← Daftar isi 1 Tesalonika (2) · bab 10/10

DIKUDUSKAN SELURUHNYA SEHINGGA ROH, JIWA, DAN TUBUH KITA TERPELIHARA SEMPURNA (2)

Pembacaan Alkitab:

1 Tes. 4:9, 13; 5:8, 16-24; 2Kor. 7:1; 1Yoh. 1:6; 1Tim. 1:5;

Rm. 6:6, 19; 7:24; 8:10-11; 12:1; 1Kor. 6:13b, 15a, 19-20

Dalam 1Tesalonika 5:23 Paulus mengatakan, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna tanpa cacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Dalam berita yang lalu telah kita tunjukkan bahwa cara memelihara roh kita ialah pertama-tama menggunakannya untuk bersekutu dengan Allah. Menurut 5:16-18, kita perlu bersukacita, berdoa, dan mengucap syukur. Dengan berbuat demikian, roh kita pasti terlepas dari keadaan yang mati bahkan menjadi hidup. Kedua, kita memelihara roh kita dengan menjauhi segala kecemaran dan noda. Dalam berita ini kita akan lanjutkan pembahasan atas pemeliharaan jiwa dan tubuh kita.

MEMBERSIHKAN PEMBULUH

NADI HATI PSIKOLOGIS KITA

Hati psikologis kita memiliki tiga pembuluh nadi utama, yang sekaligus merupakan tiga bagian jiwa kita, yakni pikiran, tekad, dan emosi. Penting sekali untuk mengetahui bagaimana menghilangkan sumbatan pada pembuluh nadi itu secara riil. Untuk menyingkirkan sumbatan pada hati (atau jantung) jasmani kita, dokter akan membukakan resep. Akan tetapi dalam banyak kasus diperlukan pembedahan untuk menyingkirkan sumbatan. Cara mencegah tersumbatnya ketiga pembuluh nadi utama hati psikologis kita ialah membuat pengakuan dosa yang tuntas kepada Tuhan. Dari pengalaman saya belajar bahwa kita perlu tinggal bersama Tuhan sejangka waktu untuk mengakui kekurangan, kegagalan, kesalahan, kekeliruan, pelanggaran, dan dosa-dosa kita.

Mengenai Pikiran

Boleh jadi kita mulai dengan mengakui semua dosa dan kenajisan yang ada di benak dan pikiran kita. Pembuluh nadi pikiran kita boleh diibaratkan parit yang tersumbat dengan kotoran dan perlu dikeruk agar air dapat mengalir lancar. Pikiran kita penuh dengan kotoran. Akibatnya, pembuluh nadi itu tersumbat. Untuk melancarkan pembuluh nadi pikiran, kita perlu mengakui segala sesuatu yang berdosa di dalam pikiran dan cara kita berpikir. Dengan mengakui pikiran kita satu per satu, kita akan menyingkirkan penyumbatan pembuluh nadi ini.

Boleh jadi kita mengaku kepada Tuhan alangkah alamiahnya pengertian kita terhadap banyak hal. Mungkin juga Anda tidak merasakan bahwa pengertian Anda terhadap banyak hal begitu alamiah. Inilah alasannya Anda perlu menghadap Tuhan dan berkata, “Terangilah aku, ya Tuhan, dan singkapkanlah pikiranku. Singkapkanlah segala pikiranku. Bawalah pikiranku sepenuhnya ke dalam terang-Mu, ya Tuhan.” Kemudian ikutilah sorotan dan singkapan itu untuk mengakui satu demi satu masalah yang di dalam pikiran Anda. Mungkin Tuhan menperlihatkan kepada Anda bahwa pengertian Anda mengenai hidup pernikahan dan kehidupan keluarga sangatlah alamiah. Mungkin pengertian Anda terhadap pasangan Anda, anak, dan urusan keluarga Anda selalu alamiah, tidak rohani sama sekali. Jika Tuhan menyingkapkan sedemikian di batin Anda, akuilah segera dan katakan, “Tuhan, ampunilah aku. Walaupun aku mengasihi-Mu, namun pengertianku tentang kehidupan pernikahan sama sekali alamiah. Lepaskan aku, ya Tuhan, dari pengertian alamiah ini dan singkirkanlah pengertian itu dari diriku.” Inilah ilustrasi atas jenis pengakuan yang harus kita lakukan mengenai pikiran kita. Pengungkapan dan pengakuan semacam ini membutuhkan sejangka waktu yang cukup lama untuk tinggal bersama Tuhan.

Mengenai Tekad

Bagaimana dengan tekad kita? Jika kita menghadap Tuhan dengan membawa tekad kita, pasti Ia akan menyingkapkannya secara tuntas dan terperinci. Kita ini seolah di bawah pemeriksaan mikroskop ilahi, karena semua kuman di dalam tekad kita dibawa ke dalam terang satu demi satu. Khususnya kita akan menyadari bahwa kita ini sangat pemberontak, tidak mengenal taat kepada Tuhan. Kuman pemberontak dalam tekad kita perlu kita akui satu demi satu. Mungkin Tuhan menunjukkan kepada Anda bahwa beberapa tahun yang lampau, Anda bersalah mengenai suatu hal. Selanjutnya mungkin Ia menunjukkan kepada Anda bahwa Anda pernah menyalahi saudara atau saudari tertentu. Anda wajib mengakuinya setiap kali. Anda wajib bersyukur kepada Tuhan bahwa Anda di bawah terang-Nya, di bawah penyingkapan-Nya. Dengan mengakui semua penyakit yang Tuhan ungkapkan mengenai tekad kita, berarti kita melancarkan pembuluh nadi tekad kita.

Mengenai Emosi

Pembuluh nadi emosi pun perlu dilancarkan. Bila kita menyadari betapa seriusnya masalah yang kita hadapi pada emosi kita, mungkin kita akan berdukacita. Mungkin kita kecewa dan merasa sangat malu dengan keadaan emosi kita. Kita akan menemukan bahwa dalam banyak kasus, kita telah membenci apa yang seharusnya kita kasihi, dan kita telah mengasihi apa yang seharusnya kita benci. Ketika masuk ke dalam terang tempat kudus, kita akan nampak bahwa aspek yang terburuk pada diri kita ialah emosi kita, karena kita tidak menggunakannya dengan wajar. Suka maupun duka kita mungkin sepenuhnya alamiah. Begitu Tuhan menyingkapkan kita, kita mungkin merasa malu atas cara kita mengekspresikan suka dan duka kita, karena sering kali ekspresi itu alamiah, milik daging, malahan justru penuh daging. Tidaklah salah kalau hati psikologis kita tidak berfungsi dengan normal.

Jika kita menyediakan waktu yang cukup untuk melancarkan tiga pembuluh nadi utama hati psikologis kita, kita pasti akan merasakan bahwa seluruh diri kita ini menjadi hidup. Pikiran, tekad, dan emosi semuanya dalam keadaan yang sangat sehat. Semua “kotoran” dalam “paritparit” ini tersingkir bersih.

Orang lain tidak dapat melakukan ini bagi Anda. Saya hanya dapat menerangkan ini kepada Anda, tetapi Anda sendiri yang harus melakukannya. Anda perlu datang kepada Tuhan setiap hari dan mohon Dia mengungkapkan segala kesalahan dalam pikiran, tekad, dan emosi Anda. Kemudian dalam terang penyingkapan-Nya, Anda perlu mengakui kesalahan itu.

Mungkin Anda tidak merasa bersalah dalam pikiran, keputusan, atau emosi Anda. Inilah sebabnya Anda perlu datang kepada Tuhan mohon sorotan terang-Nya. Adakalanya kita mengalami problem jasmani yang tidak kita sadari. Sampai-sampai setelah dokter menemukan masalah kita serta membuka resep pengobatan yang tepat, kita ma-sih tidak merasakan bahwa itu perlu. Kita baru yakin bah-wa nasihat dokter itu benar, setelah kita minum obatnya yang berkhasiat membersihkan dan menyembuhkan tubuh kita. Sama halnya, walaupun kita ini tidak merasa salah dalam pikiran, emosi, dan tekad kita, kita perlu datang kepada Tuhan sambil taat kepada “pengobatan” yang Ia sodorkan kepada kita. Kalau kita menerima, maka pembuluh nadi hati psikologis kita akan bersih dan lancar.

MEMELIHARA TUBUH KITA

Sebagai tambahan terhadap pengenalan cara memelihara roh dan jiwa kita, kita pun harus tahu bagaimana memelihara tubuh kita. Dosa telah merongrong dan merusak tubuh kita. Karena itu, Roma 6:6 menyebut tubuh kita “tubuh dosa”. Lagi pula kita telah menyerahkan anggota tubuh kita yang telah jatuh kepada dosa, kejahatan, dan kedurhakaan. Roma 6:19 mengatakan, “kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan.” Misalnya, dalam bermain judi, pelakunya menyerahkan tangannya kepada hal yang berdosa dan najis.

Dalam Roma 7:24 Paulus mengatakan lebih lanjut bahwa tubuh kita ialah tubuh maut, “Aku, manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Kemudian dalam Roma 8:10 Paulus membentangkan bahwa roh itu hidup oleh sebab kebenaran, namun “tubuh memang mati karena dosa.”

Kalau ingin memelihara tubuh, kita harus menempuh hidup yang tidak mengikuti manusia lama, tidak mengikuti kehidupan jiwa kita. Roma 6:6 mengatakan, “Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Bila kita tidak mengikuti manusia lama, maka tubuh dosa akan kehilangan pengaruhnya. Ini berarti tubuh dosa akan kehilangan pekerjaannya dan menganggur. Tetapi bila kita hidup menurut jiwa, dengan sendirinya kita akan melayani manusia lama dengan tubuh kita. Jika, untuk memelihara tubuh, pertama-tama kita harus tidak hidup menurut jiwa.

Kedua, memelihara tubuh menuntut agar kita tidak menyerahkan anggota tubuh kita kepada apa saja yang berdosa. Contoh, kita harus mencegah mata kita dari gambar-gambar yang tidak senonoh dan telinga kita dari hal-hal yang jorok. Banyak acara yang disiarkan melalui radio bersifat mencemarkan. Sejumlah orang beriman bersaksi bahwa mereka tidak tahan mendengarkan pembicaraan tertentu di antara teman-teman mereka di sekolah atau di tempat kerja, karena sangat tidak senonoh. Banyak orang dunia yang bisa saja membicarakan hal-hal dosa tanpa perasaan malu sedikit pun. Sebab itu, kita perlu menjaga tubuh kita agar tidak melihat dan mendengarkan hal-hal yang akan mencemarkan dan merusak. Inilah memelihara tubuh kita di dalam pengudusan.

Paulus melukiskan pentingnya memelihara tubuh kita secara demikian, dengan berpesan kepada kaum beriman dalam pasal 4, agar menjauhi percabulan. Menjauhi percabulan adalah memelihara bejana kita, tubuh kita, dalam kekudusan dan kehormatan. Demi memelihara tubuh kita, kita tidak boleh menyerahkan anggota kita kepada hal-hal yang penuh dosa.

Dunia hari ini penuh dengan noda dan kecemaran. Ini membuat kita sangat sulit memelihara tubuh kita. Ke mana saja kita pergi, selalu ada unsur-unsur pencemar. Orang tua perlu mendidik anak-anak mereka, bahkan yang sedang duduk di sekolah dasar, agar menjauhi unsur-unsur yang cemar ini. Alangkah kelirunya orang tua yang beranggapan bahwa putra putri mereka harus dibiarkan mengalami ujian, supaya kelak bisa mengembangkan daya penangkal. Mereka pasti akan menyesali kecerobohan ini. Tetapi, orang tua yang mengasuh putra putrinya menurut jalan ini, pasti akan menuai hasil dari apa yang telah mereka tabur.

Sebagai orang tua, saya dapat bersaksi bahwa kita perlu memelihara tubuh kita. Janganlah mengira bahwa semakin tua usia Anda, Anda tidak perlu menjaga diri dari hawa nafsu dan kecemaran. Selama kita belum ditransfigurasi dan masih berada dalam ciptaan lama, kita tetap perlu memelihara tubuh kita.

Memelihara tubuh kita memang sulit sekali. Memelihara roh dan jiwa kita jauh lebih mudah daripada memelihara tubuh kita. Perkara yang paling sulit kita lakukan di dunia yang ternoda dan tercemar ini ialah memelihara tubuh kita. Kita harus waspada, jangan sembarangan melihat, mendengar, atau menjamah apa pun yang akan mencemarkan tubuh kita.

KERJA SAMA KITA DENGAN PEKERJAAN ALLAH

Dalam 5:12-24 kita nampak kerja sama kehidupan yang kudus dengan pekerjaan Allah. Ayat 12-22 membicarakan kerja sama kaum beriman dalam menempuh kehidupan yang rohani dan yang tersisih. Ayat 23 dan 24 membicarakan pekerjaan Allah dalam menguduskan dan memelihara kaum beriman. Allah ingin menguduskan kita seluruhnya sehingga roh, jiwa, dan tubuh kita terpelihara sempurna. Namun ini memerlukan kerja sama kita dengan Dia. Caranya ialah bersukacita, berdoa dengan tidak berkeputusan, bersyukur kepada-Nya dalam segala hal, tidak memadamkan roh, dan tidak meremehkan hal bertutur sabda dalam pertemuan gereja. Bila kita bekerja sama sedemikian, roh kita akan terpelihara, tidak lembab dan mati; jiwa kita akan terpelihara, sehingga pikiran, tekad, dan emosi, tidak tercemar; dan tubuh kita juga akan terpelihara, terhindar kecemaran zaman ini. Demikian, dengan riil kita akan menempuh kehidupan yang kudus bagi hidup gereja. Tujuan Paulus menulis Kitab 1Tesalonika, sebuah kitab bagi kaum beriman baru, adalah supaya mereka menempuh kehidupan yang dikuduskan, menempuh kehidupan yang kudus bagi hidup gereja.