Minggu 4 · Selasa
Mengalirkan air untuk membagikan hayat (1)
Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hayat, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Tl.)
Ayat Bacaan: Yoh. 10:10; 19:34; Mat. 27:45-46, 51; Mrk. 15:33; Luk. 23:44-45, 34; Kej. 2:21-23
Dalam Matius 27:45, 51, Markus 15:33, dan Lukas 23:44-45, kegelapan, simbol dari dosa muncul, juga tabir dalam Bait Suci yang memisahkan Allah dengan manusia terbelah. Semua itu adalah tanda aspek penebusan dari kematian Tuhan. Selanjutnya, kata-kata yang diucapkan Tuhan di salib dalam Lukas 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka”, dan dalam Matius 27:46, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (karena saat itu Dia menanggung dosa-dosa kita). Perkataan ini juga menggambarkan aspek penebusan dari kematian Tuhan. Tetapi air yang mengalir dan tulang yang tidak diremukkan yang disebutkan oleh Yohanes dalam pasal 19:34 dan 36 ialah tanda aspek penyaluran hayat dari kematian Tuhan.
Kematian yang menyalurkan hayat ini membebaskan hayat ilahi Tuhan dari dalam diri-Nya untuk menghasilkan gereja, yaitu yang tersusun dari semua orang beriman-Nya yang ke dalam mereka hayat ilahi-Nya disalurkan. Kematian Tuhan yang menyalurkan hayat ini dilambangkan dengan tertidurnya Adam yang menghasilkan Hawa (Kej. 2:21-23), juga ditandai dengan jatuhnya sebutir biji gandum ke dalam tanah dan mati untuk menghasilkan banyak butir (Yoh. 12:24) untuk dijadikan satu roti – yang melambangkan Tubuh Kristus (1 Kor. 10:17). Jadi, kematian Tuhan juga adalah kematian yang mengembangbiakkan hayat, melipatgandakan hayat, kematian yang menghasilkan dan mereproduksi hayat.
Alkitab memperlihatkan kepada kita, tujuan Allah yang kekal adalah di dalam Anak-Nya, Tuhan Yesus, memberikan hayat kepada manusia. Sebab itu, Dia menaruh hayat-Nya di dalam Tuhan Yesus, menyuruh Tuhan Yesus ke bumi, supaya orang mendapatkan hayat-Nya (Yoh. 1:4; 10:10). Supaya orang bisa mendapatkan hayat Allah yang ada di dalam-Nya, Tuhan Yesus harus mati, tubuh-Nya harus terbelah, untuk melepaskan hayat Allah yang ada di dalam-Nya. Melalui kematian-Nya, Tuhan membagikan hayat Allah yang ada di dalam-Nya kepada kita. Inilah tujuan utama Dia menyerahkan diri mati di atas salib. Karena hal inilah, kita harus senantiasa memberitakan apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita kepada semua orang.