SEJARAH MENGENAI SAMUEL (1)
ASAL USUL, KELAHIRAN, DAN MASA MUDANYA
Pembacaan Alkitab:
1Sam. 1:1—2:11, 18-21, 26
Dalam berita ini kita akan membahas sejarah mengenai Samuel, dimulai dengan asal usul, kelahiran, dan masa mudanya.
I. ASAL USULNYA
Dalam 1:1-20 kita memiliki perkataan yang berhubungan dengan asal usul Samuel. Kita seharusnya tidak menganggap bahwa Samuel lahir dengan sederhana dari bapanya, Elkana. Sesungguhnya, Samuel datang dari ekonomi Allah. Allah memiliki ekonomi kekal-Nya, tetapi melaksanakan ekonomi Allah menjadi satu pertanyaan. Allah telah menetapkan keturunan Harun yang akan menjadi imam untuk melaksanakan ekonomi-Nya, tetapi jabatan imam ini menjadi basi dan pudar. Kedambaan hati Allah adalah mendapatkan seseorang untuk menggantikan jabatan imama ini.
Agar mendapatkan seorang yang demikian, Allah membawa Elkana dan Hana bersama-sama dalam pernikahan. Elkana memiliki dua istri. Menurut pengaturan kedaulatan Allah, istri kedua, Penina, memiliki anak, tetapi Hana tidak memiliki anak. Selain itu, “Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya” (ay. 6). Hal ini memaksa Hana untuk berdoa dengan ngotot terutama bukan bagi dirinya tetapi bagi Allah. Dia berjanji pada Allah bila Dia memberikan ia seorang anak laki-laki, ia akan mengembalikan anak itu kepada-Nya melalui nazar seorang Nazir. Allah memperkenan doa Hana dan janjinya dan Dia membuka kandungannya. Hana mengandung, melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamai dia Samuel. Dari sini kita nampak bahwa sesungguhnya bukan manusia yang menjadi asal usul Samuel. Allah adalah asal usul yang sejati, yang memotivasi umat-Nya secara berdaulat dan rahasia.
A. Ibadah Orang Tuanya kepada Allah
Dapat dikatakan, asal usul Samuel adalah ibadah orang tuanya kepada Allah (ay. 1-8).
1. Tinggal dalam Garis Hayat yang Ditetapkan Allah bagi Tujuan Kekal-Nya
Di tengah-tengah kacaunya kemerosotan Israel, Elkana dan Hana tinggal dalam garis hayat yang ditetapkan Allah bagi tujuan kekal-Nya. Garis hayat adalah satu garis untuk mendatangkan Kristus bagi kenikmatan umat Allah sehingga di bumi Allah dapat memiliki Kerajaan-Nya, yang adalah Tubuh Kristus, organisme Allah Tritunggal.
Elkana dan Hana tinggal dalam garis hayat ini bukan saja bagi keselamatan kekal Allah tetapi bagi tujuan kekal-Nya. Keselamatan Allah hanya bagi manfaat kita, sedangkan tujuan Allah berhubungan dengan penggenapan kedambaan Allah. Kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah kita di sini bagi keuntungan kita atau bagi tujuan Allah. Hari ini di bumi setiap orang memperhatikan bagi keuntungannya sendiri. Bahkan kebanyakan orang Kristen tidak memperhatikan tujuan Allah. Saya dapat menyaksikan Saudara Watchman Nee bahwa dia seorang yang mutlak bagi tujuan Allah. Saya mengikuti teladannya. Dalam pemulihan Tuhan, kita bagi tujuan Allah, tinggal dalam garis hayat yang ditetapkan Allah bagi tujuan kekal-Nya, yang mendapatkan Tubuh, organisme Allah Tritunggal. Sehingga Dia dapat memiliki ekspresi yang penuh secara korporat.
2. Dalam Kerjasama dengan Pergerakan Allah di Bumi untuk Merampungkan Ekonomi Allah
Pasangan ini bekerja sama dalam pergerakan Allah di bumi bagi perampungan ekonomi Allah. Elkana dan Hana bukan saja orang-orang yang bergerak; mereka digerakan oleh Sang penggerak, melalui Penggerak yang unik, dan ilahi, yang bergerak secara rahasia di balik layar. Di bawah penangulangan kedaulatan Allah, Hana, jiwanya tertekan dengan satu beban dalam rohnya untuk miskin di hadapan TUHAN. Inilah pergerakan Allah. Karena pergerakan Allah di dalamnya, Hana tidak memiliki damai sejahtera sampai ia berdoa untuk seorang anak. Allah, Sang berdaulat, memperhatikan pergerakannya dan menggerakannya supaya dia berdoa, meskipun Eli, orang yang memperhatikan pelayanan dalam rumah Allah, tidak memahami ia. Dalam doanya Hana bekerja sama dengan pergerakan Allah.
Allah memotivasi Hana sebagai seorang yang bersatu dengan Dia dalam garis hayat. Selama Dia mendapatkan seorang yang demikian, Dia memiliki jalan di bumi. Saya berharap bahwa beberapa orang dari kita akan menjadi Hana hari ini dan berkata, “Tuhan, jika Engkau memiliki sesuatu di dalam hati-Mu untuk merampungkan tujuan-Mu, Aku di sini. Aku tinggal dalam garis hayat untuk melaksanakan ekonomi-Mu.” Jika Anda melakukan hal ini, saya memiliki jaminan bahwa Anda akan menjadi orang-orang yang akan menggerakan Allah. Dia akan datang kepada Anda dan menggerakan Anda. Allah memerlukan banyak Hana, orang-orang yang dapat mendatangkan banyak Samuel untuk mengalihkan zaman.
B. Khususnya Ibunya yang Mencari Allah Bersama Doanya
Asal usul Samuel khususnya ibunya yang mencari Allah bersama doanya (ay. 9-18). Doanya menggema dari kedambaan hati Allah. Doanya adalah kerjasama manusia dengan pergerakan ilahi untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah.
Kita seharusnya tidak lagi berdoa dengan cara yang usang dan formal. Khususnya, kita perlu berdoa sesuatu yang menggema dari apa yang ada dalam hati Allah. Ini berarti bahwa apa yang kita katakan dalam doa kita mutlak apa yang Allah ingin utarakan. Doa yang sedemikian adalah pembicaraan yang keluar dari hati Allah. Doa Hana seperti ini. Allah menginginkan seorang Samuel, namun Dia perlu kerjasama Hana untuk berdoa kepada-Nya, dengan mengatakan, “Tuhan, Aku perlu seorang anak.” Doa ini sangat insani, namun inilah kerjasama dengan pergerakan ilahi bagi ekonomi Allah.
C. Pergerakan Allah Bersama Jawaban-Nya atas Doa Ibu Samuel
1. Menurut Kedambaan dan Perhatian Allah bagi Pergerakan-Nya di antara Umat-Nya
Secara khusus, asal usul Samuel adalah pergerakan Allah bersama jawab-Nya atas doa ibu Samuel (ay. 19-20). Setelah berdoa demikian seperti doa Hana, hal ini memudahkan Allah melakukan sesuatu, karena kerjasama manusia telah menjadi dasar bagi Dia dapat bergerak. Pergerakan Allah menjawab doa ibu Samuel menurut kedambaan dan perhatian-Nya untuk bergerak di antara umat pilihan-Nya.
2. Memelihara Prinsip bahwa Allah Memerlukan Kerjasama Manusia
Pergerakan Allah adalah jawaban doa Hana yang menjaga prinsip bahwa Allah memerlukan kerjasama manusia dengan pergerakan-Nya dalam ekonomi-Nya. Inilah prinsip inkarnasi.
3. Untuk Menghasilkan Seorang Nazir yang Mutlak bagi Penggenapan Kedambaan-Nya
Pergerakan Allah bersama jawaban-Nya kepada doa Hana menghasilkan seorang Nazir yang mutlak bagi penggenapan kedambaan-Nya. Seorang Nazir adalah orang yang mempersembahkan diri kepada Allah dengan mutlak. Seorang Nazir tidak pernah memotong rambutnya atau meminum anggur. Dalam Alkitab, rambut panjang melambangkan kekepalaan, otoritas. Seorang Nazir memelihara rambutnya panjang menandakan bahwa hanya sebagai seorang perempuan yang mengambil suaminya sebagai kepalanya, dia mengambil Allah sebagai Kepala, menganggap Allah Suaminya. Maka, seorang Nazir adalah seorang yang tunduk kepada Allah, mengambil Allah sebagai Kepala, otoritas. Inilah kenapa Hana berdoa bahwa jika Tuhan dapat memberikan dia seorang anak laki-laki, pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya (ay. 11). Dalam Alkitab, minum anggur adalah bagi menikmati kesukaan duniawi. Seorang Nazir bukan saja tunduk kepada Allah sebagai otoritas tetapi juga tidak memiliki kedambaan dalam menikmati kesukaan duniawi. Bahkan sebelum dia dilahirkan, Samuel dipersembahkan oleh ibunya menjadi seorang yang demikian. Inilah perkara besar, untuk ini Samuel mendatangkan zaman baru.
Zaman Perjanjian Baru dibawa masuk oleh Nazir yang lain, Yohanes pembaptis. Tuhan Yesus adalah seorang Nazir, demikian juga Petrus dan Paulus. Sesungguhnya, setiap orang yang tinggal dalam garis hayat adalah seorang Nazir. Jika kita akan menjadi orang Nazir hari ini, kita harus mengambil Allah sebagai Kepala dan Suami kita, tunduk kepada Dia, dan tidak memiliki kesenangan dalam kesukaan duniawi.
Kita perlu terkesan dengan asal usul Samuel, dengan sumbernya. Karena dia keluar dari sumber yang kuat, dia tidak dapat menjadi orang yang umum dan duniawi. Maka, dia adalah orang yang menggantikan jabatan imam yang pudar dan mendatangkan Daud, yang mendatangkan Kristus.
II. KELAHIRANNYA
“Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: ‘Aku telah memintanya dari pada Tuhan’” (ay. 20). Ayat ini membicarakan kelahiran Samuel, yang berasal dari jawaban Allah atas doa manusia. Namanya berarti “didengarkan Allah” atau “meminta daripada Allah.”
III. MASA MUDANYA
A. Dipersembahkan kepada Allah oleh Ibunya untuk Memenuhi Nazarnya kepada Allah
Pada masa mudanya, kemungkinan pada usia dua atau tiga tahun, Samuel dipersembahkan kepada TUHAN oleh ibunya untuk memenuhi nazarnya kepada Allah (ay. 21-28, 11). Hal ini tidak mudah bagi Hana untuk mengambil anaknya dari pangkuannya dan menaruhnya di bawah pengawasan orang lain, khususnya orang yang sudah tua yang hampir kehilangan penglihatannya. Walaupun demikian, Hana memenuhi nazarnya melalui mempersembahkan Samuel kepada Allah.
B. Menjadi Seorang Nazir
Seperti yang telah kita lihat, pada masa mudanya Samuel telah dipersembahkan kepada TUHAN menjadi seorang Nazir (ay. 11b).
C. Persembahan Doa Ibunya
Dalam 2:1-19 kita memiliki persembahan doa ibunya. Dalam doanya dia memuji Allah untuk keselamatan-Nya melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Doanya berhubungan dengan pergerakan Allah dalam ekonomi-Nya dan menunjukkan bahwa ia menyadari sesuatu mengenai ekonomi Allah.
D. Melayani TUHAN di depan Imam Eli
Pada masa mudanya Samuel melayani TUHAN di depan imam Eli (ay. 11b, 18-19). Melakukan sesuatu memerlukan banyak belajar. Eli mengajar Samuel cara melayani Allah.
1. Sebagai Seorang Imam bukan karena Kelahiran tetapi karena Sumpah Nazir
Samuel melayani Tuhan sebagai seorang imam bukan karena kelahiran tetapi karena sumpah Nazir. Melalui kelahiran kita tidak memiliki kedudukan. Kita adalah orang kafir, tetapi Allah telah menentukan orang Yahudi. Namun ada “pintu belakang”sumpah Nazir. Sumpah yang sedemikian ditetapkan Allah dalam Bilangan 6. Sehingga terbukalah pintu untuk setiap orang menjadi imam. Samuel menjadi imam dengan cara ini, bukan yang ditetapkan tetapi secara sumpah kemauan sendiri.
2. Didorong Ibunya
Satu Samuel 2:19 menunjukkan bahwa Samuel didorong oleh ibunya. Dalam pemulihan Tuhan hari ini, kita juga perlu dorongan, dan kita berterima kasih pada Tuhan untuk banyak ibu dalam hidup gereja.
E. Bertumbuh dan Disukai di Hadapan TUHAN maupun di Hadapan Manusia
Akhirnya, pada masa mudanya Samuel bertumbuh dan disukai di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia (ay. 21b, 26). Disukai Allah berarti bahwa Allah bagi kita, dan disukai manusia yaitu manusia bagi kita. Samuel berada dalam posisi ini yaitu Allah dan manusia bagi dia. Kita dapat mengalami hal ini dalam hidup gereja hari ini. Bila kita adalah Nazir sejati, kita akan disukai kaum saleh, dan seluruh gereja akan bagi kita. Kita akan menikmati Kristus sedemikian dan menjadi berkat bagi gereja.