Daftar isi Kesaksian Yesus Kristus · bab 1/1

Kesaksian Yesus Kristus

Pembacaan Alkitab :

Wahyu 1:2

Dalam Alkitab, khususnya kitab Wahyu, beberapa kali disinggung tentang "Kesaksian Yesus Kristus". Karena "Kesaksian Yesus Kristus", rasul Yohanes pernah dibuang ke pulau Patmos (Wahyu 1:9 Tl). Karena mempertahankan "kesaksian ini", kaum saleh zaman kuno telah dianiaya/ dibunuh (Wahyu 6:9 71). Yang paling diserang oleh Iblis adalah orang-orang yang "mempertahankan kesaksian Yesus Kristus" (Wahyu 12:17 Tl.). Ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya, yang bisa menjadi raja bersamaNya adalah kaum saleh yang telah "mempertahankan kesaksian Yesus Kristus" (Wahyu 20:4 Tl.). Dalam suratnya, Paulus pernah berkata, "Sesuai dengan kesaksian Kristus yang telah diteguhkan di antara kamu" (1Korintus 1:6 Tl). Malaikat malah berkata kepada Yohanes, "Kesaksian Yesus adalah roh nubuat" (Wahyu 19:10). Lalu, sebenarnya apakah kesaksian Yesus Kristus?

Kalau ingin mendapat jawaban yang lengkap atas pertanyaan itu, kita harus meluangkan banyak waktu. Di sini hanya disajikan sedikit penjelasan. Kesaksian Yesus Kristus meliputi empat butir. Pertama, siapakah Yesus? Siapakah Dia dulu? Siapakah Dia sekarang? Kedua, apakah hubungan antara Yesus dengan manusia? Ketiga, apa, yang telah dikerjakan dan digenapkan Yesus di kayu salib? Keempat, apa hubungan antara rencana kekal Allah dengan Yesus? Saya percaya, keempat butir di atas telah meliputi seluruh kesaksian Yesus Kristus. Dalam keempat butir itu terliput sangat banyak hal. Di sini kita hanya mengisahkannya sedikit.

Pertama siapakah Yesus? Dulu, siapakah Yesus; sekarang, siapakah Yesus? Hal ini meliputi seluruh diriNya, meliputi status Kristus. Kita harus mengetahui masalah ini. Masalah status Kristus menempati posisi yang sangat penting dalam teologi. Jangan mengira bahwa teologi hanya merupakan pelajaran teknis yang khusus. Anda akan menemukan bahwa muslihat Iblis yang paling dalam, paling tajam dan paling licik, adalah menyerang masalah status Kristus. Di mana saja, Iblis selalu mencari kesempatan untuk membawa Anda kepada penjelasan yang "tinggi, dalam dan yang filsafati," dalam membicarakan status Kristus. Kalau ia bisa membuat seorang imani yang takwa jatuh dalam hal itu, ia akan dapat merusak ministri orang itu seumur hidupnya. Ingatlah, Iblis dengan segala upaya berusaha menaruh satu jerat, supaya anak-anak Allah tergelincir dalam masalah status Kristus dan jatuh ke dalam lubang perangkapnya. Semakin Anda mengikuti Tuhan, Iblis akan semakin mencari kesempatan untuk menangkap Anda, membuat Anda curiga terhadap masalah ini. Karena Iblis tahu, kalau Ia bisa memukul persoalan ini, ia bisa menghantam inti dari semua persoalan. Kalau is, berhasil membuat Anda curiga terhadap status Kristus, timbul masalah terhadap status Kristus, di hadapan Allah Anda sudah habis. Bila dalam perkataan Anda ada sedikit kecurigaan terhadap identitas Kristus, ada sedikit kesalahan, di tangan Allah Anda sudah habis. Iblis khusus menyerang sekelompok orang yang ada hati mempersembahkan diri kepada Allah, membujuk mereka menyimpang dari ajaran kebenaran tentang status Kristus. Sebab itu, kita harus sangat hati-hati memperhatikan apa yang disebut pemikiran teologi. Jangan mengikuti suatu ajaran dengan membabi buta, agar tidak terjerumus dalam perangkap Iblis.

Siapakah Yesus? Inilah dasar kesaksian. Segala ajaran yang munafik, doktrin yang melanggar kepercayaan, secara langsung atau tidak langsung telah menyerang masalah inti, menyerang status Kristus. Banyak orang berputar-putar menjelaskan siapakah Kristus, tapi pada akhirnya, Anda menemukan bahwa mereka tidak mengakui Kristus adalah Allah, mereka juga tidak senang mendengar orang mengakui Kristus adalah Allah. Butir pertama tentang kesaksian Yesus Kristus adalah status Yesus Kristus.

Kedua, apakah hubungan antara Yesus dengan manusia? Ada satu istilah yang bisa menjelaskan hubunganNya dengan manusia, yaitu "mewakili". Ia telah melakukan beberapa perkara yang sepenuhnya melampaui semua orang, yang tidak bisa dilakukan oleh siapa pun juga. Karena Dia adalah Allah, maka apa yang dikerjakanNya sama dengan yang dikerjakan Allah. Tetapi, apa yang dikerjakanNya juga mewakili manusia. Ia bersatu dengan manusia, Ia telah menjadi daging. Ia adalah rahasia ibadah (I Timotius 3:16). Ia juga sama seperti kita, mempunyai tangan, kaki, panca indera. Dia menjadi salah satu dari manusia, sebab itu Ia menjadi wakil manusia. Di bumi, hidupNya sehari-hari, pekerjaanNya, kematianNya, penguburanNya, kebangkitanNya, kenaikanNya ke surga, dudukNya di atas surga dan pekerjaanNya di atas surga, semua mempunyai sifat mewakili. Kesaksian Yesus Kristus mewakili hubunganNya dengan manusia; apa yang diwakiliNya, dulu bagaimana dan sekarang bagaimana.

Ketiga, apa yang telah dikerjakan dan digenapkan Tuhan Yesus di kayu salib? Ini meliputi kematian, penguburan, kebangkitan dan berkuasaNya menjadi Raja. Ini bersifat universal, bersifat almuhit -- kematian yang almuhit, penguburan yang almuhit, kebangkitan yang almuhit, menjadi raja, memerintah, berkuasa, mengatur segala sesuatu yang almuhit. Inilah kesaksian Yesus Kristus.

Keempat, Allah dalam kekekalan yang lampau telah menetapkan dan menghendaki Tuhan Yesus menjadi Kepala atas segala sesuatu. Dialah Raja di atas segala raja. Inilah kesaksian Yesus Kristus.

Kita percaya, keempat butir di atas adalah kesaksian Yesus Kristus, yang juga meliputi seluruh isi Alkitab. Anda bisa dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, menarik satu garis tentang perkara-perkara ini. Hari ini, kesaksian ini tersimpan dalam satu bejana yaitu gereja, Tubuh Kristus. Kesaksian yang tersimpan dalam satu bejana ini memiliki dua keadaan, Pertama, merupakan kesimpulan dari segala kebenaran yang telah diwahyukan. Kedua, merupakan kekuatan kebenaran yang tersusun dalam bejana itu. Kesaksian Yesus Kristus yang tersimpan dalam bejana itu adalah kebenaran, sama seperti kebenaran yang melalui Roh Kudus ternyata di dalam Yesus. Sebab itu, ini bukan satu kebenaran objektif yang dapat dipahami hanya berdasarkan otak, melainkan kebenaran ini melalui Roh Kudus menjadi hayat kita, menjadi tabiat kita, menjadi bagian dalam pengalaman kita. Kesaksian ini ditaruh dalam bejana; bejana tersebut adalah gereja, TubuhNya. Kita adalah salah satu anggota dari Tubuh ini. Demikianlah Roh Kudus mewahyukan dan menyusun kesaksian ini di dalam gereja.

Oh, apakah Roh Kudus mewahyukan Tuhan Yesus kepada Anda? Bukanlah karena Anda mendengar orang berkata, "Tuhan Yesus adalah Anak Allah," lalu Anda menyetujui pandangan tersebut, dan juga mengatakan, "Tuhan Yesus adalah Anak Allah", melainkan kepercayaan Anda terhadap Tuhan Yesus adalah Anak Allah dikarenakan wahyu Roh Kudus, berasal dari Roh Kudus.

Mengenai pekerjaan Tuhan Yesus yang mewakili kita, apakah Anda tampak itu karena Roh Kudus? Apakah Anda terus tampak, bahwa dulu Kristus mewakili, sekarang juga tetap mewakili? Apakah yang Anda tampak itu sudah menjadi hayat Anda? Semua itu harus dipisahkan dengan jelas. Tuhan Yesus di sebelah kanan Allah menjadi wakil kita. Di sana, setiap tuntutan Allah terhadap kita, baik kesempurnaan di aspek moral, maupun kesempurnaan di aspek rohani, telah diwakili di dalam Tuhan Yesus. Di hadapan Allah, di dalam Tuhan Yesus, kita adalah sempurna (Kolose 1:28). Di dalam manusia Tuhan Yesus ini, Allah telah mendapatkan kesempurnaan manusia. Allah menghitung kesempurnaanNya sebagai kesempurnaan kita. Allah menghitung kesempurnaan Tuhan Yesus di atas pembukuan kita. Sekarang, Allah tidak perlu lagi mencari manusia yang sempurna, karena Ia sudah mendapatkannya. Sekarang, Allah membagikan kesempurnaanNya kepada kita. Inilah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus melalui iman dan ketaatan kita, membagikan Tuhan Yesus kepada kita. Apakah hal ini telah menjadi salah satu bagian di dalam kita? Ini perlu pekerjaan pewahyuan dan penyusunan Roh Kudus. Ini bukan satu imajinasi, bukan satu pandangan, juga bukan satu peraturan. Ketika Anda benar-benar tampak, Anda tahu keduanya sama sekali berbeda. Sebab itu, kita mengatakan, "Perlu wahyu dan penyusunan Roh Kudus."

Kita juga memerlukan wahyu Roh Kudus, agar apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib, bisa menjadi bagian kita. Kita tampak Tuhan Yesus telah mati, bukan saja "untuk" kita, juga "adalah" kita. Apakah Roh Kudus mewahyukan hal ini kepada Anda, sehingga Anda tahu? Ketika Dia mati, kita juga mati; ketika Dia dikubur, kita juga dikubur; ketika Dia bangkit, kita muncul lagi di dalamNya; dalam kedudukan dan dasar kebangkitan, penghukuman sudah lewat, tidak lagi dihukum. Mungkin semua itu hanya tercatat dalam Alkitab, tetapi mungkin juga di dalam kita telah terwahyukan menjadi salah satu bagian dalam hidup kita. Inilah yang disebut kesaksian Yesus Kristus tersimpan dalam satu bejana. Bejana ini adalah gereja, adalah Tubuh Kristus; dan kita adalah anggota tubuh dari Tubuh Kristus.

Kita terpanggil adalah untuk kesaksian kebenaran yang tersimpan dalam bejana, yang melalui wahyu tersusun di dalam kita. Sebab itu, kita harus "tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih harunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus" (Yudas 3-4).