← Daftar isi Mengetahui Telah Beroleh Selamat · bab 42/48

KELAHIRAN KEMBALI

Dalam keselamatan sempurna Allah, ketika kita percaya ke dalam Kristus, dan dengan demikian mengalami pengampunan dosa, pencucian dosa, pendamaian, perujukan, pengudusan, dan pembenaran, kita segera menerima kelahiran kembali dari Allah. Keenam tahap pengalaman yang dibicarakan sebelumnya merupakan aspek penebusan dari keselamatan sempurna Allah. Dilahirkan kembali termasuk dalam aspek hayat dari keselamatan sempurna Allah, serta merupakan permulaan aspek ini. Maka hal ini merupakan hal sangat penting dari kenikmatan kita akan keselamatan sempurna Allah, berhubungan erat dengan kehidupan dan pekerjaan kita pada masa kini setelah kita percaya ke dalam Kristus dan diselamatkan, begitu pula dengan takdir kita di masa yang akan datang dan kekekalan.

I. PERLUNYA DILAHIRKAN KEMBALI

1. "Aku [Tuhan Yesus] berkata kepadamu [Nikodemus, yang menuntut perbuatan baik]: Kamu harus dilahirkan kembali" (Yoh. 3:7).

Setiap manusia rela dan bersedia berbuat baik, mengira bahwa dirinya hanya perlu berbuat dan bermoral baik, tak pernah menyadari bahwa dirinya perlu dilahirkan kembali, mendapatkan hayat yang lain. Dengan demikian, Tuhan Yesus memberi tahu Nikodemus, yang menuntut berbuat baik, "Kamu harus dilahirkan kembali." Nikodemus mewakili semua yang berniat berbuat baik tanpa mengenal kebutuhan manusia. Hanya Allah dan Tuhan Yesus yang mengenal kebutuhan manusia. Kebutuhan ini adalah dilahirkan kembali.

A. Karena Manusia Berasal dari Daging

1. Yesus berkata, "Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging" (Yoh. 3:6).

Manusia perlu dilahirkan kembali, karena manusia dilahirkan dari daging dan berasal dari daging. Yang dilahirkan dari daging dan berasal dari daging adalah daging. Daging tidak tunduk dan tidak bisa tunduk terhadap hukum Allah, serta tidak dapat menyukakan Allah (Rm. 8:7-8). Manusia daging dilahirkan dalam pelanggaran (Mzm 51:5), berasal dari dosa, terjual di bawah kuasa dosa (Rm. 7:14), menjadi milik dosa, diasingkan dari hayat Allah (Ef. 4:18), dan tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Baik atau buruk dalam pandangan manusia, yang dimiliki manusia hanya hayat manusia daging, bukan hayat Allah. Sebab itu, manusia perlu dilahirkan kembali untuk memperoleh hayat Allah.

B. Untuk Masuk ke dalam Kerajaan Allah

1. Yesus menjawab, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah . . . jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yoh. 3:3, 5).

Manusia juga perlu dilahirkan kembali agar dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Kalau seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah atau masuk ke dalamnya. Kerajaan Allah bersifat rohani, dan melihat Kerajaan Allah yang rohani ini adalah masuk ke dalam-Nya. Kelahiran kembali adalah satu-satunya pintu bagi manusia untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah lingkungan hakiki Allah, sama seperti kerajaan tumbuh-tumbuhan adalah lingkungan hakiki tanaman, dan kerajaan binatang adalah lingkungan hakiki binatang. Tanpa tumbuh-tumbuhan, tidak akan ada kerajaan tanaman, dan tanpa binatang-binatang, tidak akan ada kerajaan binatang. Adanya manusia dan adanya Allah pada dasarnya berbeda, karena terdapat di dua lingkungan dan dua kerajaan yang berbeda. Untuk masuk ke dalam kerajaan manusia, seseorang harus dilahirkan dari manusia agar memiliki hayat manusia; demikian pula, untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, seseorang harus dilahirkan dari Allah agar memiliki hayat Allah. Sebab itu, manusia harus dilahirkan dari Allah, yakni harus dilahirkan kembali, agar dapat memiliki hayat Allah dan dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

II. MAKNA DILAHIRKAN KEMBALI

1. "Kata Nikodemus kepada-Nya [Tuhan Yesus]: 'Bagaimanakah mungkin seseorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?'" (Yoh. 3:4).

Arti ungkapan "dilahirkan kembali" adalah "dilahirkan sekali lagi". Dengan demikian, Nikodemus berpikir, ia perlu masuk kembali ke dalam rahim ibunya untuk dilahirkan sekali lagi. Walaupun ia mengerti benar makna harfiah "dilahirkan kembali", dia tidak paham makna kelahiran kembali. Walaupun dilahirkan kembali secara harfiah berarti dilahirkan sekali lagi, makna dilahirkan kembali bukanlah masuk ke dalam rahim ibu dan dilahirkan untuk kedua kalinya.

A. Dilahirkan Kembali Adalah Dilahirkan dari Allah

1. "Orang-orang yang dilahirkan bukan dari darah atau dari keinginan daging, bukan pula oleh keinginan manusia, melainkan dari Allah" (Yoh. 1:13; Tl.).

Dilahirkan kembali bukanlah dilahirkan dari darah (hayat daging manusia), atau dari keinginan daging manusia (keinginan manusia yang telah jatuh, manusia daging), ataupun keinginan manusia (keinginan manusia dari ciptaan Allah), melainkan berasal dari Allah, agar manusia dapat memperoleh hayat rohani Allah. Jadi, kita yang dilahirkan kembali berarti memperoleh hayat Allah di samping hayat manusia yang telah kita miliki.

B. Dilahirkan Kembali Adalah Dilahirkan dari Atas

1. "Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yoh. 3:3).

Dalam bahasa aslinya, kata "kembali" di sini adalah kata yang sama yang diterjemahkan "dari atas" dalam Yohanes 3:31. Sebab itu, dilahirkan kembali juga berarti dilahirkan dari atas. Ketika kita dilahirkan untuk pertama kalinya dari orang tua kita, kita dilahirkan dari bumi, dari bawah, dan hayat manusia daging yang kita peroleh adalah dari bumi. Ketika kita dilahirkan untuk yang kedua kalinya, dari Allah, yaitu ketika kita dilahirkan kembali, kita dilahirkan dari atas, dari surga, dan hayat rohani Allah yang kita terima adalah dari surga. Jadi, dilahirkan kembali ialah dilahirkan dari atas, agar manusia dapat memiliki hayat surgawi Allah.

C. Dilahirkan Kembali Juga Adalah Dilahirkan dari Air dan Roh

1. "Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yoh. 3:5).

Hal dilahirkan dari air dan Roh, yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus di sini mengacu kepada dilahirkan kembali melalui air baptisan yang dikabarkan oleh Yohanes Pembaptis dan melalui Roh Kudus yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Air baptisan menyatakan kematian dan penguburan, melambangkan kematian dan penguburan Kristus bagi pengakhiran seseorang yang bertobat dan percaya. Roh, yang adalah Roh Kudus, Roh hayat dan kebangkitan, menyebabkan orang yang percaya berbagian dalam kebangkitan Kristus, supaya orang yang diakhiri dapat memiliki permulaan hayat baru. Dengan dibaptiskan ke dalam air dan Roh, mereka yang percaya ke dalam Kristus dilahirkan kembali dan dipindahkan dari semua perkara usang manusia masuk ke dalam Kerajaan Allah, yang merupakan lingkungan hayat ilahi dan pemerintahan ilahi. Ini memungkinkan mereka hidup oleh hayat kekal Allah dalam Kerajaan kekal Allah.

D. Roh Melahirkan Roh

1. "Apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh" (Yoh. 3:6).

Kelahiran kembali juga merupakan Roh Allah melahirkan roh kita, yaitu Roh Allah melahirkan kembali roh insani kita dengan hayat Allah. Ketika kita percaya ke dalam Kristus dan dilahirkan kembali, Roh Allah menyalurkan hayat Allah, unsur Allah, ke dalam roh kita, menghidupkan roh kita serta menjadikannya roh yang baru (Yeh. 36:26).

III. SARANA KELAHIRAN KEMBALI

1. Melalui kebangkitan Kristus -- Allah Bapa "telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati" (1 Ptr. 1:3).

Sarana pertama yang Allah pakai untuk melahirkan kembali kita ialah kebangkitan Kristus. Ketika Kristus bangkit, kita yang percaya ke dalam Dia, semuanya telah tercakup di dalam-Nya dan telah dibangkitkan bersama Dia (Ef. 2:6). Kebangkitan-Nya menyalurkan hayat Allah ke dalam kita dan menghidupkan kita dengan hayat Allah, agar kita dapat memiliki hayat Allah serta disatukan dengan Allah secara organik. Jadi, Allah melahirkan kembali kita melalui kebangkitan Kristus.

2. Melalui pekerjaan Roh Kudus -- "Dan . . . Ia datang, Ia [Roh Kudus] akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman" (Yoh. 16:8); ". . . lahir dari Roh" (Yoh. 3:8).

Sarana kedua yang Allah pakai untuk melahirkan kembali kita ialah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus mula-mula menginsafkan kita akan dosa, kebenaran, dan penghakiman, menyebabkan kita bertobat dan percaya. Setelah kita bertobat dan percaya, Dia membawa hayat Allah ke dalam roh kita, supaya kita dapat memperoleh hayat Allah dan dapat dilahirkan kembali.

3. Melalui Firman Allah -- "Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih Yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, melalui firman Allah, yang hidup dan yang kekal" (1 Ptr. 1:23).

Sarana ketiga yang Allah pakai untuk melahirkan kembali kita ialah firman-Nya yang hidup, yaitu firman Allah dalam Alkitab. Firman Allah dalam Alkitab berisi hayat-Nya. Ketika kita percaya Injil, kita percaya firman hayat Allah (Yoh. 5:24). Begitu kita menerima firman Injil Allah melalui iman, firman itu menaburkan hayat Allah sebagai benih hayat ke dalam kita (1 Yoh. 3:9). Dengan demikian, Allah melahirkan kembali kita melalui firman kebenaran-Nya (Yak. 1:18).

4. Oleh iman manusia -- "Mereka yang percaya dalam nama-Nya . . . dilahirkan . . . dari Allah" (Yoh. 1:12-13).

Sarana terakhir yang Allah pakai untuk melahirkan kembali kita ialah iman kita. Kebangkitan Kristus merampungkan bagi kita fakta kelahiran kembali, pekerjaan Roh Kudus menerapkan fakta ini kepada kita, dan firman Allah dengan Roh Kudus memaparkan fakta ini di hadapan kita. Bagaimanapun, kita masih perlu menerima fakta ini dengan iman. Sebab itu, untuk dilahirkan kembali, kita harus percaya ke dalam Kristus sesuai dengan firman Allah.

IV. HASIL KELAHIRAN KEMBALI

1. Memperoleh hayat kekal Allah -- "Setiap orang yang percaya kepada-Nya [Kristus] . . . beroleh hidup yang kekal" (Yoh. 3:16).

Hayat kekal adalah hayat Allah sendiri, yaitu diri Allah sendiri sebagai hayat. Sifat Allah dan fungsi-fungsi yang ada di dalam Dia berada di dalam hayat ini. Ketika kita dilahirkan kembali, kita mendapatkan hayat kekal Allah dengan unsur-unsur dan fungsi-fungsi dalam hayat ini.

2. Menjadi anak-anak Allah -- "Semua orang yang menerima-Nya [Kristus] diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang dilahirkan . . . dari Allah" (Yoh. 1:12,13).

Karena kelahiran kembali membuat kita mendapat hayat Allah, hal itu pun menjadikan kita anak-anak Allah. Hayat Allah merupakan kuasa bagi kita untuk menjadi anak-anak Allah.

3. Menjadi anak sulung di antara semua ciptaan Allah -- "Ia [Allah] telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya" (Yak. 1:18).

Kelahiran kembali juga menjadikan kita yang sulung dari ciptaan baru Allah di antara semua ciptaan-Nya, memiliki hayat-Nya yang matang lebih dulu bagi penggenapan tujuan kekal-Nya.

4. Mempunyai pengharapan yang hidup -- ". . . melahirkan kita kembali . . . kepada suatu pengharapan yang hidup" (1 Ptr. 1:3).

Karena kelahiran kembali membuat kita memiliki hayat Allah, hal itu memberi kita memiliki pengharapan yang hidup, seperti pertumbuhan dalam hayat, penyataan karunia-karunia, kemampuan untuk berfungsi, pengubahan, dan pemuliaan. Hal ini seperti hayat bayi yang baru lahir, yang mengandung harapan dari hayat itu, seperti pertumbuhan, kedewasaan, pekerjaan, dan pernikahan.