Daftar isi Efesus · bab 79/288

Pembacaan Alkitab : Ef. 3:1-2

Dalam berita ini kita akan melihat perkara penyelenggaraan anugerah Allah. Dalam Efesus 3:2 Paulus berkata, “Memang kamu telah mendengar tentang penyelenggaraan anugerah Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu.” Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “penyelenggaraan” di sini sama dengan kata yang diterjemahkan sebagai “persiapan” dalam Efesus 1:10 dan “rencana” dalam Efesus 3:9. Penyelenggaraan anugerah adalah penyaluran anugerah Allah ke dalam umat pilihan-Nya untuk menghasilkan dan membangun gereja. Dari penyelengaraan ini timbullah ministri rasul yang adalah pengurus rumah tangga dalam rumah Allah, yang menyuplaikan Kristus sebagai anugerah Allah kepada anggota keluarga Allah.

Istilah “penyelenggaraan” dalam ayat 2 ini dalam bahasa aslinya ialah oikonomia. Menurut pemakaian bahasa kuno, oikonomia menunjukkan satu kepengurusan rumah tangga , suatu pengaturan atau administrasi . Pada masa Paulus, banyak keluarga kaya yang memiliki pengurus-pengurus rumah tangga yang bertugas membagikan makanan atau keperluan lainnya kepada anggota keluarga. Bapa kita mempunyai keluarga besar, keluarga ilahi. Berhubung Bapa kita memiliki kekayaan yang sangat besar, maka dalam keluarga-Nya Ia memerlukan banyak pengurus rumah tangga untuk menyalurkan kekayaan-kekayaan itu kepada anak-anak-Nya. Penyaluran ini berarti kepengurusan rumah tangga. Maka, kepengurusan rumah tangga adalah suatu penyaluran atau pembagian. Kata ini bukan ditujukan kepada suatu zaman atau suatu cara Allah untuk memperlakukan umat-Nya, melainkan mengacu kepada menyalurkan kekayaan Allah ke dalam umat pilihan-Nya. Penyaluran ini berarti kepengurusan rumah tangga berikut ministri penyaluran dari para minister Allah. Ministri penyaluran ini juga adalah pengaturan pemerintahan Allah. Hari ini Allah mengatur melalui menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Kepengurusan rumah tangga ini, penyaluran ini, pemerintahan ini tidak lain adalah ekonomi Allah. Dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah terdapat kebutuhan yang mendesak bagi kepengurusan rumah tangga anugerah.

Walau Paulus seorang pengurus rumah tangga, dalam Efesus 3:1 ia menganggap dirinya sebagai seorang yang “dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu, orang-orang bukan Yahudi”. Paulus menganggap dirinya sendiri sebagai tawanan Kristus. Kelihatannya, dia terkurung dalam penjara; tetapi sebenarnya dia dipenjarakan dalam Kristus. Atas dasar status ini, yakni status hidupnya yang sebenarnya, dia menasihati orang-orang kudus. Ketika menyampaikan wahyu rahasia Allah mengenai gereja dalam pasal 1 dan 2, Paulus berbicara atas dasar statusnya sebagai rasul Kristus oleh kehendak Allah. Status ini adalah otoritas wahyunya mengenai gereja. Ketika menasihati orang-orang kudus untuk hidup berpadanan dengan panggilan Allah, dia menggunakan statusnya sebagai seorang tawanan Tuhan. Statusnya sebagai rasul Kristus melayakkan dia untuk menyampaikan wahyu Allah; statusnya sebagai tawanan Tuhan menyatakan perilakunya di dalam Tuhan, dengan status ini dia dapat mendorong dan menasihati orang-orang kudus untuk berperilaku dalam Tuhan, seperti dia.

Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 28