KATA PENDAHULUAN
Pembacaan Alkitab: 1Taw. 1:1-27
Ada duabelas kitab sejarah di dalam Perjanjian Lama. Tiga pertama adalah kitab Yosua, Hakim-hakim, dan Rut, dan tiga terakhir adalah kitab Ezra, Nehemia, dan Ester. Di antara dua kelompok dari tiga kitab, ada tiga kitab pasangan: 1 dan 2Samuel, 1 dan 2Raja-raja, 1 dan 2Tawarikh. Dengan berita ini kita memulai pelajaran-hayat kitab 1 dan 2Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester. Beban pelajaran-hayat dari kitab-kitab ini dapat diungkapkan dalam empat pernyataan berikut ini:
1. Di dalam ekonomi kekal Allah, Bapa telah memberikan Putra, Kristus yang almuhit yang dilambangkan oleh tanah permai, untuk kaum beriman sebagai bagian kekal mereka dan telah memindahkan mereka ke dalam Dia sehingga mereka dapat mengambil bagian dari Dia (Kol. 1:12; 1Kor. 1:30, 9).
2. Menikmati Kristus berbeda tingkatan menurut pengejaran kaum beriman atas Kristus dan kesetiaan mereka kepada Dia, dan pencapai tertinggi pengejar Kristus adalah untuk berkuasa bersama Kristus dalam hayat ilahi-Nya melalui kelimpahan kasih karunia-Nya (Flp. 3:13-14; Rm. 5:17b, 21b).
3. Tertawannya kaum beriman oleh musuh adalah kegagalan kaum beriman yang puncak dalam menikmati Kristus dengan tidak mengenal kuat kuasa kebangkitan Kristus, tidak hidup oleh suplai Roh Yesus Kristus yang limpah lengkap (Flp. 3:10; 1:19b).
4. Allah Tritunggal yang mahahadir dan mahakuasa menjadi Allah yang tersembunyi dalam merawat umat pilihan-Nya dalam membebaskan mereka dari penawanan, dengan kerahasiaan yang paling bijak dari kedaulatan-Nya yang tertinggi (Est. 1—10).
Alkitab sesungguhnya memberi tahu kita hanya satu perkara, ekonomi kekal Allah menurut kerelaan kehendak dari kedambaan Allah. Allah kita sangat agung, dan pasti Dia memiliki suatu kerelaan kehendak. Berdasarkan kerelaan kehendak-Nya Dia membuat satu ekonomi kekal. Realitas, inti, dan sasaran ekonomi Allah adalah Kristus yang almuhit dan yang unggul. Seluruh Alkitab adalah bagi satu hal ini, bukan bagi hal yang lainnya.
Alkitab dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama, Perjanjian Lama, adalah bagian gambar. Allah pasti penulis terbaik, dan Dia menggunakan gambaran dalam tiga puluh sembilan kitab pertama dari tulisan-Nya di dalam Alkitab. Kitab ini dipenuhi gambar-gambar serta nubuat-nubuat. Gambar-gambar ini adalah lambang-lambang, figur-figur, dan bayang-bayang dalam Perjanjian Lama. Sebagai contoh, Adam adalah “gambaran Dia yang akan datang” (Rm. 5:14). Beberapa lambang juga adalah nubuat-nubuat. Nubuat-nubuat ini bukan dalam kata-kata sederhana tetapi dalam gambar-gambar. Lambang terbesar dalam Perjanjian Lama adalah sejarah bangsa Israel, yang melambangkan umat Allah di bumi hari ini. Karena itu, sejarah Israel dalam Perjanjian Lama adalah satu lambang yang besar yang menandakan perkara-perkara yang akan datang.
Ketika kita sampai pada duabelas kitab sejarah dalam Perjanjian Lama, kita seharusnya tidak dialihkan oleh penyajian sejarah dalam kitab ini. Kemudian, mengapa kita harus memperhatikan kitab sejarah ini? Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu menyadari bahwa seluruh Alkitab adalah bagi ekonomi Allah dengan Kristus sebagai realitas, inti, dan sasaran. Ketika kita membaca kitab-kitab sejarah ini, kita perlu berdoa dan mencari tafsiran semua lambang dan nubuat dalam kitab-kitab ini. Khususnya, kita perlu menemukan dan mengetahui arti dasar dari semua lambang. Kita seharusnya mengarahkan maksud kita atas inti lambang-lambang ini, yang adalah Kristus sebagai inti dari ekonomi Allah. Oleh karena itu, seperti yang kita tuntut untuk mengenal makna yang terkandung dari apa yang dicatat dalam kitab-kitab sejarah di Perjanjian Lama ini, kita dapat mencoba untuk merangkaikan kitab-kitab sejarah kepada ekonomi Allah. Inilah yang kita kerjakan dalam pelajaran-hayat ini.
I. SATU DAN DUA TAWARIKH
ADALAH SATU KITAB DI DALAM KITAB SUCI IBRANI
Di dalam Kitab Suci Ibrani, 1 dan 2 Tawarikh adalah satu kitab.
II. PENULIS
Penulis 1 dan 2Tawarikh kemungkinan adalah Ezra. Berhubungan perkara ini, kita seharusnya membandingkan 2Tawarikh 36:22-23 dengan Ezra 1:1-3a. Pengulangan dalam dua bagian ini mungkin menjadi suatu bukti bahwa 1dan 2Tawarikh ditulis oleh Ezra, yang adalah penulis kitab Ezra.
III. WAKTU
Kitab pertama mencakup kira-kira 41 tahun, dari 1056 sampai 1015 S.M., tidak termasuk silsilah nenek moyang. Kitab kedua mencakup kira-kira 479 tahun, dari 1015 sampai 536 S.M.
IV. TEMPAT
Dua kitab ini mungkin ditulis di Yerusalem setelah Ezra kembali dari penawanan.
V. ISI
Kitab 1 dan 2 Tawarikh mencakup silsilah umat manusia dari Adam sampai Abraham dan sisilah umat pilihan Allah dari Abraham sampai keturunan Saul, dan sejarah Israel dari Raja Saul sampai bangsa Israel kembali dari penawanan mereka. Dari sini kita melihat bahwa 1 dan 2 Tawarikh mencakup tiga jenis sejarah; sejarah dari Adam sampai Abraham, yang melibatkan seluruh dunia; sejarah dari Abraham sampai Saul, yang melibatkan nenek moyang umat Israel, sebelum mereka dibentuk menjadi satu bangsa; dan sejarah kerajaan Israel, sejak waktu Saul berkuasa sampai kembalinya dari penawanan mereka.
VI. POKOK PIKIRAN
Perkara dari pokok pikiran 1 dan 2 Tawarikh adalah sangat penting.
A. Untuk Memberi suatu Urutan Waktu yang Penuh dari Pergerakan Allah
di dalam Sejarah Manusia
Pokok pikirannya adalah, pertama, untuk memberi kepada kita suatu urutan waktu yang penuh dari pergerakan Allah di dalam sejarah manusia dengan termasuk silsilah dari Adam sampai Samuel, menunjukkan bahwa pergerakan Allah di dalam sejarah manusia untuk mempersiapkan jalan bagi Allah untuk melaksanakan ekonomi kekal-Nya dalam keinsanian dengan menjadi seorang manusia bahkan manusia menjadi Allah bukan suatu perkara melibatkan hanya sejarah umat pilihan Allah tetapi suatu perkara melibatkan sejarah seluruh umat manusia. Butir penting yang nampak dalam 1 dan 2 Samuel dan 1 dan 2 Raja-raja adalah umat pilhan Allah, tetapi dalam 1 dan 2 Tawarikh adalah sejarah seluruh umat manusia. Ini memerlukan suatu garis keturunan bukan dari Samuel tetapi dari Adam sampai Kristus, yang menghubungkan kepada silsilah Kristus seperti yang dicatat di dalam Lukas 3, tidak seperti yang disajikan di dalam Matius 1. Pandangan dalam Matius 1 adalah sempit dan terbatas kepada Israel. Pandangan dalam Lukas 3 adalah luas dan termasuk semua umat manusia. Ini adalah suatu bukti kuat bahwa kedatangan Kristus sebagai perwujudan Allah bukan hanya untuk satu ras yang dipilih oleh Allah tetapi untuk semua umat manusia yang diciptakan oleh Allah.
Kita perlu nampak bahwa pergerakan Allah di dalam sejarah manusia. Pernahkah Anda mendengar kata seperti “pergerakan Allah di dalam sejarah manusia”? Apakah Anda percaya bahwa dalam situasi kekacauan dunia hari ini Allah masih pergerak di dalam sejarah manusia? Kita perlu percaya bahwa Allah telah bergerak dan masih bergerak di dalam dan melalui sejarah manusia. Dalam sejarah Adam, Allah bergerak, dan dalam sejarah Habel, Allah juga bergerak. Ini adalah suatu pergerakan pada sisi positif. Tetapi Allah bahkan bergerak dalam sejarah Kain. Ini adalah suatu pergerakan pada sisi negatif.
Saya dapat bersaksi dari pengamatan saya atas situasi dunia sejak tahun 1918 dan dari pelajaran saya atas nubuat-nubuat dalam Alkitab bahwa Allah pasti bergerak di dalam sejarah manusia. Mari kita memperhatikan, sebagai contoh, pertikaian di Palestina, yaitu, atas tanah permai, yang telah hilang selama empat ratus tahun. Siapakah tuan tanah, pemilik yang berhak atas tanah permai, orang Israel atau Arab? Orang-orang Yahudi berkata bahwa Palestina adalah negeri nenek moyang mereka, dan orang-orang Arab mengakui bahwa negeri ini adalah negeri nenek moyang mereka. Akibatnya tidak dapat diputuskan tetapi masih ada di meja perundingan. Negarawan yang terlibat dalam perundingan ini adalah orang-orang yang bodoh, selama mereka tidak mengenal Allah atau Firman Allah, Alkitab, namun mereka membicarakan urusan-urusan Allah. Allah adalah tuan tanah Palestina, dan hanya Dia akan menyelesaikan masalah mengenai negeri ini. Saya percaya bahwa sementara negarawan berunding atas kepemilikan tanah permai, Tuhan bersemayam di surga (Mzm. 2:4). Keputusan mengenai tanah permai tidak akan dibuat oleh negarawan; keputusan ini akan dibuat oleh Dia yang ada di surga. Tuhan Yesus segera datang kembali dan memutuskan perkara ini. Ketika Dia datang Dia akan berkata kepada negarawan dunia ini, “Ini bukan urusanmu, ini adalah urusan-Ku.”
Kita telah menegaskan bahwa silsilah dalam 1 dan 2 Tawarikh menunjukkan pergerakan Allah di dalam sejarah manusia untuk mempersiapkan jalan bagi Allah untuk melaksanakan ekonomi kekal-Nya dalam keinsanian menjadi seorang manusia bahkan manusia menjadi Allah. Jika hal ini tidak dapat dirampungkan, tidak ada jalan untuk memutuskan masalah-masalah situasi dunia hari ini. Semua masalah di bumi ini adalah menanti suatu hal, untuk suatu jumlah yang baik dari manusia-manusia untuk menjadi manusia Allah. Perkara ini melibatkan tidak hanya sejarah umat pilihan Allah, Israel, tetapi juga sejarah seluruh umat manusia.
Situasi dunia selama lima puluh tahun telah berubah besar-besaran. Di dalam lima puluh tahun ini, Allah telah dibaurkan bersama semua manusia di setiap tempat di bumi. Dalam sidang latihan setengah-tahunan kita, kaum saleh berkumpul bersama dari lima puluh negara. Hal ini mustahil dapat dilaksanakan pada lima puluh tahun yang lalu. Pembauran bangsa-bangsa ini adalah sesuatu yang dapat dirampungkan hanya oleh Allah.
Melalui perbauran demikian ratusan manusia-Allah akan dihasilkan. Sebagai contoh di Rusia, manusia-Allah diperluas dan diperbanyak. Seluruh dunia terbuka kepada ministri pemulihan Tuhan. Ministri ini telah mencapai enam benua, dan saya telah menerima surat-surat apresiasi dari kaum saleh di banyak negara yang berbeda mengatakan bahwa mereka terbuka untuk menerima ministri ini.
Baru-baru ini saya melepaskan perkara puncak tertinggi wahyu Allah, wahyu Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan dalam sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan) untuk menghasilkan Tubuh Kristus sebagai ekspresi-Nya. Sekarang kita perlu berdoa supaya Tuhan memberikan kepada kita suatu kebangunan yang baru, suatu kebangunan yang tidak pernah dilihat dalam sejarah manusia. Kebangunan yang demikian akan menjadi sesuatu yang baru, selama hal ini dihubungkan dengan “kegemaran” Allah, untuk kerelaan kehendak-Nya, untuk kedambaan hati-Nya. Kerelaan kehendak Allah yaitu Allah akan menjadi manusia untuk membuat manusia menjadi Allah dalam hayat dan dalam sifat. Inilah kedambaan hati Allah, “kegemaran” dalam hati-Nya, dan Dia akan merampungkannya.
Seperti yang telah kita lihat, sedangkan butir inti yang dinampak dalam 1 dan 2 Samuel dan 1 dan 2 Raja-raja adalah umat pilihan Allah, butir inti yang dinampak dalam 1 dan 2 Tawarikh adalah seluruh umat manusia. Ini menunjukkan bahwa Allah bukan hanya memikirkan Israel tetapi juga orang-orang kafir. Kebanyakan dari kita bukan umat Israel, tetapi Allah memikirkan kita dalam kekekalan yang lampau. Efesus 1:4 memberi tahu bahwa kita semua dipilih Allah sebelum peletakan dasar dunia. Kita memuji Tuhan untuk memilih kita di dalam Kristus sebelum peletakan dasar dunia.
B. Untuk Menyajikan Beberapa Rincian Penting
dari Penanggulangan Allah atas Raja-raja Yehuda
Pokok pikiran 1 dan 2 Tawarikh adalah juga untuk menyajikan kepada kita rincian penting dari penanggulangan Allah atas raja-raja Yehuda yang tidak dicatat dalam 1 dan 2 Samuel dan 1 dan 2 Raja-raja. Banyak pembaca Alkitab berpendapat bahwa 1 dan 2 Tawarikh adalah agak mengulang, mencakup perkara-perkara yang telah dibahas dalam 1 dan 2 Samuel maupun dalam 1 dan 2 Raja-raja. Kita perlu nampak bahwa pada permulaan 1 Tawarikh adalah satu bagian sejarah umat manusia. Lebih jauh lagi, pada akhir 1 Tawarikh ada tambahan sejarah Daud, dan dalam 2Tawarikh ada tambahan sejarah raja-raja Yehuda. Israel dipecah menjadi dua bangsa: bagian utara kerajaan, disebut kerajaan Israel dan bagian kerajaan selatan, disebut kerajaan Yehuda. Raja-raja yang baik tidak berada di Israel tetapi ada di Yehuda. Dua Tawarikh tidak menjamah raja-raja Israel tetapi membahas hanya raja-raja Yehuda, memberikan kepada kita rincian mengenai penanggulangan Allah atas mereka yang tidak ditemukan di tempat lain dan juga memberi tahu kita alasan mengapa Allah menanggulangi mereka dalam cara yang Dia lakukan.
C. Untuk Memberikan Sejarah Lengkap dari Pergerakan Allah
di dalam Sejarah Manusia
Akhirnya, dalam 1 dan 2 Tawarikh, kita memiliki suatu sejarah lengkap dari pergerakan Allah di dalam sejarah manusia dari Adam sampai Abraham, dari Abraham sampai Samuel. dan dari Samuel, yang membawa kekerajaan, untuk mengembalikan orang Israel dari penawanan mereka.
VII. BAGIAN-BAGIAN YANG DICAKUP DARI PELAJARAN INI
Dalam pelajaran-hayat ini kita tidak akan mencakup semua 1 dan 2Tawarikh tetapi hanya bagian-bagian tertentu dari kitab-kitab ini. Terutama kita akan mencakup bagian-bagian 1 dan 2Tawarikh yang ada tambahan untuk sejarah di dalam 1 dan 2Raja-raja. Perkara-perkara ini dibahas dalam pelajaran-hayat 1 dan 2Samuel dan dalam pelajaran-hayat 1 dan 2 Raja-raja tidak akan mengulangi perkara ini.
Bagian-bagian yang dibahas pelajaran kita termasuk silsilah dari Adam sampai duabelas suku Israel (1Taw. 1—9); tambahan untuk sejarah Daud, raja Yehuda (2Taw. 11:5-23; 13:1-21; 14:6—15:15; 17:1-19; 19:1—20:30; 21:12-18; 24:14b-24; 25:5-16; 26:6-21a; 28:8-15; 29:3—32:8; 33:11-17; 36:20b-23). Oleh karena itu, pelajaran ini akan membahas tiga perkara: silsilah umat manusia, tambahan untuk sejarah Daud, dan tambahan untuk sejarah raja-raja Yehuda.