan dalam tahap ultima pengudusan Allah. Ini adalah usaha yang harus kita lakukan dalam hayat.

VI. PENYEMPURNAAN PENGUDUSAN INI --

PENYUCIAN DIRI KITA

1. "Marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah" (2 Kor. 7:1).

Allah menyempurnakan kita di dalam pengudusan-Nya, dan Dia juga menghendaki kita menyempurnakan diri kita di dalam pengudusan-Nya. Allah menyempurnakan kita melalui pendisiplinan; kita menyempurnakan diri kita melalui penyucian diri sendiri, membersihkan segala pencemaran daging dan roh, serta dengan takut akan Allah. Sering kali, kita tidak menyucikan diri kita menurut penerangan Allah maupun mengikuti Roh Kudus untuk menghilangkan segala pencemaran daging dan roh, kita bahkan tidak takut akan Allah. Pada saat itu, Bapa segala roh yang adalah Bapa di dalam roh kita, tidak mempunyai pilihan lain, kecuali menjalankan pendisiplinan-Nya atas kita demi menyempurnakan kita dalam kekudusan-Nya. Ini supaya kita takut akan Dia, bersedia bekerja sama dengan Dia, dan menyucikan diri kita, menghapuskan segala pencemaran di dalam dan di luar, untuk menyempurnakan apa yang Dia kehendaki kita peroleh, yakni kekudusan dalam sifat-Nya.

VII. SELURUH DIRI KITA MENIKMATI PENGUDUSAN INI --

ROH, JIWA, DAN TUBUH DIKUDUSKAN SELURUHNYA

1. "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna tanpa cacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita" (1 Tes. 5:23).

Dalam keselamatan sempurna Allah, kita harus menikmati pengudusan Allah sedemikian rupa sehingga seluruh diri kita berada dalam kenikmatan ini. Roh, jiwa, dan tubuh kita terpelihara sempurna tanpa cacat pada kedatangan Tuhan Yesus kita. Ini adalah penggenapan ultima dari pengudusan yang kita nikmati di dalam keselamatan sempurna Allah.