MENAATI PENGAJARAN PENGURAPAN
Menaati pengajaran pengurapan erat hubungannya dengan menaati perasaan hayat yang dibahas pada pelajaran yang lalu. Menaati perasaan hayat berhubungan dengan Kristus sebagai hayat di dalam kita, sedangkan menaati pengajaran pengurapan berhubungan dengan gerakan Roh Kudus di dalam kita. Yang pertama adalah perkara hayat dan yang kedua adalah perkara Roh. Keduanya digabungkan adalah satu hal, yaitu hidup di dalam Roh hayat, hidup menurut pergerakan hukum hayat, menempuh hidup yang rohani dan menang, yang mengekspresikan Allah Tritunggal di dalam Kristus.
I. MAKNA PENGURAPAN
1. "Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus" (1 Yoh. 2:20); "Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia" (1 Yoh. 2:27).
Dalam perlambangan Alkitab, pengurapan melambangkan Roh Kudus yang dengannya Allah mengurapi orang-orang yang akan dipakainya (Luk. 4:18). Pengurapan urapan kudus adalah gerakan Roh Kudus itu sebagai urapan di dalam kita. Ini bukan hanya minyak urapan, melainkan pengurapan, dan tidak hanya melambangkan Roh Kudus, tetapi juga gerakan Roh Kudus. Ini adalah pengurapan dan gerakan yang berkesinambungan yang kita terima dari Yang Kudus, Bapa dan Putra, yang tinggal di dalam kita.
II. PENGAJARAN PENGURAPAN
1. "Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu . . ." (1 Yoh. 2:27); "Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya" (1 Yoh. 2:20).
Pengajaran pengurapan adalah perasaan dan pengetahuan yang berasal dari pengurapan, yakni gerakan Roh Kudus sebagai minyak urapan di dalam kita. Pengajaran ini tidak membuat kita mengerti atau mengenal secara tertulis atau lisan, melainkan, membuat kita merasakan dan memahami lewat gerakan dan olesannya yang lembut, yang dapat dipahami tetapi sering tidak terkatakan. Perasaan yang berasal dari pengurapan dan perasaan hayat dari hayat Tuhan di batin kita sebenarnya satu. Gerakan dan urapan yang lembut dari Roh Kudus menjadi perasaan yang dapat kita pahami melalui perasaan hayat dari Tuhan, membuat kita mengerti pikiran Allah dan hal-hal yang berhubungan dengan-Nya.
III. UNSUR-UNSUR PENGURAPAN
Pengurapan mengandung unsur tertentu, seperti cat yang dipakai untuk mengecat perabot. Unsur yang terkandung dalam pengurapan adalah Allah sendiri, hakiki Allah. Semakin sering pengurapan mengoles kita dengan lembut di batin, semakin banyak unsur Allah, hakiki Allah yang teroles ke dalam kita. Jadi, pengurapan tidak hanya membawakan kita pengajaran, tetapi juga unsur Allah. Ia tidak hanya membuat kita mengenal Allah dan hal-hal yang berhubungan dengan Allah, tetapi juga memperoleh unsur Allah yang kaya; tidak hanya membuat kita melakukan hal-hal dari Allah, lebih-lebih membuat kita mendapatkan pertambahan diri Allah di batin, membuat kita bertumbuh di dalam unsur Allah dan perawakan kita bertambah.
IV. HUBUNGAN ANTARA PENGURAPAN MINYAK
DENGAN PEMBUBUHAN DARAH
1. ". . . imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan membubuhnya pada cuping telinga kanan orang itu dan pada ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanannya. Dan imam harus menuang sedikit dari minyak itu ke telapak tangan kirinya sendiri, lalu sedikit dari minyak itu haruslah dipercikkan oleh imam dengan jari kanannya tujuh kali di hadapan Tuhan. Kemudian imam harus membubuh sedikit dari minyak itu pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana dibubuhi darah tebusan salah itu" (Im. 14:25-28).
Darah tebusan salah yang disebutkan di atas melambangkan darah penebusan yang Kristus curahkan bagi kita. Minyak yang disebutkan di sini melambangkan Roh Kudus, yang dengan-Nya Allah mengurapi kita. Roh Kudus sebagai minyak mengurapi kita, melambangkan Allah di dalam Roh, ekspresi ultima-Nya, menghampiri kita. Hal itu harus didasarkan pada darah penebusan yang Kristus rampungkan bagi kita. Darah penebusan Kristus adalah dasar satu-satunya agar Allah dapat menghampiri kita. Dalam lambang Perjanjian Lama, mula-mula darah dibubuhkan pada seseorang, lalu minyak untuk urapan dibubuhkan pada darah itu. Dalam Perjanjian Baru, mula-mula darah Kristus dipercikkan ke atas kita (1 Ptr. 1:2); lalu Roh, yang dengannya Allah mengurapi kita, diurapkan ke dalam kita, dan terus-menerus diurapkan ke dalam kita berdasarkan penebusan oleh darah Kristus. Jadi, untuk memperoleh Roh itu dan agar Roh itu mengurapi kita terus-menerus, kita harus bersandar pada darah adi penebusan Kristus.
V. PENGAJARAN PENGURAPAN DAN PENGERTIAN PIKIRAN KITA
Pengajaran pengurapan adalah perasaan yang berasal dari gerakan Roh yang berhuni di dalam roh kita, membuat kita di lubuk batin merasakan hal-hal yang Allah ingin kita ketahui. Pengertian pikiran adalah penafsiran kita atas pengajaran pengurapan. Penafsiran itu terdapat dalam pemahaman pikiran kita. Dengannya kita memahami hal-hal yang Allah ingin kita ketahui lewat pengajaran pengurapan. Hal ini dapat diilustrasikan dengan pengalaman seseorang yang pergi ke bioskop setelah ia beroleh selamat. Jauh di dalam rohnya, ia merasa tidak enak dan gelisah, tetapi ia tidak tahu mengapa. Akhirnya setelah diajar, mengertilah pikirannya, bahwa ada banyak unsur fasik dalam bioskop, dan mulailah ia mengerti bahwa ketidakenakan dan kegelisahan di dalam rohnya adalah pengurapan, gerakan Roh Kudus di dalamnya. Demikianlah ia diajar oleh pengurapan, gerakan Roh Kudus di dalamnya, dan ia pun dikuduskan.
VI. MENAATI PENGAJARAN PENGURAPAN
1. "Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia . . . dan sebagaimana ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia" (1 Yoh. 2:27).
Perkataan di atas menyuruh kita tinggal di dalam Tuhan menurut pengajaran pengurapan di batin kita. Bertindak menurut pengajaran pengurapan adalah menaati pengajaran pengurapan. Hal ini perlu agar kita dapat tinggal di dalam Tuhan dan dapat memelihara persekutuan kita dengan Tuhan. Bila kita menaati pengajaran pengurapan batini, berarti kita mengikuti Roh itu, hidup di dalam persekutuan hayat Tuhan, dan hidup di hadapan Allah.
VII. HASIL MENAATI PENGAJARAN PENGURAPAN
Karena pengurapan adalah olesan lembut dan gerakan Roh Kudus di dalam kita dengan unsur Allah, maka ketika kita menaati pengajaran-Nya, kita memperoleh pertambahan unsur Allah di dalam kita dan dibimbing untuk hidup di depan wajah-Nya setiap saat dan di mana saja, tinggal di dalam Dia dan bersekutu dengan-Nya tanpa gangguan. Demikianlah, kita memperoleh Dia tinggal di dalam kita dan menikmati berkat tertinggi dari hadir-Nya. Pada saat demikian, kita memasuki lingkungan yang disebutkan dalam syair sebuah kidung yang mengatakan, /Tirai terb'lah kumasuk, / mulianya tak terhingga . . . /Kini kuhidup di depan Sang Raja". Maksudnya, kita menembus tirai tubuh daging dan hidup di hadapan Allah, kita masuk ke dalam tempat Mahakudus, hidup di dalam roh untuk bersekutu dengan Allah secara bertatapan muka.