← Daftar isi Kaum Muda bagi Pembangunan Gereja Pola-pola Kita untuk Membangun Gereja · bab 16/24

PERTAMBAHAN DAN PERLUASAN GEREJA

Pembacaan Alkitab: Yoh. 15:4-5, 7-8; Flp. 1:27; Mat. 28:18-20; Kis. 1:8; 8:1.

Garis Besar

I. Pertambahan Gereja

A. Keperluan untuk bertambah

B. Konsep yang salah

C. Cara yang normal

D. Jalan yang ditentukan Allah untuk pertambahan gereja

II. Perluasan Gereja

Setelah melihat visi gereja dan bagaimana gereja dibangun, kita harus lebih dahulu melihat masalah pertambahan dan perluasan gereja. Banyak orang Kristen berpikir bahwa setelah pada awalnya mereka diselamatkan, mereka sederhana menunggu pergi ke sorga. Mereka tidak tahu bahwa mereka diselamatkan sebagai anggota tubuh untuk membangun gereja. Beberapa si antara kita mungkin berpikir bahwa kita tidak perlu ada yang dikuatirkan karena oleh belas kasihanNya kita ada di dalam gereja. Ini benar bahwa semua dosa-dosa kita telah diampuni. Ini juga benar bahwa kita di dalam praktek hidup gereja lokal. Tetapi kita harus berjerih lelah dengan rajin untuk memebangun Tubuh Kristus. Di dalam pelajaran ini kita akan membahas dua masalah terpenting mengenai membangun gereja-pertambahan dan perluasan.

I. PERTAMBAHAN GEREJA

A. Keperluan Untuk Bertambah

Pertambahan gereja adalah untuk menyalurkan Kristus kepada yang lainnya dan membuat mereka menjadi bagian Kristus. Cabang dari pokok anggur menghasilkan buah adalah melalui menyalurkan hayat pokok anggur kepada yang lainnya, dan membuat mereka berbagian di dalam pokok anggur. Jika cabang-cabang dari pokok anggur tidak menghasilkan buah, akan tidak ada pertambahan pokok anggur. Buah yang dihasilkan dari cabang adalah pertambahan dari pokok anggur. Jadi pertambahan gereja adalah melalui berbuahnya semua anggota tubuh. Semua anggota tubuh harus dapat menghasilkan buah bila tidak, akan tidak adanya pertambahan gereja lokal.

Di dalam Kekristenan hari ini, hampir segala sesuatu tidak normal, bahkan dalam pemberitaan Injil. Kekristenan hari ini tergantung pada pengkhotbah besar dengan pengabaran Injil yang besar, tetapi ini bukanlah yang ada di dalam Alkitab. Di dalam Alkitab khususnya di Injil Yohanes, pemberitaan Injil yang riil adalah penghasilan buah dari setiap anggota tubuh. Ini seperti pohon hayat di dalan Yerusalem Baru: Yang menghasilkan buah-buah baru setiap bulan. Inilah pemberitaan Injil yang tepat dan inilah pertambahan gereja. Ini tidak tergantung pada pengkhotbah besar dan pengabaran Injil yang besar. Kehidupan sehari-hari yang normal dari anggota gereja adalah secara sederhana menghasilkan buah; kemudian adanya pertambahan gereja.

Cara yang tepat untuk memberitakan Injil adalah menyalurkan Kristus kepada yang lainnya sebagai hayat. Kita tidak seharusnya percaya pada pengkhotbah yang tenar; kita harus percaya pada diri kita. Setiap anggota gereja adalah cabang untuk menghasilkan buah. Mengenai pohon hayat. Setiap jenis pohon berbuah sedikitnya sekali dalam setahun—ini adalah hukum alam. Saya percaya bahwa sebagai anggota yang hidup dari gereja lokal, kita harus membawa sedikitnya satu buah baru dalam setahun kepada Tuhan. Misalnya cabang dari pokok anggur tidak berbuah tahun demi tahun. Apa yang akan kamu lakukan? Mereka memangkasnya dan menebangnya. Setiap gereja lokal harus mendorong setiap anggota Tubuh untuk membawa sedikitnya satu buah kepada Tuhan setiap tahun. Bahkan membawa 10 atau 12 dalam setahun juga belum terlalu banyak, karena ini secara sederhana seperti setandan anggur.

B. Konsep yang Salah

Dalam pemberitaan Injil ada beberapa konsep yang salah yang harus saya tunjukkan kepadamu. Di dalam beberapa gereja denominasi banyak aktivitas yang berada di luar Injil. Ini benar tetapi masalahnya adalah bahwa terlalu banyak usaha dan perjuangan manusia. Ini salah tetapi ini tidak berarti bahwa kita harus berhenti menghasilkan buah dan tidak menghasilkan buah. Kita tidak seharusnya menjadi usang dalam berbuah; kita harus selalu diperbaharui. Tidak ada berhenti dalam kehidupan rohani.

Konsep yang lain dari kekristenan adalah bahwa kita harus menunggu dan berdoa untuk kebangunan yang besar—kemudian Tuhan akan mengirim pembicara besar, dan kita akan datang bersama-sama untuk pengabaran Injil. Ini tidak normal

Ada konsep yang ketiga—pada sisi yang ekstrem lainnya—yang mana juga salah. Beberapa mengatakan,” Lihatlah orang-orang itu! Semua pengabaran Injil mereka hanya ada di dalam kekuatan daging!” tentu saja, kita harus menyadari bahwa seluruh pemberitaan Injil kita haruslah merupakan pengaliran hayat yang di dalam. Tetapi mereka yang mengkritik jalan ini telah mengkritik yang lainnya bertahun-tahun, tetapi mereka sendiri juga belum dibawa masuk dalam jalan yang baru. Ini kelihatannya seperti tidak ada pengaliran hayat dalam mereka. Jadi mereka telah menuju kearah ekstrem yang lain.

C. Cara yang Normal

Apa itu cara yang normal? Cara yang normal adalah bukan menggunakan kekuatan manusia; atau tergantung pada kebangunan pengabaran dengan pengkhotbah besar. Penghasilan buah adalah pengaliran hayat; jadi kita harus bertumbuh di dalam hayat dan juga memikul tanggung jawab untuk berbuah. Gereja harus mendorong setiap anggota untuk berdoa dan membawa orang baru kepada gereja. Kita harus meluangkan waktu dua atau tiga jam seminggu untuk merawat orang baru. Ini bukanlah keadaan yang baik bagi gereja untuk tetap tinggal dalam jumlah yang sama setahun demi setahun. Misalnya setelah lima tahun kita masih dalam keadaan jumlah yang sama. Ini mutlak salah. Ini berarti bahwa kita tidak berlatih mengalirkan hayat.

Apakah maksudnya dengan pengaliran hayat? maksudnya kita harus tinggal di dalam Tuhan dan menikmati kekayaan hayat-Nya. Kemudian kita harus berbeban untuk berbuah. Kita harus berdoa,” Tuhan, penghidupan sehari-hariku adalah untuk berbuah.” kemudian Tuhan akan memberikan kita perasaan yang dalam untuk dua atau tiga orang yang harus kita rawat. Kita mungkin mengenal lima puluh orang, tetapi pada saat itu Tuhan akan membebani kita hanya dengan dua atau tiga. Kita akan berdoa untuk mereka, menyebutkan nama mereka kepada Tuhan. kemudian kita perlu mencari tuntunan Tuhan mengenai bagaimana berkontak dengan mereka. Mungkin kita akan mengundang mereka untuk makan malam bersama saudara-saudari; kemudian juga meministrikan hayat kepada mereka. Saudara-saudari di dalam gereja harus membantu satu dengan yang lainnya di dalam masalah berbuah. Kita tidak seharusnya melakukan hanya sekali waktu, tetapi harus terus menerus. Inilah kehidupan kita sehari-hari. Kita harus menghabiskan paling sedikit dua atau tiga jam seminggu untuk masalah ini. Jangan harapkan pekerjaan yang cepat. Ini harus dilakukan secara teratur dan terus menerus sehingga kita akan melihat hasilnya.

Bila setiap tahun setiap orang membawa satu buah baru, dalam jangka waktu setahun gereja akan berlipat ganda. Dan setelah tahun yang akan datang, akan berlipat ganda lagi. Orang muda harus membawa satu orang baru setiap enam bulan. Ini bukanlah hal yang keterlaluan membawa satu orang baru di dalam seratus delapan puluh hari. Secara fakta ini terlalu sedikit. Bila setiap orang dapat membawa dua orang dalam satu tahun, maka pada akhir tahun gereja akan menjadi dua kali lipat. Inilah pertambahan.

Beberapa mungkin mengatakan bahwa ini terlalu banyak, misalnya setiap orang hanya membawa satu setiap dua tahun atau dua saudara membawa satu dalam setahun. Dalam enam tahun gereja akan menjadi tiga kali lipat ini tidak terlalu jelek. Dan kamu tidak dapat mengatakan bahwa ini keterlaluan untuk setiap orang membawa satu setiap dua tahun. Betapa banyaknya pertambahan ini!

Kita tidak boleh percaya pada pengabaran Injil yang besar, kita harus percaya pada pertambahan gereja. Pertambahan gereja adalah menghasilkan buah, bukan pengabaran yang besar. Sebagai cabang kita harus berbuah dan satu buah setiap dua tahun itu sangat mudah.

D. Jalan yang Ditentukan Allah Untuk Pertambahan Gereja

Pergi keluar untuk mengunjungi orang adalah cara yang paling efektif untuk menyebarkan Injil bagi Kerajaan Allah. Sebenarnya, mengunjungi orang melalui mengetuk pintu mereka bukan jalan baru, tetapi jalan lama. Jalan ini dimulai dari taman di Kejadian 3. Setiap orang Kristen harus mengetuk pintu untuk menginjil. Untuk mengentuk pintu berarti untuk mengunjungi orang. Untuk mengunjungi orang melalui mengetuk pintu, sebenarnya adalah jalan yang ditentukan Allah, cara orang Kristen untuk meluaskan Injil seperti yang telah dilakukan oleh Mormon dan Saksi Yehovah untuk menyebarkan ajaran sesatnya. Ini sangat disesalkan bahwa orang yang tepat, orang Kristen hampir menyerah dengan jalan yang ditentukan oleh Allah untuk mengabarkan Injil. Tetapi sekarang Tuhan sedang memimpin kita kembali ke jalan ini.

Kita harus mengambil jalan untuk pergi keluar mengunjungi orang melalui balajar bagaimana melakukannya dan dilatih. Rintangan terbesar kita untuk dilatih pergi keluar mengunjungi orang adalah konsep kita. Kita mungkin saja masih berpegang pada praktek pemberitaan Injil yang lalu. Praktek kita yang lalu mungkin saja baik, tetapi ini sudah tidak efektif pada saat ini untuk pergi mengunjungi orang. Permintaan pertama dari kita dilatih di dalam jalan baru adalah meletakkan konsep kita. Kita harus meletakkan konsep kita dan menuruti perintah dari pelatihan. Kita tidak dapat dilatih oleh Tuhan bila kita masih memegang pada praktek yang lama. Bila kita bisa melupakan jalan lama kita dan menuruti jalan baru Tuhan, kita akan melihat hasil yang positif.

Di dalam jalan baru Tuhan kita harus dipercaya, dijamin, berani dan agresif. Kita telah dikirim untuk mengunjungi orang oleh Kristus yang terangkat, dan ketika kita berbicara pada orang kita bersatu dengan Kristus. Kita memiliki posisi dan otoritas dari Kristus yang terangkat untuk mengarahkan orang agar percaya dan dibaptis. Karena kita telah dipercaya dengan otoritas dari Kristus yang terangkat untuk memberitakan Injil, kita tidak seharusnya menanyai orang dengan pertanyaan-pertanyaan. Kita tidak seharusnya bertanya, ”Maukah kamu percaya?” Kita harus mengarahkan mereka untuk percaya. Kita tidak seharusnya menanyai yang lainnya apakah mereka ingin dibaptis. Kita harus seperti Yohanes Pembaptis yang menyuruh orang untuk “Bertobat, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.”(Mat. 3:2). Yohanes Pembaptis memberitakan dengan perintah,bukan dengan pertanyaan.

Di dalam manusia alamiah kita, kita selalu ingin menjadi baik dan rendah. Kita suka menanyai yang lain, ”Maukah Anda percaya kepada Tuhan Yesus?” Tetapi bila kita menanyai yang lainnya dengan pertanyaan ini, kita akan sering ditolak setiap waktu. Pertanyaan kita membuka pintu untuk penolakan. Kita harus membicarakan segala sesuatu dengan jalan perintah. Kita adalah duta besar surgawi Tuhan yang telah diperintah dengan otoritas di surga dan di bumi untuk membaptis orang ke dalam Allah Tritunggal. Kita perlu mengarahkan orang untuk bertobat dan mengaku dosa-dosa mereka. Kita harus memimpin mereka untuk berdoa. Setelah sedikit berdoa kita perlu memberitahu mereka bahwa mereka sekarang siap untuk dibaptis. Bila kita mau melatih otoritas ilahi ini, banyak orang yang kita kunjungi akan menjadi seperti domba. Kita akan bisa memimpin mereka keluar dari kerajaan Satan dan masuk ke dalam kerajaan Allah. Jalan yang paling efektif untuk memberitakan Injil adalah bukan bertanya tetapi mengarahkan orang untuk bertobat, berdoa dan dibaptis. Ketika kita membaptis orang ke dalam Allah Tritunggal, dia akan menjadi orang yang lain. Baptisan mengubah orang karena kita membaptis mereka ke dalam nama Allah Tritunggal, yang adalah totalitas ilahi.

II. PERLUASAN GEREJA

Gereja bertambah dilokalitas dan meluas secara universal. Sebagai gareja lokal yang bertambah di dalam hayat dan jumlah, kita menamakannya pertambahan. Ketika gereja lokal meluas sampai ke kota yang lainnya untuk mendapatkan lebih banyak gereja lokal, kita menamakannya perluasan gereja. Ini salah bila ada gereja yang bertahan selama sepuluh tahun tanpa perluasan ke kota lainnya. Kita harus memperluas kehidupan gereja dari kota ke kota, dari negara ke negara dan dari benua ke benua sampai seluruh gereja lokal ada di muka bumi.

Bila kita membaca kitab Kisah Para Pasul.dengan hati-hati, kita akan melihat bahwa perluasan Injil ada dua jalur. Jalur pertama adalah migrasi kaum saleh—bukan keluarnya para rasul. Kisah Para Rasul 8:1 mengatakan dengan jelas bahwa kaum saleh harus tersebar keluar, kecuali para rasul. Kita selalu berpikir bahwa para rasul harus pergi dan kaum saleh harus tinggal. Tetapi Tuhan menyebarluaskan seluruh kaum saleh dan membiarkan rasul di Yerusalem. Yang mengirim tetap tinggal, dan yang lainnya pergi keluar. Inilah perluasan injil yang pertama. Ini bukanlah oleh rasul yang pergi tetapi oleh penyebaran kaum saleh. Inilah yang di sebut migrasi. Perluasan kerajaan Allah benar-benar tidak tergantung pada rasul-rasul, tetapi hanya oleh kaum beriman yang bermigrasi dari kota ke kota.

Menurut Lukas 21:24 Yerusalem telah dikembalikan kepada orang Israel. Ini adalah fakta yang terbesar bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Karena itu, secara lokalitas harus bertambah dan secara universal harus meluas. Sebagai ekspresi dari lokalitas, kita harus memiliki banyak kaum saleh untuk pergi keluar. Kita di sini bukanlah untuk kepentingan kita melainkan untuk Pemulihan Tuhan. Dan saatnya sudah dekat, Tuhan akan kembali. Kita harus memperhatikan keinginan-Nya. Kita harus memohon kepada Tuhan bahwa beberapa harus berbeban untuk pergi keluar dan kita semua harus rela berbeban untuk pergi keluar. Kita adalah keturunan Abraham. Abrahan adalah orang pengembara di bumi. Ini tidaklah baik bagi kita hanya untuk tinggal di satu tempat. Kita harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Kita di sini haruslah bagi kepentingan Tuhan. Bila kita di sini sebagai ekspresi lokalitas dari Tubuh Kristus tanpa pertambahan lokal dan meluas secara universal, kita adalah salah. Jangan berpikir bahwa kita lebih rohani dibandingkan dengan yang lainnya. Bila demikian kita terlalu sombong. Kita haruslah hidup dan menyala-nyala sepanjang waktu untuk pertambahan jumlah lokal dan untuk ukuran perluasan universal.

Hari ini kita tinggal di negara yang terkaya di bumi. Segala sesuatu tersedia dan kita ada di pusat populasi dunia. Ini sangatlah mudah dan nyaman untuk pergi ke utara, selatan, timur dan barat. Kita harus menyebarluaskan kesaksian Tuhan ke banyak kota di negara ini dan Canada, seperti ke Mexico, Amerika tengah dan selatan dan Eropa. Kita harus meminta kepada Tuhan bahwa kita akan memiliki pertambahan lokal dan perluasan yang universal.

KESIMPULAN

Pertambahan dan perluasan untuk membangun gereja di masing-masing lokalitas demikian juga Tubuh Kristus di seluruh bumi. Tuhan akan datang untuk mempelai-Nya ketika gereja lokal terbangun dan meluas ke daerah yang berpenghuni di bumi. Kita harus berdoa, membaca firman dan di latih untuk memberitakan injil sehingga kita bisa berbagian di dalam pekerjaan yang besar untuk pertambahan dan perluasan kehidupan gereja di seluruh bumi untuk membawa Tuhan kembali. Bila kita rajin di masalah ini, kita akan memdapat pahala yang besar.