PERSIAPAN HAMBA-PENYELAMAT UNTUK PELAYANAN PENEBUSAN-NYA (7)
Pembacaan Alkitab: Mrk. 13:1-37
Dalam 13:1-37 Tuhan menyiapkan para murid-Nya bagi kematian-Nya dengan memberi tahu mereka hal-hal yang akan datang. Di sini Dia berbicara mengenai lima hal: me-ngenai penghancuran bait (ayat 1-2), mengenai penderitaan sakit waktu bersalin (ayat 3-8), mengenai pemberitaan Injil dan penganiayaan (ayat 9-13), mengenai kesusahan besar dan kedatangan Hamba-Penyelamat (ayat 14-27), mengenai berjaga-jaga, berdoa, dan menantikan Hamba-Penyelamat (ayat 28-37). Kita telah membahas penghancuran bait dan mengenai penderitaan sakit waktu bersalin dalam berita-berita sebelumnya. Dalam berita ini kita akan melanjutkan membahas hal-hal lain yang Tuhan katakan kepada murid-murid-Nya di Bukit Zaitun.
INJIL DAN PENGANIAYAAN
Dalam 13:9-13 Tuhan berbicara mengenai pemberitaan Injil dan penganiayaan. Dalam ayat 9 Tuhan Yesus berka-ta, “Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama; kamu akan dipukul di rumah ibadat dan akan dihadapkan kepada para gubernur dan para raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.” Secara khusus, “kamu” di sini mengacu kepada murid-murid Yahudi. Orang-orang martir pertama adalah orang-orang Yahudi.
Ayat 9 menunjukkan bahwa penganiayaan akan da-tang dari orang Yahudi maupun orang kafir. Golongan San-hedrin (majelis agama) dan sinagoga (rumah ibadat) ber-kaitan dengan orang Yahudi, tetapi para gubernur dan raja mengacu kepada penguasa bangsa-bangsa lain. Karena itu, penganiayaan yang digambarkan dalam ayat 9 akan datang dari dua sumber, dari orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi.
Dalam ayat 10 Tuhan melanjutkan perkataannya, “Te-tapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.” Menurut Matius 24:14, Injil yang diberitakan kepada semua bangsa akan menjadi Injil kerajaan. Injil kerajaan, yang meliputi Injil anugerah (Kis. 20:24). Tidak hanya membawa manusia ke dalam keselamatan Allah, tetapi juga membawa mereka ke dalam Kerajaan Surga (Why. 1:9). Injil anugerah menekankan pengampunan dosa, penebusan Allah, dan hi-dup kekal; sedangkan Injil kerajaan menekankan pemerin-tahan surgawi Allah dan wewenang Tuhan. Injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh bumi sebagai satu kesaksian kepada semua bangsa sebelum akhir zaman ini. Kesaksian ini harus disebarkan ke seluruh bumi sebelum akhir zaman ini, sebelum kesusahan besar.
Dalam ayat 11 Tuhan memberi tahu murid-murid-Nya agar jangan khawatir tentang apa yang akan mereka katakan ketika mereka diserahkan, karena Roh Kudus akan berbicara di dalam mereka. Kemudian Tuhan melanjutkan, “Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk di-bunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (ayat 12-13). Perkataan ini singkat, tetapi mencakup semuanya. Penganiayaan akan datang dari orang Yahudi, dari orang bukan Yahudi, dan bah-kan dari anggota dalam satu keluarga. Jenis penganiayaan ini sudah pernah terjadi dan masih terjadi sampai hari ini.
Kita sangat perlu memahami arti kata “selamat” dalam ayat 13. Kata “selamat” di sini bisa berarti diselamatkan dari orang-orang yang membenci kita. Tetapi pada akhirnya “selamat” ini berarti diselamatkan ke dalam manifestasi ke-rajaan dalam zaman yang akan datang, pahala bagi kaum beriman yang menang. Hal ini berbeda dengan keselamatan kekal seperti yang diwahyukan dalam Efesus 2:8.
KEKEJIAN YANG MEMBINASAKAN
Dalam 13:14-27 Tuhan berbicara mengenai kesusahan besar dan kedatangan Hamba-Penyelamat. Ayat 14 menga-takan, “Apabila kamu melihat ‘Kekejian yang membinasakan’ berdiri di tempat yang tidak sepatutnya — para pembaca hendaklah memahaminya — maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” Tidak ada yang tahu berapa lama selang waktu dari ayat 1 sampai 13. Tetapi nubuat dalam ayat 14 sampai 27 secara tegas akan digenapi dalam tiga setengah tahun terakhir di zaman ini, masa kesusahan besar, paruh kedua dari minggu (satu kali tujuh masa) terakhir yang dinubuatkan dalam Daniel 9:27. Masa ini akan dimulai dengan pendirian patung (berhala) Antikristus dalam Bait (Mrk. 13:14) dan akan berakhir dengan kedatangan Kristus secara terbuka (ayat 26).
Dalam ayat 14 Tuhan berbicara tentang kekejian yang membinasakan berdiri di tempat yang tidak seharusnya. “Kekejian” berarti suatu berhala (Ul. 29:17). Di sini, kata ini mengacu kepada patung Antikristus, yang akan didirikan sebagai suatu berhala dalam Bait Allah (Why. 13:14-15; 2 Tes. 2:4) pada permulaan kesusahan besar (Mat. 24:21).
Kata Yunani yang diterjemahkan “kebinasaan” berarti mendatangkan kehancuran. Kekejian, patung Antikristus, akan mendatangkan kehancuran, kebinasaan. Antikristus akan disebut pembinasa (Apollyon, Why. 9:11); dia akan me-lakukan banyak penghancuran (Dan. 8:13, 23-25; 9:27).
Kekejian yang membinasakan akan berdiri di tempat yang tidak seharusnya. Menurut Matius 24:15, dia akan berdiri di tempat kudus, yaitu di dalam Bait Allah (Mzm. 68:36; Yeh. 7:24; 21:2).
PENGHANCURAN KOTA YERUSALEM
Yerusalem sudah dihancurkan lebih dari satu kali, dan akan dihancurkan lagi. Yerusalem dihancurkan pertama ka-li di bawah kekuasaan Nebukadnezar oleh tentara Babilon. Kemudian, di abad ke-2 SM, setelah pembangunan kembali Bait, Bait dicemarkan oleh Antiokhus Epifanes. Banyak pel-ajar Alkitab mengetahui bahwa dia adalah lambang Titus, yang datang untuk menghancurkan Yerusalem pada tahun 70 M. Titus adalah lambang Antikristus yang akan datang, yang dengan pasukannya akan menghancurkan Yerusalem sekali lagi.
Dalam Kitab Daniel ada nubuat tentang Titus maupun Antikristus. Antiokhus Epifanes adalah lambang Titus, dan Titus adalah lambang Antikristus. “Tanduk kecil” dalam Daniel 8 adalah lambang Titus, dan Titus adalah lambang Antikristus yang akan datang. Pada masa Titus terjadi penghancuran ketiga atas Yerusalem dan bait, dan pada masa Antikristus, Yerusalem akan dihancurkan lagi.
Perkataan Tuhan dalam Markus 13 mengacu kepada Antikristus dan juga menyiratkan penghancuran Yerusalem pada tahun 70 M oleh Titus. Untuk membantu kita memahami bagian firman ini, kita harus tahu bahwa Titus melambangkan Antikristus, dan penghancuran Yerusalem oleh Titus melambangkan penghancuran Yerusalem yang akan dilaksanakan oleh Antikristus.
ORANG-ORANG PILIHAN
Dalam 13:19-20 Tuhan mengatakan, “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka tidak seorang pun akan di-selamatkan; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.” Di sini “orang-orang pilihan” mengacu kepada orang Yahudi, umat pilihan Allah (Rm. 11:28). Kesusahan besar di bawah Antikristus akan begitu kejam sehingga tidak seorang pun akan mampu menahannya. Jika Allah tidak mempersingkatnya, tidak akan ada orang yang akan diselamatkan. Tetapi karena orang-orang pilihan, harinya akan dipersingkat.
MESIAS-MESIAS PALSU DAN NABI-NABI PALSU
Dalam 13:21-23 Tuhan melanjutkan memperingatkan murid-murid mengenai Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu: “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dengan maksud, sekira-nya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan. Hati-hati-lah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.” Orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias mereka dan mengharapkan Mesias yang masih belum datang. Mereka perlu diperingatkan bahwa Mesias, Kristus, tidak akan muncul “di sini” atau “di sana” di bagi-an bumi manapun, melainkan akan turun dari langit di atas awan-awan.
Tuhan mengatakan bahwa Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul. Antikristus akan menjadi Mesias palsu yang terakhir dan akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat palsu dengan kekuatan Iblis untuk menipu orang-orang yang binasa (2 Tes. 2:3-10). “Binatang lain” dalam Wahyu 13:11 akan menjadi nabi palsu yang terakhir (Why. 19:20) yang akan melakukan tanda-tanda yang dahsyat untuk menyesatkan orang yang tinggal di bumi (Why. 13:13-14).
KEDATANGAN ANAK MANUSIA
Dalam 13:24-27 Tuhan Yesus berbicara mengenai keda-tangan-Nya. Ayat 24-25 mengatakan, “Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan guncang.” Malape-taka adikodrati ini akan terjadi di langit setelah kesusahan besar pada penutupan akhir zaman ini. Ini berbeda dengan malapetaka meterai keenam dan sangkakala keempat da-lam Wahyu 8:12, yang akan terjadi pada awal kesusahan besar.
Dalam ayat 26 Tuhan melanjutkan, “Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” Dalam ke-datangan-Nya kali pertama, Kristus menyatakan kekuasa-an-Nya dalam tindakan seperti mengusir setan dan me-nyembuhkan penyakit. Dalam kedatangan-Nya kali kedua, Dia akan melaksanakan kuasa-Nya untuk menjalankan penghakiman Allah, menghancurkan Antikristus dan pasuk-annya, mengikat Iblis dan kemudian mendirikan Kerajaan Allah di bumi.
Dalam Markus 13:27 Tuhan berkata bahwa Anak Manusia “akan menyuruh keluar malaikat-malaikat, dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.” Setelah kesusahan besar, pada kedatangan-Nya kembali ke bumi, Tuhan akan mengumpulkan semua orang Yahudi yang terserak ke seluruh bagian bumi ke tanah suci. Ini akan menjadi penggenapan perkataan Tuhan bukan hanya dalam Matius 23:37, melainkan juga janji Allah dalam Perjanjian Lama (Ul. 30:3-5; Yes. 43:5-7; 49:9-13, 22-26; 51:11; 56:8; 60:4; 62:10-12; 27:13; Yeh. 34:13; 37:21; 28:25).
BERJAGA-JAGA, BERDOA, DAN MENANTIKAN
Dalam 13:28-37 terdapat perkataan mengenai berjaga-jaga, berdoa, dan menantikan Hamba-Penyelamat. Ayat 28 mengatakan, “Tariklah pelajaran dari perumpamaan ten-tang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah de-kat.” Pohon ara, yang melambangkan bangsa Israel, dikutuk Tuhan dalam 11:14. Pohon ara ini melewati musim dingin yang panjang, dari abad pertama sampai tahun 1948, ketika Israel dipulihkan sebagai suatu bangsa dan negara. Pada saat itu ranting-rantingnya mulai melembut dan bertunas. Bagi kaum beriman, pohon ara ini adalah tanda kesudahan zaman ini.
“Melembut” melambangkan pemulihan hayat, dan “mulai bertunas” melambangkan memiliki kegiatan-kegiatan luar. Musim dingin melambangkan masa kering, masa kesusahan; “musim panas” melambangkan zaman kerajaan yang terpulih (Luk. 21:30-31), yang akan dimulai pada kedatangan Tuhan kali kedua.
Dalam ayat 29-30 Tuhan meneruskan perkataan-Nya, “Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, keta-huilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pin-tu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Orang-orang za-man ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.” “Zaman” di sini tidak mengacu kepada zaman atau orang, seperti keturunan yang disebutkan dalam Matius 1:17; melainkan mengacu kepada “zaman” berdasarkan keadaan moral orang, seperti angkatan dalam Matius 11:16; 12:39, 41, 42, 45; dan Amsal 30:11-14.
Dalam ayat 31-32 Tuhan berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi ten-tang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, ma-laikat-malaikat di surga tidak dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” Anak, berdiri pada posisi Anak Manusia (ayat 26), tidak mengetahui hari atau saat kedatangan-Nya kembali.
Dalam 13:33-37 Tuhan berbicara dengan kuat menge-nai berjaga-jaga. Dalam ayat 33 Dia berkata, “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu kapan saatnya tiba.” Dalam ayat 35 Dia memberi tahu murid-murid-Nya, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu kapan tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah ma-lam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta.” Akhirnya, dalam ayat 37, ayat terakhir dari pasal ini, Dia berkata, “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: Berjaga-jagalah!” Sudah pasti, perkataan Tuhan tentang berjaga-jaga lebih dari sekadar nubuat; hal itu juga suatu dorongan kepada semua orang beriman Hamba-Penye-lamat. Di satu pihak, kita perlu mengetahui nubuat menge-nai hal-hal yang akan datang. Di pihak lain, kita perlu berjaga-jaga.
PEMULIHAN POHON ARA
DAN KELAHIRAN MANUSIA BARU
Banyak aspek dari nubuat Tuhan dalam Markus 13 telah digenapi. Khususnya, kita telah melihat pembentukan kembali bangsa Israel dan kembalinya Yerusalem kepada bangsa Yahudi. Hal ini mungkin dianggap sebagai pemulih-an pohon ara yang dikutuk. Meskipun ranting-rantingnya mulai melembut dan mulai mengeluarkan daun-daunnya, kita tidak melihat satu buah pun. Sebaliknya, kita dapat mengatakan bahwa daun-daun hanya merupakan penampil-an luaran. Bangsa Israel hari ini memiliki penampilan luaran, tetapi sama sekali tidak memiliki buah.
Jika Anda melihat peta, Anda akan tahu bahwa bangsa Israel adalah pusat dari bumi yang dihuni secara geografis, politis, dan bahkan secara militer. Situasi di Timur Tengah adalah suatu masalah yang serius. Bangsa-bangsa Arab yang di sekelilingnya tidak bisa menanggulangi bangsa yang kecil seperti Israel.
Pemulihan Israel adalah penggenapan dari sejumlah nubuat penting dalam Alkitab. Israel telah terbentuk kem-bali, Yerusalem telah kembali, dan pohon ara sekarang me-ngeluarkan daun-daunnya. Hal ini seharusnya menyadar-kan kita bahwa musim panas sudah dekat. Namun, kita tidak dapat mengatakan berapa lama lagi musim panas itu.
Ketika bangsa Israel tumbuh, kelahiran, persalinan dari manusia baru terus terjadi. Pertumbuhan Israel dan kelahiran manusia baru terjadi secara bersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan hidup gereja seharusnya terjadi secara bersamaan dengan pertumbuhan bangsa Israel. Perkembangan dua hal ini akan mencapai puncaknya hampir pada saat yang sama, saat kesusahan besar.
Setelah mempelajari tiga belas pasal pertama dari Injil Markus, kita nampak bahwa bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipersiapkan memasuki kematian dan kebangkitan Tuhan. Mula-mula kita perlu melewati langkah-langkah proses yang panjang yang dicatat dalam pasal 1-10. kemu-dian kita perlu mengikuti Hamba-Penyelamat ke Yerusalem, di mana Dia mempersiapkan lingkungan, para penentang, dan para murid-Nya bagi pekerjaan penebusan-Nya. Kita juga perlu mendengar perkataan-Nya mengenai hal-hal yang akan datang tentang orang Yahudi, gereja, situasi du-nia, kesusahan besar, dan Antikristus.
Kita perlu mempelajari nubuat Alkitab bukan hanya untuk memiliki pengetahuan tentang nubuat, tetapi ter-utama untuk memiliki suatu pandangan tentang apa yang sedang Tuhan kerjakan hari ini dan mengerti tujuan dari situasi dunia. Dari pelajaran kita tentang Kitab Suci kita tahu apa yang sedang Tuhan kerjakan, dan kita tahu tuju-an situasi dunia, yaitu bagi perampungan bangsa Israel dan juga bagi perampungan kelahiran manusia baru. Mes-kipun kita bukanlah bagian dari bangsa Israel, sebagai kaum beriman dalam Kristus kita tentunya adalah bagian dari manusia baru.
Untuk memiliki manusia baru, kita perlu mengalami kematian dan kebangkitan Kristus. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya kita memiliki kenikmatan yang penuh terhadap persona yang ajaib dari Kristus sebagai pengganti kita. Hal ini adalah pandangan yang jelas atas ekonomi Allah yang dibicarakan dalam Markus 1-13.