PERSAMAAM ALLAH DAN MANUSIA DALAM GAMBAR DAN RUPA MEREKA
Pembacaan Alkitab:
Kej. 1:26; 1Yoh. 3:2b; Why. 4:3a; 21:11b
Dalam berita ini saya ingin memberikan perkataan sangat singkat atas persamaan Allah dan manusia dalam gambar dan rupa mereka. Kita mungkin berpikir bahwa kita sangat jelas mengenai perkara ini. Sebenarnya kita mungkin tidak jelas semuanya. Karena itu, saya akan mendorong kalian untuk belajar semua poin berikut ini dengan hati-hati. Kita membahas hal ini, kita mungkin heran apakah manusia disamakan dengan Allah atau Allah disamakan dengan manusia.
I. TIDAK ADA “JENIS MANUSIA” YANG DICIPTAKAN ALLAH DALAM PENCIPTAANNYA
Tidak ada “jenis manusia” yang diciptakan Allah dalam penciptaan-Nya. Kejadian 1 memberi tahu kita bahwa Allah menciptakan semua ikan, burung, binatang liar, dan ternak menurut jenisnya, Allah tidak menciptakan “jenis manusia.” Dalam penciptaan Allah tidak ada perkara seperti “jenis manusia.”
II. ALLAH MENCIPTAKAN ADAM DALAM GAMBARNYA SENDIRI
Jika Allah tidak menciptakan “jenis manusia,” kemudian dengan jenis apakah manusia diciptaka? Kejadian 1:26 menunjukkan bahwa manusia adalah jenis Allah. Dalam ayat ini mengatakan, “Mari kita (Trinitas Ilahi) membuat adam (bahasa Ibrani, adam mengacu pada tanah merah) dalam gambar dan rupa kita.” (Tl.). Maka, apa yang Allah buat di sini adalah menurut jenis-Nya sendiri, yaitu, jenis Allah. Kata manusia tidak digunakan dalam teks Ibrani dalam Kejadian 1:26. Di sini kita diberi tahu bahwa Allah menciptakan adam, yang berarti “tanah merah.” Allah menciptakan sesuatu dari tanah merah dalam gambar-Nya dan rupa-Nya. Memiliki gambar Allah, mengerjakan tanah merah ini kelihatan seperti Allah. Sedikitnya kita dapat berkata bahwa tanah ini adalah gambaran Allah, dibuat menuerut jenis Allah. Karena itu, inilah jenis Allah.
Dalam Kejadian 1:26 Allah menciptakan sesuatu menurut diri-Nya. Apa yang Dia buat adalah satu reproduksi diri-Nya. Jika Allah telah membuat sepuluh ribu keping tanah dalam gambar-Nya dan rupa-Nya, sepuluh ribu keping tanah ini semua akan memiliki gambaran Allah, produksi massal Allah.
III. DIA ADALAH MANUSIA YANG DILIHAT ABRAHAM SEBELUM INKARNASI KRISTUS
Dalam Kejadian 18:2-13 tiga orang yang dilihat Abraham. Satu dari orang ini adalah Kristus—TUHAN—dan dua orang lainnya adalah malaikat (19:1). Penampakan tiga orang ini kepada Abraham terjadi sebelum inkarnasi Kristus. Ini berarti bahwa dua ribu tahun sebelum inkarnasi-Nya, Allah menampakkan diri sebagai seorang manusia ketika Dia mengunjungi teman-Nya Abraham. Abraham menyiapkan air untuk Dia membasuk kaki-Nya, dan istri Abraham, Sara, menyiapkan makanan agar orang ini makan. Ini adalah satu misteri. Kapankah Kristus menjadi seorang manusia, pada saat inkarnasi-Nya atau sebelum inkarnasi?
IV. MALAIKAT ALLAH YANG DILIHAT MANOAH DAN ISTRINYA
Malaikat Allah (Allah, TUHAN, seorang manusia Allah—Kristus) menampakan diri kepada Manoah dan istrinya sebelum inkarnasi Kristus (Hak. 13:3-6, 22-23).
V. SEORANG ANAK MANUSIA DATANG DENGAN AWAN-AWAN DI LANGIT
Menurut Daniel 7:13-14 Daniel melihat seorang Anak Manusia datang dengan awan-awan di langit, dan Dia datang kepada Yang Lanjut Usianya, Allah yang kekal dan mereka membawa Dia dekat di hadapan-Nya. Ada yang memberi Dia kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan sehingga semua orang, bangsa, dan bahasa, harus melayani Dia. Kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang tidak berakhir, yang tidak akan lenyap, dan kerajaan-Nya tidak akan musnah. Daniel melihat visi Kristus yang demikian sebagai seorang Anak Manusia sebelum inkarnasi Kristus.
VI. ADAM ADALAH LAMBANG KRISTUS
Adam adalah lambang, gambaran Kristus (Rm. 5:14).
VII. KRISTUS ADALAH GAMBARAN ALLAH YANG TIDAK KELIHATAN
Kepingan tanah merah dalam Kejadian 1:26 adalah lambang Kristus, dan kristus adalah gambaran Allah yang tidak kelihatan (Kol. 1:15).
VIII. FIRMAN MENJADI DAGING
Firman (Allah) menjadi daging (Yoh. 1:14), menjadi daging dari dosa hanya dalam keserupaan (Rm. 8:3). Allah sebagai Firman yang menjadi daging hanya memiliki penampilan luar daging dari dosa, tetapi bukan sihat dosa dari daging dosa.
IX. KRISTUS MENGAMBIL RUPA SEORANG HAMBA
Kristus, yang asalnya dalam bentuk Allah, mengambil bentuk seorang hamba, menjadi dalam kesrupaan manusia dan mengenakan pakaian seperti seorang manusia, dalam inkarnasi-Nya (Flp. 2:6-8).
X. STEFANUS MELIHAT ANAK MANUSIA DI SEBELAH KANAN ALLAH
Stefanus melihat surga terbuka dan Anak Manusia, Kristus, di sebelah kanan Allah (Kis. 7:56). Stefanus nampak ini setelah kenaikan Kristus ke surga. Ini menunjukkan bahwa Kristus ada di surga masih sebagai Anak Manusia. Menurut Kidung,kuning #115 ini mengatakan:
Tengok Yesus duduk surga!
Kristus Tuhan bertakhta;
Dia insan nan terangkat,
Hormat mulia Dia dapat.
XI. ANAK MANUSIA DATANG DI ATAS AWAN-AWAN DI LANGIT
Dalam Matius 26:64 Tuhan Yesus berkata, “Kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa [Allah] dan datang di atas awan-awan di langit.” Ini mengacu kepada kedatangan Kristus kali kedua. Ketika Tuhan Yesus kembali, Dia masih menjadi Anak Manusia.
XII. DISERUPAKAN DENGAN GAMBAR ANAK ALLAH
Dalam Roma 8:29 Paulus memberi tahu kita bahwa mereka yang Allah kenal sebelumnya, Dia juga menakdirkan untuk menyerupakan kepada gambar Putra-Nya, yaitu Dia yang menjadi Putra sulung di antara banyak saudara. Ayat ini menjamin kita bahwa kita, kaum beriman dalam Kristus, semuanya akan diserupakan kepada gambar Anak Allah.
XIII. DITRANSFORMASI KE DALAM GAMBAR YANG SAMA
Dua Korintus 3:18 mengatakan, “Kita semua mencirmikan kemualian Allah dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datang dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Roma 12:2a membicarakan bahwa kita ditransformasi oleh pembaruan pikiran. Dia sebagai Allah telah dibagikan untuk membuat diri-Nya dalam bentuk dan rupa manusia. Sekarang Dia bermaksud untuk mentransformasi kita ke dalam gambar yang sama dan menyerupakan kita dengan gambar Anak Allah.
XIV. ANAK-ANAK ALLAH TIDAK BERCELA
Filipi 2:15 membicarakan supaya kita tidak beraib dan bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah orang yang jahat dan sesat ini, sehingga kita bercahaya di anatar mereka seperti bintang-bintang di dunia.
XV. TUHAN MENTRANSFIGURAI TUBUH HINA KITA DISERUPAKAN DENGAN TUBUH MULIA-NYA
Tuhan Yesus Kristus akan mentrasfigurasi tubuh kita diserupakan kepada tubuh mulia-Nya, menurut operasi-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya (Flp. 3:21). Dia memiliki kuat kuasa untuk mentransfigurasi tubuh kita dalam cara ini akan diserupakan kepada tubuh mulia-Nya.
XVI. KITA SEPERTI DIA
Kita tahu bahwa jika Kristus dinyatakan, kita akan menjadi seperti Dia seluruhnya, sempurna, dan mutlak karena kita akan melihat Dia yang sebenarnya (1Yoh. 3:2b).
XVII. ALLAH SEPERTI PERMATA YASPIS
Semua ini akan rampung dalam Yerusalem Baru. Wahyu 4:3 mengatakan ,”Dia (Alla) yang duduk di takhta itu tampaknya bagaikan permata yaspis.” Ini memberi tahu kita bahwa penampakkan Allah, Yang duduk di takhta ini, seperti yaspis.
XVIII. TERANG YERUSALEM BARU SEPERTI PERMATA YASPIS
Menurut Wahyu 21 terang Yerusalem Baru adalah seperti batu permata, seperti batu yaspis (ay. 11b). Temboknya adalah yaspis, dan fondasi pertama tembok juga yaspis (ay. 18a-19). Tembok adalah yaspis, dasar pertama tembok juga yaspis, terang kota adalah yaspis, dan Allah di atas takhta itu seperti yaspis. Akhirnya Allah dan manusia, manusia dan Allah, semuanya memiliki penampakkan yaspis. Ini adalah kesimpulan Alkitab.
Perampungan Alkitab adalah Yerusalem Baru, ilahi dibaurkan dengan insani. Keilahian menjadi tempat tinggal insani, dan keinsanian menjadi rumah ilahi. Dalam kota ini, kemuliaan Allah dinyatakan dalam manusia, bercahaya dan baik sekali. Kita ada ada, dan kita ada di atas jalan ini. Kita ada dalam proses dibuat “sepotongan Allah,” untuk melihat sama seperti Allah, yaspis.