HASIL PERAMPUNGAN DARI DUA ROH
Pembacaan Alkitab
Why. 1:12; 20; Yoh. 14:17-20; 16:13-15;
Why. 22:17a; 1:2, 9; 19:7-10; 21:2, 9, 11, 18-21; 22:1-2, 14.
Garis Besar
I. Gereja
A. Pembauran hayat ilahi dan hayat insani
B. Kaki dian-kaki dian---perwujudan Kristus dan reproduksi Roh itu
II. Yerusalem Baru---Roh itu menjadi satu dengan pengantin perempuan
A. Pernikahan yang universal
B. Pembauran Trinitas dengan tebusanNya
1. Sifat Bapa, penebusan Putra, dan transformasi Roh itu
2. Perampungan dari pendispensian ilahi
C. Untuk mengekspresikan Allah secara penuh hingga kekekalan
I. GEREJA
A. Pembauran hayat Ilahi dan hayat Insani
Dalam pelajaran-pelajaran terdahulu, kita telah menekankan bahwa tujuan Allah adalah untuk mendapatkan gereja melalui pendispensian DiriNya sendiri ke dalam manusia dan membuat DiriNya sendiri bersatu dengan manusia. Untuk mendispensikan DiriNya sendiri ke dalam manusia, Allah haruslah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh. Lebih dari itu, manusia haruslah berada di dalam gambar Allah dan memiliki suatu roh untuk menerima Allah dan mencernakan Dia. Pada suatu hari, Putra Allah, perwujudan Bapa, menjadi seorang manusia. Melewati penghidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, Dia telah menjadi Roh pemberi hayat. Sebagai Roh itu, Dia masuk ke dalam kita dan berbaur dengan roh kita. Melalui proses ini, dibawa masuk ke dalam menjadi suatu hayat okulasi, suatu kesatuan yang terdiri dari pembauran hayat ilahi dengan hayat insani. Inilah gereja.
Allah tidak lagi sebagai Allah yang tidak terproses, tetapi Allah telah terproses. Dia telah merampungkan segala sesuatu yang perlu untuk masuk ke dalam kita sebagai Roh pemberi hayat. Sekarang kita harus percaya ke dalam Dia dan berseru kepada nama Tuhan Yesus. Ketika kita melakukan hal ini, Roh pemberi hayat masuk ke dalam roh kita, dan pembauran hayat ilahi dan hayat insani menduduki di dalam kita. Inilah pembauran yang menghasilkan gereja.
Pengalaman kita bersaksi bahwa Kristus itu yang kita nikmati tiap hari adalah Roh pemberi hayat. Apakah Anda memiliki realitas dari sesuatu yang hidup di dalam Anda? Inilah Kristus itu yang sedang kita nikmati, alami, dan mengambil bagian dalam roh kita. Inilah Roh pemberi hayat yang adalah Diri Kristus sendiri. Jadi, Allah terwujud dalam Kristus, dan Kristus direalitaskan dan dialami di dalam kita sebagai Roh pemberi hayat. Pengalaman ini dihasilkan di dalam gereja. Semakin kita mengalami Kristus dengan cara ini, semakin kuat kita untuk gereja.
B. Kaki Dian-Kaki Dian---Perwujudan Kristus dan Reproduksi Roh itu
Dalam Wahyu 1, gereja-gereja terlihat sebagai tujuh kaki dian emas. (Lihat juga pelajaran 7 dan 12 dari buku pelajaran Allah Tritunggal.)
Kristus direalitaskan sebagai Roh itu, dan Roh itu terekspresikan sebagai gereja-gereja. Roh yang bersinar itu adalah realitas dari Kristus yang bersinar, dan gereja-gereja yang bersinar merupakan reproduksi dan ekspresi dari Roh yang bersinar itu untuk merampungkan tujuan kekal Allah dimana Yerusalem Baru sebagai kota yan bersinar itu dapat dirampungkan. Kristus, Roh itu, dan gereja-gereja semuanya terdiri dari sifat ilahi yang sama.
Gereja-gereja merupakan kaki dian-kaki dian, dan dian-dian itu merupakan Roh tujuh kali ganda dari Allah sebagai ekspresi dari Kristus. Terang ini bersinar semakin lama semakin terang, dan visi itu menjadi lebih jelas setiap hari.
Gereja-gereja lokal sebagai kaki dian-kaki dian emas yang bersinar dengan suatu Roh yang demikian dalam jaman kegelapan hari ini. Dalam jaman kegelapan hari ini, gereja benar-benar memerlukan Roh tujuh kali ganda dari Allah untuk menyinari terus kesaksian Yesus.
Gereja merupakan perwujudan Kristus dan reproduksi Roh itu. Roh itu merupakan realitas dari Kristus (Yoh. 14:17-20; 16:13-15), dan gereja merupakan reproduksi Roh itu (Why. 22:17a). Gereja bersama Roh itu merupakan perwujudan dari Kristus, kesaksian Yesus (Why. 1:2, 9; 19:10). Oleh karena itu, Roh itu semakin berlimpah, gereja semakin berlimpah dan kesaksian Yesus semakin banyak.
Gereja merupakan perwujudan dari Allah Tritunggal yang didispensikan ke dalam kita dan dibaurkan ke dalam kita. Allah Tritunggallah yang didispensikan ke dalam keinsanian dan dibaurkan di dalam keinsanian sebagai satu kesatuan yang tunggal (Why. 22:17a). Tidak ada pemisahan. Inilah Roh sebagai perampungan dari Allah Tritunggal, mencapai tebusanNya, dan inilah perampungan dari pendispensian ilahi pada jaman ini.
II. YERUSALEM BARU---
ROH ITU MENJADI SATU DENGAN PENGANTIN PEREMPUAN
Akhirnya perampungan ini akan sampai kepada tahap yang ultima, Yerusalem Baru. Yerusalem Baru merupakan suatu kesatuan yang tunggal yang disebut sebagai isteri Anak domba, pengantin perempuan itu (Why. 22:17).
A. Pernikahan yang Universal
Perampungan dari pendispensian ilahi itu akan menjadi suatu pernikahan yang universal (Why. 19:7-9; 21:2, 9). Roh itu sebagai perampungan dari Allah Tritunggal yang telah terproses yang didispensikan ke dalam umat tebusanNya disana akan sebagai Pengantin laki-laki; dan umat tebusan Allah sebagai perampungan dari keinsanian yang telah ditebus, dilahirulangkan, dan ditransformasi disana akan sebagai pengantin perempuan. Kita mengetahui hal ini karena Wahyu 22:17 berkata, "Roh itu dan pengantin perempuan itu berkata, Marilah!" Dalam ayat ini Roh itu dan pengantin perempuan itu bersama-sama sebagai suatu pasangan berkata "marilah." Suami itu adalah Roh itu, dan isteri itu adalah pengantin perempuan.
B. Pembauran dari Trinitas
dengan TebusanNya
1. Sifat Bapa, Penebusan Putera,
dan Transformasi Roh
Yerusalem Baru merupakan suatu susunan dari Trinitas ilahi dengan umat tebusan Allah. Pertama-tama dari semuanya, Yerusalem Baru tersusun dari sifat Allah Bapa, dilambangkan oleh emas. Kota dan jalannya dibuat dari emas murni (21:18, 21b), menunjukkan Allah Bapa dalam sifatNya. Dua belas pintu gerbang Yerusalem Baru, yang merupakan dua belas mutiara (21:21a), melambangkan Allah Putera memenangkan kematian dan kebangkitanNya yang membagikan hayat. Sebuah tiram adalah seekor hewan yang kecil yang hidup di dalam air kematian. Hewan itu memiliki suatu hayat yang memenangkan air kematian, dan melalui menyembunyikan suatu element hayat, yang menghasilkan mutiara-mutiara. Kemenangan Kristus atas kematian ditambah kebangkitaNya yang membagikan hayat menyembunyikan "sari itu" dari hayat ilahi untuk membentuk kita ke dalam mutiara-mutiara. Jadi di dalam mutiara itu kita dapat melihat Putera dalam kematian dan kebangkitanNya. Mutiara itu melambangkan umat yang telah ditebus dan dilahirulangkan oleh Allah. Menurut Yohanes 3, kelahiran ulang merupakan suatu jalan masuk ke dalam kerajaan. Anda tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah kecuali jika Anda dilahirkan dari Roh itu (Yoh. 3:5). Kelahiran ulang merupakan jalan masuk, pintu gerbang, ke dalam Yerusalem Baru.
Batu-batu berharga melambangkan pekerjaan transformasi Allah Roh (Why. 21:11, 18-20). Setelah kelahiran ulang, Roh itu melanjutkan untuk mentransformasi umat yang telah dilahirulangkan dari Allah untuk membuat setiap orang dari mereka menjadi sebuah batu berharga. Melalui hal ini Anda dapat nampak bahwa Yerusalem Baru merupakan suatu susunan dari Bapa sebagai substansinya, dari Putera sebagai jalan masuk, dan dari Roh itu sebagai pentransformasi. Yerusalem Baru adalah suatu pembangunan dari Trinitas dengan keinsanian yang telah ditebus, dilahirulangkan, dan ditransformasi.
2. Perampungan dari Pendispensian Ilahi
Seluruh Yerusalem Baru dijenuhi dengan Allah Roh sebagai sungai air hidup yang mengalir keluar dari tahta Allah Bapa dan Anak Domba, Allah Putera. Di dalam sungai, pohon hayat bertumbuh (Why. 22:1-2). Sungai hayat, Allah Roh, meleraikan dahaga, dan pohon hayat, Allah Putera, merawat. Seluruh kota, yang adalah suatu susunan dari Allah Tritunggal dengan umat tebusanNya, dialiri, dirawat, dan dijenuhi dengan hayat ilahi, yang tidak kekurangan Allah Tritunggal (Why. 22:1-2, 14, 17), mendispensikan DiriNya sendiri untuk menjenuhi umat tebusanNya. Apakah gambaran hal ini! Ini adalah suatu pembauran dari Allah Tritunggal dengan umat tebusanNya. Sifat Bapa adalah substansinya. Penebusan Putera, termasuk kematian dan kebangkitanNya, merupakan jalan masuk itu. Dan transformasi Roh itu merupakan pekerjaan untuk membuat kita ilahi dan berharga. Suatu susunan yang demikian adalah Yerusalem Baru. Yerusalem Baru itu dijenuhi oleh hayat kekal itu, yang adalah Diri Allah Tritunggal sendiri. Hal ini merupakan perampungan dari pendispensian ilahi.
Saya memandang Tuhan karena melalui berita-berita ini, Anda dapat nampak suatu visi ekonomi Allah, sasaran Allah, dan apa yang sedang Allah kerjakan untuk mencapai sasaranNya. Apa yang sedang Allah kerjakan adalah mendispensikan DiriNya sendiri sebagai Bapa, sumber itu, sebagai Putera, ekspresi itu, dan sebagai Roh itu, yang memasuki ke dalam itu, ke dalam Anda dan saya. Siang dan malam Dia sedang bekerja akan satu hal ini. Dia sedang bekerja menuju satu sasaran ini, dimana kita semuanya akan menjadi sebuah kaki dian pada jaman ini untuk mengekspresikan Allah Tritunggal, dan akhirnya kita akan menjadi pengantin perempuan itu dalam kekekalan, suatu susunan dari keinsanian yang telah ditebus dan dilahirulangkan dijenuhi dengan Allah Tritunggal sebagai hayat.
C. Untuk Mengekspresikan Allah Secara Penuh hingga Kekekalan
` Suatu susunan dari Allah Tritunggal dengan umat tebusanNya yang demikian akan mengekspresikan Allah secara penuh hingga kekekalan (Why. 21:11a). Jadi pada akhir keenam puluh enam kitab dari Alkitab, Roh itu merupakan perampungan yang ultima dari Allah Tritunggal.
Sekarang kita dapat nampak mengapa Yohanes mengatakan bahwa Putera datang dalam nama Bapa, dan Roh itu datang dalam nama Putera. Dalam Injilnya, Yohanes mempersiapkan jalan untuk menunjukkan kepada kita bahwa tiga ini---Bapa, Putera, dan Roh--- tidaklah terpisah. Tiga ini sebenarnya satu. Sumber, ekspresi, dan yang masuk ke dalam itu menjadi perampungan itu. Roh itu tidaklah terpisah dari Putera ataupun dari Bapa. Roh itu adalah perampungan dari seluruh Allah Tritunggal. Roh itu sebagai Pengantin laki-laki merupakan totalitas dan perampungan dari Allah Tritunggal. Dia memenuhi syarat untuk menjadi seorang suami yang demikian untuk menikahi isteri itu, yang merupakan perampungan dari semua umat yang telah ditebus dan dilahirulangkan dari Allah. Ini merupakan suatu pasangan yang universal dengan keilahian menikahi keinsanian.
Inilah dua perampungan itu. Keilahian telah melewati suatu proses---melalui inkarnasi, melalui penyaliban, melalui kebangkitan, dan melalui kenaikan---menjadi Roh itu, totalitas, perampungan, dari Allah Tritunggal untuk menjadi Pengantin laki-laki. Keinsanian juga telah melewati suatu proses---melalui penebusan, melalui kelahiran ulang, dan melalui pentransformasian---menjadi perampungan dari umat Allah yang telah dipilih, ditebus, dilahirulangkan, dan ditransformasi. Perampungan dari Allah Tritunggal dan perampungan dari umat Allah yang telah dipilih, ditebus, dilahirulangkan, dan ditransformasi menjadi satu dalam suatu pernikahan yang universal. Manusia yang telah terproses itu akan sesuai dengan Allah yang telah terproses sampai selamanya bagi ekspresi dan kepuasanNya yang penuh.
RINGKASAN
Allah Tritunggal yang telah terproses sebagai Roh pemberi hayat yang mendispensikan DiriNya sendiri ke dalam manusia dan berbaur dengan manusia untuk menghasilkan gereja. Karena Roh itu adalah realitas Kristus, semakin banyak kita dibaurkan dengan Roh itu, semakin kita menjadi perwujudan Kristus. Kita juga menjadi kaki dian-kaki dian yang bersinar dengan Roh tujuh kali ganda pada suatu jaman kegelapan sebagai kesaksian Yesus. Pembauran itu akhirnya merampungkan dalam Yerusalem Baru, dimana Roh itu sebagai Pengantin laki-laki dan gereja sebagai pengantin perempuan dipasangkan dalam suatu pernikahan yang universal. Yerusalem Baru sebagai hasil perampungan dari Allah Tritunggal yang didispensikan ke dalam manusia yang akan mengekspresikan Allah Tritunggal sampai kekekalan.
Pertanyaan
1. Apakah artinya "hasil perampungan"?
2. Bagaimanakah Allah Tritunggal membaurkan DiriNya sendiri dengan manusia untuk menghasilkan gereja?
3. Bagaimanakah kaki dian-kaki dian emas dalam Wahyu 1 menunjukkan kepada kita bahwa gereja-gereja merupakan perwujudan Kristus dan reproduksi Roh itu?
4. Karena Yerusalem Baru bukanlah suatu kota secara fisik, melambangkan apakah Yerusalem Baru itu?
5. Melambangkan apakah emas, mutiara, dan batu-batu berharga itu di dalam Yerusalem Baru?
6. Menurut pernikahan yang universal dalam Wahyu:
a. Siapakah Pengantin laki-laki itu?
b. Siapakah pengantin perempuan itu?
c. Apakah proses yang telah dilewati oleh Pengantin laki-laki?
d. Apakah proses yang telah dilewati oleh pengantin perempuan?
PELAJARAN GEREJA
VISI MENGENAL GEREJA
TUJUAN ALLAH BAGI GEREJA
STATUS GEREJA (1)
JEMAAT, RUMAH ALLAH, DAN KERAJAAN ALLAH
STATUS GEREJA (2)
TUBUH KRISTUS
STATUS GEREJA (3)
KARYA AGUNG ALLAH, MANUSIA BARU, DAN PASANGAN KRISTUS
STATUS GEREJA (4)
KAKI PELITA EMAS
DUA ASPEK GEREJA— UNIVERSAL DAN LOKAL
PEMBENTUKAN GEREJA
PENDIRIAN GEREJA-GEREJA LOKAL
KEGAGALAN DI DALAM GEREJA-GEREJA, KEMEROSOTAN DAN
PEMULIHAN GEREJA
TUJUH GEREJA DALAM KITAB WAHYU MENANDAKAN TUJUH TAHAP DARI GEREJA
PERAMPUNGAN GEREJA
PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS SECARA TIDAK LANGSUNG MELALUI KARUNIA-KARUNIA KEPADA TUBUH
PEMBANGUNAN LANGSUNG TUBUH KRISTUS OLEH
KAUM SALEH YANG DISEMPURNAKAN
PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS DI DALAM KEESAAN
PERTAMBAHAN DAN PERLUASAN GEREJA
SIDANG-SIDANG GEREJA UNTUK MEMBANGUN GEREJA
MINISTRI DOA GEREJA
IMAMAT KUDUS, RAJANI, DAN INJILI BAGI PEMBANGUNAN GEREJA
MASUKNYA KITA KE DALAM GEREJA
Sikap Kita di Dalam KEhidupan Gereja