← Daftar isi Kata Pengantar Kitab Efesus · bab 8/25

MEMPERSATUKAN SEGALA SESUATU DI BAWAH SATU KEPALA DI DALAM KRISTUS (1)

Dalam berita ini kita akan membahas tentang segala sesuatu disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Ini mungkin merupakan satu pemikiran yang sama sekali baru bagi kebanyakan di antara kita. Efesus 1:10 mengatakan, “sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi”. Alkitab versi King James menerjemahkan ayat ini: “Ia akan menghimpun bersama (gather togerher in one) segala sesuatu menjadi satu di dalam Kristus.” Terjemahan ini tidak memadai. Dalam bahasa Yunani, kata “kepala” dalam kalimat ini merupakan kata benda yang diver-balkan. Maka terjemahan yang tepat dari ayat ini adalah: “Mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus.”

ANUGERAH ALLAH YANG BERLIMPAH LIMPAH

BEKERJA DEMI MEMPERSATUKAN SEGALA

SESUATU DI BAWAH SATU KEPALA

Ayat 9-10 tidak seharusnya dipisahkan dari ayat-ayat yang terdahulu, sebab sesungguhnya ayat 3-14 merupakan sebuah kalimat panjang. Karena ayat 9-10 bukan kalimat yang berdiri sendiri, maka kita perlu menghubungkannya dengan ayat 7-8, yang membicarakan tentang kekayaan anugerah Allah dan tentang anugerah yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan kebijaksanaan. Bila Anda membaca keempat ayat ini bersama-sama, Anda akan nampak setiap hal di dalamnya berkaitan dengan anugerah yang berlimpah-limpah itu. Anugerah yang berlimpah-limpah itu telah melakukan banyak bagi kita. Sebagai contoh: ia membuat kita menjadi warisan atau pusaka Allah, dan membuat Allah menjadi warisan kita. Dalam satu keluarga, anak-anak adalah pusaka ayahnya. Mungkin seseorang sangat kaya, tetapi bila ia tidak mempunyai anak, sebenarnya ia sesungguhnya miskin dan akan menganggap dirinya seperti tidak memiliki apa-apa. Hal ini menunjukkan bahwa warisan atau pusaka seorang ayah adalah anak-anaknya. Berdasarkan Alkitab, semakin banyak anak yang kita miliki, semakin kayalah kita. Tidak ada apa pun yang dapat dibandingkan dengan mereka. Selaku anak-anak Allah, kita semua adalah warisan Allah. Anugerah yang berlimpah-limpah itu membuat kita menjadi anak-anak Allah dan warisan-Nya; ia pun membuat Allah menjadi warisan kita. Dalam satu keluarga, tidak saja anak-anak menjadi warisan ayahnya, tetapi ayahnya juga menjadi warisan anak-anaknya. Banyak anak dapat bersaksi bahwa mereka lebih baik kehilangan yang lain daripada kehilangan ayah mereka. Ayah yang hidup itu merupakan warisan mereka yang terindah. Kita kini sedang dalam proses menjadi warisan Allah, dan Allah juga sedang dalam proses menjadi warisan kita. Hal ini dimungkinkan oleh anugerah Allah yang berlimpah-limpah.

Akan tetapi, masalah saling menjadi warisan ini bukanlah hasil yang terakhir; karena seperti yang ditunjukkan dalam ayat 9-10, anugerah yang berlimpah-limpah itu akan menggenapkan tujuan disatukannya segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Melalui anugerah yang berlimpah-limpah ini, ada perkara-perkara tertentu yang sedang terjadi di dalam alam semesta, untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Kita perlu nampak sejauh mana usaha anugerah yang berlimpah-limpah itu mewujudkan hal ini.

Sebelum kita membahasnya, kita perlu mengatakan sepatah kata terhadap orang-orang gereja dalam pemulihan Tuhan. Walaupun jumlah kita sedikit, namun kita adalah orang-orang yang paling penting di bumi ini, lebih penting daripada pemimpin pemerintahan, pemimpin militer, atau pemimpin dalam dunia industri. Tetapi sayang sekali, kebanyakan orang Kristen tidak nampak visi ini, yaitu anugerah yang telah menggenapkan penebusan, menerapkan pengampunan, dan melahirkan kita kembali, dan yang kini sedang beroperasi di dalam kita untuk membuat kita menjadi warisan Allah, dan menjadikan Dia warisan kita, juga sedang bekerja untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Para pengkhotbah dan guru Kristen tidak membicarakan hal ini; buku-buku Kristen pun tidak menyebut-nyebut hal ini. Mereka tidak menyinggung butir yang penting dan menentukan ini, yakni bahwa anugerah yang berlimpah-limpah ini sedang bekerja di atas diri orang-orang gereja, agar segala sesuatu disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus.

HASIL DARI BANYAK HAL

Kita telah melihat bahwa mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala itu tercantum dalam ayat 10. Tetapi ayat ini tidak berdiri sendiri; ia adalah kelanjutan dari ayat 3-9. Ini menunjukkan bahwa mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala adalah hasil dari berbagai hal yang tercantum dalam ayat 3-9, yaitu: pemilihan, penentuan dari semula, terpujinya kemuliaan anugerah Allah, beroleh anugerah di dalam Anak yang terkasih, beroleh penebusan dan pengampunan, dan melimpahnya anugerah Allah dalam segala hikmat dan kebijaksanaan kepada kita. Ayat 9 membicarakan tentang rahasia kehendak Allah menurut kesukaan yang direncanakan dalam diri Allah sendiri. Lalu dalam ayat 10, dikatakan tentang mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Ungkapan “mempersatukan di bawah satu kepala” dalam ayat 10 ini berkaitan dengan semua perkara yang terdahulu dalam ayat-ayat di depannya. Ini berarti Allah memilih kita, dengan tujuan agar Dia dapat mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Dia menentukan kita untuk menjadi anak-anak Allah, agar Dia dapat mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Dia menggenapkan penebusan bagi kita melalui darah Kristus, agar segala sesuatu disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Allah telah mengaruniai kita dan melimpahkan anugerah kepada kita dalam segala hikmat dan kebijaksanaan, itu pun supaya Dia dapat mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Jadi, penyatuan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus merupakan hasil dari segala perkara tersebut.

SASARAN YANG TERAKHIR

Banyak orang Kristen tidak pernah tahu bahwa pemilihan, penentuan, penebusan, pengampunan, dan anugerah Allah itu bertujuan untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Pernahkah Anda menyadari bahwa Anda dipilih dan ditentukan dengan tujuan agar Allah dapat mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala? Pernahkah Anda pikirkan bahwa Allah menebus Anda dan mengampuni dosa-dosa Anda itu juga untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala? Orang Kristen mungkin mengetahui banyak tentang pemilihan dan penentuan Allah, tetapi tidak mengetahui bagaimana hal itu berkaitan dengan penentuan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Bahkan kita sendiri mungkin tidak jelas akan hal ini. Kita telah terbiasa mengatakan bahwa sasaran Allah bukan kekudusan dan kerohanian, melainkan gereja. Tetapi gereja juga bukan sasaran yang terakhir, sasaran yang terakhir adalah mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Ya, memang gereja adalah sasaran, namun bukan sasaran yang terakhir; bukan sasaran dalam tahap yang terakhir. Gereja adalah sasaran dalam tahap pertama. Sasaran yang terakhir ialah mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Konsepsi ini hanya terdapat dalam Efesus 1:10, tidak terdapat dalam ayat mana pun dalam Alkitab.

Allah telah menjadikan Kristus sebagai Kepala segala sesuatu (ayat 22). Melalui seluruh pengaturan Allah dalam sepanjang zaman, segala sesuatu akan disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus, dalam langit baru dan bumi baru. Inilah pemerintahan dan ekonomi kekal Allah.

GEREJA BERBAGIAN

ATAS KEKEPALAAN KRISTUS

Untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus, maka Allah harus terlebih dulu mempersatukan umat pilihan-Nya di bawah satu kepala. Karena itu, kehidupan gereja adalah satu kehidupan yang disatukan di bawah satu kepala. Efesus 1:22-23 mengatakan, “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah Tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Ayat 22 mengatakan bahwa Allah menjadikan Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu. Ini menunjukkan bahwa Dia tidak hanya menjadi Kepala gereja, tetapi juga menjadi Kepala segala sesuatu. Allah memberikan Kristus sebagai Kepala segala sesuatu kepada gereja. Kata “kepada” yang kecil ini menyiratkan suatu transmisi, yaitu bahwa kekepalaan Kristus telah ditransmisikan kepada gereja. Ini berarti kita dapat mengambil bagian dalam kekepalaan (headship) Kristus atas segala sesuatu. Walaupun kita bukan kepala, tetapi kita dapat mengambil bagian dalam kekepalaan-Nya. Dengan kata lain, kita bukan raja, namun kita dapat meng-ambil bagian dalam jabatan raja-Nya.

Gereja dapat berbagian dalam kekepalaan Kristus, karena gereja adalah Tubuh Kristus. Sang Raja ini bukan hanya Kepala, Dia juga Kepala dengan Tubuh. Kristus tidak hanya sebagai Kepala, juga sebagai Tubuh (1Kor. 12:12). Karena gereja adalah Tubuh, dan karena Kristus adalah Kepala juga Tubuh, maka dalam satu pengertian, dapat kita katakan bahwa kita — Tubuh — juga Kristus. Walaupun kita bukan Kepala, tetapi kita dapat mengambil bagian dalam kekepalaan-Nya. Kita adalah Tubuh dari Kepala, dan Kepala ini adalah Kepala segala sesuatu. Kita tidak saja sebagai kepala atas segala serangga, kucing, dan anjing, kita juga kepala atas presiden, raja, para jenderal, dan para pemimpin industri atau pedagang; kita berada di atas segalanya itu. Apakah Presiden Amerika berada di bawah kita, atau kita di bawahnya? Sesungguhnya dialah yang ada di bawah kita. Dengan mengatakan demikian, tidak berarti saya ingin mengadakan revolusi; saya hanya menerangkan fakta rohani, yaitu kita — anggota Tubuh Kristus, adalah di atas segala sesuatu. Gereja tidak berada di bawah apa pun, ia hanya di bawah Kristus sendiri; kita berada di atas segala-galanya, karena kita adalah Tubuh-Nya, yang melampaui segala-galanya. Dapatkah Anda berkata dengan yakin bahwa Anda berada di atas Presiden Amerika dan Ratu Inggris? Boleh jadi Anda tidak memiliki keyakinan itu. Akan tetapi, saya dapat mengatakan dengan jujur, bila saya dibawa ke hadapan Presiden Amerika, saya akan merasa bahwa saya berada di atasnya. Saya berkata demikian bukan karena sombong, sebaliknya saya justru mengenal fakta kerohanian.

TUMPUKAN RERUNTUHAN

Alasan Anda tidak berkeyakinan itu dikarenakan Anda sendiri belum disatukan di bawah satu kepala. Memang Anda telah beroleh selamat dan berada dalam kehidupan gereja, namun Anda belum disatukan di bawah satu kepala. Sebaliknya, Anda masih berada dalam tumpukan reruntuhan alam semesta, dan reruntuhan alam semesta ini diakibatkan oleh pemberontakan. Akibat adanya dua kali pemberontakan — pemberontakan malaikat dan pemberontakan manusia — seluruh alam semesta berada dalam keadaan runtuh. Dalam pandangan Allah, bumi ini sudah menjadi tidak teratur, yang ada hanyalah tumpukan yang diakibatkan oleh keruntuhan. Misalkan sebuah bangunan tinggi mendadak runtuh menjadi satu timbunan, dalam timbunan itu ada sementara bagian yang lebih tinggi daripada yang lain. Demikian pula, dalam reruntuhan yang diakibatkan oleh pemberontakan, orang-orang tertentu, seperti Presiden atau pemimpin-pemimpin pemerintahan lainnya, lebih tinggi daripada orang lain. Tentu saja, dalam reruntuhan, Presiden Amerika lebih tinggi daripada kita. Tetapi, semua pemimpin dunia tetap berada dalam reruntuhan.

Saya dapat bersaksi demi anugerah Tuhan, saya tidak lagi berada dalam reruntuhan, saya telah diselamatkan dari keruntuhan. Diselamatkan dari reruntuhan berarti disatukan di bawah satu kepala. Haleluya, saya telah disatukan di bawah satu kepala! Karena saya telah disatukan di bawah satu kepala dalam Kristus, maka saya telah dikeluarkan dari tumpukan yang diakibatkan oleh reruntuhan alam semesta itu. Karena itu, saya menjadi lebih tinggi daripada semua orang yang masih tertinggal dalam reruntuhan. Sudahkah Anda disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus? Sudahkah Anda diselamatkan dari tumpukan pemberontakan? Kita sekalian perlu diselamatkan dari reruntuhan dan disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus.

Seluruh alam semesta adalah satu tumpukan reruntuhan yang diakibatkan oleh pemberontakan. Allah menciptakan alam semesta dengan urutan yang sangat baik, namun satu penghulu malaikat, yaitu kepala zaman sebelum Adam, memberontak dan menjadi Iblis (Satan) (Yes. 14). Pemberontakan Iblis itu mengakibatkan keruntuhan pertama dalam alam semesta. Dalam Kejadian 1, Allah datang untuk memulihkan penciptaan yang telah runtuh akibat pemberontakan itu. Pada hakekatnya, Kejadian 1 terutama bukan sebuah catatan tentang penciptaan, melainkan pemulihan. Dalam alam semesta yang dipulihkan, Allah menciptakan manusia dan menjadikannya kepala makhluk ciptaan. Tetapi manusia ini — Adam, juga jatuh. Inilah pemberontakan kedua yang mendatangkan reruntuhan yang kedua. Sebagai akibat kedua pemberontakan tersebut, alam semesta menjadi satu tumpukan reruntuhan. Saya ulangi, dalam timbunan reruntuhan ini ada beberapa orang yang lebih tinggi daripada yang lain, tetapi mereka semuanya tetap tinggal dalam reruntuhan.

KEHENDAK KEKAL ALLAH

Kehendak kekal Allah ialah mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus; Dialah yang telah ditetapkan sebagai Kepala alam semesta. Langkah pertama yang diambil Allah untuk menggenapkan hal ini ialah mempersatukan umat pilihan-Nya di bawah satu kepala di dalam-Nya. Allah menyelamatkan umat-Nya satu per satu dari tumpukan reruntuhan yang diakibatkan oleh reruntuhan alam semesta itu. Tetapi kebanyakan orang Kristen tidak tahu bahwa inilah yang sedang Allah lakukan, dan mereka tidak berdoa untuk hal ini. Mereka malahan mengira dengan konsepsi alamiah bahwa manusia telah jatuh dan perlu diselamatkan dari neraka. Menurut Alkitab, keselamatan Allah terutama bukan untuk menyelamatkan manusia dari neraka, tetapi menyelamatkan manusia dari tumpukan reruntuhan. Allah telah membawa kita keluar dari dalam reruntuhan alam semesta dan menempatkan kita di bawah satu Kepala — Kristus. Karena pemberontakan malaikat dan manusia, tidak ada makhluk ciptaan yang berada di bawah kepala apa pun; dalam alam semesta justru tidak ada kekepalaan. Akan tetapi Efesus 1:10 mengatakan bahwa segala sesuatu akan disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Kebanyakan pemimpin pemerintahan hari ini tidak memperhatikan Kristus, mereka juga tidak berada di bawah kekepalaan Kristus. Kalau demikian, bagaimanakah Kristus dapat menjadi Kepala atas segala sesuatu? Allah kini sedang berusaha untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus. Dia sedang bekerja untuk membawa setiap hal dalam reruntuhan alam semesta ini, agar mereka kembali dan tunduk di bawah kekepalaan Kristus.

GEREJA MEMELOPORI UNTUK DISATUKAN

DI BAWAH SATU KEPALA

Seperti telah kita ketahui, langkah pertama ialah Allah membawa umat pilihan-Nya, anak-anak-Nya, keluar dari reruntuhan, dan menempatkan mereka di bawah kekepalaan Kristus. Di sini, di bawah kekepalaan Kristus, kita berada di luar tumpukan reruntuhan alam semesta, dan kita melampaui segala sesuatu. Jadi, kehidupan gereja seharusnya merupakan kehidupan yang telah disatukan di bawah satu kepala. Yang disatukan di bawah satu kepala dalam kehidupan gereja adalah umat pilihan Allah, bukan pemimpin-pemimpin dunia, bukan orang-orang yang tak beriman, atau binatang-binatang. Allah sedang mempersatukan semua orang pilihan-Nya di bawah satu kepala, hingga mereka menjadi Tubuh Kristus, dengan Kristus sebagai Kepala. Akhirnya, Tubuh yang berkepalakan Kristus ini akan menjadi kepala alam semesta di atas segala sesuatu. Hari ini, kita dalam gereja memelopori untuk disatukan di bawah satu kepala di da-lam Kristus. Bila kita enggan disatukan di bawah satu kepala dalam kehidupan gereja, kita akan memperlambat masalah penyatuan segala sesuatu di bawah satu kepala ini. Sebenarnya, jika kita sebagai umat pilihan Allah tidak mau disatukan di bawah satu kepala, Allah akan tak berdaya menggenapkan hal tersebut. Akan tetapi jika kita umat pilihan Allah mau disatukan di bawah satu kepala, pasti Allah akan berkata dengan gembira, “Inilah pelopor-pelopor yang memelopori untuk mempersatukan diri di bawah satu kepala. Merekalah yang memelopori jalan bagi-Ku untuk mempersatukan segala sesuatu di bawah satu kepala di dalam Kristus.” Ketika gereja mengepalai untuk menyatukan diri di bawah satu kepala di dalam Kristus, barulah Allah berdaya mempersatukan yang lainnya di bawah satu kepala.

PEMULIHAN (RESTORASI)

SEGALA SESUATU

Kita telah nampak bahwa karena adanya dua kali pemberontakan, setiap perkara dalam penciptaan Allah berada dalam tumpukan reruntuhan, tanpa kekepalaan yang wajar. Sebagai contoh: dalam kerajaan binatang tidak ada kekepalaan. Binatang-binatang berkelahi satu sama lain. Dalam kerajaan tumbuhan pun tidak ada keserasian. Demikian pula dalam kehidupan manusia; bangsa berperang melawan bangsa, rakyat berperang melawan rakyat, dan suku berperang melawan suku. Namun Alkitab mewahyukan kepada kita dengan jelas, ketika masa seribu tahun tiba, semua bangsa akan berhenti berperang. Hari ini banyak sekali perundingan tentang pembatasan senjata, tetapi dalam masa seribu tahun kelak, senjata apa pun tidak akan ada lagi. Berbicara tentang seribu tahun, Yesaya 2:4 mengatakan, “Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” Mengenai kerajaan binatang selama masa seribu tahun, Yesaya 11:6 juga mengatakan, “Serigala akan tinggal bersama dom-ba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama.” Ini menunjukkan bahwa semua binatang akan disatukan di bawah satu kepala dan mereka akan hidup bersama-sama dengan rukun dan damai. Selain itu, Yesaya 55:12 mengatakan, “Segala pohon-pohon di padang akan bertepuk tangan”, mereka akan menyanyi bersama-sama dan memuji Allah dalam suasana yang harmonis. Mazmur 96:12 juga mengatakan, “Biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan Tuhan.” Ini melukiskan keadaan ketika segala sesuatu disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Tatkala hal ini terjadi, akan terbitlah kedamaian dan keserasian mutlak, baik di dalam kerajaan manusia, kerajaan binatang, maupun kerajaan tumbuhan, sebab setiap benda akan sepenuhnya diselamatkan dari tumpukan reruntuhan. Penyelamatan dari reruntuhan ini disebut “pemulihan segala sesuatu” (Kis. 3:21). Pemulihan tersebut dimulai dari disatukannya kita di bawah satu kepala di dalam kehidupan gereja.

APA YANG DISEBUT “GEREJA”

ITU PUN SUATU TUMPUKAN

Namun, dalam apa yang disebut “gereja” pun tidak ada kesatuan di bawah satu kepala. Tidak hanya alam semesta dan masyarakat manusia berada dalam keadaan runtuh, bahkan apa yang disebut “gereja” pun berada dalam keadaan yang serupa. Oleh anugerah Allah, kita semua harus berkata, “Tuhan, kami di sini memelopori untuk disatukan di bawah satu kepala. Tuhan, satukanlah kami di bawah satu kepala di dalam Kristus. Kami tidak mau tetap berada dalam tumpukan reruntuhan. Kami harus diselamatkan dari reruntuhan melalui disatukan di bawah satu kepala di dalam Engkau.” Setelah Anda dikeluarkan dari reruntuhan, Anda akan berada di atas segala sesuatu. Hingga hal ini terjadi, barulah Anda berkeyakinan untuk mengatakan bahwa Anda berada di atas Presiden. Mungkin Anda telah diselamatkan, tetapi Anda tetap berada dalam tumpukan, karena Anda belum disatukan di bawah satu kepala. Oh, semoga mata kita dicelikkan dan nampak wahyu dalam Kitab Efesus ini!

Banyak orang Kristen yang membicarakan masalah gereja, namun dalam pembicaraan mereka, kata “gereja” telah kehilangan artinya. Tetapi dalam Kitab Efesus, gereja sangat bermakna. Bila Anda tidak mengetahui apa artinya disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus, Anda tidak dapat mengetahui apa itu gereja. Gereja bukanlah satu tumpukan manusia yang telah jatuh dan yang masih berada dalam reruntuhan. Gereja adalah umat pilihan Allah yang telah disatukan di bawah satu kepala, yakni berada di bawah kekepalaan Kristus. Kekristenan hari ini berbeda jauh dengan gereja yang sejati. Yang pertama ialah satu reruntuhan; ke mana saja Anda masuk ke dalam kekristenan, Anda hanya melihat reruntuhan demi reruntuhan. Penyebab dari demikian banyaknya reruntuhan dalam berbagai denominasi atau kelompok Kristen independen ialah karena di situ, sama halnya dalam masyarakat manusia, tidak ada kesatuan di bawah satu kepala. Tetapi, dalam kehidupan gereja yang sejati, kita semua telah disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus.

PERKARA PERTUMBUHAN DALAM HAYAT

Penting untuk diketahui bahwa disatukan di bawah satu kepala di dalam gereja itu merupakan perkara pertumbuhan hayat. Bila kita mencoba disatukan di bawah satu kepala, namun tanpa bertumbuh di dalam hayat, kita akan jatuh ke dalam organisasi. Menyatukan segala sesuatu di bawah satu kepala dalam gereja, tanpa bertumbuh dalam hayat, itu merupakan organisasi semata. Maka disatukan di bawah satu kepala dengan wajar ialah pertumbuhan hayat. Semakin bertumbuh dalam hayat, Anda akan semakin memiliki hayat, dan akan semakin disatukan di bawah satu kepala, sehingga akan semakin diselamatkan dari tumpukan reruntuhan. Hal ini tidak mungkin digenapkan oleh tangan manusia atau organisasi. Tidak ada usaha manusia yang bisa membantu penyatuan di bawah satu kepala dalam kehidupan gereja. Saya tidak dapat membantu Anda, dan Anda pun tidak dapat membantu saya. Satu-satunya yang dapat membantu adalah pertumbuhan hayat. Oh, kita perlu bertumbuh dan membantu orang lain bertumbuh! Kita perlu saling menyuplaikan hayat, dan saling membantu untuk bertumbuh. Jadi, penyatuan di bawah satu kepala dalam kehidupan gereja mutlak tergantung pada pertumbuhan hayat.

Saya ingin memberi kesan yang dalam kepada Anda bahwa alam semesta berada dalam reruntuhan. Kita telah diselamatkan bukan hanya dari kejatuhan dan kedosaan, juga dari tumpukan reruntuhan. Kini cara yang riil untuk diselamatkan dari reruntuhan adalah bertumbuh dalam hayat. Semakin bertumbuh, kita akan semakin keluar dari reruntuhan.

MELALUI TERANG

Perkara menjadi satu di bawah satu kepala dalam kehidupan gereja juga terjadi melalui terang (Why. 21:23-25). Tentu saja, terang di sini bukan terang pengetahuan, melainkan terang hayat. Yohanes 1:4 mengatakan, “Dalam Dia ada hidup (hayat) dan hidup itu adalah terang manusia.” Terang di sini memancar dari hayat yang olehnya kita bertumbuh. Tatkala kita bertumbuh dalam hayat, kita pun memiliki terang hayat. Segala sesuatu akan teratur, tertib, dan rapi di bawah terang ini. Bila kita tidak memiliki hayat dan terang, melainkan memiliki maut dan kegelapan, kita akan tetap berada dalam reruntuhan. Di mana ada maut dan kegelapan, di situ ada reruntuhan. Seluruh masyarakat manusia, termasuk “kekristenan” hari ini, tidak lain maut dan kegelapan, dan karenanya semua itu merupakan tumpukan reruntuhan. Akan tetapi, karena kita penuh dengan hayat dan berada di bawah terang, kita bukanlah suatu tumpukan reruntuhan. Karena kita berada dalam hayat, dan karena seluruh pergerakan kita di dalam terang, maka tidak ada kekacauan. Meskipun kekristenan hari ini merupakan satu tumpukan reruntuhan dalam maut dan kegelapan, tetapi kita berada dalam kehidupan gereja, dalam hayat, dan di bawah terang. Oleh hayat dan terang inilah kita disatukan di bawah satu kepala.

Kita telah nampak bahwa gereja memelopori untuk disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Akhirnya, masa seribu tahun akan tiba, dan selanjutnya, tiba pula langit baru dan bumi baru serta Yerusalem Baru. Dalam langit baru dan bumi baru, segala sesuatu akan disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Dalam Yerusalem Baru tidak akan ada maut dan malam; sebaliknya, segala sesuatu akan dijenuhi oleh hayat dan berada di bawah terang. Dengan Yerusalem Baru selaku intinya, segala sesuatu dalam langit dan bumi baru akan disatukan di bawah satu kepala. Pada waktu itu, Efesus 1:10 akan terwujud sepenuhnya. Kemudian kita akan menyadari bahwa Kristus adalah Kepala segala sesuatu bagi gereja, Tubuh-Nya, yakni kepenuhan Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu. Hari ini, dalam kehidupan gereja, kita memelopori untuk disatukan di bawah satu kepala di dalam Kristus. Untuk hal ini kita perlu bertumbuh dalam hayat dan memiliki terang hayat.