← Daftar isi 2 Petrus · bab 12/13

PEMERINTAHAN ILAHI (4)

Pembacaan Alkitab: 2Ptr. 3:10-12

Dalam Surat 1 dan 2Petrus hanya 2 pasal yang sangat penting mengenai hayat ilahi. Satu setengah pasal pertama dari Surat 1Petrus dan setengah pasal yang pertama dari 2Petrus 1 adalah penting dalam hal ini. Selebihnya isi surat ini berhubungan dengan pemerintahan Allah.

Dalam berita ini kita akan membahas 3:10-12, di mana Petrus berbicara mengenai penghakiman Allah atas langit dan bumi. Tentu saja ini adalah bagian dari penanggulangan pemerintahan Allah. Meskipun ayat-ayat ini tidak secara langsung berhubungan dengan pertumbuhan dalam hayat, tetapi dapat membantu kita untuk menuntut pertumbuhan dalam hayat. Ayat-ayat ini juga akan membantu kita untuk mengerti dengan tepat apa yang telah ditulis oleh Petrus dalam ayat-ayat ini.

HARI TUHAN AKAN TIBA SEPERTI PENCURI

Dalam 3:10 Petrus mengatakan, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus oleh nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Hari Tuhan akan tiba, ini terutama dalam arti penghakiman untuk pemerintahan Allah (1Tes. 5:2). Perkataan Petrus tentang hari Tuhan sebagian besar adalah satu peringatan. Dalam Perjanjian Baru hari Tuhan sebagian besar disebutkan berhubungan dengan penghakiman Tuhan (1Kor. 1:8; 3:13; 5:5; 2Kor. 1:14; 2Tim. 4:8). Hari penghakiman Tuhan (1Tes. 5:3-4) akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Why. 18:1; 19:11; 20:4-6).

Pada hari Tuhan, langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat, unsur-unsur dunia akan hangus oleh api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Ini akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun (Why. 20:7, 11). Ini kembali menunjukkan bahwa Petrus melewatkan masa Kerajaan Seribu Tahun, seperti yang telah dia lakukan dulu dalam pasal ini ketika dia membicarakan kedatangan Tuhan dalam ayat 4 dan penghakiman takhta putih dalam ayat 7. Istilah “gemuruh yang dahsyat” adalah suara menderu-deru, atau suara ribut. Ini mungkin adalah pernyataan perubahan besar dalam alam semesta dari yang lama kepada yang baru. “Unsur-unsur dunia” di sini adalah unsur-unsur materi penyusun langit.

Kita dapat membandingkan kata “hangus” dan “hilang lenyap” dengan “menggulung” dan “diubah” dalam Ibrani 1:12, “lenyaplah” dan “tidak ditemukan lagi tempatnya” dalam Wahyu 20:11, dan “telah berlalu” dalam Wahyu 21:1. Pembakaran dengan api yang besar untuk melenyapkan langit dan bumi adalah prosedur yang Allah gunakan untuk menggulung langit dan bumi dan melenyapkannya sehingga dapat diubah dari yang lama kepada yang baru (2Ptr. 3:13; Why. 21:1). Ini adalah penanggulangan Allah yang final dan terakhir terhadap ciptaan-Nya dalam pemerintahan-Nya. Dalam penang-gulangan Allah yang terakhir ini, segala benda materi akan berlalu, hanya perkataan kekal-Nya yang akan tinggal selamanya (Mat. 24:35; 1Ptr. 1:25). Tidak peduli bagaimana alam semesta yang materi akan berubah, perkataan nubuat-Nya akan tetap dan bahkan digenapkan pada waktu yang sudah ditetapkan-Nya bagi perampungan kehendak kekal-Nya.

Dalam 3:10 “segala yang ada di atasnya” ditujukan kepada pekerjaan Allah terhadap alam semesta dan juga pekerjaan budaya manusia.

Kami telah menjelaskan bahwa “hari Tuhan” terutama menunjukkan penghakiman. Sebab itu, hari Tuhan sama dengan penghakiman Tuhan. Hari penghakiman ini akan datang seperti pencuri pada malam hari.

Dalam ayat 10 Petrus mengatakan bahwa pada hari Tuhan langit akan lenyap. Seperti dalam 3:7, Petrus melewatkan Kerajaan Seribu Tahun karena di sini dia membicarakan penghakiman pemerintahan Allah. Kerajaan Seribu Tahun bukanlah untuk tujuan ini dalam ekonomi Allah.

Jika kita mempelajari dengan saksama Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kita akan nampak bahwa hari Tuhan mungkin akan berlangsung sekitar tujuh tahun. Hampir sama seperti tujuh masa terakhir dari tujuh puluh kali tujuh masa yang dibicarakan dalam Daniel 9:24-27. Enam puluh sembilan kali tujuh masa pertama, satu periode selama 483 tahun, berakhir ketika Tuhan Yesus disalibkan, ketika Dia, Sang Mesias, “disingkirkan”. Sekarang ada satu kesenjangan antara tujuh masa yang keenam puluh sembilan dan permulaan tujuh masa yang ketujuh puluh. Dalam Alkitab tidak dikatakan berapa lama waktunya. Tetapi kita tahu bahwa setelah waktu perantara ini, akan ada satu periode tujuh tahun, yang akan menjadi tujuh masa yang ketujuh puluh, sebelum seribu tahun. Kedatangan Tuhan akan terjadi pada tahun-tahun ini.

KEDATANGAN TUHAN

Dalam 2Petrus 3:4 pengejek-pengejek mengatakan, “Di mana janji tentang kedatangan-Nya?” Dalam bahasa Yunani kata “kedatangan” adalah parousia, yang secara harfiah berarti penyertaan (kehadiran). Menurut Perjanjian Baru, parousia Tuhan, kedatangan-Nya, bukan hanya berlangsung satu jam atau satu hari, melainkan akan berlangsung satu periode. Melalui mempelajari Kitab Suci dengan terperinci kita dapat melihat bahwa parousia Tuhan mungkin akan dimulai pada pertengahan tujuh masa yang ketujuh puluh, yaitu dalam pertengahan tujuh tahun terakhir sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Selanjutnya, ini mungkin akan dimulai dari waktu Tuhan meninggalkan takhta Allah di langit tingkat ketiga dan turun ke angkasa dibungkus dalam awan (Why. 10). Ini berarti parousia Tuhan akan terjadi pada tiga setengah tahun terakhir zaman ini.

Menurut Wahyu 12, Anak Laki-laki itu akan diangkat ke takhta Allah. Wahyu 12:5 mengatakan, “Ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.” “Dirampas” adalah di-angkat. Anak Laki-laki ini akan terangkat ke takhta Allah, dan akan terjadi sebelum 1.260 hari (ayat 6), yang adalah waktu kesusahan besar selama tiga setengah tahun (empat puluh dua bulan, Why. 12:14; 13:5; 11:2). Setelah pengangkatan Anak Laki-laki, akan ada satu periode tiga setengah tahun atau empat puluh dua bulan. Kita perlu memperhatikan fakta bahwa Anak Laki-laki tidak akan diangkat ke angkasa, tetapi ke takhta Allah, di mana Tuhan Yesus ada hari ini. Karena itu, terangkatnya Anak Laki-laki ke takhta Allah berarti bahwa Anak Laki-laki itu akan ada di dalam kehadiran Tuhan, di dalam parousia Tuhan. Ini membuktikan bahwa di dalam pertengahan tujuh masa yang ketujuh puluh, Tuhan Yesus masih berada di takhta Allah di langit tingkat ketiga.

Wahyu 14 mengatakan tentang seratus empat puluh empat ribu buah sulung. Wahyu 14:1 mengatakan, “Lalu aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.” Seratus empat puluh empat ribu orang ini adalah “yang telah ditebus dari bumi” (Why. 14:3) telah “ditebus dari antara manusia, sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu” (ayat 4). Ini adalah yang pertama ma-tang di ladang Allah dan akan dituai sebelum panen sebagai buah sulung untuk Allah dan Anak Domba. Kemudian, dalam ayat 14-16, barulah semua tuaian itu dipanen. Ini berarti keseratus empat puluh empat ribu orang itu akan diangkat ke surga sebelum masa panen, seperti buah sulung di tanah permai dituai sebelum masa panen, dan dibawa ke dalam Bait Allah (Im. 23:10-11; Kel. 23:19). Peristiwa-peristiwa ini tercatat dalam Wahyu 14:6-13 terjadi selama kesusahan besar (Mat. 24:21), ini dengan jelas menyatakan dan dengan kuat membuktikan bahwa buah sulung dalam Wahyu 14:1-5 akan diangkat sebelum kesusahan besar, dan tuaian dalam ayat 14-16, yang meliputi mayoritas kaum beriman, akan diangkat pada akhir kesusahan besar. Buah sulung akan diangkat ke surga dan akan bersama Kristus di sana. Setelah pengangkatan ini, akan ada satu periode tiga setengah tahun, paruh terakhir dari tujuh masa yang ketujuh puluh.

Wahyu 12 dan 14 keduanya membicarakan periode waktu yang sama. Pasal-pasal ini memberi kita dasar untuk menga-takan bahwa pada permulaannya, parousia Tuhan akan dimu-lai dari pertengahan tujuh masa yang ketujuh puluh. Setelah pengangkatan Anak laki-laki dan keseratus empat puluh empat ribu buah sulung, Tuhan Yesus akan meninggalkan langit tingkat ketiga dengan kaum beriman pemenang ini dan turun ke angkasa. Dia tidak datang langsung ke bumi, sebaliknya Dia akan tetap di angkasa terbungkus dalam awan. Dalam Wahyu 10:1 Kristus diselimuti dengan awan, tetapi dalam Wahyu 14:14 Dia ada di atas awan. Ayat yang terakhir ini mirip dengan 1Tesalonika 4:17 dan menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan kembali waktu itu diumumkan. Ini berarti pertama-tama parousia Tuhan akan tersembunyi. Kemudian, menurut 2Tesalonika 2:8 akan ada pemunculan parousia-Nya. Karena itu, kedatangan Tuhan akan tersembunyi sebelum dinyatakan secara terbuka. Kedatangan-Nya membutuhkan satu periode waktu. Pertama-tama, kedatangan-Nya akan dirahasiakan, dan kemudian akan tampak oleh umum. Ini mungkin terjadi pada akhir tujuh masa yang ketujuh puluh yaitu parousia Tuhan akan tampak. Pada waktu ini Tuhan tidak lagi diseli-muti awan, seperti dalam Wahyu 10, tetapi akan duduk di atas awan, tampak secara terbuka, seperti dalam Wahyu 14. Itu adalah penampakan dari parousia-Nya, pemunculan dari kedatangan-Nya. Cara yang terbaik untuk menerjemahkan 2Tesalonika 2:8 adalah mengikuti terjemahan harfiah dan membicarakan penampakan kedatangan-Nya.

Jika kita mempunyai sedikitnya pandangan umum mengenai kedatangan Tuhan, kita akan mengetahui mengapa Petrus mengatakan bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri. Bukan hanya Tuhan sendiri akan datang seperti pencuri, bahkan hari Tuhan pun akan datang secara demikian. Kedatangan hari itu akan tersembunyi, tidak terbuka.

Kita telah menjelaskan bahwa dalam 2Petrus 3:10 Petrus mengatakan bahwa pada hari Tuhan, langit akan dibakar. Ini akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun. Hari Tuhan akan datang sebelum Kerajaan Seribu Tahun, tetapi pembakaran langit akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun. Inilah sebabnya kita mengatakan bahwa di sini Petrus melewatkan Kerajaan Seribu Tahun, satu periode seribu tahun, dan menganggap pembakaran langit dan bumi sebagai masalah yang terakhir yang akan terjadi pada hari Tuhan.

Pada butir ini saya minta Anda memperhatikan bagan di belakang. Pada bagan itu kita dapat melihat satu diagram tujuh puluh kali tujuh masa dari Daniel 9:24-27. Pertama ada satu periode tujuh kali tujuh masa, lalu satu periode enam puluh dua kali tujuh masa, dan akhirnya, setelah satu kesenjangan yang tidak diketahui panjangnya, tujuh masa yang terakhir, tujuh masa yang ketujuh puluh. Tujuh masa yang ketujuh puluh akan diikuti dengan seribu tahun dari Kerajaan Seribu Tahun. Pada akhir Kerajaan Seribu Tahun, dua peristiwa akan terjadi, mungkin pada waktu yang sama: pembakaran langit dan bumi, dan penghakiman pada takhta putih. Menurut bagan ini, hari Tuhan akan dimulai dengan pendahuluan pada awal tujuh tahun yang terakhir, dan parousia Tuhan akan dimulai pada pertengahan tahun-tahun ini. Sebelum pertengahan tujuh masa yang ketujuh puluh, suatu bencana alam akan terjadi, seperti dalam meterai keenam. Hari Tuhan, seperti yang dapat kita lihat dari bagan itu, akan dibuka dan baru akan disempurnakan pada akhir Kerajaan Seribu Tahun. Pada waktu itu akan ada penghakiman atas Gog dan Magog.

Sekarang kita dapat mengerti bahwa hari Tuhan adalah satu hari penghakiman. Hari penghakiman ini akan dimulai dari awal tujuh masa yang terakhir, tujuh masa yang ketujuh puluh. Selama periode waktu ini, Allah akan menghakimi langit, bumi, dan yang hidup di bumi, menurut apa yang ditulis dalam Kitab Wahyu. Kemudian dalam pertengahan tujuh masa yang ketujuh puluh, Anak laki-laki dan keseratus empat puluh empat ribu orang itu akan diangkat ke langit tingkat ketiga. Menyusul itu, parousia Tuhan akan dimulai. Tuhan akan membawa kehadiran-Nya turun ke angkasa, dan Dia akan disembunyikan sejangka waktu di dalam awan. Inilah bagian tersembunyi dari parousia-Nya. Kemudian, mungkin pada akhir ketujuh tahun itu, parousia Tuhan akan diumumkan dan Tuhan sendiri akan turun ke bumi untuk melaksanakan penghakiman atas Antikristus dan tentaranya. Tuhan juga akan mengikat Iblis dan melemparkannya ke dalam jurang maut (lubang tak berdasar), di mana dia akan disimpan selama seribu tahun. Tuhan pun akan duduk di takhta-Nya di Yerusalem untuk menghakimi bangsa-bangsa. Melalui penghakiman itu, situasi di bumi akan dibereskan. Umat Kristen akan dihakimi pada takhta penghakiman Kristus, bangsa Yahudi akan dihakimi, dan bangsa-bangsa akan dihakimi pada takhta kemuliaan Kristus. Akibatnya, segala hal akan disiapkan bagi kerajaan yang penuh damai sejahtera yang akan berlangsung selama seribu tahun. Akan tetapi, pada akhir Kerajaan Seribu Tahun, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya dan akan menghasut pemberontak Gog dan Magog. Kemudian Kristus akan menghakimi Gog dan Magog, dan Iblis akan dilemparkan ke lautan api. Ini akan terjadi pada akhir Kerajaan Seribu Tahun. Kemudian akan ada penghakiman pada takhta putih dan pembakaran langit dan bumi. Setelah itu, hari Tuhan akan tiba, dan kekekalan akan didatangkan bersama langit dan bumi baru.

CARA HIDUP YANG KUDUS DAN IBADAH

Dalam ayat 11 Petrus selanjutnya berkata, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya (ibadah) kamu harus hidup.” Segala sesuatu, baik di surga maupun di bumi telah dicemarkan oleh pemberontakan Iblis dan kejatuhan manusia. Walaupun segala sesuatu, di bumi atau di surga, telah didamaikan kepada Allah melalui Kristus dengan darah-Nya (Kol. 1:20), bahkan hal-hal surgawi telah disucikan dengan darah Kristus (Ibr. 9:23), tetapi dalam penanggulangan pemerintahan Allah mereka masih perlu dibersihkan melalui dibakar dengan api, supaya mereka menjadi baru dalam sifat dan penampilan luaran di dalam alam semesta Allah yang baru (2Ptr. 3:13). Jadi, sebagai anak-anak Allah yang kudus, bagaimana kita harus berperilaku agar memiliki hidup yang kudus dan ibadah; yaitu pengubahan macam apa yang harus kita alami untuk menempuh hidup yang sesuai dengan sifat kudus Allah dan ibadah demi mengekspresikan Dia, supaya kita cukup syarat berpadanan dengan pemerintahan-Nya yang kudus! Betapa ajaibnya, kuasa ilahi telah menyuplai kita dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk menempuh hidup yang kudus dan ibadah (1:3).

MENANTIKAN DAN MEMPERCEPAT

KEDATANGAN HARI ALLAH

Dalam ayat 12 Petrus mengatakan, “Sementara kamu menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.” Ketika kita menempuh kehidupan yang diubah di dalam kekudusan dan ibadah, kita juga mengharapkan, menantikan, dan mempercepat kedatangan hari Allah. Mengetahui bahwa Allah begitu kudus, akan melenyapkan (membinasakan) segala hal, kita harus memiliki kehidupan yang kudus dan ibadah ketika kita menantikan dan memper-cepat kedatangan hari Allah. Kita bukan hanya mengharapkan hari Allah, kita juga akan mempercepatnya.

HARI ALLAH

Hari Allah adalah hari Tuhan (ayat 10). Bagi bangsa Israel dalam Perjanjian Lama, hari Tuhan adalah hari Yehova (Yes. 2:12; Yl. 1:15; 2:11, 31; 3:14; Am. 5:18, 20; Ob. 15; Zef. 1:7, 14, 18; 2:2-3; Za. 14:1; Mal. 4:1, 5). Dalam penggunaan istilah ini, “hari” terutama digunakan dalam arti penghakiman bagi penanggulangan pemerintahan Allah. Sebelum Tuhan datang, ini adalah “hari manusia”, manusia yang menghakimi sampai Tuhan datang (1Kor. 4:3-5). Kemudian adalah “hari Tuhan”, dimulai dari parousia (penyertaan — Mat. 24:3) Tuhan dengan semua penghakiman yang akan berakhir pada penghakiman atas manusia dan roh-roh jahat di takhta putih besar (Why. 20:11-15). Parousia (penyertaan) Tuhan akan dimulai ketika kaum beriman pemenang diangkat ke takhta Allah di surga sebelum tiga setengah tahun kesusahan besar (Why. 12:5-6; 14:1). Kemudian, semua malapetaka adikodrati dari meterai keenam dan keempat sangkakala pertama yang akan ditimpakan melanda bumi dengan segala sesuatu di dalamnya dan langit dengan semua benda langit (Why. 6:12-17; 8:7-12); ini akan menjadi permulaan kesusahan besar.

Kesusahan besar akan berlangsung selama tiga setengah tahun, terutama terdiri atas malapetaka-malapetaka dari ketiga sangkakala yang terakhir, termasuk malapetaka dari ketujuh cawan murka (Mat. 24:21-22, 29; Why. 8:13; 9:21; 11:14; 15:5; 16:21). Itu akan menjadi masa pencobaan bagi seluruh penduduk di bumi (Why. 3:10), termasuk orang-orang Yahudi (Yes. 2:12; Za. 14:1-2; Mal. 4:1, 5; Yl. 1:15-20; 2:1, 11, 31), dan kaum beriman dalam Kristus yang tertinggal dalam masa kesusahan itu (Why. 12:17). Pada akhir masa kesusahan besar, parousia (penyertaan) Kristus, disertai para pemenang, akan datang di angkasa (Why. 10:1), dan orang-orang kudus yang telah mati akan dibangkitkan dan diangkat bersama-sama dengan sebagian besar orang beriman yang masih hidup, yang telah melalui kesusahan besar, untuk berjumpa dengan Tuhan di angkasa (1Kor. 15:52; 1Tes. 4:16-17; Why. 14:14-16). Setelah ini, semua orang beriman akan dihakimi oleh Tuhan di takhta penghakiman di angkasa (2Kor. 5:10).

Kemudian Tuhan akan mengadakan pesta pernikahan-Nya dengan kaum beriman pemenang (Why. 19:7-8). Segera setelah itu, Tuhan bersama-sama dengan mempelai perempuan-Nya, yaitu para saleh pemenang sebagai tentara-Nya, akan datang ke bumi (Za. 14:4-5; Yud. 14; 1Tes. 3:13) untuk berperang melawan Antikristus dan tentaranya dan mengalahkan mereka; mereka akan menangkap Antikristus dan nabi palsunya dan mencampakkan mereka hidup-hidup ke dalam lautan api (Why. 19:11-21). Kira-kira pada waktu ini, Babel besar akan dimusnahkan (Why. 17:1; 19:3). Pada waktu yang bersamaan, Tuhan akan menyelamatkan, mengumpulkan, dan memulihkan bangsa Israel (Za. 12:2-14; Rm. 11:26; Mat. 24:31; Kis. 1:6). Setelah ini, Iblis akan diikat dan dicampakkan ke dalam jurang maut, jurang yang tidak berdasar (Why. 20:1-3). Kemudian Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa (mereka yang masih hidup — Mat. 25:31-46; Yl. 3:2). Setelah ini, Kerajaan Seribu Tahun akan datang (Why. 20:4-6).

Setelah seribu tahun, Iblis akan dilepaskan dari jurang maut dan akan menghasut sebagian bangsa-bangsa, yaitu Gog dan Magog di bagian utara dari belahan timur bumi, untuk melaksanakan pemberontakan terakhir melawan Allah. Mereka akan ditaklukkan dan dihanguskan, dan Iblis penyesat itu akan dicampakkan ke dalam lautan api (Why. 20:7-10). Setelah ini, langit dan bumi akan dibersihkan sepenuhnya melalui pembakaran api (2Ptr. 3:7, 10). Kemudian datanglah penghakiman akhir atas manusia (orang-orang yang mati) dan roh-roh jahat, dan mungkin juga atas malaikat-malaikat yang jatuh (2:4), pada takhta putih besar (Why. 20:11-15). Itu akan menjadi penanggulangan akhir Allah terhadap ciptaan lama-Nya di dalam pemerintahan universal-Nya, selain begitu banyak penghakiman dan penanggulangan yang dilaksanakan pada hari Tuhan untuk membersihkan alam semesta yang lama. Kemudian dimulailah alam semesta yang baru dengan langit baru dan bumi baru sampai kekekalan (Why. 21:1), yang di dalamnya tidak ada lagi penghakiman penanggulangan pemerintahan Allah, karena di dalamnya tidak ada lagi ketidakbenaran. Jadi, jika tidak memperhitungkan seribu tahun, hari Tuhan akan menjadi sangat singkat, mungkin tidak lebih dari tujuh tahun. Inilah bagian utama dari tujuh masa terakhir dari tujuh puluh kali tujuh masa dalam Daniel 9:24-27.

Ada orang menganggap bahwa hari Allah dan hari Tuhan sebagai dua hari yang berbeda; hari Tuhan berakhir dengan Kerajaan Seribu Tahun, dan hari Allah dimulai dengan pembakaran langit dan bumi yang diikuti dengan penghakiman takhta putih besar. Sebenarnya, penghakiman takhta putih besar dilaksanakan oleh Tuhan Yesus (Kis. 10:42; 17:31; 2Tim. 4:1), juga tercakup dalam hari Tuhan. Allah tidak menghakimi siapa pun; Dia telah menyerahkan perkara penghakiman kepada Tuhan (Yoh. 5:22).

Dalam 3:12 istilah “hari itu” mengacu kepada kedatangan hari Allah. Kedatangan hari Allah adalah untuk melaksanakan penghakiman atas setiap bagian dari ciptaan lama dan membersihkannya. Karena kedatangan hari yang sedemikian, maka langit tidak dapat lagi bertahan dan tetap seperti sediakala, tetapi akan dilenyapkan, seluruh unsurnya akan dibakar habis dalam api yang menyala-nyala. Karena itu, Petrus mengatakan bahwa “langit akan binasa dalam api, dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.”