← Daftar isi Pemulihan Bumi dalam Enam Hari Penciptaan dan Pengalaman Kristen Penciptaan dan Pekerjaan yang Kudus dari Kristus Kisah Penciptaan dan Kebenaran Mengenai Ispensasi · bab 6/6

KISAH PENCIPTAAN DAN KEBENARAN MENGENAI DISPENSASI

Jika kita ingin memahami Alkitab dengan jelas, kita harus membagi Alkitab ke dalam beberapa dispensasi yang berlainan. Wahyu Allah di dalam Alkitab berbeda menurut dispensasi yang berlainan. Allah menggunakan cara tertentu untuk membereskan orang-orang di dalam masing-masing dispensasi. Jika dispensasi-dispensasi ini dicampur-adukkan dalam pengkajian Alkitab, ada yang akan melihat banyak kontradiksi dan menemukan banyak bagian yang sulit untuk dimengerti sebab mereka tidak menyadari bahwa pemberesan Allah terhadap manusia berbeda-beda menurut dispensasi yang berlainan. Orang-orang tidak percaya mengira bahwa kontradiksi ini eksis dikarenakan para penulis Alkitab tidak memiliki konsep yang lengkap mengenai Allah. Mereka mengira bahwa konsep Allah berevolusi secara bertahap sampai menjadi terang dan jelas pada jaman Tuhan Yesus. Ini adalah nada orang-orang tidak percaya yang berusaha untuk mendiskreditkan Alkitab sebagai wahyu Allah. Kita tidak bisa menerimanya, tapi kita mengakui bahwa memang ada kemajuan doktrin di dalam kitab-kitab yang berlainan di dalam Alkitab. Apa yang kita lihat hanya secara samar-samar di dalam permulaan Perjanjian Lama termanifestasi, dalam terang Perjanjian Baru yang jelas, kekurangan wahyu yang penuh. Ini bukan dikarenakan konsep manusia terhadap Allah yang berubah, melainkan karena wahyu Allah terhadap manusia berbeda. Pemberesan Allah terhadap manusia berbeda-beda menurut suatu dispensasi tertentu; oleh karena itu, Allah secara bertahap mewahyukan Diri-Nya kepada manusia dan juga mewahyukan perbuatan seperti apa yang seharusnya dimiliki seseorang selama dispensasi dimana dia hidup.

Kita harus membagi Alkitab menjadi beberapa dispensasi yang berbeda-beda. Banyak orang mengira bahwa satu-satunya pemisahan dispensasional di dalam Alkitab adalah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Walaupun pemisahan ini adalah suatu bantuan yang baik sekali dalam pengkajian, tapi belum sempurna. Semua sarjana Alkitab yang telah mempelajari Alkitab dengan cermat telah melihat bahwa ada tujuh dispensasi di dalam Alkitab. Analisa ini bukan berdasarkan ide manusia. Melalui pengkajian yang tekun, kita bisa melihat bahwa ada pembagian yang alami (dari tujuh dispensasi) di dalam Alkitab.

Dispensasi yang pertama adalah dispensasi tanpa dosa (dispensation of innocence), mencakup periode waktu dimana Adam dan Hawa berada di taman Eden. Dispensasi yang kedua adalah dispensasi hati nurani, mencakup periode waktu yang dimulai setelah Adam diusir dari firdaus dan menerima hati nurani sampai akhir banjir besar. Dispensasi ketiga adalah dispensasi pemerintahan manusia, mencakup periode waktu setelah banjir besar sampai penyerakan di Babel. Dispensasi keempat adalah dispensasi janji, mencakup periode antara pemanggilan Abraham dan keluarnya bani Israel dari Mesir. Dispensasi kelima adalah dispensasi hukum Taurat, mencakup periode mulai dari keluar dari Mesir dan pemberian hukum di Gunung Sinai sampai waktu ketersaliban. Dispensasi keenam adalah dispensasi kasih karunia, mencakup periode waktu mulai dari kematian Tuhan Yesus dan turunnya Roh Kudus sampai keterangkatan kaum saleh. Dispensasi ketujuh adalah dispensasi kerajaan, dimulai dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua dan penegakkan kerajaan di bumi sampai akhir milenium. Setelah milenium, langit dan bumi akan dibakar oleh api. Lalu Allah akan membuat langit baru dan bumi baru dimana orang-orang benar akan tinggal. Ini akan menjadi permulaan dari kekekalan.

Dua dispensasi yang paling penting di dalam Alkitab adalah dispensasi hukum Taurat dan dispensasi kasih karunia. Kedua dispensasi ini adalah yang paling panjang dan paling sering disinggung di dalam Alkitab. Kondisi awal manusia, perjanjian Allah dengan manusia, kejatuhan manusia, dan penghakiman Allah semuanya berbeda-beda di dalam masing-masing dispensasi ini. Jika kita tidak membedakan dispensasi yang berlainan ini ketika kita membaca Alkitab, kita akan melihat banyak kontradiksi. Allah membereskan orang-orang secara berbeda di dalam masing-masing dispensasi. Jika kita tidak dengan cermat membedakan dispensasi, kita bisa menuntut orang-orang di dalam dispensasi ini untuk memelihara hukum Taurat. Ini akan menghasilkan kekacauan dan membuat kita menyalah-artikan makna dari Alkitab. Ketujuh dispensasi dari Alkitab ini memberi tahu kita cara-cara yang berlainan yang diambil Allah dalam membereskan manusia. Tujuan terbesar Allah di dalam ketujuh dispensasi ini, sejauh menyangkut manusia, adalah untuk memperlihatkan bahwa manusia seharusnya diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan oleh pekerjaan. Galatia 3 memberi tahu kita bahwa ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, tujuan-Nya adalah supaya manusia bisa diselamatkan melalui kasih karunia. Pada saat itu manusia tidak tahu bahwa dia itu berdosa dan tidak mau mengakui bahwa dia tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri melalui pekerjaan baik. Untuk memperlihatkan manusia bahwa dia berdosa dan tidak bisa melakukan kebaikan, Allah menambahkan hukum Taurat setelah Dia memberikan janji-Nya kepada Abraham supaya manusia bisa mengenal dirinya sendiri. Semua perintah dan ketentuan di dalam hukum Taurat memperlihatkan ketidakmampuan dan kecemaran batini manusia sehingga dia akan bersedia untuk menerima kasih karunia dan diselamatkan. Menurut alamiah manusia, tidak seorang pun menyukai kasih karunia. Semua orang mengira bahwa diri mereka mampu, mampu untuk berbuat baik, tanpa dosa di dalam diri mereka, bersih, dan mampu untuk diselamatkan melalui pekerjaan yang baik. Karena itulah Allah harus pertama-tama membuat manusia mengenal dirinya sendiri; hanya dengan demikianlah dia akan mengakui bahwa dia itu tidak berdaya, hanya dengan demikianlah dia akan mengaku bahwa dia adalah orang berdosa dan menerima kasih karunia Allah tanpa kesombongan sama sekali. Allah menghabiskan lebih dari seribu lima ratus tahun di dalam dispensasi hukum Taurat untuk membuktikan bahwa tidak seorang pun di dunia bisa memelihara hukum Taurat-Nya atau pun melakukan kebaikan. Setelah ujian selama lima belas abad Allah memanifestasikan tujuan sebenar-Nya di dalam dispensasi kasih karunia; manusia bisa diselamatkan melalui percaya pada kasih karunia-Nya. Kasih karunia ini diberikan kepada dunia melalui kematian Tuhan Yesus bagi orang-orang berdosa. Sungguh disayangkan bahwa bahkan hari ini masih ada banyak orang yang tidak tahu bahwa mereka itu penuh dengan dosa. Mereka masih berencana untuk diselamatkan melalui pekerjaan. Orang-orang ini seharusnya kembali kepada dispensasi hukum Taurat dan diuji supaya mengenal diri mereka sendiri!

Kita hanya bisa berbicara sedemikian mengenai pengajaran tujuh dispensasi. Sekarang kita akan menunjukkan mengapa kisah penciptaan di dalam Kejadian 1 mengekspresikan pengajaran tujuh dispensasi di dalam Alkitab. Ada banyak penulis di Eropa dan Amerika Serikat yang lebih cakap dari saya dan yang sudah menulis banyak wacana mengenai poin ini. Saya tidak percaya kalau saya bisa menulis lebih baik dari mereka, tapi saya hanya ingin menyinggung poin-poin ini secara singkat untuk membantu mereka yang belum mengenal pengajaran ini.

Sebelum kita maju lebih jauh, kita harus pertama-tama menyinggung satu ayat secara khusus. Kita tahu bahwa di dalam dispensasi ketujuh akan ada seribu tahun. Ini adalah kerajaan seribu tahun, dan Wahyu 20 dengan jelas memberi tahu kita bahwa dispensasi kerajaan akan benar-benar berlangsung seribu tahun. Banyak yang menyalah-artikan Sabat dari penciptaan sebagai lambang dari kerajaan seribu tahun. Karena hari Sabat milenial itu seribu tahun, berdasarkan 2 Petrus 3:8 mereka mengira bahwa enam hari juga adalah enam ribu tahun. Mereka mengira bahwa tujuh hari penciptaan adalah lambang dari tujuh ribu tahun sejarah dunia. Dasar mereka adalah "bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari." Ini keliru, dan saya sendiri tidak percaya. Pengajaran di dalam 2 Petrus 3:8 tidak memberi tahu kita bahwa Tuhan menganggap satu hari sebagai seribu hari. Tujuan dari ayat ini adalah untuk menjelaskan kepada kaum saleh bahwa waktu bukan masalah bagi Allah yang kekal. Dia adalah Allah yang kekal; karena itu, waktu tidak mempengaruhi-Nya. Jika kita mengatakan bahwa tujuh hari penciptaan berarti tujuh ribu tahun karena Tuhan menganggap satu hari seperti satu tahun, lalu bagaimana kita menjelaskan kalimat selanjutnya yang mengatakan bahwa Tuhan menganggap "seribu tahun sama seperti satu hari." Oleh karena itu, makna yang sebenarnya dari ayat ini bahwa Tuhan menganggap "seribu tahun sama seperti satu hari" adalah bahwa dalam penderitaan-Nya yang berkepanjangan (longsuffering), seribu tahun itu tidak banyak. Dalam hubungan dengan keterlambatan-Nya, Tuhan menganggap bahwa "satu hari sama seperti seribu hari." Ini berarti keterlambatan satu hari bagi Dia sama dengan terlambat seribu tahun. Ini berbicara mengenai kesetiaan dari janji Tuhan dan kelapangan kasih karunia-Nya. Ini terbukti di dalam ayat selanjutnya. Kita tidak seharusnya membawa firman dari Alkitab keluar dari konteksnya untuk membuktikan ide kita.

Sekarang kita kembali kepada judul kita. Kejadian 1:1 mengatakan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Ini menandakan dispensasi tanpa dosa. Apa yang Allah ciptakan adalah sempurna, baik, dan tanpa cacat. Selama dispensasi tanpa dosa, umat manusia juga tanpa dosa. Akan tetapi, langit dan bumi yang diciptakan oleh Allah tidak tetap dalam kondisi yang sama seperti ketika mereka keluar dari tangan Allah. Ayat 2 memberi tahu kita bahwa "bumi tanpa bentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera dalam." Bumi yang diciptakan Allah berubah dari penampilannya yang semula. Dia dihakimi oleh Allah; oleh karena itu, dia jatuh ke dalam keadaan yang gersang. Kesempurnaan yang sebermula telah hilang. Ini menunjukkan situasi setelah manusia diusir dari taman Eden. Manusia berdosa, jatuh, mengikuti perkataan Satan, dan memberontak melawan perintah Allah. Mereka menerima penghakiman dan murka Allah. Mereka tidak lagi memiliki hak untuk tinggal di dalam firdaus Eden yang indah. Mereka diusir dalam ketelanjangan, penderitaan, dan kutukan. Walaupun mereka ditutupi oleh jubah kulit, mereka telah kehilangan rupa mereka yang sebermula. Sejak saat itu, satu-satunya cara untuk menjabarkan kondisi mereka adalah bahwa dengan keringat di wajah, dia akan makan roti, dan dalam dukacita dia akan melahirkan anak dan berada di bawah penindasan. Inilah permulaan dan kesimpulan dari dispensasi pertama--dispensasi tanpa dosa.

Pekerjaan pada hari pertama adalah lambang dari dispensasi kedua, dispensasi hati nurani, sebab pekerjaan pada hari itu dengan jelas menunjukkan kondisi sebelum banjir besar. Walaupun terang bersinar, penerangan tersebut tidak menginterfensi ataupun membantu penciptaan. Bersinarnya terang itu hanya mewahyukan kegersangan. Pada saat ini walaupun manusia menerima suatu hati nurani untuk membedakan yang baik dari yang jahat dan memahami benar dan salah, mereka tidak memiliki pertolongan Allah untuk mengekang sifat dosa mereka atau perbuatan dosa yang berasal dari sifat dosa mereka. Selain mewahyukan kedosaan manusia, hati nurani tidak menahan seseorang dari berbuat kejahatan. Pekerjaan hati nurani adalah seperti bersinarnya terang Allah ke dalam orang-orang berdosa; dia mewahyukan satu demi satu kegagalan dari orang-orang berdosa dan dengan sepenuhnya mengekspos bahkan hal yang paling kecil sekalipun. Sama seperti terang hari pertama tidak bisa memberikan bantuan kepada dunia yang gersang, hati nurani juga tidak bisa memberi kita bantuan apa pun.

Pekerjaan pada hari kedua adalah penciptaan cakrawala. Tidak sulit untuk menemukan makna cakrawala di dalam Alkitab. Daniel 4:26 mengatakan, "Segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang memiliki kekuasaan." Menurut Alkitab, cakrawala terutama mengacu kepada posisi otoritas. Air berada di atas cakrawala. Jika kita mempelajari sifat dari air, kita tahu bahwa air adalah substansi yang paling lemah dan paling tidak menentu. Ekspresi "lemah seperti air" mengindikasikan hal ini. Cakrawala dan air bergabung berarti otoritas yang lemah dan tidak menentu. Ada otoritas, tapi lemah dan tidak menentu. Pekerjaan pada hari kedua adalah lambang dari dispensasi pemerintahan manusia. Setelah banjir besar, Allah menyerahkan otoritas untuk memerintah kepada manusia. Sebelum banjir besar, ketika adik Kain mati, dia berkata, "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kej. 4:9). Setelah banjir besar, Allah memerintahkan, "Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia" (9:6). Ini dengan jelas membicarakan pemerintahan manusia sebab Allah menyerahkan otoritas kepada manusia untuk mengeksekusi hukuman mati. Ada otoritas, tapi manusia yang memiliki otoritas selemah air. Perintah itu diserahkan kepada Nuh, tapi tidak lama kemudian Nuh mengekspos kelemahannya sendiri dalam perkara mabuk-mabukan dan tidur dalam ketelanjangan (ay. 21). Walaupun Allah tidak memuji bahwa pekerjaan-Nya pada hari kedua itu baik, tujuan-Nya adalah baik. Pemerintahan manusia didirikan oleh Allah. Dia tidak bisa memberkati pemerintahan manusia, tapi melalui pemerintahan ini Dia bisa membuat manusia menerima berkat.

Pekerjaan pada hari ketiga adalah lambang dari dispensasi janji. Di dalam pekerjaan pada hari ketiga, daratan kering dipisahkan dari samudera. Menurut pengajaran Daniel 7:2-3 dan 17 dan Wahyu 17:15, kita tahu bahwa samudera mengacu kepada bangsa Kafir. Di dalam Alkitab, tanah kering adalah lambang dari bangsa Yahudi. Kita sering bisa melihat hal ini di dalam kitab-kitab para nabi, sebab setiap kali para nabi menyinggung "tanah/negeri ini," itu mengacu kepada tanah/negeri Yehuda. Oleh karena itu, pemisahan daratan kering dari samudera menandakan bani Israel dipisahkan dari bangsa Kafir. Dispensasi janji dimulai dengan pemanggilan Abraham. Panggilan untuk meninggalkan Ur-kasdim adalah seperti daratan kering dipisahkan dari samudera. Dimulai dengan Abraham, bani Israel menjadi umat pilihan khusus Allah. Panggilannya untuk dipisahkan dari bangsa Kafir adalah permulaan dari pemisahan bani Israel oleh Allah. Tujuan Allah dalam memisahkan daratan kering dari samudera adalah supaya dia menghasilkan buah. Ini membawa kita kepada bagian kedua dari pekerjaan di hari ketiga.

Kita sudah menyinggung sebelumnya bahwa pekerjaan pada hari ketiga terbagi menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, Allah memisahkan daratan kering dari samudera; pada bagian kedua, Allah membuat daratan menghasilkan buah. Bagian pertama dari pekerjaan adalah lambang dari dispensasi keempat, dispensasi janji. Bagian kedua dari pekerjaan di hari ketiga adalah lambang dari dispensasi kelima, dispensasi hukum Taurat. Allah memberikan hukum Taurat kepada bani Israel supaya mereka berbuah. Hukum Taurat adalah seperti bajak untuk menggarap tanah dalam-dalam sehingga dia bisa menghasilkan buah. Ketika Allah memberi hukum Taurat kepada bani Israel, maksud sebermulanya adalah supaya mereka berbuah. Air tidak bisa menghasilkan buah. Demikian juga Allah tidak menuntut bangsa Kafir untuk menghasilkan buah kepada-Nya. Allah memperhatikan tanah. Melalui hukum Taurat dia menaburkan benih ke dalam bangsa Israel. Sebagai pemilik tanah, Dia sering mengutus para pelayan-Nya kepada para penggarap tanah untuk meminta buah. Kita tahu bahwa hanya sedikit buah yang dihasilkan oleh bani Israel. Walaupun demikian, Allah memakai mereka untuk menghasilkan buah sebab "keselamatan datang dari bangsa Yahudi" (Yoh. 4:4). Tuhan Yesus adalah seorang manusia yang berada di bawah hukum Taurat (Gal. 4:4). Dia memelihara hukum yang sempurna dan menghasilkan buah yang paling baik. Dia adalah seorang Israel sejati. Sedangkan untuk bani Israel lainnya, mereka akan menghasilkan buah di dalam kerajaan seribu tahun.

Pekerjaan pada hari keempat adalah lambang dari dispensasi keenam, dispensasi kasih karunia. Benda-benda penerang surgawi dengan jelas membicarakan Kristus dan gereja-Nya. Ini mewakili jaman gereja hari ini. Kristus adalah seperti matahari yang muncul di dalam hati manusia melalui kuasa Roh Kudus. Dalam cara ini manusia memahami dan menerima kasih karunia-Nya. Selama periode ini gereja memiliki tanggung jawab untuk memantulkan terang Kristus. Jaman hari ini adalah malam panjang yang sangat gelap. Selama periode ini Kristus telah naik ke surga. Gereja dan kaum saleh adalah satu-satunya benda penerang di bumi. Kita tahu bahwa semua benda penerang ini berasal dari langit. Kita bersinar di hadapan manusia berarti kita seharusnya dilihat sebagai orang-orang dari dunia lain. Orang-orang akan melihat bahwa Kristus itu bukan dari dunia dan bahwa kita juga bukan dari dunia. Kehidupan kita seharusnya juga memikul sifat surgawi dengan Kristus bersinar melalui wajah kita melalui sukacita dan kepuasan kita dalam Dia. Seluruh kesaksian gereja selama jaman kasih karunia ini berhubungan dengan penyinaran ini. Sangat disayangkan bahwa terang hari ini sudah menjadi demikian suram da tidak jelas! Mempelai laki-laki berlambatan, dan terang telah menjadi kabur. Selain dari pelita milik para dara, ada terang apa lagi di dalam dunia? Bersinarnya terang injil adalah karakteristik dispensasi kasih karunia.

Pekerjaan pada hari kelima adalah lambang dari periode kesusahan besar yang dimulai pada akhir jaman gereja. Ada suatu periode pendek di antara akhir dispensasi keenam dan permulaan dari dispensasi ketujuh yang disebut dengan kesusahan besar. Ini adalah waktu pengujian bagi penghuni bumi.

Di dalam pekerjaan hari kelima ini, Allah kembali bekerja pada air (menciptakan makhluk-makhluk di dalam air – red). Pada saat itu gelombang dan ombak bergelora di laut. Situasi ini dijabarkan di dalam Mazmur 93:3-4. "Air bah (the floods) telah mengangkat, ya Tuhan, air bah telah mengangkat suaranya, air bah mengangkat bunyi hempasannya." Ini adalah kondisi sebermula dari hari tersebut. Tapi "dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat Tuhan di tempat tinggi" (Mzm. 93:4).

Ini adalah hari pengujian bagi dunia sebab pada waktu ini Allah akan menjatuhkan ujian kepada seluruh penghuni bumi (Why. 3:10). Samudera mengacu kepada bangsa Kafir. Pada saat itu bangsa Kafir akan menjadi liar dalam cara-cara mereka dan memberontak melawan Tuhan. Oleh karena itu, mereka akan berada di bawah ujian dari Allah. "Di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala yang menimpa bumi ini" (Luk. 21:25b-26a). "Sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar" (Yes. 26:9). Oleh karena itu, samudera akan penuh dengan banyak makhluk hidup. Pada saat itu Allah akan sudah memanggil pulang semua umat surgawi-Nya sebab Allah ingin mempersiapkan umat bumiah-Nya di atas bumi. Walaupun lamanya periode ini tidak akan panjang, Allah akan melakukan pekerjaan persiapan, sebab Dia ingin semua penghuni bumi untuk menikmati berkat di dalam hari-hari dimana kebenaran dan keadilan-Nya meraja.

Sementara penghuni bumi sedang diuji, Allah akan bekerja di udara. Allah tidak hanya menciptakan makhluk hidup di air, Dia juga membuat unggas bersayap di udara pada hari tersebut. Makna rohani dari hal ini tidak sulit untuk dipahami. Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika penghuni bumi, bangsa Kafir, berada di bawah pengujian dan sedang dihakimi oleh Allah, kaum saleh akan diterima oleh Tuhan di udara. "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu?" (Mat. 6:26). "Bukankah burung pipit dijual dua ekor seharga satu receh terkecil? Namun, seekor pun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu....Karena itu, janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit" (Mat. 10:29, 31). Tidakkah ini mengacu kepada orang-orang Kristen? Unggas bersayap sebenarnya adalah hewan di langit. Walaupun kadang-kadang mereka turun ke bumi, pada akhirnya mereka kembali ke rumah. Tempat di mana mereka tinggal dan terbang adalah di udara. Allah telah menetapkan bahwa unggas bersayap bisa terbang di atas bumi di udara. Pada masa kesusahan besar, "Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" (1 Tes. 4:16-17). Unggas bersayap akan segera pulang.

Di dalam pekerjaan hari keenam, Allah menciptakan Adam dan Hawa dan memerintahkan mereka untuk menguasai bumi. Ini adalah lambang dari dispensasi ketujuh, dispensasi kerajaan. Rasul Paulus memberi tahu kita di dalam Roma 5:14 bahwa Adam adalah lambang Kristus yang akan datang. Dia juga memberi tahu kita di dalam Efesus 5:25 dan 32 bahwa Hawa adalah lambang dari gereja, yang akan dipersembahkan kepada Kristus tanpa cacat atau kerut. Selama dispensasi ketujuh, Kristus, sebagai Putra Manusia, akan duduk di atas takhta-Nya bersama umat-Nya (Why. 1:13; 3:21). Pemerintahan ini menyangkut Allah memerintah melalui manusia. Manusia ini adalah manusia Kristus Yesus (1 Tim. 2:5).

Di dalam pekerjaan pada hari tersebut, kita melihat banyak makhluk hidup dihasilkan di bumi. Makhluk hidup di air dan unggas bersayap di udara sudah disinggung. Allah akan memalingkan perhatian-Nya kepada bani Israel lagi. Mereka adalah "daratan." Selama seribu tahun, bukan hanya bangsa kafir yang telah melewati kesusahan besar akan menjadi warganegara dari kerajaan, dan bukan hanya kaum saleh akan meraja bersama Kristus, tapi bani Israel juga akan kembali berjaya. Mereka akan menerima berkat Allah yang telah dinubuatkan melalui para nabi; mereka akan menerima apa yang telah Allah janjikan ketika Dia membuat perjanjian dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. "Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya" (Yes. 27:6). Pada saat itu Allah akan menaburkan Yizreel di bumi (Hos. 2:21b-22a).

Sisa dari hari ketujuh adalah lambang dari langit baru dan bumi baru, dan dari kekekalan setelah seribu tahun. Tujuh dispensasi telah berlalu. Yang tertinggal adalah perhentian/istirahat. Perhentian ini bukan lambang dari seribu tahun, sebab seribu tahun bukan suatu perhentian. Allah berhenti pada hari ketujuh dan tidak bekerja lagi. Tapi seribu tahun masih bukan waktu bagi Allah untuk berhenti; Allah baru akan mendapatkan perhentian pada langit baru dan bumi baru. Oleh karena itu, hari perhentian bukanlah lambang dari seribu tahun.

Tidak ada hari lain lagi setelah hari ketujuh. Seluruh pekerjaan akan sudah selesai. Kedambaan hati dari kehendak Allah akan tergenapi. Dia memberkati hari perhentian. Menurut pemikiran Allah, hanya ada tujuh hari. Tidak perlu melanjutkan hari berikutnya setelah tujuh hari. Pekerjaan penebusan akan sudah digenapi. Segala sesuatu akan sudah digenapi menurut tujuan kekal Allah. Waktu tidak akan diperlukan lagi setelah pekerjaan selesai. Allah akan mengagumi Diri-Nya sendiri dalam segala pekerjaan yang telah Dia buat di antara makhluk ciptaan dan akan memberkati mereka selamanya. Akan tetapi, sebelum langit baru dan bumi baru dengan perhentian kekal tiba, pekerjaan Allah belum lengkap. Mata-Nya berkenan untuk melihat pekerjaan penebusan-Nya diselesaikan selengkapnya. Sebelum selesai, Dia tidak bisa beristirahat. Sungguh, bagaimana Allah bisa mendapatkan perhentian sebelum perampungan tersebut? Dia akan beristirahat ketika Dia melihat umat tebusan-Nya sepenuhnya dipersatukan kepada Dia yang unik dan diutus, menerima segala otoritas dan berkat. Inilah kekekalan. Kekekalan terletak pada kepuasan dan pujian Allah. Kapankah waktunya akan tiba?

SEMINAR SEHARI TENTANG

“NUBUAT AKHIR ZAMAN”

Pada tanggal 25 Maret 2005, di Jl. Panglima Polim Raya 83, Jakarta Selatan 12160

SELAYANG PANDANG

Nubuat akhir zaman yang terbesar adalah nubuat kedatangan Kristus yang kedua kali. Dalam seminar kali ini, kita dapat melihat beberapa nubuat atau tanda kedatangan Kristus yang kedua kali.

7 Tanda Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah :

1. Israel dipulihkan.

2. Eropa bersatu.

3. Kedatangan Anti Kristus.

4. Bangkitnya paham dunia yang baru.

5. Pembangunan kembali bait Allah yang ketiga.

6. Penyerangan Bangsa Israel dari Utara.

7. Perang Harmagedon.

Keterangan :

I. Israel Dipulihkan

1. Kembalinya Bangsa Israel Kedua Kali

Yesaya 11:11-12

(11) Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. (12) Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.

2. Pemulihan Negara Israel 14 Mei 1948

Matius 24:32-34

(32) Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. (33) Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. (34) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.

3. Kota Yerusalem Direbut dalam Peperangan 6 Hari pada tahun 1967

Catatan :

Ayat 32 berkata, "Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat." Pohon ara, melambangkan bangsa Israel, yang terkutuk dalam 21:19, pada waktu bangsa Israel dipulihkan, melalui musim dingin yang panjang, dari abad pertama sampai tahun 1948 sebelum Masehi. Sebab itulah ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas. Pohon ara inilah suatu tanda akhir zaman ini dan tanda bagi kaum imani. Menjadi lembut melambangkan bahwa hayat telah kembali dan mulai bertunas melambangkan aktivitas lahiriah. Musim dingin melambangkan saat menjadi kering, masa siksaan besar (24:7-21). Musim panas melambangkan zaman kerajaan yang telah terpulihkan (Luk. 21:30-31), yang akan dimulai pada kedatangan Tuhan yang kedua kali.

Ayat 33 berkata, "Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu." Semuanya ini menunjukkan perkara-perkara yang dinubuatkan dalam ayat 7 sampai dengan 32. "Waktunya" menerangkan waktu kerajaan Israel yang terpulihkan (Kis. 1:6), dilambangkan oleh musim panas dalam ayat 32.

Hari ini pemugaran Israel masih belum penuh. Dilihat dari keadaan penduduk dan wilayahnya, nyatalah bahwa pemulihan Israel belum penuh. Bani Israel dan bangsa Arab bertengkar tentang wilayah barat sampai Yordan dan dataran tinggi Golan. Menurut Alkitab dataran tinggi Golan, dekat dengan Gunung Hermon, dan daerah barat Yordan termasuk wilayah tanah permai yang akan dimiliki oleh Israel. Tuhan itu maka berdaulat dan Dia mengetahui situasi antara Israel dan Arab. Ia mengetahui bahwa pemugaran bangsa Israel belum penuh. Pemugaran bangsa Israel semakin lama semakin penuh, yang akan mencapai kepenuhan total menjelang tibanya Kerajaan Seribu Tahun.

II. Eropa Bersatu dan Kedatangan AntiKristus

1. Wahyu Patung Besar yang dilihat oleh Daniel

Daniel 2:36-45 :

(36) Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja: (37) Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, (38) dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu--tuankulah kepala yang dari emas itu. (39) Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. (40) Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. (41) Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. (42) Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. (43) Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. (44) Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, (45) tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

Isi dari mimpi Nebukadnezar adalah satu patung manusia besar dan nasibnya. Visi patung manusia besar di dalam pasal ini adalah visi pengendali di dalam kitab Daniel. Patung besar ini melambangkan agregat pemerintahan manusia sepanjang sejarah manusia, dari permulaan pemerintahan manusia di Babel (Babilon) di tanah Sinear (Kej. 10:8-10; 11:1-9), seperti yang dilambangkan oleh kepala patung itu, sampai diakhirinya pemerintahan manusia di dalam sejarah manusia di Kekaisaran Roma dengan sepuluh raja (lihat cat. 321, alenia 2), seperti yang dilambangkan oleh sepuluh jari kaki (ay. 40-44a; 7:24; Why. 13:1; 17:12). Sejak permulaannya sampai kesudahannya, pemerintahan manusia selalu melakukan tiga hal: memberontak melawan Allah, meninggikan manusia, dan menyembah berhala (Kej. 11:4 dan cat. 2).

Kepala dari emas (ay. 37-38), berhubungan dengan binatang pertama, di dalam 7:4. melambangkan Nebukadnezar, penemu dan raja Babel (1750 SM – 540 SM). Dada dan lengan dari perak (ay. 39a), berhubungan dengan binatang kedua di dalam 7:5, melambangkan Media-Persia (550 SM – 330 SM), dan perut dan paha dari perunggu (ay. 39b), berhubungan dengan binatang ketiga di dalam 7:6, melambangkan Yunani (600 SM – 150 SM), termasuk Makedonia. Kaki dari besi dan kaki sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat (ay. 33), berhubungan dengan binatang keempat di dalam 7:7-8, melambangkan Kekaisaran Romawi (30 SM – 476 M) dan sepuluh rajanya (476 M – 2000 M) yang terakhir (ay. 40-44a; 7:7-11, 19-26; Why. 17:7-13).

Menurut patung di dalam pasal ini, di pandangan Allah semua pemerintahan manusia sepanjang sejarah manusia disusun dari empat kekaisaran: Kekaisaran Babel, Kekaisaran Media-Persia, Kekaisaran Makedonia-Yunani, dan Kekaisaran Roma. Permulaan pemerintahan manusia adalah di Babel (Babilon), yang dibangun oleh Nimrod (Kej. 10:8-10), dan akhir pemerintahan manusia akan ada kebangunan Kekaisaran Roma di bawah Antikristus. Walaupun bentuk dan penampilan Kekaisaran Roma lenyap, kebudayaan, roh, dan esens dari Kekaisaran Roma berlanjut sampai hari ini (lihat cat. 121 di dalam ps. 7). Pada permulaan kesusahan besar (Mat. 24:21) bentuk dan penampilan Kekaisaran Roma akan dipulihkan di bawah Antikristus. Menurut kitab Daniel dan Wahyu, Kaisar terakhir dari Kekaisaran Roma, yang akan didukung oleh sepuluh raja (Why. 17:10-12 dan cat.). Maka, agregat kekaisaran manusia yang dimulai dengan Nimrod di Babel akan rampung dengan Antikristus dan sepuluh rajanya.

Jika kepala patung manusia besar itu adalah Babel, seluruh patung juga harus Babel. Di mata Allah, seluruh pemerintahan manusia dari Nimrod sampai Antikristus adalah Babel. Di bawah Antikristus, Kaisar terakhir, Kekaisaran Roma akan menjadi Babel politik dan agama (Why. 17–18).

Dua kaki dari besi melambangkan Kekaisaran Roma bagian timur dan bagian barat, dan telapak dan jari, sebagian besi dan sebagai tanah liat (ay. 41-43), melambangkan bangsa-bangsa selama periode setelah jatuhnya Roma dan sebelum kedatangan kembali Kristus. Bangsa-bangsa ini sebagian autokrasi dan dan sebagian demokrasi. Sepuluh jari patung itu melambangkan sepuluh raja yang dibangunkan dan Kekaisaran Roma yang dipulihkan di bawah Antikristus (ay. 44a; 7:7, 24; Why. 17:12). Periode-periode sejarah yang dilambangkan oleh tiga bagian pertama patung manusia besar ini dan dua kaki telah digenapi, tetapi periode yang dilambangkan oleh sepuluh jari belum digenapi. Hal ini akan digenapi pada akhir zaman ini.

Nasib patung manusia besar adalah dihancurkan oleh batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia (ay. 34-35a, 44b-45). Batu ini adalah Kristus. Melalui penyaliban-Nya, Kristus dipotong oleh Allah melalui diletakkan kepada kematian (Za. 3:9; Kis. 2:23), dan kebangkitan-Nya (Kis. 2:24) Dia dipotong untuk menjadi batu dalam tiga aspek: batu fondasi dan batu penjuru untuk pembangunan gereja (Yes. 28:16; Mat. 21:42), batu sandungan untuk orang Yahudi yang tidak percaya (Yes. 8:14; Mat. 21:44a; Rm. 9:33), dan batu penghancur untuk menghancurkan totalitas pemerintahan manusia (Mat. 21:44b). Ketika Kristus datang sebagai batu penghancur, Dia tidak akan datang sendirian; sebaliknya, Dia akan datang bersama para pemenang-Nya, mempelai perempuan-Nya, perluasan-Nya, sebagai pejuang-Nya (Yoh. 3:29-30; Why. 17:14; 19:7-8, 11, 14). Selama zaman gereja, zaman rahasia, Kristus membangun gereja untuk menjadi mempelai perempuan-Nya (Ef. 5:25-29). Sebelum Dia turun ke bumi, Kristus akan memiliki satu pernikahan, yang di dalamnya Dia akan menikahi para pemenang (Why. 19:7-9), mereka yang telah berperang melawan musuh Allah selama bertahun-tahun dan yang telah siap mengalahkan si jahat (cf. Why. 12:11). Setelah pernikahan-Nya, Dia sebagai Suami akan datang bersama pengantin baru-Nya untuk menghancurkan Antikristus, yang dengan pasukannya akan berperang melawan Allah secara langsung (Why. 17:14; 19:19).

Pada penampakkan-Nya sebagai batu yang dipotong Allah, Kristus dengan para pemenang-Nya–Kristus yang koporat–akan memukul sepuluh raja bersama Antikristus (Why. 19:11-21), dengan demikian dihancurkannyalah patung besar itu dari jari kaki sampai kepala (ay. 35). Ini akan menjadi penghakiman universal Kristus pada agregat pemerintahan manusia dari Antikristus kembali ke Nimrod, maka berakhirlah zaman pemerintahan manusia di bumi di dalam ciptaan lama dan permulaan zaman kekuasaan Allah atas seluruh bumi di dalam Kerajaan Seribu Tahun dan di dalam langit baru dan bumi bari selama-lamanya. (Ini melambangkan pengrusakan lengkap semua pemerintahan manusia dari Nimrod sampai Antikristus.)

Gunung besar di sini melambangkan kerajaan kekal Allah, yang akan memenuhi seluruh bumi selama-lamanya (ay. 44; 7:13-14). Setelah datang untuk menghancurkan agregat pemerintahan manusia, Kristus yang korporat–Kristus bersama mempelai perempuan pemenang-Nya–akan menjadi satu gunung besar untuk memenuhi seluruh bumi, membuat seluruh bumi menjadi kerajaan Allah. Maka patung manusia besar akan digantikan dengan kerajaan kekal Allah di bumi (Why. 11:15-17).

Perluasan batu menjadi satu gunung besar melambangkan perluasan Kristus (cf. Yoh. 3:29-30). Gereja adalah perluasan Kristus di dalam hayat, tetapi kerajaan kekal Allah adalah perluasan Kristus di dalam administrasi (Mrk. 4:26-29). Maka itu, Kristus adalah sentralitas pergerakan Allah, dan sebagai gunung besar, Dia adalah universalitas. Maka itu, Dia adalah Sang almuhit, Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu (Ef. 1:23).

2. Keempat Binatang dan Anak Manusia yang dilihat Daniel di pasal 7.

Empat angin dari langit menandakan pergerakan langit dari empat arah, mengguncangkan Laut Besar menandakan mengguncangkan situasi politik di sekitar Laut Tengah, dan empat binatang yang keluar dari laut menandakan empat raja dan kekaisarannya yang besar, bengis, kejam, dan tidak manusiawi (ay. 17). Empat angin ini adalah “dari langit” bukan berarti bahwa langit adalah sumber dari empat binatang tetapi langit mengarahkan situasi yang menghasilkan mereka.

Yang dimaksud yaitu, Laut Tengah. Laut menandakan bangsa-bangsa Kafir (ay. 3, 17; Why. 17:15). Ekonomi Allah di dalam ciptaan-Nya adalah untuk membuat wilayah Mediterania inti kebudayaan sampai zaman Kolombus. Kebudayaan manusia telah menjadi laut besar yang penuh angin dan badai.

Dalam mimpi Nebukadnezar (2:31-45) pemerintahan manusia di bumi dilambangkan oleh patung manusia besar yang penuh kemuliaan dan semarak. Di dalam visi nabi Allah, Daniel di dalam pasal ini, kepala pemerintahan manusia di bumi, dan pemerintahan-pemerintahannya sendiri, dilambangkan oleh binatang buas.

Binatang pertama berhubungan dengan kepala emas dari patung manusia besar di dalam 2:32a, 36-38, melambangkan Babel dengan rajanya, Nebukadnezar. Binatang ini seperti seekor singa, raja binatang buas, menandakan bahwa binatang ini sangat bengis dan kejam, dan binatang ini memiliki sayap burung rajawali, raja unggas, menandakan bahwa binatang ini ada di udara, yang dimiliki Satan, pemerintah angkasa (Ef. 2:2), dan pergerakkannya cepat. Sayapnya tercabut menandakan bahwa kekuatan pergerakannya telah diambil dan menjadi seperti seekor binatang di padang, seperti yang disebutkan di dalam 4:23-25a, 33. Binatang ini menjadi seperti manusia yang berdiri di bumi dengan hati manusia, seperti ditunjukkan di dalam 4:25b, 32b, 34a.

Binatang kedua berhubungan dengan dada dan lengan perak patung manusia besar di dalam 2:32b, 39a, melambangkan Media-Persia. Binatang ini mirip seekor beruang menandakan bahwa binatang ini tidak sekuat dan secepat singa tetapi binatang ini masih bengis dan kejam. Binatang ini dibangun pada satu rusuknya menandakan bahwa Media dan Persia menjadi satu kekuasaan. Tiga tulang rusuk di mulutnya di antara giginya menandakan bahwa tiga kerajaan, Babel, Asia Kecil, dan Mesir, diganyang olehnya. Binatang ini diperintahkan untuk bangun dan banyak makan daging menandakan bahwa ia akan mengganyang banyak bangsa.

Binatang ketiga berhubungan dengan perut dan paha tembaga patung manusia besar di dalam 2:32c, 39b, melambangkan Yunani dengan rajanya, Aleksander Agung. Binatang ini seperti sekor macan tutul menandakan bahwa binatang ini bengis, kejam, dan cepat (Hab. 1:8a). Binatang ini memiliki empat sayap burung di punggungnya menandakan raja ini cepat dengan sarana keempat jenderalnya. Binatang ini memiliki empat kepala, menandakan bahwa empat sayap untuk kecepatan menjadi empat kepala, empat jenderal yang menjadi kepala empat kerajaan. Setelah kematian Aleksander Agung, empat jenderalnya memecah kekaisarannya menjadi empat kerajaan (lihat cat. 82 di dalam ps. 8). Binatang ini diberi kuasa menandakan bahwa ia diberi otoritas untuk memerintah bangsa-bangsa.

Binatang keempat berhubungan dengan kaki besi dan telapak dan jari-jari, sebagian besi dan sebagian tanah liat dari patung manusia besar di dalam 2:33, 40-43, melambangkan Kekaisaran Roma, dan khususnya Antikristus, Kaisar terakhir Kekaisaran Roma (Why. 17:7-11). Ini adalah binatang yang disingkapkan di dalam Why. 13:1-2. Binatang keempat adalah menakutkan dan dahsyat dan sangat kuat, seperti dilambangkan oleh besi. Binatang ini memiliki gigi besar dari besi dan cakar dari tembaga untuk melahap, meremukkan dan menginjak yang tersisa di bawahnya (ay. 19, 23) menandakan bahwa ia memiliki kekuatan yang besar untuk menelan dan menghancurkan bangsa-bangsa. Binatang ini memiliki sepuluh tanduk melambangkan bahwa ia memiliki sepuluh raja (ay. 24; Why. 17:12-13), yang adalah sepuluh jari kaki patung manusia besar di dalam ps. 2.

Satu tanduk kecil tumbuh di antara sepuluh tanduk, dan tiga dari tanduk-tanduk itu tercabut (ay. 20b, 24). Ini melambangkan bahwa Antikristus akan muncul dari antara sepuluh raja dan sebelum dia ada tiga dari mereka yang akan dihancurkan. Dengan jalan ini Antikristus akan menjadi tanduk yang kuat.

Pada tanduknya memiliki mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong (ay. 20c, 25a). Ini melambangkan bahwa Antikristus akan memiliki pandangan yang tajam untuk memperhatikan sesuatu dan mulut yang menyombong melawan Allah (Why. 13:5a, 6). Karena hal ini, Antikristus akan disembelih, dan tubuhnya akan dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar (ay. 11; Why. 19:20).

Api di sini dan di dalam ay. 10 berarti bahwa Allah mutlak benar dan samasekali kudus (Ibr. 12:29). Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Tuhan atau mengontaki Dia (Ibr. 12:14 dan cat.).

Satu pengadilan khusus, dengan takhta Allah sebagai intinya, telah didirikan di alam semesta untuk menghakimi empat kekaisaran manusia yang dilambangkan oleh empat binatang buas (ay. 26). Segala sesuatu yang dihakimi oleh pengadilan ini akan dicampakkan ke dalam api yang membakar.

Meskipun kekuasaan dan otoritas Babel, Persia, dan Yunani di cabut, hidupnya, yaitu kebudayaannya, akan diperpanjang masih tinggal. Karena setiap kekaisaran dikalahkan, kebudayaannya diadopsi oleh kekaisaran penerusnya. Hari ini kebudayaan dunia adalah kebudayaan Romawi, namun, menjadi satu kumpulan kebudayaan, isinya kebudayaan Babel, Persia, dan Yunani.

Mengenai penghakiman-Nya, Allah telah memberi semua kuasa dan otoritas kepada Yesus Kristus sebagai Anak Manusia (Yoh. 5:22, 27). Maka, ay. 13-14 menggambarkan kedatangan Kristus, Anak Manusia. Kedatangan di sini adalah kenaikan Kristus setelah Dia merampungkan pekerjaan penebusan (Kis. 1:9; cf. Why. 5:6 dan cat. 1).

Di dalam kenaikan-Nya, Kristus sebagai Anak Manusia berada di hadapan takhta Allah untuk menerima kekuasaan dan kerajaan. Setelah Dia menerima kerajaan dari Allah, Dia akan datang kembali untuk memerintah atas seluruh dunia (Luk. 19:12, 15). Kedatangan Kristus akan mengakhiri seluruh pemerintahan manusia di bumi dari akhir sampai permulaannya, dan hal ini akan mendatangkan kerajaan kekal Allah (2:34-35, 44).

Seperti dinyatakan di dalam visi Daniel, Kristus merampungkan penebusan dan kemudian dengan segera datang kepada Allah di dalam kenaikan untuk menerima kerajaan (cf. Why. 5:6-7). Ini adalah menurut pandangan Allah, yang di dalamnya tidak ada elemen waktu. Seperti Abraham, Daud, dan nabi lainnya, Daniel tidak melihat rahasia gereja, yang tersembunyi dari zaman ke zaman dan dari generasi ke generasi tetapi disingkapkan kepada para rasul dan nabi Perjanjian Baru (Ef. 3:3-11). Dia tidak menyadari bahwa di antara penampakkan Kristus yang pertama dan kedua akan ada satu periode waktu yang mana Allah akan mengerjakan pekerjaan yang ajaib dan rahasia berdasarkan penebusan Kristus. Pekerjaan ini adalah untuk melahirkan kembali umat tebusan-Nya dan kemudian menguduskan mereka, memperbaharui mereka, mengubah mereka, dan menyerupakan mereka kepada gambar mulia Kristus (1 Ptr. 1:3; 1 Tes. 5:23; 2 Kor. 4:16; Rm. 8:29). Cf. cat. 11, alenia 3 di dalam Yes. 61.

Antikristus akan berperang dengan orang-orang kudus, menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi selama tiga setengah tahun, dan mengalahkan mereka (ay. 21, 25; Why. 13:7a dan cat.).

III. Bangkitnya Paham Dunia yang Baru

1. Matius 7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

2. Matius 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

3. Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

4. 2 Petrus 2 : 1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

5. 1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

IV. Pembangunan Kembali Bait Allah yang Ketiga

1. 2 Tesalonika 2 : 3 - 4 : (3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

2. Matius 24 : 15 : Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya.

Catatan :

Bait Allah yang di 2 Tes. 2:4, adalah tempat kudus yang ada di Mat. 24:15. Hal ini menunjukkan bahwa bait Allah akan dibangun kembali sebelum Tuhan datang kembali.

"Pembinasa" berarti berhala (Bil. 29:17). Yang menunjukkan patung antikristus yang didirikan dalam Bait Allah sebagai berhala (Why. 13:14-15; 2 Tes. 2:4) pada permulaan kesengsaraan besar (ay. 21). Antikristus beserta nabi palsunya akan memaksa orang menyembah berhala ini. Pendirian berhala akan menandai permulaan kesengsaraan besar yaitu akhir zaman.

Banyak orang Kristen tidak mengerti jelas tentang kalimat "Pembinasa keji". Sebagaimana kita nampak, pembinasa di sini berarti berhala, patung antikristus yang didirikan di tempat kudus. Menurut Wahyu 13, patung ini mampu berbicara. Sebelum saat itu tidak satu pun berhala bisa berbicara. Bahasa Yunani menerjemahkan "keji" dengan arti "membuat keji", "mengejikan". Pembinasa, berhala antikristus, akan menyebabkan kekejian. Antikristus disebut penghancur (Apollyon, Why. 9:11); yang akan banyak melakukan penghancuran/perusakan (Dan. 8:13, 23-25; 9:27). Segera setelah antikristus mendirikan patungnya dan memaksa orang menyembahnya, ia akan mulai merusak semua perkara agamawi. Di samping itu, berhala ini akan membangkitkan amarah Tuhan dan Ia akan datang untuk menghancurkan antikristus dan pasukannya. Inilah yang ditunjukkan oleh kalimat "Pembinasa keji".

Patung ini akan berdiri dalam tempat kudus. Tempat kudus di sini berarti Bait Suci (Mzm. 63:35, Yeh. 7:24; 21:2). Ini menunjukkan bahwa antikristus akan mendirikan patungnya dalam Bait Suci.

V. Penyerangan Bangsa Israel dari Utara

1. Wahyu 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.

Catatan :

Menurut Yehezkiel 38:2-3 dan 39:1-2, Gog dan Magog pasti mengacu kepada Rusia. Yehezkiel 38:2 (American Standard Version) menyatakan bahwa Gog dan Magog adalah miliki Rosh, Mesekh, dan Tubal. Rosh sama dengan Rusia; Mesekh sama dengan Moskow; Tubal sama dengan Tobolsk. Yehezkiel 39:2 (ASV) mengatakan tempat-tempat tersebut ada di lokasi yang paling utara. Perihal Gog dan Magog yang dibicarakan dalam Yehezkiel 38 dan 39, akan terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun, sedangkan yang tercantum mengenai mereka dalam Wahyu 20 akan terjadi setelah Kerajaan Seribu Tahun. Wahyu 20:8 menampakkan bahwa penyesatan Iblis atas bangsa-bangsa di keempat penjuru bumi adalah penyesatannya terhadap Gog dan Magog. Ini mungkin menunjukkan bahwa dalam pemberontakan terakhir manusia terhadap Allah yang dikarenakan hasutan Iblis, Gog dan Magog akan bertindak sebagai pemimpin dan bangsa-bangsa akan mengikuti mereka.

Ayat 9 mengatakan bahwa bangsa-bangsa akan mengepung kemah orang-orang kudus dan kota yang dikasihi. Perkemahan orang-orang kudus adalah tempat tinggal sementara kaum beriman pemenang, pasukan surgawi (19:14) yang berkemah di bumi. Kita, pasukan surgawi, akan berkemah di sana, dan bangsa-bangsa di bawah pengaruh Gog dan Magog akan menyerang kita. Kota yang dikasihi adalah Kota Yerusalem, tempat tinggal bangsa Israel yang tersisa. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, kaum beriman pemenang dan bangsa Israel yang tersisa adalah umat Allah yang setia di bumi, berdiri di pihak Allah dan bagi Allah. Pada akhir Kerajaan Seribu Tahun, Iblis akan menghasut umat manusia pemberontak dari tempat yang paling utara untuk menyerang umat Allah. Iblis sangat membenci kedua tempat ini, perkemahan orang-orang kudus dan kota yang dikasihi! Akan tetapi, api akan turun dari langit dan menghanguskan pemberontak-pemberontak itu. Puji Tuhan, Dia dengan mudah menaklukkan orang-orang yang menyerang itu!

VI. Perang Harmagedon

1. Wahyu 16:16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Catatan :

Harmagedon atau Armagedon. Dalam bahasa Ibrani, Har berarti bukit atau gunung, dan Megiddon, yaitu Megido (Hak. 5:19; 2Raj, 23:29; Za. 12:11) berarti membantai, menyembelih. Bila digabung menjadi, bukit pembantaian, bukit penyembelihan.

Sewaktu Kristus datang secara terbuka dari angkasa ke bumi, Antikristus akan mencoba memusnahkan seluruh bangsa Israel. Untuk maksud itu, Antikristus akan menghimpun pasukannya ke suatu tempat yang disebut Harmagedon (16:16). Keadaan tersebut sesuai dengan kehendak Allah, karena Allah berencana mengumpulkan seluruh tentara dunia di Harmagedon dan memusnahkan mereka di sana untuk membersihkan bumi dari mereka. Antikristus bermaksud menggunakan pasukannya untuk memusnahkan bangsa Israel. Bangsa Israel akan dikepung oleh pasukan Antikristus sehingga tak ada jalan untuk melarikan diri. Pada saat itu, ketika menemui jalan buntu, Tuhan akan menampakkan diri seperti kilatan cahaya dan menjejakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun (Za. 14:4). Sebelumnya, bangsa Israel tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi ancaman dari pasukan Antikristus itu akan memaksa mereka bertobat. Sewaktu Tuhan Yesus menjejakkan kaki-Nya di Bukit Zaitun, bukit itu akan terbelah menjadi dua. Hal itu akan menyebabkan terbukanya jalan untuk melarikan diri bagi orang-orang Yahudi yang dianiaya dan yang kemudian bertobat, menangis, dan mengakui apa yang telah mereka perbuat ketika menyalibkan Tuhan

Keterangan lebih lanjut :

Ketika Tuhan Yesus datang secara terbuka, Ia akan datang dengan kaum saleh pemenang untuk berperang melawan Antikristus dan tentaranya di Harmagedon (19:11-21; 17:13-14; 16:12-16; Za. 14:3, 5; 2 Tes. 2:8). Hal itu mengacu kepada memeras anggur murka Allah (19:15; 14:18-20). Di Harmagedon, seluruh tentara dunia akan berkumpul. Ada yang datang dari Timur Jauh, ada yang dari Utara, dan ada pula yang dari Eropa. Bersatunya mereka itu terjadi sesuai dengan hikmat Allah. Terakhir, semua kekayaan dunia akan dipusatkan ke Timur Tengah, dan semua bangsa itu akan dicengkam oleh ketamakan. Ketika seluruh tentara di bumi berkumpul di Harmagedon, Tuhan akan duduk di angkasa mengamati mereka dan berkata, "Sudah siapkah kalian?" Bila kita sampai pasal 14, kita akan nampak bahwa berkumpulnya seluruh pasukan itu adalah pengumpulan semua buah anggur untuk dimasukkan ke dalam kilangan. Dalam pandangan Allah, semua pasukan di bumi seperti buah anggur, dan Harmagedon akan menjadi kilangan anggur yang besar. Sewaktu raja-raja, para jendral, dan para pemimpin menghimpun seluruh pasukannya di Harmagedon, mereka akan seperti buah anggur yang dikumpulkan ke dalam kilangan anggur. Kemudian Tuhan akan turun untuk menginjak kilangan anggur Allah itu, dan dari kilangan itu mengalir darah. Betapa besar jumlah orang-orang jahat yang akan mati terbunuh di sana saat itu! Itu akan terjadi pada saat kedatangan Tuhan secara terbuka untuk mengakhiri kekuatan seluruh dunia. Setelah itu, tidak ada lagi perang di bumi ini.

Wahyu 16:13 dan 14 mengatakan, "Lalu aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa." Ayat 16 pasal yang sama mengatakan, "Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon." Peristiwa pengeringan sungai besar Efrat merupakan akibat ditumpahkannya cawan keenam. Melalui sebutan sungai besar Efrat dalam pasal 9 dan 16, kita nampak bahwa kedua ratus juta pasukan berkuda dalam sangkakala keenam berkaitan dengan cawan keenam dari sangkakala ketujuh untuk mengumpulkan pasukan tentara dunia ke Harmagedon. Kedua ratus juta pasukan berkuda yang berasal dari arah timur dan pasukan tentara dari arah utara dan barat akan dikumpulkan bersama-sama di sana. Allah akan menghimpun seluruh tentara di bumi di satu tempat. Inilah hikmat-Nya. Hal itu akan terjadi pada cawan keenam, yang merupakan bagian celaka akibat sangkakala ketujuh. Pada saat yang sama, Iblis dengan sekuat tenaga berusaha merusak manusia, dan Antikristus akan menganiaya umat Allah dan bahkan berperang melawan Allah, melakukan sebisa mungkin untuk merusak bumi. Karena itu, Allah akan mengirimkan penghakiman-Nya atas bumi. Selama tiga setengah tahun yang terakhir, Iblis dan Antikristus dengan sekuat tenaga berusaha menyiksa orang-orang, dan Allah akan menghakimi bumi. Betapa mengerikannya bumi saat itu!

Setelah sungai besar Efrat dikeringkan, raja-raja dari timur beserta pasukan tentaranya menyeberang sungai itu menuju Harmagedon. Harmagedon sangat dekat dengan Yerusalem. Seperti yang telah kita lihat, seluruh tentara dunia akan berkumpul di sana untuk merampas segala kekayaan yang terdapat di tempat itu. Banyak bangsa di daerah itu menjadi kaya karena sumber minyak mereka. Namun sesungguhnya hal itu merupakan pengaturan ilahi Allah untuk mengumpulkan mereka seperti mengumpulkan anggur di tempat pemerasan anggur (14:17-20; 19:15). Wahyu 19:15 mengatakan, Kristus akan "memeras anggur dalam gilingan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa." Dalam pasal 14, pertama-tama ada buah sulung (ayat 1, 4), kedua, tuaian (ayat 15-16), dan ketiga, penggilingan anggur (ayat 18-19). Ayat 20 mengatakan, "Buah-buah anggur itu digiling di luar kota dan dari gilingan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil." Pengumpulan pasukan tentara seluruh dunia di tempat yang disebut Harmagedon adalah seperti mengumpulkan anggur-anggur di penggilingan anggur. Semua anggur akan dikumpulkan ke dalam gilingan besar murka Allah. Sewaktu Kristus kembali ke bumi, Ia akan memusnahkan pasukan-pasukan yang jahat itu ke dalam gilingan anggur murka Allah. Hasilnya adalah sungai darah setinggi kekang kuda, kira-kira dua ratus mil jauhnya.

Kita telah nampak bahwa tiga belas bulan, satu hari, dan satu jam mungkin merupakan waktu yang ditempuh kedua ratus juta orang berkuda yang berangkat dari "arah terbitnya matahari" ke Timur Tengah. Sambil berjalan, mereka akan membunuh sepertiga bagian dari umat manusia. Pembantaian itu sungguh mengerikan. Ketika pasukan berkuda ini sampai ke sungai besar Efrat, tidak lama sebelum terjadi peperangan di Harmagedon, isi cawan keenam akan dituangkan. Catatan ini sangatlah serius. Catatan sejarah ini telah ditulis sebelum semua itu terjadi. Para penulis dunia ini berwawasan sempit, dangkal, dan bebal. Tuhan sendirilah yang telah menuliskan catatan sejarah manusia ini.

Kita tahu bahwa sangkakala kelima yang sebagai celaka yang pertama akan menandai dimulainya kesusahan besar dan sangkakala keenam sebagai celaka yang kedua akan melanjutkan kesusahan besar itu. Kita telah nampak bahwa sangkakala keenam akan berkaitan dengan cawan keenam. Ringkasnya, kita telah diberi visi yang jelas tentang masa yang akan datang. Setelah meterai keenam dibuka, di bumi ini tidak ada satu pun yang baik buat kita. Bersiap-sedialah! Bumi akan diguncangkan, laut akan dirusak, sungai-sungai akan dijadikan pahit airnya, dan benda-benda langit akan dibuat-Nya gelap. Terakhir, Iblis dan Antikristus akan bekerja sama untuk menyiksa umat manusia selama lima bulan. Berikutnya, pada saat sangkakala keenam ditiup, dua ratus juta pasukan berkuda akan mulai melintasi sebagian besar bumi sambil membunuh sepertiga bagian dari umat manusia, di sepanjang jalan yang mereka lalui. Terakhir, seluruh pasukan tentara dunia akan dikumpulkan di suatu tempat yang disebut Harmagedon. Kemudian, anggur-anggur ini, yaitu tentara dunia, akan digiling oleh Kristus dalam gilingan anggur murka Allah.

Selain 7 tanda di atas, masih ada beberapa tanda yang bisa ditambahkan, seperti nubuat Tuhan Yesus di Matius 24.

1. Yaitu terjadinya peperangan, deru peperangan, kelaparan dan gempa bumi

Ayat 6 berkata, "Kamu akan mendengar tentang deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun, waspadalah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya." Peperangan di sini menunjukkan semua peperangan dari abad pertama hingga sekarang. Peperangan-peperangan ini dilambangkan oleh kuda meterai kedua dalam Wahyu 6:3-4. Banyak peperangan berkecamuk di daerah Lautan Tengah, tempat tanah permai berada.

"Kesudahannya" dalam ayat 6 ialah pengakhiran zaman ini (ay. 3; dan 12:4, 9, 6-7), yang adalah tiga setengah tahun kesengsaraan besar. Ingatlah dalam ayat-ayat ini Tuhan memberi petunjuk-petunjuk akhir zaman.

Ayat 7 berkata, "Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat." "Bangsa" menunjukkan rakyat yaitu orang kafir, dan "kerajaan" menunjukkan penguasa. Bangsa bangkit melawan bangsa, atau rakyat melawan rakyat, menunjukkan perang sipil, sedangkan kerajaan bangkit melawan kerajaan menunjukkan peperangan internasional. Di samping itu timbul banyak bala kelaparan sebagian besar akibat peperangan. Menurut sejarah, peperangan selalu mendatangkan kelaparan sebagian besar akibat peperangan. Menurut sejarah, peperangan selalu mendatangkan kelaparan, yang dilambangkan oleh kedatangan kuda hitam meterai ketiga dalam Wahyu 6:5-6. Sebagai contoh, Negara Jerman telah dikalahkan dalam Perang Dunia I oleh karena kekurangan makanan. Jadi akibat peperangan ialah kelaparan dan kematian.

Tuhan pun mengatakan bahwa akan terdapat gempa bumi di berbagai tempat. Sejak kenaikan Kristus, gempa bumi semakin meningkat dari abad ke abad dan akan semakin hebat pada akhir zaman ini (Why. 6:12; 8:5; 11:13,19; 16:18). Nampaknya setiap tahun terdapat lebih banyak gempa bumi daripada tahun-tahun sebelumnya.

2. Injil Kerajaan Diberitakan di Seluruh Dunia Menjadi Kesaksian Bagi Semua Bangsa

Ayat 14 berkata, "Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."Injil kerajaan, mencakup Injil kasih karunia (Kis. 20:24), tidak saja membawa orang dalam keselamatan Allah, tetapi juga ke dalam Kerajaan Surga (Why. 1:9). Injil kasih karunia ditekankan pada kasih karunia pengampunan dosa, penebusan Allah, dan hidup kekal, sedangkan penekanan Injil kerajaan adalah pada penguasaan surgawi Allah dan kekuasaan Tuhan. Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi sebagai suatu kesaksian kepada seluruh bangsa sebelum datangnya pengakhiran zaman ini. Injil kerajaan adalah suatu kesaksian kepada semua bangsa, orang-orang kafir. Kesaksian ini harus disebarluaskan ke seluruh bumi sebelum akhir zaman ini, sebelum kesengsaraan yang amat besar.

3. Tak Seorang pun Mengetahui Hari Itu dan Saat Itu Kecuali Bapa

Ayat 36 berkata, "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." Putra berdiri pada posisi Anak Manusia (ay. 37), tidak mengetahui hari dan saat Dia kembali.

4. Kedatangan Kristus Sebagaimana Halnya Pada Zaman Nuh

Ayat 37 berkata, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." Banyak orang Kristen salah mengerti ayat ini. Kedatangan (parousia) Tuhan akan seperti pada zaman Nuh. Ini menunjukkan bahwa situasi parousia Tuhan adalah sejangka waktu yang serupa dengan zaman Nuh.

Ayat 38 dan 39 berkata, "Sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu apa-apa, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."Kata "sebab" dalam ayat ini menunjukkan bahwa ayat ini merupakan penjelasan mengapa dan bagaimana parousia Tuhan itu serupa dengan zaman Nuh. Karena pada zaman Nuh terdapat kondisi sebagai berikut: orang menjadi mabuk, makan, minum, kawin, dan dikawinkan; dan mereka tidak mengetahui apa-apa sampai air bah datang dan melenyapkan mereka. Sepanjang parousia Tuhan, keadaan orang-orang akan sama dimabukkan oleh kebutuhan hidup dan tidak mengetahui bahwa hukuman Allah (dilambangkan oleh air bah) akan menimpa mereka oleh kedatangan Tuhan. Namun kaum imani seharusnya sadar dan dengan jelas mengetahui bahwa Kristus akan datang untuk melaksanakan hukuman Allah atas dunia yang bejat ini.

Makan, minum, dan kawin asalnya ditakdirkan oleh Allah untuk eksistensi manusia. Tetapi karena hawa nafsu manusia, setan memperalat kebutuhan hidup manusia ini untuk menindas manusia sehingga mereka menjauhkan diri dari kepentingan Allah. Menjelang akhir zaman, situasi ini akan lebih intensif lagi dan akan mencapai klimaksnya menjelang parousia Tuhan.

Keadaan lahiriah yang paling nyata pada zaman sebelum air bah ialah makan, minum, kawin, dan dikawinkan. Ini menunjukkan bahwa orang-orang pada zaman itu dimabukkan oleh daging dan kenikmatan duniawi mereka. Hal yang sama terjadi dalam masyarakat hari ini. Musuh Allah, setan, mempergunakan kebutuhan hidup untuk meracuni manusia ciptaan Allah. Seluruh umat manusia telah diracuni. Namun ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu makan, minum, atau kawin. Semuanya ini perlu untuk eksistensi kita. Tetapi kita tidak boleh membiarkan semua ini menyebabkan kita mabuk dan membuat perasaan kita mati. Dalam masyarakat hari ini perasaan setiap orang, tinggi atau rendah, tua atau muda, semuanya sudah menjadi kaku. Ini menunjukkan bahwa masyarakat telah diracuni oleh cara zaman ini dalam hal makan, minum, dan dikawinkan. Inilah situasi pada zaman Nuh, dan itulah pula situasi pada saat parousia Tuhan.

Hari ini orang-orang belajar dan bekerja dengan maksud menikmati makanan baik, minuman baik, dan perkawinan baik. Mereka tidak memikirkan perkara Allah. Betapa lazimnya kepicikan pengetahuan kita terhadap Allah pada hari ini! Itu nyata sekali terutama dalam lingkungan pendidikan dan lingkungan dagang. Begitu banyak orang dalam universitas telah diracuni oleh pengejaran mereka akan sesuatu pendidikan. Pendidikan mereka semata-mata untuk makan, minum, dan kawin. Mereka yang di dalam bidang perdagangan diracuni pula oleh kedambaan mencari uang, juga untuk makan, minum, dan kawin yang terlebih baik. Ini telah menyebabkan banyak perceraian. Ketika seorang pemuda dalam keadaan miskin, ia hanya menikah dengan seorang perempuan. Tetapi ketika ia memperoleh banyak uang, ia mungkin menceraikan istrinya dan menikah dengan orang lain menurut seleranya untuk mendapatkan seorang istri yang lebih baik. Situasi ini akan terus berlangsung sampai pada klimaksnya menjelang parousia Tuhan. Sepanjang zaman Nuh, klimaks ini dicapai sejenak sebelum air bah yang datang sebelum air bah yang datang bersama dengan hukuman Allah. Air bah mendatangkan hukuman atas orang-orang yang diracuni pada zaman Nuh. Parousia akan mendatangkan hukuman Allah atas dunia yang telah rusak ini. Kristus akan turun ke atas bumi untuk melaksanakan hukuman adil Allah atas dunia yang telah diracuni dan yang memberontak.

5. Berjaga-jaga dan Bersiap Sedia Sebab Kristus Akan Datang Bagaikan Pencuri

Dalam ayat 42 Tuhan memberi tahu kita supaya berjaga-jaga, sebab kita tidak tahu pada hari mana Tuhan datang kemudian ayat 43 berkata, "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar." Tuan rumah menunjukkan orang beriman dan rumah menunjukkan perilaku dan pekerjaan yang telah ia bangunkan dalam penghidupan kekristenannya. Pencuri datang mencuri barang-barang yang berharga pada saat yang tak diketahui. Tuhan akan datang dengan sembunyi-sembunyi laksana pencuri terhadap mereka yang mengasihi-Nya dan akan mengambil mereka pergi sebagai mustika-Nya. Sebab itu kita wajib berjaga-jaga. "Sebab itu" sebagaimana Tuhan katakan dalam ayat 44, "hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Ini menunjukkan kedatangan Tuhan yang rahasia terhadap para pemenang yang berjaga-jaga.

6. Jadilah hamba yang setia dan bijaksana.

Ayat 45 sampai 51 berkenaan dengan kesetiaan dan kebijaksanaan.

NUBUAT EMPAT TUJUH

DI DALAM ALKITAB

Prakata

01 02 03 04 05 06

PRAKATA

Buku ini disusun dari berita-berita yang disampaikan oleh Saudara Witness Lee pada bulan Agustus dan September 1990 pada suatu Latihan Sepenuh Waktu di Anaheim, California.