Daftar isi Ibrani · bab 16/207

Pembacaan Alkitab : Ibr. 2:1-4

Kita perlu menyeberang sungai setiap hari, setidak‑tidaknya menyeberang sebuah sungai kecil. Setelah Anda bersalah terhadap istri Anda, Anda perlu menyeberang sungai. Setelah Anda bersalah terhadapnya, Anda akan merasa diri Anda berada dalam keadaan usang, sehingga Anda perlu menyeberang sungai. Kalau Anda tidak rela membayar harga itu, Anda tidak akan maju ke depan. Anda perlu menyeberang sungai kecil itu. Walaupun kecil, sungai itu sudah dapat memisahkan Anda dengan tempat yang maha kudus, hingga Anda tidak dapat menikmati keselamatan yang sebesar itu. Setiap sungai yang Anda seberangi adalah keselamatan bagi diri Anda; sebaliknya, setiap sungai yang enggan Anda seberangi akan menjadi selubung yang menutupi Anda. Asalkan Anda masih tetap berada di tepi sana, Anda akan berada di luar tabir, dan Anda belum masuk ke dalam tempat yang maha kudus dan menikmati "keselamatan yang sebesar itu". Bila Anda mau menyeberang sungai, Anda pasti dapat masuk ke balik tabir dan menikmati keselamatan yang sebesar itu.

Dalam mempelajari Surat Ibrani, di masa lampau, saya senang menggunakan dua slogan. Yang pertama ialah "pergi ke luar perkemahan"; perkataan ini tercantum dalam 13:13 ‑ "Karena itu, marilah kita pergi kepada‑Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan‑Nya." Kita semua harus pergi ke luar perkemahan. Apa arti perkemahan? Dalam surat ini, perkemahan mengacu kepada Yudaisme. Pada hari ini dapat diartikan apa saja yang agamis atau duniawi, yang mungkin memisahkan kita dari kenikmatan atas keselamatan Allah yang sebesar itu. Karena itu, marilah kita keluar meninggalkan perkemahan. Lalu ke mana kita pergi? Kita jawab dengan slogan yang kedua "masuk ke belakang tabir", yaitu masuk ke dalam tempat yang maha kudus yang tercantum dalam 6:19‑20. Yesus sebagai Perintis sudah masuk ke belakang (balik) tabir. Hari ini Ia berada dalam tempat yang maha kudus, tidak berada di perkemahan yang mana pun.

Sekarang kita harus melihat apakah yang dimaksud dengan "keselamatan yang sebesar itu." Besarnya keselamatan ini bukannya dalam hal naik ke surga, bukan pula dalam hal pengampunan dan pembenaran oleh iman. Saya sangat menghargai pengampunan dan pembenaran oleh iman, tetapi Surat Ibrani yang membahas "keselamatan yang sebesar itu" membicarakan hal yang jauh lebih tinggi daripada itu. Pengampunan dan pembenaran oleh iman memang benar adalah keselamatan, tetapi bukan "keselamatan yang sebesar itu". Bahkan yang dimaksud dengan "keselamatan yang sebesar itu" pun bukan besar dalam hal kelahiran kembali. Kalau begitu, di manakah besarnya keselamatan itu?

Pertama, keselamatan itu besar dalam apa adanya Kristus. Penulis Surat Ibrani memakai istilah "sebesar itu", yang sulit dijelaskan. Berapa besarkah baru dapat dikatakan "sebesar itu"? Walaupun kita tidak dapat dengan tepat menggambarkan "sebesar itu", namun "besarnya keselamatan yang sebesar itu" terletak pada apa adanya Kristus. Tahukah Anda apa adanya Kristus itu? Walaupun Anda bisa mengetahui Kristus menurut catatan keempat kitab Injil, tetapi tahukah Anda Kristus yang tercantum dalam Surat Ibrani?

Tahukah Anda bahwa Kristus adalah Putra Allah? Mungkin Anda mengetahui Dia sebagai Putra Allah secara tidak lengkap. Boleh jadi dalam konsepsi bawah sadar Anda menganggap bahwa Bapa adalah Allah yang satu, sedang Putra adalah Allah yang lain. Anda mungkin tidak mengatakan demikian, tetapi dalam batin Anda, Anda berpegang pada konsepsi itu. Inilah sebabnya saya mengatakan bahwa besarnya keselamatan ini terletak pada apa adanya Kristus sebagai Putra Allah, juga sebagai Allah. Ketika kita mengatakan bahwa Kristus adalah Putra Allah, itu berarti Kristus adalah Allah. Ia tidak lain adalah Allah.

Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 1, Berita 6