← Daftar isi Pandangan Menyeluruh dari Jalan yang Ditetapkan Allah Prinsip-prinsip Dasar · bab 31/31

KESIMPULAN

Tujuan dari berita-berita dalam seri ini adalah melatih kita menjadi orang Kristen yang tepat dan bahkan manusia yang tepat. Kita harus memegang dan memustikakan kesempatan saat ini dan menebus waktu untuk dilatih dan dibangun. Banyak murid mungkin bersekolah di sekolah yang sama, bahkan kelas yang sama, dan mungkin memiliki dosen yang sama. Namun, hasil akhir sekolah mereka tergantung pada jerih lelah masing-masing murid.

Menjadi orang Kristen yang tepat pertama-tama kita harus dibangun dengan kebenaran ilahi, memiliki pergerakan yang sesuai dengan Alkitab terhadap jalan ilahi. Kita juga harus dibang-un dengan hayat ilahi, yakni hayat Allah; hayat ini adalah Allah sendiri dalam Ketritunggalan ilahi-Nya dan dalam proses-Nya. Kita harus mengenal Dia, mengalami Dia, dan menikmati Dia. Jika kita mengenal, mengalami, dan menikmati Dia, kita akan mendapatkan Dia dan dapat menyuplaikan Dia kepada orang dunia yang hilang. Terakhir, kita harus mengenal gereja dan dibawa ke dalam pelaksanaan kehidupan gereja yang tepat. Kita telah melalui banyak angin badai dalam gereja, tetapi kita masih tetap di sini. Di satu pihak, ini karena belas kasihan dan anugerah Tuhan. Di lain pihak, karena pengenalan yang tepat mengenai kebenaran gereja sebagai Tubuh Kristus dan kebenaran pelaksanaan kehidupan gereja yang tepat. Pengenalan yang tepat ini telah memelihara kita.

DIBANGUN DI DALAM KARAKTER KITA

Kita harus dibangun sebagai manusia yang tepat. Ini adalah masalah karakter kita, yaitu tingkah laku dan kebiasaan kita. Orang yang telah dibangun dengan tepat adalah orang yang benar dengan karakter yang benar. Hari ini, banyak orang muda telah. dirusak karakternya. Itulah sebabnya kita memiliki pekerjaan anak-anak untuk anak-anak. Kita perlu membangun karakter anak-anak kita. Sejak kedl, mereka harus belajar menghormati orang tua, mengasihi saudara saudari, dan menghormati orang lain. Kita tidak perlu meniberi pengetahuan Alkitab terlalu banyak kepada anak-anak. Kita harus membangun mereka dengan etika dan moral yang tepat yang akan membangun karakter yang tepat. Banyak orang hari ini kekurangan pelatihan tepat sedemikian.

Atas hal kita tidur, bangun, cara berpakaian, dan dalam segala aspek kehidupan kita, kita harus sangat ketat membangun karakter yang baik. Kita harus tepat waktu dan belajar dengan tepat memperhatikan hal-hal kecil. Kita harus ketat dalam pembicaraan kita. Kita harus belajar untuk berkata dengan tepat ketika kita berbicara dengan orang lain, kita seharusnya tidak bebas dan kendur dalam penampilan diri. Setiap hal yang berhubungan dengan kehidupan kita harus teratur.

Belajar Taat kepada Otoritas

Merupakan suatu berkat bagi orang-orang muda berada di bawah otoritas. Tetapi merupakan hal yang memalukan bahwa ambisi, keinginan berada di atas orang lain, masih ada dalam kehidupan gereja. Hampir semua angin badai dalam pemulihan Tuhan dikarenakan ambisi. Jika "musang" dari ambisi dapat dibinasakan, tidak akan ada lagi angin badai. Sangatlah. bodoh jika seseorang berpikir karena dirinya lebih tua daripada yang lain, maka dia tidak dapat berada di bawah mereka. Tanpa memperhatikan siapa diri kita atau berapa umur kita, kita harus belajar untuk berada di bawah orang lain. Ketika kita. berada di bawah orang lain, kita harus belajar cocok dengan mereka sebelum kita melakukan hal-hal tertentu. Sebaliknya, mereka yang berada di atas kita akan diarahkan oleh mereka yang berada di atasnya lagi. Dengan cara ini kita akan belajar sesuatu. Kita seharusnya tidak memikirkan bahwa kita bebas melakukan apa. yang kita sukai. Jika kita tidak menjaga urutan di antara kita, kita akan berada dalam keadaan kacau.

Sejak masa muda, saya selalu berada di bawah seseorang. Dengan jalan ini saya belajar banyak dan menerima bantuan. Saya berada dalam pemulihan Tuhan dengan Saudara Watchman Nee selama 18 tahun. Selama kurun waktu itu, saya tidak pernah mengerjakan sesuatu berdasarkan diri saya seridiri. Saya selalu meletakkan diri saya di bawah dia. Saya tidak akan pernah menyesali hal ini. Sebaliknya, saya menyembah Tuhan bahwa saya berada di bawah dia. Saudart Watchman Nee hanya dua tahun lebih tua daripada saya. Namun, saya selalu memperlakukan dia sebagai seorang bapa, dan saya menerima banyak bantuan darinya. Sulit bagi orang yang memberontak untuk belajar apa pun. Pemberontakan merampas orang- orang dari kesempatan untuk belajar. Tidak ada anak yang dapat belajar apa pun jika dia memberontak melawan orang tuanya. Demikian juga, seorang murid yang memberontak melawan gurunya dalam sekolah akan menemui kesulitan mempelajari pelajarannya. Setiap murid harus menyenangkan gurunya agar gurunya dapat dengan senang mengajarnya. Tidak ada yang begitu diberkati selain merendahkan diri. Kita harus belajar tunduk kepada orang lain sesuai dengan pengaturan Tuhan.

Belajar Pelajaran Hayat Batiniah

Ketika muda, saya belajar untuk tidak menyentuh apa pun yang bukan milik saya sebelum bertanya. Salah satu penatua di Shanghai selalu mengajar orang-orang muda dengan cara ini. Ketika dia mengetuk pintu seseorang, dia akan menunggu pintu itu dibuka. Ketika pintu dibuka, dia baru mttsuk ke dalam rumah jika tuan rumah telah menyilakannya masuk. Kemudian, setelah berada di dalam rumah, dia akan tetap berdiri sampai tuan rumah menyilakannya duduk. Saudara ini belajar hayat batiniah sampai tingkat yang tinggi. Akhirnya, pendiriannya di dalam hayat batiniah termanifestasi. Dalam satu hari, orang-orang komunis memenjarakan seribu saudara-saudara pemimpin di seluruh negara, termasuk saudara ini. Banyak saudara akhirnya kehilangan kesetiaan mereka kepada Tuhan. Para komunis berbicara dengan cara yang licik, berkata bahwa mereka tidak menganiaya gereja. Mereka hanya menyuruh saudara-saudara berkata bahwa mereka percaya kepada Yesus Kristus, tetapi tidak mengikuti Watchman Nee. Mereka mencobai saudarasaudara tersebut, bertanya apakah mereka percaya bahwa Watchman Nee selalu benar dan tidak pernah berbuat kesalahan atau tidak. Pada awalnya, saudara-saudara tidak menjawab pertanyaan seperti itu. Namun, mereka akhirnya menjawab pertanyaan tersebut bahwa mereka merasa Saudara Watchman Nee memiliki kesalahan dalam hal tertentu. Setelah menjawab pertanyaan tersebut, mereka diizinkan pulang ke rumah. Namun, saudara dari Shanghai ini telah belajar pelajaran hayat yang ketat dan mengajar orang lain untuk selalu mengikuti perasaan batiniah. Dia berkata kepada orang yang menginterogasinya bahwa sebagai orang Kristen perasaan batiniahnya tidak mengizinkannya untuk berkata apa pun yang negatif tentang Saudara Watchman Nee. Dia berkata bahwa apakah Saudara Watchman Nee benar atau tidak, bukanlah urusannya. Saudara ini dipenjara sampai dia meninggal setengah tahun kemudian. Saudara-saudara yang lain juga adalah orang-orang saleh yang baik, tetapi akhirnya, ketika ujian datang, kebanyakan dari mereka tidak dapat berdiri teguh karena mereka belum dibangun dengan karakter yang kuat. Kita juga bisa merasa bahwa diri sendiri benar, tetapi kita mungkin belum membangun karakter yang ketat. Bukanlah hal yang kecil untuk membangun karakter kita.

MENGUNJUNGI ORANG UNTUK INJIL

Kita perlu membangun kebiasaan mengunjungi orang-orang di rumah mereka untuk Injil, dan kita harus belajar cara yang tepat untuk mengunjungi mereka. Ini harus menjadi bagian dari kehidupan gereja kita dan kebiasaan seumur hidup dalam kehidupan orang Kristen. Kita terlebih dulu harus mengunjungi orang-orang untuk memberitakan Injil dan membaptis mereka, setelah itu secara berkesinambungan mengunjungi mereka guna memiliki sidang kelompok. Cara kita mengunjungi orang bisa menimbulkan dampak berbeda yang besar. Kita perlu keluar dangan cara yang tepat, cara yang terlatih. Banyak orang saleh memiliki hati yang tulus untuk mengunjungi orang, tetapi mereka keluar dengan cara yang alamiah. Saya ikut ambil bagian dalam menyusun kidung kita yang terdiri dari seribu nyanyian lebih, tetapi saya tidak dapat memainkan piano, karena saya tidak pernah dilatih oleh guru yang tepat. Sama halnya, kita mungkin dengan rajin melaksanakan mengunjungi orang untuk memberitakan Injil, tetapi kita tidak melaksanakannya dengan cara yang terlatih.

Ketika kita mengunjungi orang untuk Injil, kita harus memeriksa tingkat kesuksesan kita, berapa banyak pintu yang kita ketuk untuk membaptis satu orang. Kita juga harus mempertimbangkan cara kita memperhatikan orangorang yang baru dibaptis. Setelah mereka dibaptis, kita perlu memberi mereka palajaran yang baik atas keselamatan. Kegagalan dalam melakukan hal ini akan menimbulkan kekurangan yang besar dalam perhatian kita untuk mereka. Dalam hal mengujungi orang, kita juga harus mengatur waktu kita dengan tepat. Setelah membaptis orang-orang baru, kita harus memperhatikan mereka, tetapi dalam waktu yang sama kita harus melanjutkan mengetuk lebih banyak pintu untuk membaptis orang lain. Jika pelaksanaan kita tepat, kunjungan kita terhadap orang-orang tidak akan siasia. Kita akan selalu mendapatkan orang.

Jika kita ingin memiliki pemberitaan Injil yang baik, kita harus menjadi orang yang berminat terhadap manusia. Kita harus suka berbicara dengan orang, tetapi bukan gosip, dan kita harus sangat memperhatikan mereka. Kemudian, untuk kepentingan pemberitaan Injil, kita harus belajar menjadi orang yang memiliki daya tarik. Orang-orang Kristen yang memberitakan dan menyuplaikan Kristus harus menarik. Ketika kita masuk ke rumah orang, orang harus tertarik kepada kita. Beberapa dari antara kita mungkin adalah orang saleh yang baik, tetapi mungkin kita tidak menarik. Ketika kita masuk ke rumah, orang-orang mungkin takut kepada kita dan tidak ingin berhubungan dengan kita. Jika demikian, atas Injil kita telah gagal. Batu permata sangat bernilai, tetapi mungkin tidak menarik. Terhadap Kristus kita haruslah menjadi batu permata, tetapi terhadap orang-orang yang kita kunjungi, kita harus menjadi "magnet" yang menarik mereka. Kita harus menarik tidak hanya dalam pembicaraan kita juga dalam cara kita memandang orang. Kita harus bersikap lembut dan hangat kepada orang.

PERLU ADA PELATIHAN

Dalam abad-abad yang lalu, Tuhan belum sepenuhnya mendapatkan apa yang Dia dambakan. Ketika masih muda, kita, sudah memiliki pemahaman ini dan berbeban terhadapnya. Kita telah menerima wahyu dari seluruh Alkitab, dan kita tidak dapat menyangkal bahwa Tuhan telah memperlihatkan sesuatu kepada kita. Namun, pada waktu itu kita belum dapat melaksanakan apa yang telah Tuhan nampakkan kepada kita. Pada awal tahun 1960-an, saya datang ke Amerika Serikat dan memihki beban dari Tuhan untuk tinggal di sana guna meministrikan dan membebaskan kebenaran. Selama beberapa tahun pertama, saya mengunjungi banyak tempat untuk mengontaki orang-orang yang mencari Tuhan. Tuhan mengkonfirmasikan hal ini, dan gereja-gereja mulai dibangunkan. Kemudian saya nampak bahwa kita harus memiliki sidang istimewa dan pelatihan untuk memberitakan kebenaran firman ilahi secara berurut. Demikianlah mulai dari tahun 1974 sampai hari ini, kita, memiliki dua pelatihan setiap tahunnya.

Setelah kita menyelesaikan pelajaran-Hayat Perjanjian Baru pada tahun 1984, saya merasa bahwa kita perlu melihat jalan baru Tuhan atas hal bersidang dan melayani dalam gereja. Saat itu, situasi dan pelaksanaan kita. dalam gereja telah menjadi usang, kita telah masuk dan tidak maju. Setelah kita mempelajari situasi kita, terasalah bahwa kita memerlukan pelatihan agar membangunkan satu kelompok orang saleh, yang bangkit bagi jalan yang ditetapkan Allah untuk gereja. Bulan Pebruari 1986, kita memiliki sidang yang mendesak dengan para sekerja dan penatua; saat itu saya mengungkapkan perasaan saya terhadap keperluan kita. Kita berbeban "meniup terompet", memanggil sukarelawan untuk berjuang bagi umat Allah. Kita tidak menaruh harapan bahwa semua orang saleh dalam pemulihan Tuhan akan menempuh jalan baru, dan kita tidak merasa bahwa mereka yang tidak menempuh jalan ini berarti bukan lagi bagian dari gereja. Apakah seseorang menempuh jalan ini atau tidak, dia tetap ada di dalam gereja. Kita hanya meminta mereka yang tidak menempuh jalan ini untuk tidak mengkritik atau menentangnya.

Sejak awal pemulihan Tuhan di tengah-tengah kita, Saudara Watchman Nee telah nampak perlunya pelatihan, tetapi setiap kali dia hendak memulai suatu pelatiham, musuh datang menyerang. Pada tahun 1936 Saudara Watchman Nee membangun sebuah rumah di bagian pinggir kota Shanghai untuk mengadakan pelatihan di sana. Namun, setelah rumah itu selesai dibangun, Jepang menyerang China dan rumah tersebut dihancurkan. Ketika Saudara Watchman Nee mencoba lagi mengadakan pelatihan pada awal tahun 1940, musuh menyerang lagi dan angin badai timbul di gereja di Shanghai. Hal itu menyebabkan Saudara Watchman Nee harus menghentikan ministrinya selama enam tahun. Pada tahun 1948, Saudara Watchman Nee melanjutkan ministrinya dan mengadakan pelatihan di kota. kelahirannya selama dua periode. Namun, pada saat inilah orang-orang komunis datang, mengakhiri pelatihan tersebut, dan menyita bangunan yang digunakan untuk pelatihan. Di Taipei kita memulai pelatihan jalan baru pada bulan Agustus 1986. Hanya setengah bulan lebih kemudian, pengkritikan terhadap pelatihan oleh seorang pengunjung dimulai. Kemudian, kritikan itu meluas ke negara-negara lain, bahkan ke Amerika Serikat; kritikan itu bahkan berubah menjadi penentangan, dan penentangan menjadi penyerangan. Akhirnya, penyerangan tersebut menghebat menjadi penghancuran. Pelatihan menjadi sasaran penyerangan musuh, karena pelatihan semacam. ini adalah faktor penting untuk mengalahkan musuh. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia telah membuat saya berbeban untuk melaksanakan pelatihan dalam pemulihan Tuhan.

Dalam pemulihan Tuhan, pelatihan itu sangat penting, dan kita harus memiliki beban untuk mendoakannya. Tanpa pelatihan, gereja tidak dapat menaing. Karena pelatihan, sejumlah orang saleh yang ada dalam kehidupan gereja hanya dalam waktu yang singkat telah bertumbuh dengan cepat. Namun, tanpa. pelatihan, kita mungkin menjadi orang Kristen yang umum, menghadiri sidang tahun demi tahun. Dilatih membuat kehidupan kristiani kita mengalami perubahan besar. Setelah mengikuti pelatihan beberapa bulan, kita. tidak akan seperti dulu lagi. Sidang gereja yang teratur hanya membantu kita secara umum, tetapi pelatihan membantu kita secara khusus. Dilatih membuat kita menjadi lebih berguna di tangan Tuhan.

Gereja Adalah Pasukan,

Dilatih untuk Berjuang bagi Kerajaan

Alkitab menyamakan gereja seperti pasukan (Ef 6:11-20; Why. 19:14), dan pasukan terbentuk dari tentara-tentara. Tanpa pelatihan, para tentara tidak dapat dibentuk menjadi pasukan. Musuh suatu negara selalu benci melihat negara itu dibangun dengan pasukan. Iblis membenci gereja menjadi pasukan. Karena itu, adalah suatu perjuangan mengadakan pelatihan dalam pemulihan Tuhan.

Pergerakan Tuhan di bumi bertujuan untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Mendirikan sebuah kerajaan perlu berjuang. Setelah dilatih, kita menjadi orang yang berjuang, pasukan yang berjuang bagi Kerajaan Allah. Menurut kitab Bilangan, Israel dibentuk menjadi pasukan bagi Tuhan untuk mendirikan kerajaan di tanah permai (Bil. 1:2-3, 45). Tanpa pembentukan pasukan, kerajaan tidak dapat didirikan. Perjuangan orang-orang Israel menghasilkan Kerajaan Allah.

Jika mungkin, semua lulusan universitas di antara kita, baik saudara maupun saudari, sebaiknya tidak segera mencari pekerjaan setelah mereka lulus. Mereka seharusnya meluangkan waktu satu atau dua tahun untuk dilatih, baru kemudian mencari pekeijaan. Siapa saja yang dilatih dengan cara ini akan menjadi tentara. Beberapa negara melaksanakan pelatihan orang-orang muda mereka dalam kemiliteran setelah mereka lulus. Setelah pelatihan, orang-orang muda boleh mencari pekerjaan, tetapi ketika negara ada keperluan, semua orang yang telah dilatih dapat dipanggil kembali dan dibentuk menjadi pasukan.

Perlu Ada Hikmat

dan Daya Pembeda setelah Dilatih

Dalam berjuang diperlukan hikmat. Begitu kita dilatih, kita harus melakukan apa pun dengan daya pembeda; kita seharusnya tidak berjuang dengan bodoh. Mengetuk pintu orang untuk Injil kita harus melatih daya pembeda kita, dan berbicara dengan orang di rumah-rumah mereka juga memerlukan daya pembeda. Untuk membedakan orang, kita perlu hikmat. Hikmat berhubungan dengan Allah dan terutama adalah dari roh kita. Untuk memiliki hikmat kita harus memiliki Allah, dan lebih banyak Allah di dalam kita, lebih banyak hikmat yang kita miliki. Kita harus berkontak dengan Allah dan tinggal bersama Allah supaya kita memiliki hikmat untuk daya pembeda.

Semua gereja lokal sangat baik; semua ada di dalam pemulihan Tuhan dan bagi pemulihan Tuhan. Namun, kondisi gereja-gereja tidaklah sama, dan kondisi kaum saleh tidaklah sama. Kita harus berhikmat, bisa membedakan kondisi gereja dan kaum saleh di lokalitas kita. Cara kita mengontaki gereja dan kaum saleh seharusnya tidak menurut kesukaan kita, tetapi sesuai dengan situasi mereka. Kadang-kadang mengontaki kaum saleh bagaikan berjalan di atas es yang licin, harus sangat hati-hati dan beijalan dengan penuh daya pombeda. Kaum saleh di gereja-gereja bukanlah "peserta pelatihan". Mereka mungkin ayah dan ibu rohani kita. Kita harus lembut seperti domba kepada mereka. Demikian, kita akan berguna bagi semua orang. Kita tidak akan merusak siapa pun, dan kita tidak akan menimbulkan masalah. Namun, kita tidak boleh berkata bahwa supaya tidak menimbulkan masalah, janganlah berbuat apa-apa. Ini bukanlah cara pelatihan. Kita dilatih agar menjadi berguna, melakukan sesuatu untuk T'uhan, namun tanpa menimbulkan masalah apa pun. Kita harus menjadi berguna sekuat tenaga kita, berguna menurut kedaulatan Tuhan dan anugerah-Nya, memegang semua kesempatan untuk digunakan oleh Tuhan, namun tanpa mer-usak siapa pun.

TANYA JAWAB

Tanya : Kita perlu berpakaian dengan pantas ketika mengunjungi orang, tetapi haruskah anggota-anggota kelompok Injil berpakaian seragam?

Jawab : Kita harus berpakaian dengan pantas. Banyak institusi, seperti bank, mengharuskan karyawan-karyawannya berpakaian dengan pantas. Namun, tidak perlu berpakaian seragam. Kita boleh berpakaian beraneka ragam.

Tanya : Haruskah kita melaksanakan cara yang terlatih untuk mengunjungi orang langkah demi langkah hanya ketika kita pertama mulai keluar, atau haruskah kita melaksanakannya langkah demi langkah setiap waktu?

Jawab : Perusahaan yang besar melatih penjaja-penjaja keliling mereka untuk tidak berbicara menurut diri mereka. Penjaja-penjaja keliling ini diajar dengan bahan dari bukubuku agar mengatakan apa yang harus mereka katakan. Kemudian, mereka belajar menghafalnya sampai menjadi perkataan mereka sendiri. Kita harus melihat buklet Misteri Hidup Manusia dan mengambil isinya ke dalam diri kita. Kemudian ketika kita keluar, kita tidak akan berbicara Injil dengan cara yang umum. Kita akan dengan spontan berbicara dari diri kita sesuai dengan apa yang telah diajarkan. Prinsip ini telah dibuktikan oleh banyak perusahaan dan oleh banyak penginjil. Kita tidak seharusnya percaya bahwa cara kita lebih baik daripada cara yang terlatih. Cara kita adalah cara alamiah, dan cara alamiah tidak akan berhasil. Cara yang paling berhasil adalah cara yang terlatih. Bahkan dalam bermain bola, kita harus dilatih. Kita harus mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan petunjuk pelatih, dan kita harus melaksanakannya sampai petunjuk itu masuk ke dalam diri kita. Jika demikian, petunjuk itu tidak akan hanya sebagai petunjuk, melainkan akan "ada di dalam darah kita". Kita harus dilatih sampai kita masuk ke dalam cara yang terlatih dan cara yang terlatih ini masuk ke dalam kita. Demikian, kapan saja kita membuka mulut kita, pembicaraan yang terlatih akan keluar. Jika kita melaksanakan cara ini, kunjungan kita kepada orang-orang tidak akan siasia.

Kita harus memutuskan untuk tidak mengunjungi orang dengan cara alamiah. Kita harus menolak cara alamiah dan selalu mencoba keluar sesuai dengan petunjuk yang diberikan dalam berita-berita kita. Pada awalnya kita mungkin tidak berhasil, tetapi jika kita melaksanakan cara yang terlatih iselama kira-kira dua minggu, kita akan melihat hasilnya.

Kita haruslah sebagai orang pertama yang diselamatkan oleh pemberitaan kita. Jika kita sendiri ragu-ragu apakah orang diselamatkan melalui cara yang terlatih, itu berarti kita sendiri belum diselamatkan. Kita harus berdoa supaya kita diselamatkan melalui berita yang akan kita sampaikan kepada orang lain. Kemudian kita dapat keluar dengan yakin bahwa mereka akan diselamatkan. Prinsip ini adalah sama dengan ajaran kita. Jika kita ragu bahwa berita kita akan membantu orang lain, berarti kita sendiri belum terbantu olehnya, dan kita seharusnya tidak membicarakannya. Untuk percaya bahwa apa yang kita beritakan akan membantu orang lain, perlu berdoa, agar diri kita sendiri masuk ke dalam berita itu. Demikian kita akan diselamatkan dan memiliki keyakinan bahwa orang lain akan diselamatkan. Kemudian kita akan bergairah mengetuk pintu-pintu orang dan menemukan orang untuk diajak berbicara.

LATIHAN KELOMPOK VITAL

(1)

BAB

PENDAHULUAN 1 2 3

PRAKATA

Buku ini terdiri dari satu berita pendahuluan dan tiga berita serangkai yang disampaikan oleh saudara Witness Lee pada tanggal 25 Agustus 1993 sampai dengan tanggal 22 September 1993, dalam suatu latihan di Anaheim, California.

PENDAHULUAN

KELOMPOK VITAL DAN PARA PEMENANG

Pembacaan Alkitab :

Kejadian 2:9, 12:7; Keluaran 3:8a; Matius 21:43; Yohanes 3:16;

1 Korintus 1:9; Yohanes 15:2a; Wahyu 5:6; Filipi 1:19b;

Efesus 1:23, 3:19b, 4:12-13; Wahyu 20:4,6; Matius 25:21,23, 24:51a

Di dalam berita-berita ini, kami. akan membicarakan pentingnya kelompok vital, maka perlu ada pengenalan yang jelas terhadap keseluruhan Alkitab.

1. PERGERAKAN ALLAH DI BUMI UNTUK

MENGGENAPKAN EKONOMINYA YANG KEKAL

Alkitab adalah kitab yang ditulis sendiri oleh Allah, dan Allah adalah Allah yang hidup, yang memiliki pergerakan. Dia memiliki maksud hati dan ketetapanNya; maka di zaman kekekalan azali, Dia telah menetapkan satu ekonomi, untuk melakukan sesuatu bagi diriNya sendiri. Kalau kita di bawah terang Allah dengan tuntas membaca keenam puluh enam kitab dalam Alkitab, kita akan nampak dengan jelas, bahwa pergerakan Allah di bumi untuk menggenapkan ekonomiNya yang kekal, terdiri dari empat langkah. PergerakanNya yang pertama ialah melalui kaum Adam, kedua melalui kaum Abraham, ketiga melalui gereja, keempat melalui Pemenang. Bebanku yang erat, bukanlah pada ketiga langkah yang pertama, melainkan pada langkah keempat yang terakhir. Berita-berita selanjutnya, semua membicarakan langkah yang terakhir, yaitu langkah pergerakan Allah melalui Pemenang.

A. Melalui Bangsa Adam

Pergerakan Allah di bumi untuk menggenapkan ekonomiNya yang kekal, pertama kali melalui bangsa Adam.

1. Dengan Pohon Hayat Sebagai Sentral dan Sasaran

Pergerakan Allah melalui bangsa Adam, ialah dengan pohon hayat sebagai sentral dan sasaran (Keiadian 2:9). Setiap langkah pergerakan Allah di bumi ini, selalu memiliki sentral dan sasaran yang pasti. Dalam langkah yang pertama, pohon hayat adalah sentral dan sasarannya. Pohon ini sesungguhnya melambangkan Allah menjadi hayat kita.

2. Maksud Hati Allah

a. Menghendaki Manusia Menerima Dia Sebagai Hayat

Maksud hati Allah ialah ingin manusia menerima Dia sebagai hayat. Dia menciptakan manusia, kemudian menempatkan manusia di depan pohon hayat, ini menunjukkan bahwa pohon hayat adalah untuk diberikan kepada manusia dan dimakan oleh manusia (Kejadian 2:9). Dengan demikian, manusia bisa mendapatkan Allah sebagai hayat.

b. Di dalam Perpaduan yang Organik

Bersatu dengan Manusia

Allah ingin di dalam perpaduan yang organik bersatu dengan manusia. Kita bisa berkata, "Kita bersatu dengan si anu," namun kita tidak dapat memiliki perpaduan yang organik dengan orang tersebut. Allah ingin dengan cara yang khusus bersatu dengan manusia, yaitu dengan card organik bersatu dengan manusia.

c. Mendapatkan Satu Tubuh di dalam Keinsanian

Sebagai Ekspresi Korporat Allah Tritunggal

Keinginan hati Allah ialah mendapatkan satu Tubuh di dalam keinsanian sebagai ekspresi korporat Allah Tritunggal (Efesus 1:23). Dari halaman pertama Alkitab, Allah sudah mewahyukan diriNya sebagai Allah Tritunggal, Dia membutuhkan satu Tubuh korporat untuk mengekspresikan diriNya, menyatakanNya.

3. Kegagalan Manusia

a. Menyimpang dari Garis Hayat yang Allah Tetapkan

Kejatuhan manusiajalah karena menyimpang dari garis hayat yang telah Allah tetapkan (Kejadian 3:24), jatuh ke dalam garis yang dilambangkan oleh pohon pengetahuan baik dan jahat. Ada dua pohon yang melambangkan dua sumber, dua garis, dua sentral, membawa serta dua sasaran.

b. Menjadi Daging

Karena manusia telah gagal, manusia tidak hanya menjadi orang dosa atau menjadi duniawi, bahkan telah menjadi daging (Kejadian 63a).

4. Penghakiman Allah

Setelah manusia gagal, masuklah penghakiman Allah.

a. Pertama dengan Air, Kemudian dengan Api

Allah menghakimi bangsa yang telah jatuh, pertama. kali dengan air, yaitu air bah pada zaman Nuh (Kejadian 6:17); kemudian dengan api yang turun dari langit, memusnahkan Sodom dan Gomora (Kejadian 19:24-25).

b. Memusnahkan Bangsa yang Jatuh

Pada akhirnya Allah memusnahkan bangsa yang jatuh. Allah di atas Adam dan keturunan Adam fidak mendapatkan jalan, maka Allah mencari bangsa yang lain.

B. Melalui Bangsa Abraham

1. Dengan Tanah Permai Sebagai Sentral dan Sasaran

Terhadap sebagai sentral dan sasaran (Kejadian 12:7; Keluaran 3:8a). Mulai kitab Kejadian pasal 12 sampai akhir Maleakhi, sentral dan sasarannya adalah tanah permai. Tanah permai adalah lambang yang lengkap dan penuh dari Kristus yang almuhit.

2. Maksud Hati Allah

a. Di Bumi Mendapatkan Sekelompok Orang

yang Esa denganNya

Maksud hati Allah ialah ingin mendapatkan sekelompok orang di bumi yagg esa denganNya.

b. Merampungkan EkonomiNya,

Agar Kristus Dapat Masuk ke dalam Keinsanian

Melalui Inkamasi

Allah menginginkan sekelompok orang esa dengan Dia, untuk merampungkan ekonomiNya, agar Kristus dapat masuk ke dalam keinsanian melalui inkarnasi. Kalau tidak ada tanah yang sebagai "tanah permai", agar umat Allah bisa hidup di dalamny.a, Kristus fidak akan dapat melalui menjadi tubuh daging masuk ke dalam keinsanian. Agar Dia dapat masuk ke dalam keinsanian, Ia perlu mendapatkan sekelompok orang, dan untuk penghidupan sekelompok orang ini, diperlukan tanah itu.

c. Mendapatkan, Menduduki, dan Menikmati Tanah Permai

Sebagai Lambang yang Penuh dari Kristus

Maksud hati Allah di atas bangsa Abraham ialah agar sebelum Kristus menjadi manusia, mereka dapat memperoleh, menduduki, dan menikmati tanah permai sebagai lambang yang penuh dari Kristus.

3. Kegagalan Bani Israel

a. Tidak Memasuki Sasaran Allah -- Tanah Permai

Keturunan-Abraham juga gagal. Pertama, mereka tidak memasuki sasaran Allah -- Tanah permai (Bilangan 14). Tanah permai telah ada di hadapan mereka, dan seharusnya mereka boleh memasukinya, namun mereka tidak mau memasukinya. Hal ini memperlihatkan kepada kita, Kristus telah siap sedia agar manusia masuk ke dalam Dia, namun hari ini sedikit sekali orang yang mau masuk ke dalam Kristus.

b. Tidak Mendapatkan dan Menduduki Tanah Permai

Melalui Memusnahkan Orang Kanaan

Bani Israel juga gagal, tidak mendapatkan dan menduduki tanah permai melalui memusnahkan orang Kanaan (Yosua 13:1-7). Di atas tanah ini banyak manusia, perkara, dan benda yang menghalangi orang mendapatkan Kristus. Ini dilambangkan oleh tujuh bangsa Kanaan yang menguasai tanah permai, mereka menghalangi bani Israel mendapatkan tanah permai. Bani Israel seharusnya dengan berani bersandar kepada Allah, memusnahkan seluruh orang Kanaan, namun mereka telah gagal.

c. Tidak Tinggal dalam Kenikmatan atas Tanah Permai

Melalui Berjalan Bersama Allah

Akhirnya, bani Israel di bawah pimpinan Yosua memasuki tanah permai, namun mereka tidak tinggal dalam kenikmatan atas tanah permai itu melalui berjalan bersama Allah (Hakim 2:11-15). Dari kitab Yosua sampai kitab Ester yang adalah kitab sejarah Perjanjian Lama, dengan jelas memberitahu kita bagaimana memasuki tanah permai, bagaimana mendapatkan tanah permai, bagaimana menduduki tanah permai, dan bagaimana tinggal di atas tanah permai. Kitab Rut menampakkan kepada kita, Elimelekh, suami Naomi, meninggalkan tanah permai pergi ke tanah Moab. Dia meninggalkan kenikmatan atas tanah permai, lalu mendapatkan hukuman Allah, dia sendiri dan kedua anaknya meninggal. Kemudian Naomi berkemas kembali ke tanah permai. Ini memperlihatkan kepada kita, hari ini banyak orang Kristen telah memasuki Kristus dan tinggal dalam kenikmatan atas Kristus sejangka waktu, lalu mereka keluar lagi dari Kristus.

4. Penghakiman Allah

a. Mengembara di Padang Gurun

Penghakiman Allah pertama-tama membuat mereka mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Dalam jangka waktu itu, angkatan pertama yang keluar dari Mesir semuanya mati, mereka ditewaskan di padang gurun (I Korintus 10:5).

b. Tertindas oleh Orang Kanaan yang Tersisa

Akhirnya, bani Israel memasuki tanah permai, namun mereka tidak mengusir seluruh orang yang ada di tanah itu. Mereka tidak memusnahkan orang Kanaan. Orang Kanaan yang tersisa itu, di kemudian hari, menjadi kesulitan yang sangat besar bagi mereka. Mereka sering kali mengalami penindasan dari orang Kanaan tersebut.

c. Tertawan dan Ditaklukkan

Allah juga menghakimi mereka, mengizinkan orang Asyur, orang Babilon, orang Persia, orang Yunani, dan orang Roma untuk menawan dan menaklukkan mereka.

d. Tercerai Berai di Antara Bangsa-bangsa

Allah lebih lanjut menghakimi orang Israel, membuat mereka tercerai berai di antara bangsa-bangsa.

e. Dibuang oleh Allah

Akhirnya, Bani Israel dibuang oleh Allah. Tuhan memberitahu mereka, bahwa mereka akan dibuang. Tuhan juga akan mengalihkan kerajaan mereka kepada gereja (Matius 21:43).

f. Membuat Mereka Tidak Dapat Menikmati

Tanah Permai

Setelah bani Israel dibuang oleh Allah, mereka tidak dapat menikmati tanah permai. Semua kitab sejarah dalam Perjanjian Lama mencatat dengan cermat tentang bagaimana kita bisa mendapatkan Kristus, menduduki Kristus, dan tinggal di dalam kenikmatan atas Kristus sebagai tanah permai. Mengenai kenikmatan atas Kristus, Perjanjian Baru menampakkan kepada kita, tidak sejelas seperti yang dilambangkan dalam Perjanjian Lama.

C. Melalui Gereja

Allah tidak mendapatkan jalan di atas keturunan Abraham, karena itu Allah beralih kepada gereja.

1. Kristus Yang Unik Sebagai Sentral dan Sasaran

Kristus yang unik (satu-satunya) adalah sentral dan sasaran pergerakan Allah melalui gereja (Yohanes 3:16; 1 Korintus 1:9).

2. Maksud Hati Allah

a. Menghasilkan Gereja Sebagai Tubuh Kristus,

Menjadi Ekspresi Korporat Allah Tritunggal yang Terproses

Maksud hati Allah ialah ingin menghasilkan gereja sebagai Tubuh Kristus, menjadi ekspresi korporat Allah Tritunggal yaag terproses (Efesus 1:23, 3:19b).

b. Demi Penggenapan Yerusalem Baru

Pembangunan gereja adalah untuk penggenapan pembangunan Yerusalem Baru. Ketika kita sedang dalam pembangunan, berarti kita maju menuju satu sasaran, yaitu Yerusalem baru.

3. Kegagalan Gereja

a. Keluar dari Kenikmatan atas Kristus

Gereja gagal karena telah keluar dari kenikmatan atas Kristus (Galatia 1:6, 4:9). Sekarang di kalangan Kekristenan bahkan tidak ada istilah "Menikmati Kristus". Banyak orang Kristen fundamental, namun mereka tidak mengetahui apa itu menikmati Kristus.

b. Menjadi Kekristenan yang Campur Aduk

Gereja gagal sedemikian rupa hingga menjadi Kekristenan yang campur aduk (Matius 13:33; Kolose 2:20-21). Tuhan Yesus dalam Matius 13:33 menubuatkan bahwa perkara itu akan terjadi. Dalam ayat ini Tuhan membicarakan seorang perempuan, mencampur-adukkan ragi ke dalam tepung terigu. Tepung terigu sebagai korban sajian melambangkan Kristus sebagai makanan Allah dan manusia, namun Kekristenan telah mencampur-adukkan ragi ke dalam tepung itu. Ragi mencakup dosa, dunia, daging, Iblis, dan segala hal yang negatif.

Kekristenan hari ini benar-benar telah merupakan sesuatu yang carnpur aduk. Mereka memiliki Alkitab; mereka memiliki nama Allah; mereka memiliki Kristus; mereka juga mengajarkan Injil fundamental, yang memberitahu orang bahwa Kristus demi dosa-dosa kita telah terpaku di atas salib. Tetapi pada mereka juga banyak hal yang tidak sesuai dengan Alkitab, pelaksanaan pengajaran yang sesat, doktrin yang bidat, benda atau perkara yang jahat, telah tercampur aduk di dalam pengajaran Kristus, sehingga seluruh Kekristenan telah teragi. Hari ini Kekristenan telah menjadi campur aduk dan tidak murni. Campur aduk yang terbesar ialah bermacam-macam denominasi. Setiap kedudukan denominasi adalah yang dihukum dan ditolak oleh Allah (Versi Pemulihan: I Korintus 1:12-13, ayat 12 catatan 1; Wahyu 3:8, ayat 8 catatan 3).

4. Penghakiman Allah

a. Menghukum Gereja yang Jatuh

Penghakiman Allah ialah penghakimanNya terhadap gereja yang telah jatuh. Perjanjian Baru penuh dengan tegoran terhadap gereja yang jatuh.

b. Membuat Gereja yang Beralih Bentuk Itu

Terputus darl Kenikmatan atas Kristus

Penghakiman Allah juga membuat gereja yang beralih bentuk itu terputus dari kenikmatan atas Kristus (Yohanes 15:2a). Kekristenan hari ini tidak lagi memiliki model gereja yang mula-mula, sebab itu disebut gereja yang telah beralih bentuk. Dalam Wahyu pasal 2 dan 3 mengenai tujuh gereja itu, ada satu yang disebut Laodikia. Tuhan Yesus tidak berada di dalam gereja itu. Tuhan malah di luar pintu gereja itu mengetok pintu (Wahyu 3:20). Ini menyatakan bahwa gereja yang jatuh telah terputus dari kenikmatan atas Kristus.

c. Membangunkan Para Pemenang

Penghakiman Allah terhadap gereja yang beralih bentuk ialah untuk membangunkan para pemenang. Pergerakan Allah melalui bangsa Adam, melalui keturunan Abraham, dan melalui gereja telah mengalami kegagalan. Namun tujuan dari penghakiman Allah ialah untuk membangunkan para pemenang. Sebab itu harus ada kitab yang terakhir -- kitab Wahyu. Di dalam kitab Wahyu, ada panggilan yang unik dari Kristus Sang Kepala terhadap kaum imani, agar mereka menjadi pemenang-pemenang bagiNya. Dalam Wahyu pasal 2 dan 3, pada akhir dari setiap surat kepada ketujuh gereja, Kristus Sang Kepala selalu berseru memanggil pemenang. Dia mengulangi memanggil tujuh kali (Wahyu 2:7,11,17,26-28; 3:5,12,20-21). Kitab Wahyu ini tidak hanya memberitahu kita mengenai perihal binatang, atau perkara kesusahan besar tiga setengah tahun. Kitab Wahyu adalah kitab yang membicarakan para pemenang. Kita harus memperhatikan dengan serius perihal panggilan Tuhan terhadap para pemenang.

D. Melalui Para Pemenang

Pergerakan Allah demi penggenapan ekonomiNya di bumi, pada akhirnya ialah melalui para pemenang. Berita kali ini adalah mengenai Kelompok Vital dan Para Pemenang. Kelompok vital seharusnya terbentuk dari para pemenang.

1. Kristus Sang Roh Sebagai Sentral dan Sasaran

Pergerakan Allah merampungkan ekonomiNya melalui para pemenang adalah dengan Kristus Sang Roh sebagai sentral dan sasaran (Wahyu 5:6; Filipi 1:19b). Kata "Kristus Sang Roh" ini berarti : dalam langkah terakhir dari pergerakan Allah, Kristus telah menjadi Roh yang almuhit. Wahyu pasal Allah, Kristus telah 5 dan 6 mewahyukan, Roh yang diperkuat tujuli kali itu ialah mata Kristus. Mata seseorang esa dengan orang tersebut, bahkan manusia mengutarakan dirinya terutama melalui mata. Kristus melalui tujuh mataNya, dengan sepenuhnya terekspresi; tujuh mataNya adalah Roh yang diperkuat tujuh kali itu. Ini membuat Kristus menjadi Kristus Sang Roh itu, juga adalah Kristus Sang Roh yang rampung sempurna, majemuk, dan yang almuhit. Filipi 1: l9b mengatakan tentang suplai yang serba lengkap dari Roh Yesus Kristus. Roh Yesus Kristus ialah Kristus itu sendiri, Kristus Sang Roh ini memiliki suplai yang almuhit. Dia adalah Sang almuhit, yang kaya berlimpah, suplaiNya lengkap; inilah Kristus pada zaman para pemenang.

Kita harus tahu diri kita sedang berada dalam zaman apa. Kita tidak hanya berada dalam zaman gereja; kita berada di dalam gereja, tetapi kita lebih-lebih berada dalam zaman para pemenang. Agar menjadi pemenang, kita sangat perlu mengenal tujuh butir utama pemulihan Allah. Allah membuat Kristus menjadi Kristus Sang Roh itu, sebagai sentral dan sasaran dari pemulihan tujuh hal itu.

a. Berbagian dalam Allah Tritunggal yang Terproses

Butir utama pemulihan Tuhan yang pertama ialah, berbagian dalam Allah Tritunggal yang terproses. Kita harus berbagian dan menikmati Allah Tritunggal yang telah melalui bermacam-macarn proses : menjadi tubuh daging, penghidupan insani, terpaku di salib, bangkit, naik ke sorga. Ini semua adalah macam-macarn proses yang dilalui oleh Allah Tritunggal. Hari ini kita menikmati Dia seturut dengan yang dikatakan oleh Paulus dalam 2 Korintus 13:13, "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian." Tidak hanya Bapa, Anak, dan Roh menyertai kita; kasih, kasih karunia, dan persekutuan juga menyertai kita! Dia adalah kasih, Dia menjadi kasih karunia, bahkan Dia menjadi kasih karunia terhadap kita melalui persekutuan Roh Kudus. Inilah berbagai macam proses yang Dia lalui. Hari ini kita sedang menikmati dan berbagian atas Allah Tritunggal yang demikian!

b. Dengan Limpah Menikmati Kristus yang Almuhit

dan yang Berkembang Luas Tanpa Batas

Butir utama pemulihan Tuhan yang kedua ialah dengan limpah menikmati Kristus yang almuhit dan yang berkembang luas tanpa batas.

c. Dengan Penuh Mengalami Roh yang Rampung

Sempurna, yang Majemuk

Hari ini orang Kristen mengetahui Roh Allah, Roh Kudus, namun jarang sekali yang mengetahui bahwa Roh Allah kini adalah Roh yang rampung sempurna dan yang majemuk.

d. Mutlak Hidup Berdasarkan Hayat yang Kekal

Di sini para pemenang juga hidup berdasarkan hayat yang kekal. Sebagai orang Kristen, kita memiliki hayat insani dan hayat ilahi. Masalahnya ialah kita ini hidup berdasarkan hayat yang mana. Kita seharusnya hidup berdasarkan hayat ilahi, namun sebagian besar waktu kita justru hidup berdasarkan hayat insani kita. Ketika saudari pergi membeli suatu barang, apakah hidup berdasarkan hayat ilahi? Model rambut kita apakah berdasarkan hayat ilahi? Penatua menunaikan fungsi kepenatuaannya, berdasarkan hayat insaninya, atau berdasarkan hayat ilahi? Penatua menunaikan fungsi kepenatuaannya, asalkan lima puluh persen saja berdasarkan hayat ilahi, itu sudah sangat baik. Di dalam keluarga, saya terhadap isteri, berkontak dengan anak cucu, dan dalam berkontak dengan kaum saleh, selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah ini berdasarkan hayat ilahi? atau hanya berdasarkan hayat sendiri?.

Kita harus belajar berperilaku lebih tinggi daripada standar etika moral; misalnya, kita tidak hanya harus bersabar, tidak marah-marah. Ada beberapa orang tua yang telah belajar bagaimana bersabar. Mereka tidak mudah marah, tetapi kesabaran mereka itu tidak berdasarkan hayat ilahi. Kita bukanlah begitu, kita harus melatih roh kita, berdasarkan hayat ilahi mengendalikan temperamen kita. Kita harus hidup berdasarkan hayat. ilahi. Bagi hayat ilahi, tidak ada perihal marah-marah.

Di dalam sidang-sidang gereja, kita mungkin sangat sopan, tertib, namun keadaan itu mungkin hanyalah keinginan kita untuk berwaspada, bukan berdasarkan hayat ilahi. Saya mengatakan demikian, dikarenakan banyak orang setelah sidang selesai tidak lagi memperhatikan sikap dan cara mereka berbicara. Karena itu kita perlu mutlak hidup berdasarkan hayat yang kekal.

e. Membangun Tubuh Kristus

Kita di sini bukan untuk menerima pendidikan, juga bukan untuk mendapatkan mata pencaharian. Bahkan kita di sini bukan untuk membangun gereja "Kita". Kita di sini adalah untuk membangun Tubuh Kristus! Banyak penatua egois, hanya untuk gereja mereka sendiri, mereka mungkin tidak berbeban untuk membangun Tubuh Kristus. Bila kita ingin membangun gereja di Anaheim, itu haruslah untuk pembangunan Tubuh Kristus. Pembangunan gereja-gereja haruslah untuk pembangunan Tubuh Kristus.

f. Melaksanakan Gereja Universal

di Atas Tumpuan Lokalitas

Perjanjian Baru dengan jelas memperlihatkan kepada kita, di satu kota seharusnya hanya ada satu gereja, sama seperti satu suami hanya memiliki satu isteri (Wahyu 1:11; Kisah Para Rasul 8:1, 13:1). Tetapi lihatlah keadaan sekarang, dalam tiap kota ada "Pasar gereja". Di dalam gejolak yang telah lalu, para pernecah belah tidak menghiraukan akibat serius yang ditimbulkan oleh pemecah-belahan mereka. Haruslah "satu kota, satu gereja, satu suami satu isteri". Di dalam satu kota. bila ada lebih dari satu gereja, berani kita telah melakukan perzinahan rohani.

g. Menjaga Keesaan Tubuh Kristus

Butir utama pemulihan Tuhan yang terakhir ialah menjaga keesaan Tubuh Kristus. Dalam gejolak yang telah lalu, para penentang mengabaikan kebenaran ini. Kalaupun apa yang mereka tuduhkan itu benar, itupiin tidak boleh menjadi tumpuan bagi pemecah-belahan oleh mereka. Itu tidak bisa membenarkan gerakan pemecah-belahan mereka. Bagaimanapun keadaannya, seorang suami tidak seharusnya menceraikan isterinya, bahkan hidup berpisahpun tidak benar. Kita harus dengan sekuat tenaga menjaga keesaan Tubuh Kristus.

2. Maksud Hati Allah

a. Merampungkan Pembangunan Tubuh Kristus

Dalam zaman para pemenang, maksud hati Allah ialah merampungkan pembangunan Tubuh Kristus (Efesus 4:12-13). Pemenang-pemenang Kristus harus khusus memperhatikan pembangunan Tubuh Kristus. Hari ini banyak orang Kristen terpecah belah, dikarenakan mereka tidak mempedulikan pembangunan Tubuh Kristus; mereka hanya memperhatikan pekerjaannya sendiri yang kecil-kecil. Bila kita hanya memikirkan pembangunan gereja tempat kita sendiri, kita pasti tidak akan menjadi pemenang.

Pemenang haruslah orang yang menang atas perpecahan. Perpecahan itu mudah sekali terjadi. Kalau dua pihak saling tidak menyukai, rnereka mudah untuk berhimpun di tempat yang berbeda. Sebaliknya untuk tinggal bersama bertahun- tahun sangatlah sulit. Bercerai itu mudah, hidup berpisah juga gampang; namun tinggal bersama dan berkesinambungan, berkelanjutan menempuh penghidupan pernikahan, tidaklah mudah. Inilah artinya menjaga keesaan. Anda mungkin sangat baik terhadap seorang saudara yang memimpin, tapi bila dia berkata terus terang kepada Anda, mungkin Anda terluka. Boleh jadi Anda tidak akan meninggalkan gereja, namun Anda tidak lagi mau berkata-kata dengan saudara itu. Ini adalah perpecahan yang terselubung dan tersembunyi. Ingin menjaga keesaan, Anda harus menang atas segala perkara yang negatif.

b. Mendatangkan Yerusalem Baru

Sekarang kita sedang membangun Tubuh Kristus, untuk mendatangkan, Yerusalem Baru (Wahyu 2:7b; 3:12).

3. Kesuksesan Para Pemenang

a. Ada Vitalitas - Hidup Versus Kematian Sardis;

Dinamis Versus Suam-suam Kuku Laodikia

Orang Kristen yang normal seharusnya vital. Vital berarti hidup, juga dinamis. Menjadi orang, haruslah percaya masuk ke dalam Kristus. Menjadi orang Kristen, haruslah di dalam pemulihan. Di dalam pemulihan, haruslah vital. Kalau kita tidak vital, walaupun mungkin kita masih berada di dalam gereja, namun tidak di dalam daftar para pemenang. Para pemenang adalah orang-orang yang vital.

Di dalam ketujuh surat dalam kitab Wahyu, Tuhan menghukum kematian Sardis. Tuhan berkata, bahwa di Sardis tidak ada satu halpun yang hidup, semuanya dalam keadaan hampir mati (Wahyu 3:1-2). Kita mungkin sering mengikuti sidang- sidang gereja, namun keadaan kita mati, tidak vital. Gereja di Laodikia keadaannya suam-suam kuku. Suamsuam kuku itu berarti tidak dinamis, mereka tidak mengadakan aktivitas apapun. Vital berarti menang atas kematian Sardis, dan menang atas suam-suam kuku Laodikia. Mungkin keadaan gereja di tempat kita berada seperti Sardis, tetapi tidak berarti kita harus meninggalkan gereja. Mungkin kita berkata, bahwa keadaan gereja kita terlalu mati, kita perlu gereja yang hidup. Namun di bumi tidak ada satu gereja yang sepenuhnya hidup. Gereja mungkin dalam keadaan akan mati, namun kita harus tetap tinggal di dalam gereja, dan menang atas keadaan mati.

(1) Menyelamatkan Orang Dosa,

agar Mereka Menjadi Anggota,Tubuh Kristus

Kita harus menjadi vital atas empat hal. Pertama, haruslah kita vital di dalam menyelamatkan orang dosa agar mereka menjadi anggota Tubuh Kristus. Bila kita tidak berbuah, tidak melahirkan, berarti kita gagal, bukan menang. Bila Anda Ingin menang, pertama Anda harus menang atas "tidak melahirkan". Tiap tahun paling sedikitnya Anda harus mendapatkan safti atau dua orang baru, sebagai buah hasil Anda.

Ada orang memberitahu saya, bahwa mereka telah mencoba selama tiga minggu atau tiga bulan untuk mengetok pintu, ternyata tidak berhasil. Namun kita harus mencobanya selama. tiga tahun, baru boleh mengatakan bahwa memberitakan Injil berkontak dengan orang itu tidak mendapatkan hasil. Kita harus setiap minggu keluar satu kali, tiap kali dua jam, tiap tahun lima puluh dua kali, untuk berkontak dengan orang dosa. Adakalanya Anda tidak perlu pergi secara langsung. Anda bisa melalui mengirim surat, menelpon untuk berkontak dengan orang. Bila Anda dalam setahun lima puluh dua kali terus-menerus melaksanakan ini, apakah Anda percaya bahwa Anda tidak bisa mendapatkan satu orang saja? Anda pasti akan mendapatkan satu orang. Kalaupun Anda di dalam setahun itu tidak mendapatkan satu orang, tetapi karena Anda terus-menerus dengan setia berjerih lelah berkontak dengan orang, akhirnya Anda pasti akan mendapatkan orang. Tentu saja, kalau Anda tidak mau keluar, tidak berkontak dengan orang, tidak akan ada kejadian apa-apa. Seberapa banyak jerih lelah Anda, akan menentukan jumlah buah yang Anda hasilkan.

Menurut Matius 25, Tuhan paling sedikit memberikan modal kepada kita masing-masing satu talenta, dan kita boleh menyerahkannya kepada orang yang menjalankan uang, supaya bisa menerima bunganya (Matius 25:27). Orang menjalankan uang ialah orang dosa dan pemula yang kita genapi dan yang bertumbuh di dalam Kristus. Kita harus berdagang, sampai Tuhan datang kembali (Lukas 19:13). Tidak peduli apakah kita mendapatkan orang atau tidak, kita harus tetap sibuk untuk berdagang. Kalau tidak melakukan, tidak akan mendapatkan.

Matius 25 memberitahu kita, Tuhan akan datang kembali dan kita harus mengadakan perhitungan dengan Dia (Matius 25:19). Jangan menjadi hamba yang dicela. oleh Tuhan sebagai hamba yang jahat dan malas. Tuhan akan mencampakkan hamba yang jahat dan malas itu ke dalam kegelapan yang paling gelap untuk dihukum (Matius 25:30), dan masa hukumannya ialah seribu tahun lamanya. Jangan mengira bahwa diri kita tidak ada masalah, sehingga kita merasa puas diri. Cepat atau lambat, kita akan beriumpa dengan Dia, dan harus mengadakan perhitungan dengan Dia.

(2) Merawat Kaum Imani yang Baru Lahir dalam Kristus

Setelah kita berkontak dengan orang dosa, dan setelah membuat mereka menjadi anggota Tubuh Kristus, mereka telah menjadi bayi-bayi dalam Kristus. Kita perlu merawat kaum imani yang baru lahir dalam Kristus ini.

(3) Menggenapi Kaum Saleh

Kita merawat bayi-bayi ini agar mereka bertumbuh besar. Kemudian mereka menjadi kaum saleh yang masih perlu digenapi.

(4) Dengan Bertutur-sabda (Berbicara Bagi Allah)

Membangun Gereja Universal, Untuk Pembangunan Tubuh Kristus

Terakhir, kita harus membantu kaum saleh yang telah digenapi itu belajar bagaimana bertutur-sabda, bagaimana berbicara bagi Tuhan. Bertutur-sabda dalam sidang-sidang gereja bisa membangun gereja, membangun Tubuh Kristus. Jika di dalam sidang-sidang gereja hanya beberapa orang saja yang bertutur-sabda, Tubuh Kristus tidak bisa dibangun.

Kita harus dengan sekuat tenaga menggenapi dan membangun semua orang saleh, agar mereka bertutur-sabda, berbicara bagi Tuhan. Makin banyak orang yang berbicara bagi Tuhan makin baik. Berbicara demikian, di aspek lokal ialah membina kaum saleh, di aspek universal membangun Tubuh Kristus. Terlebih dulu, kita sendiri harus berlatih berbicara. bagi Tuhan. Kalau kita tiap minggu berbicara bagi Tuhan, kita sendiri akan terbangun dan bertumbuh besar. Kemudian kita tidak hanya sebagai anggota Tubuh yang hidup dalam satu lokal, juga menjadi anggota Tubuh Kristus universal yang hidup.

b. Menang Atas Kejatuhan Gereja

Atas keempat langkah jalan yang ditetapkan Allah, kita harus membayar harga. Tetapi, menang tidak berarti hanya menang atas segala hambatan dan rintangan, terhadap pelaksanaan jalan yang ditetapkan oleh Allah, kita masih perlu menang atas kejatuhan gereja pada hari ini.

Allah telah mengadakan pergerakan melalui bangsa Adam, keturunan Abraham, dan melalui gereja. Pada akhirnya, di hadapan Tuhan mereka ternyata gagal, tetapi Tuhan tidak membuangnya. Di dalam kitab Wahyu ini, Allah memanggil Para pemenang untuk menggenapkan pergerakanNya di bumi, untuk merampungkan ekonomiNya yang kekal. Alkitab mewahyukan para pemenang adalah suatu kesuksesan bagi Tuhan.

Pertama, Di dalam Wahyu pasal 12 ada Para pemenang yang telah meninggal, yang dilambangkan oleh anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan universal yang terang. Orang-orang yang di dalam anak laki-laki yang korporat itu menang atas Iblis oleh darah Anak domba, oleh perkataan kesaksian mereka, dan mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut (Wahyu 12:11). Kemudian, ada seratus empat puluh empat ribu pemenang, mereka terangkat ke langit ketiga, bersama Tuhan berdiri di atas bukit Sion (14:1). Ke rnanapun Kristus pergi, mereka semua mengikutiNya (14:4). Mereka adalah pemenang yang hidup sampai sebelum kesusahan besar. Selain dua golongan pemenang ini, masih ada lagi segolongan pemenang, mereka akan menang atas Antikristus, patungnya, dan bilangan namanya (15:2). Pemenang-pemenang ini akan mati martir, namun mereka harus menang atas Antikristus. Kitab Wahyu memperlihatkan kepada kita, Tuhan melalui Para pemenang akan memiliki jalan untuk merampungkan ekonomiNya.

Di dalam gereja lokal akan lebih memudahkan kita untuk menjadi pemenang; tetapi ini bukan berarti, asalkan kita berada di dalam gereja lokal, kita pasti adalah pemenang. Tidak ada satu gereja yang merupakan gereja yang menang. Tetapi kita harus tetap tinggal dalam gereja yang tidak menang ini, agar menjadi pemenang. Kita tidak seharusnya melamunkan gereja lokal adalah gereja yang menang. Memang, kita sernua senang melihat gereja dengan baik maju ke depan, ada kemajuan, namun di dalam satu keluarga tidak sernua orangnya kuat-kuat. Tetapi di dalam satu keluarga, seharusnya ada sebagian orang yang kuat. Tidak semua warga-negara dari suatu negara bisa menjadi prajurit untuk berperang, hanya orang yang agak kuat baru bisa. Kita tidak seharusnya mengatakan bahwa di dalam gereja ada orang lain yang tidak menang, karena itu kita lalu memaafkan diri sendiri. Ini salah. Kita tetap harus menang.

Dalam Wahyu pasal 2 dan 3, Tuhan mencela gereja-gereja. Dia bahkan memberitahu orang-orang yang di Laodikia, bahwa Dia akan memuntahkan mereka dari mulutNya (3:16). Tetapi Tuhan juga berkata kepada mereka, "Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhtaKu, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan BapaKu di atas takhtaNya"(3:21). Tidak peduli keadaan satu gereja lokal itu bagaimana, asalkan gereja ini didirikan di atas tumpuan yang tepat, ia tetap adalah gereja. Satu gereja disebut sebagai gereja lokal, faktor penentunya ialah tumpuan gerejanya.. Kalau itu adalah gereja lokal, kita harus tinggal di dalamnya; tetapi kita tidak seharusnya tinggal di dalamnya secara rutinitas, kita haruslah vital.

Sekarang kita.akan melihat bagaimana baru bisa vital. Pertama, kita harus memiliki sejangka waktu berkontak dengan Tuhan. Dengan demikian kita akan mendapatkan terang Tuhan, nampak akan segala kekurangan kita, kesalahan, perbuatan jahat, kepicikan, dosa, dan pelanggaran kita. Untuk itu kita perlu dengan tuntas mengaku dosa di hadapan Tuhan, agar mendapatkan pengampunan yang tuntas pula, dan di hadapan Tuhan membereskan dan membersihkan semua hal yang negatif.

Kemudian kita harus mohon Tuhan memberi kita seorang teman, agar kita bisa bersama dia berjerih lelah di dalam Injil. Anda tidak seharusnya berkata, bahwa Anda tidak ada waktu. Setiap orang itu sibuk. Anda harus menebus dan merencanakan waktu-waktu Anda. Anda harus tiap minggu menyisihkan waktu dua jam, untuk dapat lebih banyak berkontak dengan orang. Dengan demikian, Anda akan dapat membawa beberapa orang beroleh selarnat dan dibaptiskan, menjadi bayi-bayi rohani Anda. Anda juga harus merawat mereka, menggenapi mereka, dan membangun mereka, agar mereka bertutur-sabda. Anda harus membayar harga menempuh jalan yang sesuai dengan Alkitab, yaitu jalan Perjanjian Baru yang ditetapkan oleh Allah, bukan bersandarkan penatua atau sekerja, melainkan bersandarkan diri Anda sendiri.

Di tempat Anda berada, mungkin banyak orang yang menempuh penghidupan gereja secara rutinitas. Semua orang yang menempuh penghidupan gereja semacarn itu adalah orang yang gagal. Mereka tidak menang. Tetapi Anda harus bangun, menempuh jalan yang vital ini. Dengan demikian, Anda di gereja lokal di tempat Anda berada, adalah orang yang vital bisa menghasilkan dan membangun kelompok vital. Tuhan di tempat Anda akan mendapatkan sekelompok pemenang, Tuhan juga akan mendapatkan jalan untuk merampungkan ekonomiNya yang kekal.

4. Penghakiman Allah

Para pemenang akan berhasil, namun sebagian besar kaum imani akan gagal. Pada akhirnya, Allah akan di hadapan takhta Kristus melaksanakan penghakiman atas semua orang imani (2 Korintus 5:10).

a. Pahala Kenikmatan Penuh Atas Kristus di dalam Kerajaan

Allah akan memberi pahala kepada para pemenang, agar mereka di dalam kerajaan menikmati Kristus secara penuh. Hari ini kalau Anda adalah pemenang, Anda adalah orang yang menikmati Kristus, tetapi belum menikmati secara penuh. Kenikmatan penuh atas Kristus ialah pada zaman yang akan datang. Di dalam kerajaan seribu tahun ada kenikmatan yang penuh akan Kristus, ini akan menjadi pahala Anda!

(1) Menjadi Raja Bersama Kristus di dalam Kemuliaannya

Kenikmatan penuh terhadap, Kristus adalah termasuk menjadi raja bersama Kristus di dalam kemuliaanNya (2 Timotius 2:12a; Wahyu 20:4,6).

(2) Menikmati Sukacita Kristus Di Dalam Kerajaannya

Kemuliaan Kristus dan sukacita Kristus adalah dua macam pahala utama. yang Allah berikan kepada pemenang. Menjadi raja adalah di dalam kemuliaanNya, sukacita adalah dalam kerajaanNya. Matius 25:21,23 mewahyukan kepada kita., para pemenang akan berbagian di dalam sukacita Kristus di dalam kerajaanNya.

b. Keselamatan Jiwa, Terhindar dari Kehilangan Kristus

Pada Zaman Keadilan

Aspek lain dari pahala kepada para pemenang ialah keselamatan jiwa. Jika Anda adalah pemenang, Tuhan akan menyelarnatkan Anda agar Anda tidak kehilangan Kristus pada zaman keadilan.

(1) Beroleh Penyelamatan,

Terhindar dari Penghukuman Dilempar

ke dalam Kegelapan Pada Zaman Penghakiman

Pemenang akan beroleh penyelamatan, terhindar dari penghukuman dilempar ke dalam kegelapan pada zaman penghakiman (Matius 25:30). Barangsiapa tidak menang pada zaman ini, maka pada zaman keadilan, yaitu. pada zaman kerajaan, zaman penghakiman, akan kehilangan Kristus.

(2) Beroleh Penyelamatan,

Terhindar dari Terputus Atas Kenikmatan Penuh

Terhadap Kristus di dalam Kemuliaannya

Matius 24.51a mengatakan, bahwa orang yang gagal akan dipotong. Artinya mereka akan terputus dari Kristus. Ketika kita beroleh selamat, kita menjadi satu dengan Kristus. Kesatuan dengan Kristus ini adalah untuk kenikmatan kita atas Kristus. Tetapi bila kita pada masa kini gagal, kita akan berada di dalam kegelapan, dan akan terputus dari kenikmatan atas Kristus. Yohanes 15 mengatakan, bahwa ranting yang tidak berbuah akan dipotong oleh Bapa (ayat 2a). Dipotong itu bukan berarti ia akan binasa, melainkan menyatakan bahkan pada hari ini, mereka akan terputus dari kenikmatan atas Kristus. Bila kita. adalah orang yang gagal seperti itu, ketika Tuhan datang kembali, kita akan dilemparkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, dan di dalam kerajaan seribu tahun terputus dari kenikmatan atas Kristus.

II. PERAMPUNGAN YERUSALEM BARU,

DEMI MENGGENAPKAN KEINGINAN ALLAH

Pergerakan Allah di bumi melalui para pemenang ialah untuk merampungkan pembangunan Yerusalem Baru demi menggenapkan keinginan Allah. Sekarang kita berada pada zaman para pemenang. Di dalam penghidupan gereja, kita semua harus vital, menang atas setiap perkara yang jatuh dari Kekristenan.