PENDAHULUAN, PENGHAKIMAN TUHAN PADA BANGSA-BANGSA SEKELILING, DAN PENGHAKIMAN-NYA PADA YEHUDA DAN ISRAEL
Pembacaan Alkitab: Amos 1:1–2:16
Kitab Amos, sebagai salah satu Nabi-nabi Kecil, juga membahas penghukuman Israel dan penghukuman atas bangsa-bangsa untuk mendatangkan manifestasi Kristus, menghasilkan pemulihan, yang rampung dalam Yerusalem Baru di langut baru dan bumi baru. Dalam berita ini kita akan membahas tiga perkara: pendahuluan, penghakiman TUHAN pada bangsa-bangsa di sekeliling, dan penghakiman-Nya pada Yehuda dan Israel.
I. PENDAHULUAN
Pendahuluan ada dalam 1:1-2.
A. Arti Nama Amos
Amos dalam bahasa Ibrani berarti ‘‘pikulan berat.’’
B. Waktu Ministri Amos
Waktu ministri Amos sekitar 787 SM (1:1a).
C. Sasaran Ministrinya
Sasaran ministrinya adalah kerajaan Israel di utara (1:1b).
D. Tempat ministrinya
Tempat ministrinya adalah Betel di kerajaan Israel di utara.
E. Pokok
Pokok Kitab Amos adalah penghakiman TUHAN pada Israel dan bangsa-bangsa sekeliling, dengan menghasilkan pemulihan.
F. Pokok Pikiran
Pokok pikiran nubuat Amos, yang hampis sama dengan Hosea dan Yoel, yaitu TUHAN menghukum bangsa-bangsa, mengambil Israel sebagai pusat, bahwa zaman pemulihan (Mat. 19:28) dapat didatangkan untuk kerajaan Daud–Kerajaan Kristus (Why. 11:15).
G. Wahyu mengenai Kristus
Dalam Kitab Amos wahyu mengenai Kristus dinyatakan dalam pondok Daud, kerajaan Daud, yang adalah lambang Kerajaan Kristus Christ (Amos 9:11-12; cf. Kis 15:16-17).
H. Bagian-bagian
Kitab Amos memiliki lima bagian: pendahuluan (1:1-2); penghakiman TUHAN pada bangsa-bangsa sekeliling (1:3–2:3); penghakiman TUHAN pada Yehuda dan Israel (2:4-16); TUHAN berurusan dengan kaum Yakub (3:1–9:10), termasuk tiga teguran TUHAN kepada Israel (3:1–5:27) dan bencana-bencana dari lima tanda yang dilihat Amos (6:1–9:10); dan pemulihan kaum Israel, dengan membangun kembali pondok Daud yang telah roboh untuk Kerajaan Kristus (9:11-15).
II. PENGHAKIMAN TUHAN PADA BANGSA-BANGSA SEKELILING
Dalam 1:3–2:3 kita memiliki penghakiman TUHAN pada bangsa-bangsa sekeliling.
A. Pada Damsyik
Dalam 1:3-5 nabi berbicara mengenai Damsyik.
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Kata ‘‘karena tiga perbuatan jahat Damsyik” dan ‘‘bahkan empat’’ menunjukkan bahwa mengulangi perbuatan jahat (v. 3a). Damsyik dihakimi karena mengulangi perbuatan jahatnya–sebab perbuatannya mengirik Gilead denganeretan pengirik dari besi (ay. 3b).
2. Penghukuman TUHAN
TUHAN akan melepaskan api ke dalam rumah raja dan menghancurkan istana raja. Juga, dia akan mematahkan palang pintu dan melenyapkan penduduk dan orang yang berkuasa, dan membawa rakyat itu ke dalam pembuangan (ay. 4-5).
B. Pada Gaza
Dalam ayat 6 sampai 8 kita nampak penghakiman TUHAN pada Gaza.
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Gaza dihakimi sebab mengulangi perbuatan jahatnya. Gaza mengangkut semua tawanan ke pembuangan untuk menyerahkan mereka ke Edom, persamaan dari Esau (ay. 6).
2. Penghukuman TUHAN
Dosa Gaza menghina Allah sampai puncaknya. Ayat 7 dan 8 berkata bahwa Dia akan melepaskan api ke kota Gaza untuk menghancurkan istananya dan Dia akan melenyapkan penduduknya dan orang yang berkuasa dan menyebabkan sisa orang Filistin binasa.
C. Pada Tirus
Dalam ayat 9 dan 10 nabi selanjutnya membicarakan mengenai Tirus.
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Tirus juga akan dihakimi sebab mengulangi perbuatan jahatnya dalam menyerahkan orang Israel yang ditawan kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian di antara saudara-saudara, perjanjian di antara Esau dan Yakub (ay. 9).
2. Penghukuman TUHAN
Dalam penghukuman-Nya atas kota Tirus, TUHAN akan melepaskan api ke kota, dan apai ini akan menghancurkan istananya (ay. 10).
D. Pada Edom
Dalam ayat 11 dan 12 kita memiliki penghakiman TUHAN pada Edom.
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Edom mengulangi perbuatan jahatnya berhubungan dengan mengejar saudaranya (Yakub) dengan pedang, mengekang belas kasihannya, menyebabkan amarahnya terus menerus, dan menyimpan murkannya untuk selamanya (ay. 11).
2. Penghukuman TUHAN
Dalam penghukuman-Nya atas Edom, TUHAN akan melepaskan api ke atasnya dan menghancurkan istana besarnya (ay. 12).
E. Pada Amon
Ayat 13 sampai 15 berhubungan dengan penghakiman TUHAN pada Amon.
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Amon (anak Lot melalui perbuatan sumbang) membelah perempuan hamin di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri (ay. 13).
2. Penghukuman TUHAN
TUHAN akan menyalakan api di dalam ibu kota, dan akan memakan habis istananya dengan sorak sorai pada waktu pertempuran dan diiringi badai pada waktu putting beliung (ay. 14). Juga, rajanya dan pembeasar-pembesarnya akan pergi ke dalam pembuangan (ay. 15).
F. Pada Moab
Dalam 2:1-3 kita memiliki kata yang berhubungan dengan Moab.
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Moab (juga anak Lot melalui perbuatan sumbang) membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur (ay. 1).
2. Penghukuman TUHAN
TUHAN akan melepaskan api ke atas Moab dan memakan habis istananya. Dia akan menyebabkan Moab mati dengan kegaduhan, diiringi sorak sorai, dan dengan bunyi sangkakala. Selain itu, Dia akan melenyapkan hakimnya dan membunuh pembesarnya bersama dengan dia (ay. 2-3).
III. PENGHAKIMAN TUHAN PADA YEHUDA DAN ISRAEL
Amos 2:4-16 adalah catatan penghakiman TUHAN pada Yehuda (ay. 4-5) dan Israel (ay. 6-16).
A. Pada Yehuda
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Penghakiman TUHAN pada Yehuda dikarenakan mereka menolak hukum TUHAN dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya dan dikarenakan mereka mengikuti nenek moyangnya untuk berdusta (ay. 4). Dusta Yehuda menyebabkan mereka berbuat salah.
2. Penghukuman TUHAN
Penghukuman TUHAN atas Yehuda adalah melepaskan api ke atas Yehuda, api ini akan memakan habis sitana Yerusalem (ay. 5).
B. Pada Israel
1. Mengulangi Perbuatan Jahatnya
Penghakiman TUHAN pada Israel dikarenakan mereka telah menjual orang benar karena uang perak dan orang miskin karena sepasang kasut (ay. 6), menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu (ay. 7a), dan membelokkan jalan orang sengsara (ay. 7b). Israel juga berbuat salah dalam hal seorang manusia dan ayahnya pergi kepada perempuan yang sama, sehingga melanggar kekudusan nama-Nya (ay. 7c). Di atas pakaian gadaian orang, Israel merebahkan dirinya di samping setiap mezbah (ay. 8a). Orang miskin begitu melarat ketika meminjam uang sehingga mereka memberikan tempat tidurnya sebagai gadai. Orang yang mengambil gadai kemudian akan menggelarkan tempat tidurnya di sekitar mezbah seperti dia menyembah berhala. Ini adalah perbuatan jahat di mata Allah. Terlebih lagi, di rumah (bait) Allahnya, Israel minum anggur milik mereka yang kena denda (ay. 8b). Mereka juga membuat orang Nazir minum anggur dan melarang nabi-nabi bernubuat (ay. 9-12). Nabi-nabi dan orang Nazir adalah orang kudus yang dibangitkan Allah, tetapi orang kudus ini dirusak karena Israel melarang nabi-nabi bernubuat dan menggoda orang Nazir minum anggur.
2. Penghukuman TUHAN
Dalam penghukuman-Nya, TUHAN akan mengguncangkan tempat Israel berpijak (ay. 13). Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri; orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri. Dia yang memegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput, dan dia yang menunggangi kuda tidak dapat meluputkan dirinya (ay. 14-15). Akhirnya, TUHAN menyatakan bahwa dia yang berhati berani di anatar para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pda hari itu (ay. 16). Karena ayat-ayat ini membuat jelas, ketika Allah datang untuk menghukum, tidak ada jalan untuk melarikan diri.