Meterai Roh Kudus
Pembacaan Alkitab :
Efesus 1:13-14; 4:30
BEGITU PERCAYA MENDAPATKAN
Dua potongan ayat Alkitab yang kita baca tadi, merupakan satu-satunya tempat ayat Alkitab yang menyatakan Roh Kudus menjadi "meterai". Dalam berita ini kita akan membahas bagaimanakah hubungan Roh Kudus terhadap orang Kristen dan orang Kristen terhadap Roh Kudus? Ada satu aspek mengenai Roh Kudus yang khusus perlu kita perhatikan, yaitu banyak orang mengira, setelah seseorang beroleh selamat, ia masih perlu mohon agar mendapatkan Roh Kudus. Sekarang, mari kita bersama- sama melihat, apakah anggapan kebanyakan orang itu bisa dipertanggung- jawabkan, apakah pendapat kebanyakan orang itu bisa dipercayai. Tentu, Anda semua juga jangan begitu saja mengira, bahwa apa yang saya katakan itu bisa dipercayai. Marilah kita lihat bagaimana Alkitab mengatakannya. Karena hanya perkataan dalam Alkitab yang bisa dipercayai.
Mari kita melihat ayat 13, "Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya ..." Apakah firman kebenaran itu? Yaitu Injil yang menyelamatkan (Injil keselamatan). Setelah kita mendengarkan Irijil, kita percaya kepada Kristus. Yang kita percayai adalah satu Persona : Kristus, bukan teori atau bukan doktrin apapun. Firman kebenaran memberitahu kita tentang Kristus yang menyelamatkan kita itu, sehingga setelah kita mendengarkan Injil, kita percaya kepada Kristus; bukan percaya kepada keempat kitab Injil, atau percaya kepada doktrin yang diberitakan dalam, lembaran traktat Injil. Benda-benda itu tidak bisa menyelamatkan kita. Jadi, langkah pertama adalah : kita mendengarkan firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan. Langkah kedua adalah : percaya kepada Kristus.
Kalau seseorang telah mendengar, dan ia percaya kepada Kristus, segera ia "dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikanNya itu." Kata "percaya", dalam bahasa aslinya adalah kata yang sangat penting. Jadi, begitu Anda percaya, saat itu juga, Anda "dimeteraikan dengan Roh Kudus." Tidak perlu menunggu 3 hari, 5 hari atau beberapa hari kemudian baru dimeterai dengan Roh Kudus. Alkitab, memberitahu kita, "ketika kita percaya". Saudara saudari, hari ini, kita semua di sini, saya ingin bertanya kepada Anda semua, "Sudahkah Anda mendengarkan firman kebenaran? Sudahkah Anda percaya?" Kalau Anda telah mendengar dan telah percaya Kristus, coba Anda pikir, apakah Anda mempunyai Roh Kudus? Alkitab memberitahu kita, ada Roh Kudus di dalam orang yang percaya, seperti meterai yang dimeteraikan. Sebenarnya, apakah kita mempunyai Roh Kudus? Ketahuilah, siapapun juga, baik ia orang Kristen yang mundur, orang Kristen yang sangat tidak baik, bagaimanapun, Roh Kudus yang tinggal di dalam mereka tidak berbeda dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam setiap orang imani lainnya. Nanti, saya akan memberitahu Anda, betapa berbedanya perasaan seorang imani yang kudus dengan seorang imani yang tidak kudus, seorang imani yang taat kepada Allah dengan seorang imani yang tidak taat kepada Allah. Tetapi, Roh Kudus yang tinggal di dalam orang imani yang kudus dan orang imani yang tidak kudus,
Roh Kudus yang tinggal di dalam orang imani yang taat dan orang imani yang tidak taat, adalah sama, tidak berbeda. Bagaimanapun, tidak ada perbedaan. Yang lain ada perbedaan, tetapi dalam hal ini -- Roh Kudus di dalam sebagai meterai -- tidak ada perbedaan. Kalau Anda telah mendengarkan Irijil dan telah percaya Kristus, Roh Kudus yang di dalam Anda dan Roh Kudus yang di dalam kaum imani lainnya, tidak ada perbedaannya. Kalau Anda belum percaya Kristus, pasti ada perbedaan. Asal telah percaya, siapapun orang itu, hidupnya baik atau tidak baik, maju
atau mundur, taat kepada Allah atau tidak taat, tidak ada perbedaan. Jika Anda mengira, ketika Anda taat kepada Allah, mengasihi Allah, mempunyal perasaan sukacita, tampak visi, tampak api menyala-nyala, dan lain sebagainya, Anda baru mempunyai Roh Kudus, kalau tidak, Anda tidak mempunyai Roh Kudus, anggapan demikian, sangatlah tidak benar. Bagaimana pun, orang yang percaya Tuhan pasti mempunyai Roh Kudus. Ketika kita percaya, Roh Kudus segera tinggal di dalam kita.
Ayat 13 mengatakan, "Roh Kudus yang dijanjikan." Apakah janji itu? Seluruh surat Galatia memberitahu kita, "janji" adalah "yang didapat secara cuma-cuma." "Janji" di sini adalah "kasih karunia," bukan upah; adalah yang diberikan Allah kepada kita dengan cuma-cuma. Banyak orang tidak mengerti mengapa orang Kristen -- setiap orang yang beroleh selamat -- mempunyai Roh Kudus di dalam mereka. Mereka mengira, harus mencapai tahap tertentu dalam kehidupan rohani, baru bisa mempunyai Roh Kudus tinggal di dalam. Ternyata, Alkitab mewahyukan kepada kita, bahwa tinggalnya Roh Kudus di dalam kita adalah hasil pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, bukan karena perbuatan kita sendiri. Asal kita melihat satu lambang dalam Perjanjian Lama kita segera memahaminya. Imamat 14:25 mengatakan, "Ia harus menyembelih domba tebusan salah dan Imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan membubuhnya pada cuping telinga kanan orang itu dan pada ibu jari tangan kanan dan ibu jari kakinya." Setelah melakukan semua itu, perkara apa yang akan terjadi? Selanjutnya ayat 28 mengatakan, "Kemudian imam harus membubuh sedikit dari minyak itu pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahiirkan, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana dibubuhi darah tebusan salah itu." Orang yang telah dibubuhi dengan darah, akan dibubuhi juga dengan minyak. Jadi pembubuhan minyak dilakukan karena terlebih dulu ada darah. Mengapa Roh Kudus turun? Karena sudah ada darah. Bukan karena perbuatan Anda atau perbuatan saya yang baik, melainkan karena ada darah, maka Allah menuangkan Roh Kudus yang dijanjikan. Sebab itu, barangsiapa mendengar firman kebenaran, dan kemudian percaya Kristus, pasti mendapatkan Roh Kudus.
ROH KUDUS SEBAGAI METERAI
Pada ayat 13, Roh Kudus dikatakan seperti apa? Seperti "meterai". Syukur kepada Allah, karena Roh Kudus seperti meterai! Saudara saudari, tahukah Anda, mengapa sesuatu itu perlu dimeterai? Apa pula arti "meterai"? Dalam II Timotius 2:19 dikatakan, "Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah : Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya. Dan setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Jadi, meterai mempunyai dua arti. Pertama, barang apa saja yang telah dibubuhi meterai, itu menyatakan bahwa barang itu adalah milik orang yang empunya meterai. Kedua, pada barang yang diberi meterai ada bagian yang sama dengan meterainya. "Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya," ini menyatakan orang-orang yang telah dimeterai oleh Tuhan adalah milik Tuhan. "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan," ini menyatakan orang-orang yang telah dimeterai oleh Tuhan, seharusnyalah mirip Tuhan. Arti pertama "dimeterai" ialah : kita milik Tuhan; arti kedua ialah : kita mirip Tuhan. Misalnya, saya membubuhkan meterai (lak) pada sebuah surat, terlihatlah bahwa meterai yang dkapkan pada sampul itu sama dengan meterai yang saya bubuhkan. Adakalanya ketika kita melihat seorang anak laki-laki mirip dengan ayahnya, atau anak perempuan mirip dengan ibunya, kita katakan mereka itu keluar dari satu cetakan. Inilah arti kedua dari Roh Kudus sebagai meterai. Sebab itu Roh Kudus sebagai "meterai", memberitahu kita dua hal : pertama, aku adalah milik Tuhan; kedua, aku harus mirip Tuhan, karena Dia adalah kudus.
Pemahaman orang-orang Efesus terhadap Roh Kudus "sebagai meterai" lebih baik daripada kita, karena tempat mereka merupakan tempat perdagangan kayu. Efesus adalah tempat yang lokasinya dekat dengan pelabuhan. Pada masa itu, kayu-kayu ditebang di atas gunung, kemudian dihanyutkan di sungai sampai akhirnya terhanyut ke tempat mereka. Saya pernah membaca sebuah buku yang membicarakan Efesus; banyak tamu datang ke sana untuk membeli kayu. Setiap pembeli membawa meterai besi (berbentuk seperti palu besi) yang berlainan. Setelah mereka tawar- menawar dan menetapkan harga, orang-orang yang membeli kayu itu akan membubuhkan tanda meterainya pada kayu yang dibelinya, kemudian baru pulang. Meskipun setelah transaksi itu, sudah lewat tiga atau lima bulan, tidaklah mengapa; karena mereka tidak segera memakai kayu-kayu itu. Ketika pembeli tadi akan memakainya, ia boleh mengutus orang kepercayaannya untuk mengambil kayu-kayu itu, dengan membawa "meterai besi" yang semula. Penjualnya tinggal memeriksa (membandingkan) meterai di atas kayu dengan meterai besi yang dibawa. Aka bentuknya persis, boleh diambil. Tindakan demikian tidak bisa salah. Di banyak tempat juga demikian. Orang-orang yang membeli kayu di hulu sungai, sering terlebih dulu membubuhkan meterai pada kayu yang dibelinya, kemudian kayukayu itu dihanyutkan ke hilir mengikuti arus sungai. Setiap pembeli mengenali kayu-kayu miliknya berdasarkan meterai masing-masing.
Allah tidak saja memeteraikan kita dengan Roh Kudus sebagai meterai untuk menyatakan kita. adalah milikNya, juga memberitahu kita, begitu dimeterai, kita terus menunggu sampai hari penebusan kita. Sebab itu surat Efesus 4:30 mengatakan, "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah yang telah memeteraikan kamu, menjelang hari penyelamatan" (terjemahan lain : menunggu sampai hari penebusan itu datang). Ini bukan berarti menunggu sebentar saja; melainkan menunggu sampai hari penebusan itu datang. Apa art! hari penebusan? Yaitu tubuh kita tertebus dan terangkat. Ketika Tuhan datang untuk mengangkat kaum imani, ada kaum imani yang sedang berada di Shanghai, ada yang di Asia Tenggara, ada yang di Cina, ada yang di Inggris, ada yang di Afrika, lalu bagaimana Tuhan mengenal mereka? Karena ada meterai! Meterai diperuntukkan hari penebusan. Ada meterai tidak bisa kacau dan tidak bisa salah. Allah juga seperti pedagang yang membeli kayu tersebut. Dia akan menurut meteraiNya mengumpulkan dan memiliki orang-orang milikNya. Orang yang tidak mempunyai Roh Kudus, yaitu yang bukan milikNya, Ia tidak mau. Barangsiapa mempunyal Roh Kudus, yaitu orang-orang milikNya, akan dijemput, diangkat dan dibawaNya pulang, pada waktu yang tepat (mengenai jumlah yang terangkat atau urutan pengangkatan, karena di luar judul ini, tidak kita bicarakan di sini).
Permulaan penghidupan orang Kristen kita adalah beroleh selamat, akhir penghidupan orang Kristen kita adalah penebusan. Sejak awal sampai akhir, Roh Kudus senantiasa menjadi meterai kita. Roh Kudus adalah meterai Allah. Roh Kudus tidak datang sebagai pemeterai kita, melainkan sebagai meterai. Allah memeteraikan Roh Kudus di dalam kita. Kalau Anda belum percaya Tuhan Yesus, kedudukan Anda sangat berbahaya. Kalau Anda sudah percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, tak peduli Anda baru beroleh selamat atau sudah beroleh selamat bertahun-tahun, Anda telah mantap, karena Roh Kudus sudah di dalam Anda. Di dalam Anda sampai kapan? Sampai hari penebusan. Ada orang mengira, "Aku tidak baik, aku telah gagal, jatuh, aku telah berdosa, sebab itu Roh Kudus tidak ada di dalamku." Tetapi Alkitab mengatakan, "Sampai hari penebusan."Ada satu gambar hati yang cukup baik, yang disebut gambar hati yang bersih. Dalam gambar hati tersebut terdapat banyak kebenaran yang baik, tetapi pengajaran tentang Roh Kudus ada kesalahannya. Mereka menggambarkan Roh Kudus sebagai seekor burung merpati. Ketika orang berdosa dengan hebat, merpati itu terbang pergi. Di dalam hati manusia tadi tidak ada lagi Roh Kudus, yang ada hanya Iblis dan berbagai nafsu dosa. Ini adalah satu kesalahan besar. Alkitab dengan jelas memberitahu kita, dalam zaman Perjanjian Baru, Roh Kudus tinggal di dalam kita terus sampai pada hari penebusan, tidak bisa terbang pergi di tengah jalan. Sekali Allah dengan Roh Kudus memeterai kita, mengatakan kita adalah milikNya, selama-lamanya kita adalah milikNya, tidak bisa berubah.
Tidak saja demikian, masih ada satu aspek karunia yang sangat mulia, yaitu kekuatan yang membuat kita mirip Dia. Allah memeterai kita, tidak saja menyatakan kita milikNya, juga agar kita yang telah dimeterai ini mirip dengan meteraiNya itu. Kita tahu, kalau kita memiliki sebuah meterai (cap) dan meterai itu kita capkan pada malam (iihn) yang lunak karena telah dipanasi, malam itu dengan sendirinya menampilkan gambar meterai itu. Ketika kita dimeterai oleh Allah dengan Roh Kudus di dalam kita, kita mendapatkan sifat dan hayat Allah. Sifat dan hayat ini mirip Allah. Kalau kita hidup menurut sifat dan hayat ini, kita pasti bisa di tengah-tengah manusia mempunyai hidup yang mirip dengan Allah.
Banyak orang salah paham, mengira bahwa mereka harus memperbaiki diri, mereka harus rialat, atau harus bekerja dengan susah payah, baru bisa mirip Allah. Ternyata, anggapan itu salah. Karena ketika kita beroleh selamat, Allah sudah membuat kita mirip Dia; di dalam kita ada bagian yang mirip Allah. Allah tidak memerintahkan kita untuk seperti Dia. Kalau kita berdasarkan diri kita sendiri berusaha mirip Allah, itu tidak mungkin. Tetapi, kita mempunyai satu tanggung jawab, yaitu menampilkan gambar ini, tidak membiarkan dunia atau sesuatu milik dunia menutupinya. Inilah kebenaran yang sangat mulia, yaitu di dalam kita sudah ada meterai Allah! Melalui meterai ini, yaitu Roh Kudus, kita bisa menampilkan hayat Allah. Setelah mempunyai persiapan ini, apa lagi yang tidak mungkin? Marilah kita menyadari, bahwa di dalam kita sudah ada satu "harta karun terpendam", yang dari dalamnya kita bisa mengeluarkan berbagai benda-benda berharga.
Tanggung jawab kita sebagai orang-orang yang telah mendapatkan meterai, dalam satu aspek, hanyalah menghitung bahwa diri kita telah mati terhadap dosa, percaya bahwa apapun yang berlawanan dengan gambar ini, sudah dibereskan oleh salib Tuhan Yesus Kristus. Di aspek lain, mempersembahkan diri kita kepada Allah, membiarkan Roh KudusNya menampilkan hayatNya. Kalau kita jatuh dan gagal, kita tidak kehilangan gambar yang telah Allah meteraikan, namun kita telah menutupi gambar itu, sehingga kita tidak menampilkan penghidupan yang ilahi.
ROH KUDUS SEBAGAI JAMINAN
Sekarang mari kita melihat Efesus 1: 14, "Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah untuk memuji kemuliaanNya. " Dalam ayat 13 Paulus memberitahu kita, Roh Kudus seperti "meterai" yang dimeteraikan di atas diri kita. Pertama, menyatakan kita adalah milik Allah. Kedua, supaya kita mirip Allah. Dalam ayat 14 Paulus memberitahu kita, Roh Kudus sama seperti jaminan (uang tanda jadi/persekot). Apa artinya ini? Paulus tidak saia memberitahu kita, bahwa Roh Kudus telah dimeteraikan di atas diri kita, juga memberitahu kita, "Roh Kudus" adalah "Jaminan"yang diberikan kepada kita, sebagai "persekot". (Kata "jaminan",dalam bahasa aslinya mengandung dua arti, yaitu persekot, dan contoh).
1. Persekot
Apakah persekot itu? Misalnya, saya membeli sebidang tanah, harganya telah disepakati sebesar dua ribu dollar. Lalu saya memberi persekot seratus dollar. Artinya, pihak penjual lebih dulu menerima seratus dollar, sisanya diberikan kemudian; atau saya membayar dulu sebagian, nanti saya harus membayarnya seluruhnya. Kalau saya setia dan jujur, saya tentu akan menyerahkan lagi seribu sembilan ratus dollar sisanya. Allah juga demikian, Ia terlebih dulu memberikan Roh Kudus sebagai jaminan, terlebih dulu memberikan sebagian dari berkat sorgawi kepada kita, untuk menjamin bahwa kelak Dia akan memberikan seluruhnya kepada kita. Allah
telah menaruh diriNya sendiri pada kedudukan Hukum Taurat yang tidak bisa berubah. Dia telah memberikan persekot, jadi, Dia tidak bisa tidak memberikan seluruhnya kelak. Roh Kudus Allah adalah jaminan janji Allah. Alkitab memberitahu kita, bahwa betapa limpahnya bagian orang yang percaya. Tetapi, bagaimana kita bisa mengetahui, bahwa Allah akan mengerjakan itu sesuai dengan firmanNya? Ada Roh Kudus! Allah telah memakai Roh Kudus sebagai persekot, yang menjamin janjiNya tidak akan kosong. Kalau Allah telah memberikan Roh Kudus sebagai "persekot" kepada kita, Ia juga melalui Roh Kudus berbicara kepada kita, "Semuanya akan Kuberikan kepadamu." Sekali Dia berbuat demikian, tidak akan goyah. Di dalam dunia ini, siapakah yang setelah memberi persekot, tetapi kemudian tidak memberikan seluruhnya? Mereka tentu adalah orang-orang yang tidak jujur. Allah itu setia, adil dan benar. Dia telah memberikan persekot Dia pasti memberikan semuanya kepada kita.
Tuan Philip Mauro berkata, "Persekot itu seperti cincin tunangan." Artinya, hari ini suami Anda memberi sebagian kepada Anda, kelak ketika Anda menikah dengan dia, dia akan memberikan semuanya kepada Anda. Sebab itu, Allah memberikan Roh Kudus sebagai "jaminan" kepada kita, menandakan bahwa segala sesuatu yang di surga akan diberikan kepada kita.
II. Contoh
Pada masa itu masih ada satu kebiasaan dalam hal jual-beli tanah selain pembeli memberikan persekot, yaitu penjual juga terlebih dulu memberikan sebagian dari barang yang dijual kepada pembeli -- menggali segumpai tanah dan diberikan sebagai contoh kepada pembeli. Artinya, hari ini tanah yang diberikan adalah demikian, kelak tanah yang diberikan juga demikian. Allah memberikan Roh Kudus kepada kita bukan saja sebagai persekot, juga sebagai contoh, agar kita terlebih dulu menckipi cita rasa sorgawi, sehingga hari ini kita mengetahui sifat yang akan Allah berikan kepada kita kelak. Hari ini yang diberikan adalah perak, kelak yang akan diberikan juga perakKalau hari ini yang diberikan adalah emas, kelak yang akan diberikan juga emas. Hari ini Allah memberikan Roh Kudus kepada kita, supaya kita di bumi terlebih dulu menckipi cita rasa sorgawi.
Saudara saudari, hari ini, sudahkah Anda menckipi cita rasa sorgawi? Alkitab memberitahu kita, Paulus pernah mendengarkan kata-kata yang tersembunyi, pernah merasakan cita rasa sorgawi. Kita bersekutu dengan Allah, kita juga saling bersekutu di dalam Tuhan. Melalui persekutuan kita dengan Allah, Roh Kudus memberikan sukacita sorgawi kepada kita, mencurahkan kasih Allah kepada kita. Ketika kita menghampiri Tuhan, beribadah kepada Tuhan, atau saling bersekutu, bukankah kita merasakan kasih dan sukacita Tuhan? Inilah terlebih dulu menckipi cita rasa sorgawi! Ada seorang saudara bersekutu dengan saya tentang kasih Tuhan, dia berkata, "Ketika kasih Tuhan menekan aku, dudukpun aku tak bisa, sungguh terasa ingin keluar dan berlari-lari baru bisa lega." Hari ini yang kita rasakan sudah cukup baik, sudah cukup banyak. Tetapi kelak akan lebih baik dan lebih banyak! Adakalanya kita merasakan kasih Tuhan, sukacita Tuhan seperti bara api membara di dalam kita. Tetapi yang kita rasakan hari ini masih sedikit, kelak kita akan merasakan lebih banyak lagi! Apa yang kita cicipi hari ini hanya sedikit, besok sedikit, lusa sedikit lagi, kelak, pada suatu hari, yang kita rasakan bukan hanya sedikit ini, entah baiknya berapa kali lipat. Kita hanya dapat mengatakan, "Meskipun ada kekekalan yang begitu panjang untuk merasakannya, itu masih sangat pendek!"
Jadi kita harus ingat, hari ini Allah memberikan Roh Kudus sebagai jaminan kepada kita, itu berarti hari ini Allah memberi kepada kita sebagian, dan kelak akan memberi semuanya kepada kita. Hari ini yang Allah berikan kepada kita bagaimana, kelak yang diberikan juga begitu. Ketika mata-mata dari Israel kembali dari lembah Eskol membawa tandan buah anggur, dipikul oleh dua orang, mereka memberitahu Musa, "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kau suruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madu, dan inilah hasilnya" (Bilangan 13:27). Setandan buah anggur telah menandakan sifat tanah Kanaan. Memang negeri itu berlimpah-limpah dengan susu dan madu. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita sama seperti setandan buah anggur itu. Bagaimana rasanya hari ini, kelak pasti juga demikian. Kita bersyukur kepada Allah, yang memberi Roh Kudus sebagai jaminan kepada kita, bukan saja menjamin kelak Dia akan memberikan seluruhnya kepada kita, juga supaya kita menckipi terlebih dulu cita rasa sorgawi!
JANGAN MENDUKAKAN ROH KUDUS
Di atas, kita menyinggung tentang kasih karunia Allah, kini kita akan menyinggung tentang tanggung jawab kita. Tadi kita membahas tentang berapa banyak Allah telah memberi kita, kini kita akan membahas berapa banyak yang harus kita tanggung. Efesus 4:30 mengatakan, "Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan" (sampai pada hari penebusan). Lihatlah, Paulus menggunakan Roh Kudus sebagai "meterai"untuk menganjuri kita. Maksud Paulus, karena ada Roh Kudus sebagai "meterai",maka kita tidak seharusnya mendukakan Roh Kudus Allah.
Apa artinya mendukakan Roh Kudus? Di sini bukan dikatakan, "Jangan membuat marah Roh Kudus Allah" Alkitab dengan jelas mengatakan "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah." Oh, bukan "marah", melainkan "duka", inilah kasih! Jika ada benci, baru ada kemarahan. Anda tidak bisa membuat Roh Kudus Allah marah, tetapi Anda bisa membuat Roh Kudus Allah duka. Puji syukur kepada Allah, Roh Kudus Allah di dalam kita, tidak pernah satu kalipun karena benci lalu marah-marah, melainkan Dia "duka".Bagaimanapun tidak baiknya kita, Roh Kudus tidak bisa marah, Ia hanya "berduka".Saya pernah mendengar orang berkata, "Janganlah Anda mendukakan Roh Kudus sehingga Dia pergi." Tidak ada perkara ini! Setelah Paulus berkata, "Janganlah mendukakan Roh Kudus Allah", selanjutnya ia berkata, "Yang telah memeteraikan kamu sampai pada hari penebusan." Orang Kristen tidak seharusnya berdoa seperti Daud, "Janganlah dariku menarik kembali Roh KudusMu." Itu adalah doa orang pada zaman Perjanjian Lama. Perjanjian Baru tidak berkata demikian. Tidak ada seorang Kristen pun yang telah belajar/terdidik yang bisa berdoa demikian. Orang Kristen yang mengerti apakah Injil itu, pasti tidak akan memiliki doa itu; karena Roh Kudus tidak mungkin lari keluar. Sebab itu Paulus menganjuri kaum imani di Efesus, "Janganlah mendukakan Roh Kudus." Bagi manusia, begitu seseorang tidak baik terhadapnya, kalau ia tidak marah-marah karena sikap yang tidak baik itu, mungkin ia segera pergi karena tidak tahan lagi. Manusia bisa marah-marah, manusia bisa pergi, tetapi Roh Kudus tidak bisa pergi. Roh Kudus bisa berduka. Kalau Dia bisa pergi, Dia tidak perlu berduka. Roh Kudus tidak bisa marah, karena Dia mengasihi Anda! Roh Kudus juga tidak bisa pergi, karena Dia mengasihi Anda! Sebab itu, janganlah Anda mendukakan Roh Kudus.
Apakah artinya mendukakan? Kata ini sama dengan kata "sedih"dalam Matius 26:37. Saudara saudari, duka atau sedih yang bagaimanakah yang disebut di sini? Duka ini adalah duka karena Allah akan menanggungkan semua dosa di atas diriNya, sehingga Ia merasa sangat menderita, sedih, seperti mau mati rasanya. Kalau orang Kristen lemah, berbuat dosa, maka Roh Kudus di dalamnya sama seperti Tuhan begitu duka, begitu sedih seperti mau mati rasanya. Dia terus berduka di dalam Anda. Ketahuilah, ini bukan perkara yang kedi! Di dalam kita, Roh Kudus hanya memiliki dua keadaan, kalau bukan sukacita, tentu berduka. Sebab itu kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, "Roh Kudus yang ada di dalamku ini gembira atau duka?" Kalau Dia tidak gembira, pasti berduka. Anda tidak bisa membuat Roh Kudus tidak gembira, juga tidak berduka. Semoga Allah menerangi kita agar kita mengenal diri kita sendiri, tampak betapa durhakanya diri kita, betapa berdosa dan tidak benarnya kita. Tetapi Roh Kudus di dalam kita tidak akan marah-marah, tidak akan melarikan diri, malahan karena mengasihi kita, Dia berduka di dalam kita.
Ketika Tuhan di taman Getsemani, Dia berkata kepada murid-muridNya, "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku!" Duka Tuhan adalah satu jam., tetapi Roh Kudus di dalam kita, karena harus menunggu sampai hari penebusan, maka dukaNya bisa mencapai waktu yang lama sekali. Berdukanya Tuhan Yesus hanyalah satu jam, kemudian lewat, tetapi Roh Kudus tertekan oleh karena dosa kita bisa satu jam lewat satu jam, satu hari lewat satu hari. Kalau kita dalam waktu yang lama terus- menerus mendurhaka, tidak mau mendengarkan suaraNya, Anda tahu, betapa Ia berduka di dalam kita. Saya tidak tahu, Roh Kudus di dalam Anda itu bersukacita atau berduka? Ketahuilah, kalau Anda tidak membuat Roh Kudus bersukacita, Anda pasti membuat Roh Kudus berduka.
Sebenarnya apa yang menyebabkan Roh Kudus berduka? Dosa! Berdosa terhadap orang lain, najis, kotor, senang mengritik orang, senang menceritakan rahasia orang, senang mencari kesalahan orang, tidak mau mengampuni orang, tidak setia dalam pekerjaan Allah, dalam rumah kita, dalam setiap pekerjaan, tidak bisa mengasihi orang, selalu mencari kesempatan untuk menguntungkan diri sendiri. Ketahuilah, semua dosa itu akan membuat Roh Kudus berduka di dalam diri Anda! Tidak saja dosa membuat Dia berduka, masih ada yang lain, yaitu : bila Anda tidak mau menuruti kehendak Allah, bila Anda memilih jalan untuk diri sendiri, bila Anda menempuh jalan yang salah. Ketahuilah hal-hal itu juga membuatNya duka! Masih ada lagi yang lain, yaitu bila kaum muda Kristen mengasihi dunia, tidak rela melepaskan dunia, tidak mau menderita, tidak mau bersaksi bagi Tuhan, tidak peduli terhadap jiwa orang, hatinya tawar bahkan dingin, tidak mau tahu orang beroleh selamat atau binasa. Ketahuilah, hal-hal itupun akan membuat Roh Kudus berduka.
Anda bisa mendukakan Roh Kudus, tetapi Dia tidak akan pergi, Dia tidak akan marah. Dia mengasihi Anda, Dia berduka di dalam Anda! Adakalanya Anda berkata, "Mengapa aku tidak mempunyai sukacita?" Ketahuilah, kalau Roh Kudus tidak bersukacita, Anda pun tidak akan bersukacita. Kalau Roh Kudus bergembira, Anda bisa bergembira. Kalau Roh Kudus duka, bagaimana Anda bisa bergembira? Meskipun Anda menikmati kegembiraan dunia, itu tidak bisa membuat Roh Kudus di dalam Anda bergembira. Kalau Anda jelas mengetahui harus melakukan sesuatu, tetapi Anda tidak menuruti firman Roh Kudus melakukannya, itu akan membuat Roh Kudus di dalam Anda berduka. Anda pun tidak akan mempunyai sukacita yang sejati. Anda hanya bisa "bersukacita di dalam Roh Kudus." Kalau Roh Kudus di dalam Anda tidak bersukacita, Anda juga tidak bisa bersukacita dalam Roh Kudus.
Semoga hari ini Allah menyorotkan terangNya kepada kita, agar kita benar-benar mengenal Roh Kudus sebagai meterai, Roh Kudus sebagai jaminan. Hari ini, kewajiban kita di bumi, adalah tidak mendukakan Roh Kudus. Kita harus berhati-hati dan berjaga-jaga melakukan hal ini setiap hari. Semoga Tuhan memberkati kita!