Daftar isi Efesus · bab 103/288

Pembacaan Alkitab : Ef. 4:1-3

Kitab Efesus dibagi menjadi dua bagian utama. Yang pertama terdiri atas pasal 1—3, mewahyukan berkatberkat dan kedudukan yang telah didapatkan oleh gereja dalam Kristus di surga. Pasal 3 khususnya mewahyukan bagaimana gereja terwujud dengan riil melalui tersusun dengan kekayaan Kristus yang hidup. Yang kedua terdiri atas pasal 4—6, menasihati kita mengenai kehidupan dan tanggung jawab yang seharusnya dilaksanakan gereja dalam Roh itu di bumi. Perintah mendasar adalah bahwa kita harus hidup berpadanan dengan panggilan Allah, yang merupakan totalitas dari berkat-berkat yang dilimpahkan kepada gereja, seperti yang dinyatakan dalam Efesus 1:3-14. Dalam gereja, di bawah berkat Allah Tritunggal yang berlimpah, orang-orang kudus harus hidup berpadanan dengan pemilihan dan penentuan Bapa, penebusan Putra, serta pemeteraian dan penjaminan Roh itu.

Dalam menganjuri kaum saleh untuk hidup berpadanan dengan panggilan Allah, Paulus mengucapkannya dari statusnya sebagai seorang yang dipenjarakan dalam Tuhan. Statusnya sebagai rasul Kristus melalui kehendak Allah memberinya kuasa untuk mewahyukan hal-hal tentang gereja dan membicarakan rahasia Kristus. Akan tetapi, statusnya sebagai tahanan dalam Tuhan melayakkan dia menasihati kita untuk hidup berpadanan dengan panggilan Allah. Tidak hanya demikian, ia pun mengemban tanggung jawab yang dituntut oleh panggilan ini.

Untuk menempuh hidup yang berpadanan dengan panggilan Allah, untuk menempuh kehidupan Tubuh yang wajar, kita terlebih dulu perlu memperhatikan kesatuan. Kita harus memelihara kesatuan Roh itu. Ini penting dan vital bagi Tubuh Kristus.

Kesatuan jelas berbeda dengan persatuan. Persatuan adalah keadaan yang terbentuk dari banyak orang yang bergabung bersama, sedangkan kesatuan adalah satu entitas (satuan) Roh itu di dalam batin kaum beriman, yang menyatukan mereka semua. Ada orang-orang Kristen yang mungkin memiliki semacam persatuan tertentu, namun dalam pemulihan Tuhan kita lebih mengapresiasi kesatuan daripada persatuan atau gabungan. Dalam pemulihan Tuhan kita bukan bergabung, bukan membentuk sejenis persatuan, melainkan kita adalah satu. Kesatuan kita adalah satu Persona, yaitu Tuhan Yesus sendiri sebagai Roh pemberi-hayat. Hari ini Tuhan adalah Roh pemberi-hayat di batin kita, dan Roh ini adalah kesatuan kita. Jadi, kesatuan kita bukan satu Persona objektif yang jauh di surga, melainkan satu Persona subjektif yang berhuni di batin kita sebagai hayat kita.

Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 36