← Daftar isi Yeremia (2) · bab 36/40

BERITA KETIGA PULUH ENAM

PENGHUKUMAN DAN PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP BANGSA-BANGSA YANG TERLIBAT DENGAN UMAT PILIHAN ALLAH, ISRAEL

(3)

DAN TAMBAHAN UNTUK SEJARAH PEMBUANGAN

Pembacaan Alkitab: Yer. 50—52

Dalam berita ini kita lebih dahulu akan melihat penghukuman dan penghakiman Yehova terhadap Babel dan kemudian memberikan persekutuan yang singkat tentang pasal lima puluh dua, yang merupakan tambahan untuk sejarah pembuangan.

IX. PENGHUKUMAN DAN PENGHAKIMAN YEHOVA TERHADAP BABEL

Yeremia 50 dan 51 membicarakan tentang penghukuman dan penghakiman Yehova terhadap Babel. Firman tentang kutukan terhadap Babel ini jauh lebih panjang daripada firman yang membicarakan tentang bangsa lainnya.

A. Babel Melambangkan Dunia, Baik secara Fisik maupun secara Rohani, Yang Menyembah Berhala, Meninggikan Manusia, dan Menentang Allah sampai pada Puncaknya

Asal mula dan sumber Babilonia adalah Babel, dan nama Babel berarti kekacauan (Kej. 11;7-9). Babel dibangun oleh Nimrod, yang adalah keturunan Ham dan yang pertama menjadi orang kuat di bumi dan yang kerajaannya adalah Babel sebagai permulaan dari pemerintahan manusia di bumi (Kej. 10:6-11; Dan. 2:31-32, 38). Babel adalah suatu negeri yang penuh dengan berhala, di mana manusia menyembah berhala, meninggikan ego manusia, dan menentang Allah (Yer. 50:38b; Yos. 24:2; Kej. 11:3-4). Raja Babel yang pertama adalah Nebukadnezar, yang bahkan bersatu dengan Satan sebagai perwujudan Satan (Yes. 14:4, 11-15). Babel inilah yang menghancurkan kota kudus Allah dan bait suci-Nya dan yang membawa perkakas-perkakas bait Allah dan membawa umat kudus-Nya ke dalam pembuangan (2 taw. 36:17-20). Kekaisaran Roma yang akan datang dan gereja Roma secara rohani akan disebut Babel Besar dan akan dihancurkan oleh Allah (Why. 17;5; 18:2, 10). Maka, Babel melambangkan dunia, baik secara fisik maupun rohani, yang menyembah berhala, meninggikan manusia, dan menentang Allah sampai pada puncaknya, apa adanya akan dihancurkan sama sekali oleh Allah (Yer. 51:11; Why. 14:8; 16:19b; 18:2, 10).

B. Penawanan dan Penghancuran Babel

Yeremia 50:2 mengumumkan bahwa Babel akan ditawan, bahwa Bel (ketua dewa Babel—Yes. 46:1) menjadi malu, dan bahwa Merodakh (dewa Babel) terkejut, berhala-berhalanya menjadi malu, dan bahwa dewa-dewanya terkejut (Yer. 51:17-18). Karena suatu bangsa (Media—51:11, 28) telah bangkit terhadapnya dari utara (50:41, 51:48). Ia akan membuat negerinya menjadi tempat tandus dan tidak akan ada yang diam di dalamnya. Manusia maupun binatang semuanya lari lenyap karena ia telah berdosa terhadap Yehova dan menantang perang dengan Yehova (50:3, 14, 24). Ini adalah pembalasan Yehova, karena Babel telah bertindak kurang ajar terhadap Yehova, terhadap Yang Mahakudus Israel (ay. 15, 29). Yehova akan menyalakan api di kota-kotanya, dan akan menghanguskan segala apa yang di sekitarnya (ay. 32; 51:30b).

C. Bani Israel akan Lari dan Menyelamatkan Diri dari Negeri Babel dan Mengumumkan di Sion Pembalasan Yehova Allah Mereka

Pada waktu itu dan pada masa itu, bani Israel akan datang, bersama-sama dengan bani Yehuda; mereka akan berjalan sambil menangis dan mencari Yehova Allah mereka (50:4). Mereka akan menanyakan jalan ke Sion, dengan mengarah ke sana, dan berkata: “Marilah kita menggabungkan diri kepada TUHAN, bergabung dalam suatu perjanjian kekal yang tidak dapat dilupakan” (ay. 5). Mereka tadinya seperti domba-domba yang hilang, dibiarkan mengembara di gunung-gunung dan berjalan dari gunung ke bukit. Mereka telah melupakan tempat pembaringannya dan telah berdosa terhadap Yehova, tempat kebenaran, Yehova pengharapan nenek moyang mereka (ay. 6-7). Dalam ayat 8a Yehova memerintahkan mereka, dengan berkata, “Larilah dari tengah-tengah Babel, dari negeri orang-orang Kasdim!”

Ayat 17 mengatakan bahwa Israel adalah seperti domba yang diceraiberaikan; dihalaukan oleh singa-singa. Mula-mula raja Asyur memakan dia, dan sekarang pada akhirnya Nebukadnezar raja Babel menggerumit tulang-tulangnya. Sebab itu Yehova Allah Israel, akan menghukum raja Babel dan negerinya, seperti Dia telah menghukum raja Asyur. Dia akan membawa Israel kembali ke tempat kediamannya, Dia akan memberi mereka makan di Karmel dan Basan. Pada waktu itu kesalahan Israel dan dosa Yehuda tidak akan ditemukan, karena Yehova akan mengampuni orang-orang yang dibiarkan-Nya tinggal hidup (ay. 18-20).

Ayat 28 membicarakan tentang seruan dari orang-orang yang lari dan menyelamatkan diri dari negeri Babel, untuk mengumumkan di Sion pembalasan Yehova Allah mereka (51:24), pembalasan dari bait-Nya. Israel dan Yehuda tidak ditinggalkan oleh Allahnya; sebab negeri mereka (negeri orang Kasdim) penuh dengan kesalahan terhadap Yang Mahakudus Israel (51:5). Umat Allah diberi tahu berulang kali untuk lari dari tengah-tengah Babel dan hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya. Mereka tidak akan ditumpas karena kesalahan Babel. Ini adalah waktu pembalasan Yehova; Dia akan membayar ganjaran kepada Babel (ay. 6). Ayat 8b sampai 10 melanjutkan, “Ambillah balsam untuk lukanya, mungkin ia menjadi sembuh! Kami tadinya mau menyembuhkan Babel, tetapi ia tidak dapat disembuhkan, tinggalkanlah dia, marilah kita pulang masing-masing ke negerinya! Sungguh, penghukumannya sudah sampai ke langit, sudah menjangkau awan-awan! TUHAN telah membuat segala kebenaran kita menjadi nyata; marilah kita ceritakan di Sion perbuatan TUHAN, Allah kita!”

Nebukadnezar raja Babel telah memakan umat Allah. Ia telah menghamburkan mereka, membuatnya menjadi satu bejana yang kosong, dan menelan mereka seperti ular naga, memenuhi perutnya dengan penganan yang enak-enak, dan membuang mereka (ay. 34). Maka, pembalasan akan dilaksanakan bagi mereka dan daging mereka akan tertimpa atas Babel dan darahnya atas penduduk negeri orang Kasdim (ay. 35). Karena itu Yehova berkata, “Sesungguhnya, Aku akan memperjuangkan perkaramu, dan akan melakukan pembalasan untukmu; Aku akan mengeringkan lautnya dan akan menggersangkan sumber airnya; Babel akan menjadi timbunan puing tempat persembunyian serigala-serigala, tempat kengerian dan suitan, tanpa penduduk” (ay. 36-37). Kemudian, Yehova memerintahkan umat-Nya lagi untuk keluar dari Babel, dengan berkata, “Keluarlah dari tengah-tengahnya, hai umat-Ku!Hendaklah setiap orang menyelamatkan nyawanya dari murka TUHAN yang menyala-nyala itu…kamu orang-orang yang terluput dari pedang, pergilah, janganlah berhenti! Ingatlah dari jauh kepada TUHAN dan biarlah Yerusalem timbul lagi dalam hatimu” (ay. 45, 50).

D. Yeremia Menuliskan dalam satu Kitab Segenap Malapetaka Yang Akan Menimpa Babel

Dalam tahun keempat pemerintahan Zedekia raja Yahuda, ketika Seraya, kepala perlengkapan, pergi ke Babel bersama-sama dengan Zedekia, Yeremia menuliskan dalam satu kitab segenap malapetaka yang akan menimpa Babel, yakni segala perkataan yang tertulis mengenai Babel (ay. 59-60). Yeremia memberi tahu Seraya bahwa ketika ia tiba di Babel, ia harus membacakan semua perkataan ini dan berkata, “TUHAN, Engkau telah berfirman tentang kota ini bahwa Engkau akan melenyapkannya, sehingga tidak ada lagi yang diam di dalamnya, baik manusia maupun hewan, dan sehingga kota ini akan menjadi tempat tandus untuk selama-lamanya!” (ay. 61-62). Yeremia memberi tahu dia lebih lanjut bahwa apabila ia selesai membacakan kitab ini, ia harus mengikatkan sebuah batu kepadanya, dan melemparkannya ke tengah-tengah sungai Efrat sambil berkata, “Beginilah Babel akan tenggelam, dan tidak akan timbul-timbul lagi, oleh karena malapetaka yang Kudatangkan atasnya” (ay. 63-64).

Menurut Alkitab, pemerintahan manusia di bumi di mata Allah secara keseluruhan adalah Babel dari permulaan sampai akhirnya. Hal ini dibuktikan oleh patung besar di dalam Daniel 2. patung ini adalah Babel dari kepala sampai jari kaki.

Seperti yang telah kita tunjukkan, asal mula Babilonia adalah Babel, bangsa yang pertama yang disusun oleh manusia, yang menentang Allah, meninggikan manusia, menyembah Satan dalam semua berhalanya. Babel dibentuk oleh seorang kuat yang bernama Nimrod, lambang dari Antikristus. Babel mempunyai lanjutannya dalam Babilonia, yang di pandangan Allah, adalah perampungan dari pemerintahan manusia. Pada akhir Alkitab, Babel disinggung kembali dalam aspek agama dan materinya (Why. 14:8; 16:19; 17—18). Dalam Wahyu Babel di sana bukan mengacu kepada Babel zaman dahulu melainkan mengacu kepada kota Roma. Ini menunjukkan bahwa, dari sudut pandang Allah, Roma adalah kelanjutan, perampungan dan penutupan dari Babel.

Patung dalam Daniel 2 menandakan empat kekuasaan: Kekuasaan Babel, Kekuasaan Medio-Persia, Kekuasaan Makedonia-Yunani, dan Kekuasaan Roma. Hari ini kita masih berada dalam Kekuasaan Roma, karena kebudayaan dan adat istiadat hari ini adalah Roma. Pada masa yang akan datang akan ada satu pemulihan Kekuasaan Roma lebih jauh lagi. Antikristus yang akan datang akan memulihkan Kekuasaan Roma dan akan membuat dirinya sendiri menjadi Kaisar yang terakhir atasnya. Pada tujuh tahun terakhir dari zaman ini, ia akan membuat satu perjanjian damai dengan Israel, dan membiarkan Israel menyembah Allah dengan leluasa. Tetapi setelah tiga setengah tahun, Antikristus akan berubah pikiran dan mulai menganiaya semua agama terutama menganiaya umat Yahudi dan kaum beriman dalam Kristus. Pada waktu itu Allah akan menganggap Roma, ibukota dari Kekaisaran Roma yang dipulihkan itu, sebagai Babel.

Menurut sejarah, dalam sepuluh abad atau lebih belakangan ini, kota Roma telah terlibat, bahkan tergarap secara agama dengan gereja Roma. Roma hari ini adalah ibukota negara Itali dan Gereja Katholik. Pada permulaan kesusahan besar, Antikristus akan menghancurkan gereja Roma (Why. 17:16). Tiga setengah tahun kemudian, yaitu pada akhir kesusahan besar, Tuhan Yesus akan menghancurkan kota Roma (18:80. Pada poin ini, penghancuran pemerintahan manusia, yang rampung dalam Kekaisaran Roma, akan terpenuhi.

Ini berhubungan dengan nubuat-nubuat Yeremia tentang penghukuman dan penghakiman terhadap bangsa-bangsa yang terlibat dengan umat pilihan Allah, Israel. Penghukuman dan penghakiman ini dimulai dengan Mesir dan berakhir dengan Babel, setelah itu tidak akan ada lagi pemerintahan manusia.

Yesaya dan Yeremia memberi tahu kita dengan jelas bahwa Babel, termasuk negeri dan rakyatnya, akan dilenyapkan. Babel adalah hal yang paling jahat di bumi ini yang menentang Allah; dan sekali Babel ini hancur, maka tidak akan pulih lagi. Babel dimulai dengan Nimrod dan akan berakhir dengan Kekaisaran Roma yang dipulihkan di bawah kekuasaan Antikristus, yang di pandangan Allah, akan menjadi kelanjutan, perampungan, dan penutupan dari Babel. Apabila Allah menghancurkan Babel agama dan politik, maka itu akan menjadi akhir dari penghakiman atas Babel yang dinubuatkan dalam Yeremia 50 dan 51.

TAMBAHAN UNTUK SEJARAH PEMBUANGAN

Yeremia 52 adalah satu tambahan untuk sejarah pembuangan. Sebagai tambahan yang demikian, pasal ini meliput lima perkara: runtuhnya Yerusalem (ay. 1-16); penjarahan bait (ay. 17-23); pembuangan kaum Yehuda (ay. 24-27); jumlah orang-orang yang dibuang oleh Nebukadnezar dari Yehuda (ay. 28-30); dan pengangkatan Yoyakhin raja Yehuda (ay. 31-34). Pasal ini merupakan penggenapan yang tepat dari nubuat-nubuat Yeremia sebagai satu pembenaran bagi nabi yang sejati ini dan satu kutukan bagi nabi-nabi palsu (ps. 29).