← Daftar isi Roh Manusia · bab 7/21

PERBEDAAN ANTARA ROH DENGAN JIWA

Pembacaan Alkitab :

1Korintus 2:14-15; 1Tesalonika 5:23; Ibrani 4:12;

Lukas 1:46-47; Matius 10:38-39; 16:24-26;

Markus 8:35-36; Lukas 9:23-25; Yohanes 12:25

Jika kita ingin mengenal roh manusia, kita harus mengetahui perbedaan antara roh dengan jiwa. Ayat yang paling penting yang menunjukkan perbedaan antara roh dengan jiwa,adalah I Korintus 2:14-15, "Tetapi manusia duniawi (jiwani) tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain."

Manusia Jiwani

Ayat 14 dengan jelas mengatakan kepada kita, bahwa "manusia jiwani tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah." Manusia jiwani tidak mungkin mengetahui sesuatu pun tentang Allah. Manusia jiwani tidak mungkin mengenal Allah. Tetapi dalam ayat berikutnya dikatakan bahwa roh manusia mengenal Allah. Manusia jiwani tidak mungkin mengenal Allah, tetapi manusia rohani pasti dapat mengenal Allah. Jadi dengan melibat kedua ayat ini, kita dapat melihat perbedaan antara jiwa dengan roh. Jika kita adalah orang yang jiwani, kita tidak mungkin mengenal Allah. Jika kita adalah manusia rohani, kita dapat mengenal Allah. Melalui kutipan ini, kita dapat melihat perbedaan antara roh dengan jiwa, namun begitu banyak orang Kristen saat ini masih bersikeras mengatakan, bahwa roh dan jiwa adalah dua kata yang sinonim. Tetapi, I Korintus 2:14-15 menunjukkan, bahwa manusia jiwani tidak dapat memahami Allah, tetapi manusia rohani dapat memahaminya.

Jika Anda adalah manusia jiwani, Anda berada dalam kegelapan terhadap pengenalan akan Allah. Anda harus menjadi manusia rohani, baru Anda dapat mengetahui hal-hal yang berasal dari Allah. Ayat-ayat ini mengungkapkan perbedaan yang besar antara jiwa dengan roh. Kita tidak mungkin dapat mengenal Allah, jika kita adalah manusia jiwani. Apakah manusia jiwani itu? Manusia jiwani adalah manusia yang hidup dengan dan di dalam jiwanya. Perbedaan antara manusia jiwani dengan manusia rohani adalah perbedaan antara jiwa dengan roh. Kita tidak boleh mengatakan, bahwa roh itu sama dengan jiwa. Jika kita berkata demikian, berarti kita berada di dalam kegelapan. Kita semua harus mengetahui dengan jelas, bahwa roh itu mutlak berbeda dengan jiwa. Apakah telinga sama dengan mata? Telinga dan mata bukanlah dua kata yang sinonim. Anda tidak dapat mengatakan kedua hal tersebut sama. Mata adalah mata dan telinga adalah telinga. Keduanya merupakan dua organ yang berbeda, merupakan dua bagian yang berbeda dari diri Anda. Demikian pula, jiwa bukanlah roh. Pengajaran tentang dikotomi, yaitu bahwa manusia terdiri atas dua bagian, mutlak tidak berdasarkan Alkitab.

Roh, Jiwa dan Tubuh

Yang kedua adalah 1 Tesalonika 5:23. Kita harus membuka Alkitab dan membacanya. Jangan mendengarkan pendapat siapa, pun. Jangan mendengarkan kata-kata siapa pun. Kembalilah kepada firman Allah dan bacalah, "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh dan jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus K?istus, Tuhan kita" (Tl). Ayat ini dengan jelas menyebutkan, bahwa manusia terdiri atas tiga bagian roh, jiwa dan tubuh. Dua kata sambung menghubungkan tiga hal. Tidak ada alasan untuk mengatakan, bahwa roh itu sama dengan jiwa. Kita semua harus menghentikan pengajaran manusia tentang dikotomi dan kembali kepada firman Allah.

Pada tahun 1954, ketika kami berada di Hongkong, kami mengadakan suatu konferensi. Seorang saudara dari Amerika yang merupakan misionaris untuk Jepang, datang ke Hongkong untuk menghadiri konferensi tersebut. Seusai konferensi tersebut, ia datang kepada saya dan mengatakan, bahwa ia merasa sangat terkesan dengan konferensi itu, suasananya, dan apa yang disampaikan, tetapi ia tidak sependapat, bahwa roh itu berbeda dengan jiwa. Baginya, roh dan jiwa adalah dua kata yang sinonim.

Kemudian saya bertanya kepadanya tentang I Tesalonika 5:23: roh, jiwa dan tubuh. Saya berkata kepadanya, bahwa jika ia mengatakan roh itu sama dengan jiwa, maka saya akan mengatakan jiwa itu sama, dengan tubuh. Walaupun demikian, ia mengatakan, apapun yang tertulis dalam I Tesalonika 5:23. ia tidak mau mengakui roh dan jiwa adalah dua baglan yang berbeda dari diri kita.

Sendi-sendi dan Sumsum

Ibrani 4:12 mengatakan, "Sebab fimm Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Firman Allah memisahkan roh dari jiwa, seperti pedang memisahkan sumsum dari sendi-sendi yang merupakan tulang. Sumsum tidak sama, dengan tulang-tulang. Sumsum, adalah sesuatu di dalam tulang-tulang, sendi-sendi. Demikian pula, roh adalah sesuatu di dalam jiwa kita. Manusia mudah melihat tulang-tulang, tetapi tidak mudah bagi manusia untuk mengerti apakah sumsum itu. Anda harus meremukkan tulang-tulang untuk sampai kepada sumsum. Demikian pula, roh itu berada di dalam jiwa, tetapi roh mutlak berbeda dengan jiwa.

Rohku Bergembira dan Jiwaku Memuliakan Allah

Dalam Lukas 1:46-47 tertulis, "Lalu kata Maria : Jiwaku memuliakan Tuhan, dan rohku bergembira karena Allah, Juruselamat" (Tl.). Jiwaku memuliakan Tuhan dan rohku bergembira. Ayat-ayat ini sekali lagi menunjukkan keunikan jiwa dan roh. Pertama-tama roh bergembira dan kemudian jiwa memuliakan Tuhan. Sekali lagi, jika kita ingin mengenal roh, kita harus mengetahui perbedaan antara roh dengan jiwa.

Menyangkal Jiwa

Dalam pengajaran Perjanjian Baru, khususnya dalam kitab Injil, Alkitab selalu mengajarkan, bahwa kita harus menyangkal jiwa, kehilangan nyawa, tetapi Alkitab tidak pemah mengajarkan kepada kita, bahwa kita harus menyangkal roh kita. Dalam surat-surat kiriman, kita selalu diajar untuk berjalan menurut roh, hidup di dalam roh, dan melakukan segala sesuatu dengan roh. Dalam Injil, kita harus menyangkal diri (jiwa) kita; dan dalam surat-surat kiriman kita harus berjalan menurut roh (Roma 8:4). Perjanjian Baru tidak menyuruh kita berjalan, hidup dan bertindak menurut jiwa kita.

Matius 10:38-39 mengatakan, "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu. Barangsiapa mempertahankan nyawanya (bahasa Yunaninya adalah "psuche" yang berarti "jiwa") ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." Dalam Matius 16:24-26 dikatakan, "Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya : Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" Kita harus menyangkal diri (jiwa) kita.

Dalam Markus 8:35-36 dikatakan, "Karena barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?" Dalam Lukas 9:24-25 dikatakan, "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?" Dalam kitab Matius dikatakan, "kehilangan nyawanya." Dalam Lukas dikatakan, "merugikan dirinya sendiri." Ini berarti menyangkal diri (jiwa) kita.

Yohanes 12:25 mengatakan, "Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal." Dalam keempat kitab Injil, Tuhan berkali-kali mengatakan bahwa kita harus kehilangan nyawa, menyangkal diri (jiwa) kita, tetapi Anda tidak dapat menemukan satu kata pun yang mengatakan, bahwa kita harus kehilangan roh atau menyangkal roh kita. Sebaliknya, para rasul dalam surat-surat kirimannya, mendesak kita untuk berjalan menurut roh, melakukan segala sesuatu di dalam roh, dan berdoa di dalam roh (Roma 8:4; 1:9; Efesus 6:18). Dalam Injil kita diajar untuk menyangkal diri (jiwa) kita, tetapi dalam pengajaran surat-surat kiriman kita harus memelihara roh, berjalan di dalam roh, melakukan segala hal dan berdoa di dalam roh. Jadi ada perbedaan yang sangat besar antara jiwa dengan roh.