← Daftar isi Kisah para Rasul (1) · bab 7/27

PERKEMBANGBIAKAN DI YERUSALEM, YUDEA, SAMARIA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK

SEKERJA PETRUS

(2)

Pembacaan Alkitab: Kis. 2:1-13

Dalam 2:1-13 kita nampak baptisan Roh Kudus kaum beriman Yahudi. Ayat 1-4 membicarakan pemenuhan Roh Kudus yang ekonomikal. Dalam berita ini kita akan memperhatikan empat ayat ini secara khusus.

ROH ESENSIAL DAN ROH EKONOMIKAL

Kisah Para Rasul 2:1-2 mengatakan, ”Ketika tiba hari Pentakosta, mereka semua berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk.” Dalam kebangkitan Tuhan, Roh hayat kebangkitan diumpamakan seperti udara yang dihembuskan ke dalam murid-murid (Yoh. 20:22), ini adalah aspek esensial untuk ha-kiki dan kehidupan rohani mereka. Dalam kenaikan Tuhan, Roh kuasa kenaikan ke surga, yang dicurahkan ke atas murid-murid, di sini dilambangkan dengan angin, adalah untuk ministri dan pergerakan murid-murid secara ekonomikal. Roh esensial hayat kebangkitan membuat kaum beriman bisa memperhidupkan Kristus; Roh ekonomikal kuasa kenaikan membuat mereka bisa merampungkan amanat-Nya.

Kita perlu nampak dengan jelas perbedaan antara hembusan dalam Yohanes 20 dengan tiupan dalam Kisah Para Rasul 2. Hembusan dalam Yohanes 20 adalah untuk penya-luran Roh pemberi-hayat ke dalam murid-murid secara esen-sial untuk hakiki dan kehidupan rohani mereka. Tetapi tiup-an dalam Kisah Para Rasul 2 adalah untuk pencurahan Roh kuasa ekonomikal ke atas kaum beriman, yang telah menerima Roh hayat esensial ke dalam mereka. Pencurahan Roh kuasa itu bukan untuk hakiki atau kehidupan rohani kaum beriman; sebaliknya, pencurahan Roh kuasa adalah untuk ministri dan pergerakan kaum beriman. Karena itu, aspek esensial Roh adalah untuk kehidupan, dan aspek ekonomikal Roh adalah untuk ministri. Kita perlu membedakan dua as-pek dari Roh ini, agar di kemudian kita dapat memahami kitab-kitab Injil dan kitab Kisah Para Rasul dengan cara yang benar. Kalau tidak, kita akan bingung.

Bertahun-tahun yang lalu, seorang pemberita Injil yang sangat dihormati mengatakan bahwa hembusan dalam Yohanes 20 itu bukanlah suatu fakta, melainkan hanya suatu petunjuk yang menunjukkan bahwa faktanya akan da-tang dalam Kisah Para Rasul 2. Menurut pemahamannya, setelah petunjuk dalam Yohanes 20, murid-murid perlu menanti lima puluh hari untuk menerima faktanya. Dalam pandangan pemberita itu, Yohanes 20 dan Kisah Para Rasul 2 mengacu kepada hal yang sama, perbedaannya adalah bahwa yang satu menggambarkan petunjuknya dan yang lainnya menggambarkan faktanya. Konsepsi demikian mutlak salah. Seperti yang telah kita tunjukkan, hembusan dalam Yohanes 20 berbeda dengan tiupan dalam Kisah Para Rasul 2. Hembusan adalah untuk hayat, sedangkan tiupan adalah untuk kuasa.

Dalam Injil Yohanes, Roh hayat di dalam kebangkitan adalah seperti air untuk kita minum. Yohanes 4:14 mengatakan, ”Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Ku berikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus meman-car sampai pada hidup yang kekal.” Yohanes 7:37-39 mengatakan, ”Pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: Siapa saja yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh (itu) yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya.” Dalam Lukas 24:49 Roh ekonomikal itu seperti pakaian yang kita kenakan: ”Lihatlah, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu di-perlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” Air adalah untuk hayat yang di dalam dan pakaian adalah untuk pekerjaan yang di luar.

Marilah kita menggunakan seorang polisi sebagai suatu ilustrasi tentang perbedaan antara Roh esensial untuk hayat yang di dalam dengan Roh ekonomikal untuk kuasa yang di luar. Seorang polisi tidak mengenakan seragamnya untuk meleraikan dahaganya. Dahaga itu tidak dapat dileraikan dengan mengenakan seragam. Seorang polisi mengenakan seragam ketika ia akan pergi bertugas, yaitu ketika ia siap bekerja sebagai seorang polisi. Misalnya seorang polisi minum sesuatu untuk meleraikan dahaganya dan kemudian pergi bekerja tanpa seragamnya. Jika ia melakukan hal ini, maka tidak ada seorang pun yang akan memperhatikannya sewaktu ia mencoba memberi perintah di jalan. Tidak peduli berapa banyak ia minum untuk meleraikan dahaganya, seorang polisi tetap harus mengenakan seragamnya ketika ia akan bekerja sebagai seorang polisi. Jika ia mengenakan seragamnya, maka orang lain akan menghormatinya. Melalui ilustrasi ini kita dapat melihat perbedaan antara minum dan mengenakan. Minum adalah yang batini, sedangkan mengenakan adalah hal yang luaran.

Adalah satu kesalahan yang serius untuk mengatakan, seperti yang dilakukan pemberita itu bertahun-tahun yang lalu, bahwa hembusan dalam Yohanes 20 adalah satu petunjuk dan tiupan dalam Kisah Para Rasul 2 adalah faktanya. Penafsiran semacam itu berasal dari kekurangan akan pengetahuan yang tepat dan membingungkan. Pengetahuan yang kita perlukan itu bukan hanya pelajaran Kitab Suci, tetapi juga penerangan surgawi yang disertai pengalaman yang memadai. Tidaklah tepat jika mengatakan bahwa da-lam Yohanes 20 Petrus tidak menerima Roh hayat ke dalamnya. Hembusan Tuhan dalam pasal itu tentu bukan suatu petunjuk. Menurut Yohanes 20:22, Tuhan Yesus ”menghem-busi mereka dan berkata: Terimalah Roh Kudus!” Ini bukan-lah suatu petunjuk — ini adalah satu fakta yang telah digenap-kan. Di sini kita memiliki fakta penghembusan Roh pemberi-hayat ke dalam murid-murid pada hari kebangkitan Kristus.

Hembusan ilahi dalam Yohanes 20:22 adalah Roh Kudus, dan Roh Kudus ini adalah perampungan akhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang mencapai umat tebusan-Nya. Khususnya, pencapaian ini terjadi dalam Yohanes 20.

ALLAH TRITUNGGAL MENJADI

ROH PEMBERI-HAYAT

Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Allah Tritunggal berinkarnasi. Allah Tritunggal terwujud dalam daging. Ini berarti Dia yang telah berinkarnasi adalah Allah yang lengkap, Allah Tritunggal, Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh, bukan hanya Putra. Mengatakan bahwa Allah yang lengkap terwujud dalam daging itu berarti Allah yang lengkap telah berinkarnasi. Allah Tritunggal menjadi seorang manusia, hidup di bumi, melayani, masuk ke dalam kemati-an, menaklukkan dan menundukkan kematian, dan keluar dari kematian menuju kebangkitan. Di dalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi-hayat. Karena itu, Allah Tritunggal yang telah berinkarnasi, yang hidup di bumi, yang masuk ke dalam kematian, dan yang keluar dari kematian menuju kebangkitan, telah menjadi Roh pemberi-hayat.

Yohanes 1:14 mengatakan, ”Firman itu menjadi daging” (Tl.), dan 1 Korintus 15:45b mengatakan, ”Adam yang akhir menjadi Roh pemberi-hayat” (Tl.). ”Daging” dalam Yohanes 1:14 adalah ”Adam yang akhir” dalam 1 Korintus 15:45. Sekarang Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi-hayat, dan Roh ini adalah transfigurasi dari Kristus yang berinkarnasi.

Kita perlu mengenal siapa yang telah berinkarnasi itu. Dia yang berinkarnasi itu adalah Allah Tritunggal menjadi seorang manusia sebagai Adam yang akhir, dan Adam yang akhir ini di dalam kebangkitan telah menjadi Roh pemberi-hayat. Karena itu, pada hari kebangkitan-Nya, Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, dihembuskan kepada mereka, dan berkata, ”Terimalah Roh Kudus.” Siapakah Roh ini? Roh ini adalah perampungan akhir dari Allah Tritung-gal yang telah melalui proses yang mencapai umat tebusan-Nya.

Kita semua perlu nampak visi tentang Allah Tritunggal menjadi Adam yang akhir, dan Adam yang akhir ini menjadi Roh pemberi-hayat sebagai perampungan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang mencapai kita. Mengenai hal ini, kita tidak memperhatikan konsili-konsili, kredo atau pengakuan iman, atau teologi tradisional. Kita hanya mem-perhatikan firman Allah yang murni. Firman Allah mewahyukan bahwa Allah Tritunggal menjadi Adam yang akhir, dan Adam yang akhir ini menjadi Roh pemberi-hayat. Puji Tuhan bahwa Allah Tritunggal yang telah melalui proses telah mencapai kita sebagai Roh pemberi-hayat! Pada hari kebangkitan Tuhan, Allah Tritunggal yang telah me-lalui proses sebagai Roh pemberi-hayat dihembuskan ke dalam murid-murid.

MENGENAKAN KUASA DARI TEMPAT TINGGI

Lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, se-suatu yang lebih lanjut telah terjadi. Pada hari itu Kristus yang naik mencurahkan diri-Nya sebagai Roh itu secara eko-nomikal ke atas murid-murid untuk menjadi kekuatan, kuasa, dan seragam mereka. Seorang polisi yang mengenakan seragam memiliki otoritas. Tidak peduli betapa kuatnya mobil Anda, Anda tetap harus mentaati otoritas polisi. Seragamnya adalah tanda otoritasnya. Pada hari Pentakosta seratus dua puluh orang itu mengenakan Roh ekonomikal sebagai seragam surgawi mereka.

Dalam Lukas 24:49 Tuhan memberi tahu murid-murid untuk menanti sampai mereka menerima kuasa dari tempat tinggi. Ketika mereka mengenakan kuasa pada hari Pentakosta, Petrus berdiri untuk berbicara dengan otoritas dan kuasa, dan orang-orang itu tunduk. Petrus dapat berbicara dengan otoritas karena ia telah mengenakan seragam sur-gawi.

Kita tidak boleh mengambil ajaran-ajaran yang tidak akurat mengenai Roh Kudus dalam Yohanes 20 dan Kisah Para Rasul 2. Kita memuji Tuhan untuk hembusan Roh itu dalam Yohanes 20 dan untuk tiupan Roh itu dalam Kisah Para Rasul 2. Hembusan itu adalah untuk hayat, dan tiupan itu adalah untuk pergerakan. Selain itu, hembusan itu memberikan kekuatan batini kepada kita, dan tiupan itu memberikan kuasa yang di luar kepada kita. Melalui hembusan dan tiupan itu kita diperlengkapi sepenuhnya.

SEBUAH FAKTA YANG TELAH DIGENAPKAN

Sebagaimana ketersaliban adalah sebuah fakta yang telah digenapkan, maka hembusan Roh hayat dan tiupan Roh kuasa juga adalah fakta-fakta yang telah digenapkan. Kita harus mempercayai laporan itu dan menerima fakta-fakta itu. Di manakah laporannya? Laporannya ada di dalam Alkitab. Apakah fakta-fakta itu? Fakta-faktanya adalah bahwa Tuhan telah menghembuskan Roh hayat ke dalam murid-murid-Nya dan telah meniupkan Roh kuasa-Nya ke atas mereka.

Ketika beberapa orang mendengar tentang mempercayai laporan dan menerima fakta-fakta mengenai aspek Roh yang esensial dan ekonomikal, mereka mungkin berkata, ”Saya tidak merasa bahwa Roh hayat itu telah dihembuskan ke dalam saya, dan saya tidak merasa bahwa Roh kuasa ada di atas saya.” Jika seseorang mengatakan hal ini kepada saya, saya akan menjawab, ”Tidakkah Anda percaya bahwa Tuhan Yesus mati bagi Anda? Tentunya Anda percaya, bahkan tanpa merasakan sesuatu. Anda mempercayainya karena Alkitab memberi tahu Anda demikian. Demikian pula, Anda perlu percaya bahwa Tuhan Yesus telah meng-hembuskan diri-Nya sebagai Roh hayat ke dalam murid-murid, termasuk Anda. Anda juga perlu percaya bahwa Tuhan Yesus telah meniupkan diri-Nya sebagai Roh kuasa ke atas kita semua.”

Marilah kita semua mempercayai fakta tentang hem-busan dan tiupan Kristus, seperti kita mempercayai fakta ketersaliban-Nya. Apakah kita memiliki Roh hayat secara esensial? Ya, kita memiliki Roh hayat. Bagaimana kita menge-tahuinya? Kita mengetahuinya karena Alkitab memberi tahu kita demikian. Apakah kita memiliki Roh kuasa atas diri kita secara ekonomikal? Ya, kita memiliki Roh kuasa atas diri kita. Bagaimana kita mengetahuinya? Kita mengetahui hal ini sebagai fakta karena Alkitab memberi tahu kita demikian. Puji Tuhan untuk ketersaliban-Nya, hembusan-Nya, dan tiupan-Nya! Puji Dia bahwa kita mengenal fakta-fakta ini karena Alkitab memberi tahu kita demikian!

PEMENUHAN YANG DI LUAR DARI ROH

YANG DICURAHKAN

Kisah Para Rasul 2:2 mengatakan bahwa angin itu memenuhi rumah tempat seratus dua puluh orang itu duduk. Bahasa Yunani untuk ”memenuhi” di sini adalah pleroo, satu kata yang berarti memenuhi secara batini, seperti angin memenuhi rumah itu.

Ayat 3-4 mengatakan, ”Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti lidah api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” Bahasa Yunani untuk ”dipenuhi” dalam ayat 4 ini adalah pletho (digunakan juga dalam 4:8, 31; 9:17; 13:9; dan Luk. 1:15, 41, 67), mengacu kepada memenuhi secara luaran. Menurut penggunaannya dalam kitab ini, pleroo mengacu kepada memenuhi bejana secara batin, seperti angin memenuhi rumah di dalam (ay. 2); dan pletho mengacu kepada memenuhi orang secara luaran, seperti Roh itu memenuhi murid-murid secara luaran dalam ayat ini. Murid-murid dipenuhi secara batiniah (pleroo) dan secara esensial dengan Roh itu (13:52) untuk kehidupan kristiani mereka. Secara luaran dan secara ekonomikal, murid-murid dipenuhi (pletho) dengan Roh itu untuk ministri kristiani mereka. Roh yang memenuhi di dalam adalah Roh esensial, ada di dalam murid-murid (Yoh. 14:17; Rm. 8:11), sedangkan Roh yang memenuhi di luar adalah Roh ekonomikal, ada di atas diri mereka (Kis. 1:8; 2:17).

Setiap orang beriman dalam Kristus seharusnya mengalami kedua aspek Roh Kudus itu. Bahkan Kristus sebagai manusia juga mengalami hal yang sama. Dia dilahirkan dari Roh Kudus secara esensial (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20) untuk hakiki dan kehidupan-Nya, dan Dia diurapi dengan Roh Kudus secara ekonomikal (Mat. 3:16; Luk. 4:18) untuk ministri dan pergerakan-Nya. Roh esensial ada di dalam-Nya, dan Roh ekonomikal ada di atas diri-Nya.

BAPTISAN ROH KUDUS KAUM BERIMAN YAHUDI

Pemenuhan luaran oleh Roh yang dicurahkan adalah pembaptisan Tubuh oleh Kepala (yang naik ke surga) ke dalam Roh itu. Pada hari Pentakosta, kaum beriman Yahudi, bagian pertama dari Tubuh-Nya, dibaptis; di dalam rumah Kornelius, kaum beriman bukan Yahudi, bagian kedua dari Tubuh-Nya, dibaptis dengan cara yang sama (10:44-47). Melalui dua langkah ini Dia telah membaptiskan seluruh Tubuh-Nya ke dalam Roh itu sekali untuk selamanya (1 Kor. 12:13). Roh itu adalah penerapan dan realisasi diri-Nya sendiri. Dia membaptis Tubuh-Nya ke dalam Roh itu adalah Dia membaptis Tubuh-Nya ke dalam diri-Nya sendiri. Ini merupakan penggenapan baptisan dalam Roh Kudus yang dijanjikan Kristus sebagai Kepala Tubuh dalam Kisah Para Rasul 1:5.

Saya mendorong Anda untuk mempelajari hal pencurahan Roh Kudus ini dengan cermat. Dalam 2:1-13 kita nampak pencurahan Roh Kudus ke atas murid-murid secara ekonomikal. Itu adalah langkah dari pembaptisan Roh Kudus kaum beriman Yahudi. Kemudian, di dalam rumah Kornelius, Kristus membaptis kaum beriman bukan Yahudi dalam Roh Kudus. Melalui dua langkah ini, Kristus, Sang Kepala telah membaptis seluruh Tubuh-Nya ke dalam Roh Kudus satu kali untuk selamanya.