← Daftar isi Wahyu dan Pergerakan Allah Tritunggal · bab 12/12

WAHYU DAN PERGERAKAN ALLAH TRITUNGGAL DALAM PERJANJIAN BARU (5)

VISI-VISI DAN PERGERAKAN ALLAH

GARIS BESAR

III. Visi-visi dan pergerakan Allah :

A. Wahyu-wahyu :

Dari inkarnasi Kristus, kehidupan insani-Nya di bumi, ketersahban-Nya, dan kebangkitan-Nya, murid-murid sebermula melihat fakta-fakta sejarah dari pekerjaan Kristus. Pada saat kebangkitan Kristus, mereka semua pasti melihat makna rohani yang intrinsik dari perkara-perkara ini, yang semuanya menjadi wahyu bagi mereka seperti yang dimaksudkan Kristus dalam Yohanes 14:20. Setelah kebangkitan-Nya, Kristus tinggal dengan murid-murid-Nya selama empat puluh hari. Selama empat puluh hari itu, perkara utama yang dilakukan-Nya adalah membuat mereka memihki pengenalan rohani terhadap wahyu-wahyu mengenai apa yang telah dilakukan-Nya dari inkarnasi-Nya sampai kebangkitan-Nya.

B. Visi-visi :

Setelah empat puluh hari, sebelum Ia pergi ke tingkat-tingkat langit, berdasarkan apa yang telah diperlihatkan-Nya kepada murid-murid sebagai wahyu-wahyu, maka ada satu hasil yang muncul, yaitu visi. Dalam visi ini, berdasarkan apa yang telah mereka lihat, Kristus pertama-tama memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi memberitakan pertobatan bagi pengampunan dosa-dosa (Luk. 24:45-47). Saat-saat terakhir Ia tinggal bersama murid-murid-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk menjadi saksisaksi-Nya di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8), dan kemudian sebelum kenaikan-Nya Ia memerintahkan murid-murid untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-murid Tuhan serta mengajarkan segala sesuatu yang telah Ia perintahkan kepada mereka berdasarkan wahyu bahwa segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya (Mat. 28:18-20). Setelah kenaikan-Nya ke tingkat-tingkat langit, pada hari Pentakosta, hal pertama yang dilakukanNya sebagai permulaan dari pergerakan Allah di bumi untuk mendirikan gereja-gereja adalah mencurahkan Roh kuasa (diri-Nya sebagai Roh almuhit yang telah rampung) ke atas murid-murid (Kis. 2:1-4, 17, 33).

C. Pergerakan Tuhan :

1. Setelah Tuhan memperlihatkan kepada murid-murid sebermula wahyu mengenai ministri bumiah-Nya, maka berdasarkan hal itu. Ia memberikan visi kepada mereka bagi pergerakan-Nya :

a. Mereka bergabung dengan Tuhan dalam pergerakan pertama-Nya untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru-Nya dengan mendirikan gereja di Yerusalem di antara orang-orang Yahudi -Kis. 8:1.

b. Berdasarkan wahyu dan visi yang sama, Tuhan, melalui penganiayaan orang-orang Yahudi di Yerusalem, menggerakkan sebagian besar kaum, beriman sebermula untuk membawa Injil ke Yudea, Samaria, dan bahkan ke Afrika melalui sida-sida Etiopia (Kusy, Afrika Timur), dalam pergerakan Tuhan-Kis. 8:1, 4-5, 26-39. Berdasarkan wahyu yang sama, Tuhan memberi visi kepada Petrus bahwa Tuhan menginginkan dia untuk bergerak maju bersama-Nya demi menyebarkan ekonomi Perjanjian Baru-Nya kepada orang-orang kafir, dimulai dari rumah Kornehus, perwira Romawi - Kis. 10:1-33.

c. Kemudian Tuhan memberi visi lebih lanjut kepada rasul Paulus dan kepada keempat orang nabi dan pengajar lainnya di gereja di Antiokhia, bahwa mereka harus pergi untuk bergerak bersama Tuhan demi melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru-Nya untuk menginjili seluruh Asia Kecil. Paulus dan para sekerjanya melakukan hal ini melalui tiga kah perjalanan Injil - Kis. 13:1-14:28; 15:40-18:22; 18:23-21:17.

Catatan : Melalui pergerakan Tuhan pada keempat butir di atas, Tuhan telah mencakup daerah Asia dan Afrika, juga telah memulai gereja-Nya di antara orangorang kafir.

d. Tuhan memberi Paulus visi yang lebih lanjut, visi seruan dari seorang Makedonia (Kis. 16:6-10), agar Paulus mengarahkan perjalanan Injilnya dari Asia ke Eropa Timur. Kemudian dia menginjili Eropa Timur, tetapi tidak masuk ke kota Ilirikum (Rm. 15:19). Kemudian melalui perjalanan Injilnya untuk kah keempat, dia mencakup Roma melalui pengasingannya di Roma. Dengan demikian, dia dengan lebih kuat membawa Injil ke Eropa Barat, tetapi tidak masuk ke Spanyol, walaupun dia berharap untuk mencakup tanah itu, yang menurut peta pada zaman itu merupakan ujung bumi (Rm. 15:24, 28).

2. Seluruh orang kudus seharusnya termotivasi oleh wahyu-wahyu dan visi-visi Allah Tritunggal untuk bergabung dengan-Nya bagi pergerakan-Nya untuk merampungkan ekonomi Perjanjian Baru-Nya di bumi.

Didalam berita ini, kita akan menyelesaikan seri berita mengenai Wahyu dan pergerakan Allah Tritunggal. Kita telah melihat wahyu-wahyu Allah dari fakta-fakta dalam Porpinjian Baru secara memadai. Sekarang, kita membicarnkan visi-visi dan pergerakan Allah.

III. VISI-VISI DAN PERGERAKAN ALLAH :

A. Wahyu-wahyu :

Wahyu-wahyu Perjanjian Baru dimulai dari inkarnasi Kristus. Inkarnasi Kristus adalah Allah menjadi seorang manusia. Wahyu-wahyu ini berlanjut dengan kehidupan inmani-Nya di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, ketersaliban-Nya, dan kebangkitan-Nya. Melalui proses ini, mtirid-murid sebermula melihat fakta-fakta sejarah dari pokerjaan Kristus, tetapi mereka tidak memiliki wahyu. Mereka melihat Yesus Kristus sebagai seorang manusia ynng menyatakan. Allah dalam keinsanian-Nya, tetapi mereka tidak melihat wahyu Allah dalam ekonomi-Nya.

Hari ini, banyak orang Kristen yang membaca keempat kitab Injil hanya mengenal kisah-kisah. Mereka melihat fakta-fakta, tetapi mereka tidak mengenal makna rohani yang mendasar (intrinsik), wahyu. Apakah Alkitab hanya merupakan sebuah kitab fakta bagi Anda? Atau sudahkah semua fakta yang tercatat dalam Alkitab menjadi wahyu dari Allah bagi Anda? Wahyu intrinsik dari kelahiran Kristus adalah Allah menjadi seorang manusia dan Allah di bawa ke dalam manusia. Kita perlu melihat perbedaan antara wahyu-wahyu dan fakta-fakta sejarah yang tercatat dalam Alkitab.

Pada waktu kebangkitan Kristus, murid-murid sebermula melihat makna rohani yang intrinsik dari perkara-perkara ini, yang semuanya telah menjadi wahyu bagi mereka. Pada hari kebangkitan, mereka menyadari bahwa kelahiran Kristus telah kosong dan mereka mulai melihat wahyu intrinsik dari segala sesuatu yang telah mereka lihat dalam kehidupan-Nya di bumi. Mereka sudah bersama Dia selama kurang lebih tiga setengah tahun dan melihat-Nya mengerjakan banyak hal, tetapi mereka tidak mengerti makna intrinsik dari perbuatan-Nya. Tetapi pada hari kebangkitan, situasi berubah. Kebangkitan mencelikkan mata mereka.

Kristus menunjukkan bahwa murid-murid akan menerima wahyu pada hari kebangkitan-Nya dalam Yohanes 14:20 : "Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Ada tiga kata di dalam dalam ayat ini. Putra ada di dalam Bapa, kita ada di dalam Putra, dan Putra ada di dalam kita. Murid-murid tidak mengenal hal ini sebelum kebangkitan Tuhan. Tetapi "pada waktu itulah", yaitu pada hari kebangkitan, mereka mengetahuinya. Secara umum, pada waktu itulah berarti "dalam kebangkitan". Ini bukan hanya perkara harinya tetapi perkara fakta. Dalam kebangkitan, murid-murid akan menyadari bahwa Putra ada di dalam. Bapa, bersatu, dengan Bapa; mereka ada di dalam Putra, bersatu dengan Putra; dan Putra ada di dalam mereka, bersatu dengan mereka. Ketiga kelompok ini mutlak berbaur menjadi satu. Banyak orang Kristen percaya kepada Alkitab, tetapi seberapa banyak yang menyadari bahwa Kristus satu dengan Bapa, dan mereka satu, dengan Kristus, dan Kristus bersatu dengan mereka? Wahyu yang satu ini dapat merombak seluruh kekristenan.

Setelah kebangkitan-Nya, Kristus tinggal dengan murid-murid-Nya selama empat puluh hari (Kis. 1:3). Selama empat puluh hari itu, hal yang terutama dilakukan-Nya adalah membawa mereka ke dalam pengenalan rohani dari wahyu-wahyu mengenai apa yang telah dilakukan-Nya dari inkarnasi-Nya sampai kebangkitan-Nya. Pada hari Pentakosta, Petrus bahkan memiliki lebih banyak pengenalan bahwa Kristus ada di dalam dia sebagai Seorang yang ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam-Nya. Kata depan di dalam sangat bermakna.

Petrus, Yakobus, dan Yohanes adalah nelayan-nelayan Galilea yang dipanggil oleh Tuhan untuk mengikuti-Nya. Mereka mengikuti Kristus dan melihat banyak hal tetapi tidak mengerti apa-apa. Kemudian, Tuhan memberi tahu mereka bahwa Ia akan mati dan bangkit pada hari ketiga (Mat. 20:17-19). Walaupun demikian, Yakobus dan Yohanes meributkan perkara duduk di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya dalam kerajaan-Nya yang akan datang (ay. 210-21). Mereka dan murid-murid yang lain tidak mengerti apa yang dimaksud Tuhan dengan kematian dan kehnngkitan-Nya.

Tetapi pada hari Pentakosta, Petrus jelas. Dia tidak hatiya memiliki wahyu tetapi juga visi. Visinya adalah bahwa kita harus pergi memproklamirkan semua wahyu, Petrus telah melakukan hal ini selama beberapa tahun. Pekerjaan Petrus adalah pergerakan Allah. Dia bukan hanya melihat wahyu tetapi juga melihat visi, satu pemandangan alam semesta ini. Dengan demikian, dia terdorong untuk mulai memberitakan. Sejak saat itu, nelayan dari Galilea ini menjadi pemberita Kristus yang pertama.

Allah mulai bergerak pada hari Pentakosta karena semua murid sebermula digerakkan (termotivasi). Keseratus dua puluh murid itu semuanya dapat memberitakan Krititus dan bernubuat mengenai Kristus. Mereka semua menjadi "gila" seperti pemabuk (cf Kis. 2:12-17). Seorang pemabuk hanya tahu bagaimana berbicara tanpa berhenti. Pada hari Pentakosta, seratus dua puluh murid itu seperti ini. Mereka tanpa berhenti membicarakan Kristus adalah Allah itu sendiri. Jika kita tidak membicarakan Kristus kepada orang-orang, ini berarti kita belum melihat wahyu maupun visi mengenai apa yang sedang dikerjakan Allah dalam alam semesta. Tetapi saya berharap kita melihat pemandangan mengenai apa yang sedang dikerjakan Allah dalam alam semesta ini dan mulai membicarakan Kristus kepada orang lain tanpa berhenti. Dengan demikian, kita akan berada dalam pergerakan Allah. Allah sedang bergerak, tetapi jika kita tidak bersatu dengan pergerakan ini, Allah tidak mempunyai jalan untuk bergerak. Setelah melihat wahyu dan visi, kita mulai bergerak, dan pergerakan kita adalah pergerakan Allah. Ketika kita bergerak, Allah juga bergerak.

Suatu hari saya melihat visi bahwa semua wahyu yang telah saya lihat harus diberitakan di Amerika Serikat. Pada tahun 1958, saya diundang untuk mengunjungi Inggris dan Denmark. Sewaktu, saya melewati Amerika, saya menerima visi bahwa pemulihan Tuhan dengan segala kebenarannya harus sampai di sini. Sejak saat itu, saya menengadah kepada Tuhan berkenaan dengan pergerakan-Nya ke Amerika Serikat. Akhirnya, saya masuk ke dalam pergerakan ini dan tiba di sini.

B. Visi-visi

Setelah empat puluh hari, sebelum Kristus naik ke tingkat-tingkat langit, berdasarkan apa yang telah diperlihatkan-Nya kepada murid-murid sebagai wahyu-wahyu, keluarlah hasilnya, yaitu visi. Dalam visi ini, berdasarkan apa yang telah mereka Iihat, Kristus pertama-tama memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi, memberitakan pertobatan bagi pengampunan dosa-dosa (Luk. 24:45-47). Di saat-saat terakhir ketika Ia tinggal bersama murid-murid, Ia memerintahkan mereka untuk menjadi saksi-saksi-Nya di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8), dan kemudian sebelum kenaikan-Nya, Ia memerintahkan murid-murid-Nya untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan dan mengajarkan apa yang telah Ia perintahkan kepada mereka berdasarkan wahyu bahwa seluruh kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya (Mat. 28:18-20). Setelah kenaikan-Nya ke tingkat-tingkat langit, pada hari Pentakosta, hal pertama yang dilakukan-Nya sebagai permulaan dari pergerakan Allah di bumi untuk mendirikan gereja-gereja adalah mencurahkan Roh kuasa (diri-Nya sendiri sebagai Roh almuhit yang telah rampung) ke atas murid-murid (Kis. 2:1-4, 17, 33). Inilah pergerakan Allah, tetapi pergerakan-Nya berlanjut terus bersama pergerakan Petrus dan pergerakan keseratus dua puluh murid itu.

C. Pergerakan Tuhan

Wahyu-wahyu dalam ministri bumiah Tuhan dimulai dari inkarnasi dan diakhiri dengan kebangkitan-Nya. Kemudian Ia terangkat dan memulai ministri yang lain, ministri surgawi-Nya.

1. Berdasarkan Wahyu-wahyu mengenai Ministri bumiah-Nya,

Tuhan Memberi Murid-murid satu Visi bagi Pergerakan-Nya

a. Pergerakan-Nya yang Pertama

Saat Mendirikan Gereja di Yerusalem

Setelah Tuhan memperlihatkan kepada murid-murid sebermula wahyu mengenai ministri bumiah-Nya, berdasarkan wahyu itu Ia memberi mereka visi bagi pergerakanNya, mereka bergabung dengan Tuhan dalam pergerakanNya yang pertama untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru-Nya dengan mendirikan gereja di Yerusalem di antara orang-orang Yahudi (Kis. 8:1). Hal pertama yang dirampungkan dalam pergerakan Allah bersama pergerakan Petrus adalah mendirikan gereja di Yerusalem. Ini adalah perkara yang mutlak baru bagi orang-orang Yahudi.

b. Menggerakkan Sebagian Besar Kaum Beriman Sebermula

untuk Membawa Injil ke Yudea, Samaria, dan bahkan ke Afrika

Berdasarkan wahyu dan visi yang sama, Tuhan, melalui penganiayaan orang-orang Yahudi di Yerusalem, mengprakkan sebagian besar kaum beriman sebermula untuk membawa Injil ke Yudea, Samaria, dan bahkan ke Afrika melalui sida-sida Etiopia (Kusy, Afrika Timur), dalam pergerakan Tuhan (Kis. 8:1, 4-5, 26-39). Tuhan membangkitkan penganiayaan dari orang-orang Yahudi untuk mengusir semua orang beriman Yahudi agar keluar dari Yerusalem. Akhirnya, salah seorang dari mereka bahkan bertemu dengan sida-sida dari Etiopia dan melalui dia pergerakan Allah sampai ke Etiopia.

c. Memberikan Visi kepada Petrus

untuk Menyebarkan Ekonomi Perjanjian Baru-Nya

kepada Orang-orang Kafir

Berdasarkan wahyu yang sama, Tuhan memberikan visi kepada Petrus bahwa Tuhan menginginkan dia untuk bergerak maju bersama-Nya demi menyebarkan ekonomi Perjanjian Baru-Nya kepada orang-orang kafir, dimulai dari rumah Kornelius, perwira Romawi (Kis. 10:1-33). Dari orang-orang Yahudi, Tuhan bergerak ke orang Kafir melalui Petrus. Tuhan menunjukkan kepada Petrus suatu visi tetapi Petrus bimbang. Memang Petrus adalah seorang Yahudi, dan dia memberi tahu Tuhan bahwa sejak masa mudanya, dia tidak pernah makan sesuatu yang tidak tahir. Tetapi dalain visi dari Tuhan, Tuhan memberi tahu dia, "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram" (ay. 15). Petrus harus berkontak dengan orang kafir untuk memberitakan Injil demi mengikuti pergerakan Allah. Dengan demikian, Allah akan bergerak dalam pergerakannya. Gereja dibangunkan di rumah seorang perwira Roma, Kornelius. Inilah pergerakan Tuhan yang dirampungkan melalui pergerakan-Nya dalani pergerakan Petrus.

d. Memberikan Visi yang Lebih Lanjut kepada Paulus

untuk Menginjili Seluruh Asia Kecil

Kemudian Tuhan memberikan visi yang lebih lanjut kepada rasul Paulus serta keempat orang nabi dan pengajar-pengajar lainnya di gereja di Antiokhia bahwa mereka harus pergi, bergerak bersama Tuhan, untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru-Nya melalui menginjili seluruh Asia Kecil. Paulus dan para sekerjanya melakukan hal ini melalui tiga kah perjalanan Injil (Kis. 13:1-14:28; 15:4018:22; 18:23-21:17). Melalui perjalanan Injil ini, Paulus menginjili Asia Kecil dan mendirikan gereja-gereja di kotakota.

Melalui pergerakan Tuhan yang ditunjukkan pada keempat butir di atas, Tuhan telah mencakup Asia dan Afrika juga telah memulai gereja-Nya di antara orang-orang kafir.

e. Memberikan Visi yang Lebih Lanjut

mengenai Seruan Seorang Makedonia

untuk Mengarahkan Perjalanan Injil-Nya ke Eropa

Tuhan memberi Paulus visi yang lebih lanjut, visi seruan seorang Makedonia (Kis. 16:6-10), untuk mengarahkan perjalanan Injilnya dari Asia ke Eropa Timur. Kemudian dia menginjili Eropa Timur, tetapi tidak masuk ke kota Ilirikum (Rm. 15:19). Kemudian melalui perjalanan Injilnya untuk kali keempat, dia mencakup Roma melalui pengasingannya di Roma. Paulus menempuh perjalanan Injilnya melalui diasingkan. Dalam pengasingannya, dia tidak menganggap dirinya sebagai tawanan. Sebaliknya, dia menganggap dirinya adalah seorang pemberita Kristus, seorang penyebar Kristus, penyebar dari segala hal yang telah dia lihat sebagai wahyu dan visi dari Allah. Allah itu berdaulat, Ia menaruh Paulus dalam pengasingan. Akhirnya, pengasingan itu menjadi kunjungan Injil Paulus yang terakhir. Melalui ini, dia menyebarkan Injil secara kuat sampai ke Eropa barat, tidak termasuk Spanyol, walaupun dia berharap untuk mencakup tanah itu, yang menurut peta pada zaman itu merupakan ujung bumi (Rm. 15:24, 28).

2. Orang-orang Kudus

Digerakkan oleh Wahyu dan Visi Allah Tritunggal

Seluruh orang kudus seharusnya digerakkan oleh wahyu dan visi Allah Tritunggal untuk bergabung denganNya bagi pergerakan-Nya demi merampungkan ekonomi Verjanjian Baru-Nya di bumi. Hari ini, hampir seluruh negara di dunia telah diinjili. Hampir setiap tempat dipenuhi oleh orang-orang Kristen. Jika demikian, apakah wahyu kita dan visi kita hari ini? Wahyu dan visi kita telah sangat dipertinggi dalam tiga tahun terakhir ini karena kita telah melihat puncak wahyu Allah. Wahyu ini terutama adalah mengenai Allah menjadi seorang manusia supaya manusia dapat menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Ini adalah inti dari puncak wahyu ilahi di tengah-tengah kita.

Hari ini, visi kita adalah pergi memberitakan kebenaran-kebenaran tertinggi kepada orang-orang Kristen. Inilah yang telah kita lakukan di Rusia selama beberapa tahun terakhir ini. Kita perlu menerangi orang-orang dalam kekristenan dengan puncak wahyu ilahi. Hari ini, ada pasar yang besar bagi puncak wahyu ini. Hari ini, ke mana saja kita pergi, kita akan sangat disambut jika kita dapat membicarakan puncak wahyu ini.

Seluruh kelompok dalam kekristenan telah kandas, seperti perahu yang kandas di air yang dangkal. Mereka tidak dalam; mereka terlalu dangkal, hanya di permukaan. Hampir seluruh gereja Protestan kandas pada teologi mereka yang suam-suam kuku.

Banyak orang Kristen yang menuntut, saudara-saudara terkasih dalam denominasi-denominasi mencari sesuatu yang lebih tinggi, lebih dalam, dan lebih kaya daripada apa yang telah mereka dengar dan miliki. Mereka bosan dengan perkara-perkara yang dangkal. Jika kita memberitahu mereka kebenaran-kebenaran tertinggi, mereka akan sadar. Mula-mula, mereka menentang tetapi berangsur-angsur mereka akan menemukan kebenaran. Kemudian, apakah yang harus kita lakukan? Kita harus mempelajari puncak wshyu Allah hari ini dan belajar untuk membicarakan perkara-perkara ini. Kita harus pergi, dan kita harus berbicara. Saya yakin bahwa puncak wahyu hari ini akan menjadi barang terlaris di antara orang-orang Kristen hari ini.

Memang, untuk melaksanakan amanat yang tinggi tersebut, kita harus siap sedia untuk menghadapi segala jenis kesulitan. Tetapi saya mengutip Mazmur 84:7 sebagai berkat dalam menghadapi kesuhtan-kesuhtan, "Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat." Lembah Baka adalah lembah mata air. Orang-orang yang disebutkan dalam. Mazmur 84 itu telah melalui suatu jalan yang penuh dengan air mata, penderitaan, tetapi mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air. Saudara-saudara yang pergi ke Rusia dapat bersaksi bahwa mereka menempuh jalan setapak melewati lembah air mata, tetapi menetapnya mereka tinggal di sana selama empat tahun terakhir ini telah membuat Rusia menjadi suatu tempat yang bermata air dan juga hujan berkat pads, awal musim. Saya akan mendorong kita semua untuk menerima amanat yang tinggi ini : pergi dengan puncak wahyu ilahi juga dengan visi Allah yang up-to-date (terbaru.) untuk bergerak bersama Allah demi puncak wahyu ilahi-Nya yang akan merampungkan ekonomi kekal-Nya.

Dalam seri berita ini, kita telah melihat fakta-fakta dalam Perjanjian Lama maupun dalam. Perjanjian Baru. Kemudian, kita juga telah melihat wahyu berdasarkan fakta-fakta Perjanjian Lama dan wahyu baru berdasarkan fakta-fakta Perjanjian Baru. Kita juga telah melihat visi-visi beserta pergerakan Allah dalam Perjanjian lama dan visi-visi Perjanjian Baru beserta pergerakan Allah dalam Perjanjian Baru. Pergerakan ini merampungkan banyak hal di bumi melalui ministri surgawi Kristus untuk mendirikan banyak gereja dan untuk membangun Tubuh Kristus. Tetapi banyak yang telah kandas pada teologi yang bersifat takhayul, dangkal, dan suam-suam kuku. Bagaimana dapat menyelamatkan situasi sedemikian? Jalan satu-satunya bagi kita adalah melihat puncak wahyu Allah dan melihat bahwa visi Allah dalam Perjanjian Baru adalah untuk menyebarkan seluruh puncak wahyu Allah ini kepada semua orang Kristen.